Share

Bab 2

Penulis: Menikkk
last update Terakhir Diperbarui: 2025-05-02 03:02:42

Dua bulan telah berlalu, kini di Ibu kota, iring – iringan pasukan yang kembali dengan kemenangan mulai memasuki Istana.

Jendral Perang termuda, Chu Zhao, baru saja memenangkan perang dengan negara Beotang yang menyerang batas selatan negara. Negara Beotang berakhir dengan menyerah dan mengaku kalah dan tunduk pada Kekaisaran Beixin.

Seluruh rakyat di Ibukota berpesta merayakannya. Mereka mengelukan kehebatan Dinasty Baili Mu, dibawah naungan Jendral Chu Wei, sebagai Tiang Negara, yang memiliki putra – putri berbakti.

Jenderal Agung Chu Wei adalah Jenderal paling disegani saat ini. Kaisar sangat mempercayainya, dia yang menunjang seluruh Negara.

Anggota keluarganya juga bukan main – main.

Dia memiliki seorang istri, Zhao Zhi, yang merupakan seorang yang berpindah jiwa dari masa depan. Nama istrinya dari masa depan adalah Song Yaoyi.

Song Yaoyi atau Zhao Zhi ini nampaknya sangat menikmati kehidupannya di jaman kuno ini.

Dia wanita tangguh dan cerdas. Walau dia bertansmigrasi tanpa keahilan khusus apapun, tetapi kegigihan dan kecerdasannya lah yang membawanya sejauh ini.

Keluarga Jenderal Agung chu memiliki lima orang anak.

Anak pertamanya Zhu Yu adalah anak angkat dari desanya di Chujia. Seorang Yatim – piatu yang diselamatkan oleh song Yaoyi dari kekejaman Paman dan Bibinya, yang menyiksanya sepanjang waktu.

Saat ini Zhu Yu telah menjadi pedagang Kaya Raya, yang mengurusi bisnis Ibu Angkatnya, Song Yaoyi atau Zhao Zhi. Zhu Yu memiliki seorang istri Su Jin dan anak - anak yang pemberani.

Anak Kedua mereka adalah seorang Jenderal Perang, Chu Zhao.

Dia adalah yang tertua dari sepasang anak laki – laki kembar yang dilahirkan oleh Song Yaoyi atau Zhao Zhi. Saudara kembarnya adalah Chu Rui.

Chu Zhao memulai menjajal keberanian dan kegesitannya dalam berperang sejak usia yang sangat muda. Tidak heran di usianya sekarang, dia sudah memegang posisi tinggi dalam militer, sebagai Jenderal bintang Perang. Kemenangannya yang terakhir menjadikannya Pahlawan Negara yang membuatnya banyak dicintai Rakyat.

Namun, karena selalu menghadapi peranglah yang membuat seorang Chu Zhao yang tadinya sangat hangat dan banyak bicara, menjadi sosok yang kaku dan dingin. Sifatnya ini, banyak mendorong gadis – gadis yang mendekatinya, pergi. Bahkan beberapa Panatua Kekaisaran, mengatakan jika Chu Zhao adalah seorang ‘Prem Kering’.

Tetapi semua perilakunya ini, hanya muncul disaat Chu Zhao menemui orang lain. Percayalah, dia tetap Chu Zhao yang menyebalkan jika dia bersama Ibu dan saudara – saudaranya.

Song Yaoyi atau Zhao Zhi sangat khawatir dengan anaknya yang ini. Dia akan melakukan segala cara untuk mendorong anaknya si ‘Prem Kering’ ini menikah.

Anak ketiga Jenderal Agung Chu, adalah yang lebih muda dari anak kembar laki – laki. Chu Rui Namanya. Dia adalah seorang Gubernur Ibukota.

Saat masih sangat Muda, Chu Rui memang terbilang anak yang sangat Cerdas dan Pandai. Dia juga sangat berani.

Usianya yang masih terbilang sangat Muda ketika dia awal diangkat menjadi Gubernur di Kota perbatasan, yang sedang berperang. Tapi berkat kecerdasan dan Keberaniannya, Kaisar memintanya untuk memimpin dan mengatur Ibu Kota. Bisa dibilang, Chu Rui masih lah Gubernur yang termuda.

Anak Keempat Jenderal Agung Chu adalah, sorang gadis yang sangat Cantik, Chu Yaoyao. Dia adalah seorang Dokter yang sangat mumpuni.

Chu Yaoyao belajar langsung dari ahlinya racun dan ramuan, Bibi Jiang.

Chu Yaoyao, memiliki pusat pengobatan di Alun – Alun Ibu kota dan sebuat toko obat yang besar. Kebanyakan di balai pengobatannya, pemeriksaan dan obat – obatannya dapat diambil gratis atau bahkan jika harus membayar, harga yang diberikan cederung lebih murah.

Chu Yaoyao memiliki berbagai kegiatan philanthropy yang sangat bermanfaat untuk Rakyat.

Gadis kecil Jenderal Agung Chu ini, memiliki keterikatan khusus dengan Putra Mahkota Kekaisaran ini.

Namun, Chu Yaoyao punya beberapa keraguan dengan Putra Mahkota. Melihat pernikahan Ayah dan Ibunya yang hanya memiliki satu sama lain, tanpa kehadiran selir dan istri lainnya. Chu Yaoyao memimpikan memiliki pernikahan seperti itu juga. Namun rasanya akan sulit diwujudkan jika dia memilih bersama dengan Putra Mahkota Kekaisaran.

Anak Jendral Agung Chu paling akhir juga adalah seorang perempuan. Gadis centil dan genit yang sangat lengket dengan Ayah dan Kakak – kakaknya. Dia bisa membuat semua orang jatuh mencintainya dan bertekuk lutut dengan pesonanya. Sungguh seorang gadis yang sangat mempersona. Chu Yiyi Namanya.

Sang Jenderal Agung juga memiliki sahabat yang merupakan adik Ipar Kaisar.

Jenderal Feng Yi, adalah sahabatnya sejak pertama kali Jenderal Agung Chu masuk ke dalam Militer. Mereka berjuang bersama, dan berperang bersama. Benar – benar sahabat sehidup semati.

Istrinya adalah Putri yang terbuang oleh Kaisar terdahulu, Putri Nishang. Namun kini keduanya hidup Bahagia bersama dengan empat orang anak.

**

Istana Jendral tengah sibuk menyiapkan acara penyambutan kepulangan Kedua Anaknya dari Perbatasan. Setelah lebih dari empat tahun berperang, Beotang akhirnya menandatatangani perjanjian damai.

Putra Kedua, Jendral Chu Zhao telah membawa kemenangan untuk negara. Kesuksesan Chu Zhao juga diiringi oleh kemampuan Chu Rui membereskan masalah di pemerintahan kota perbatasan. Kaisar sangat terkesan dengan ini, sehingga menariknya untuk menjadi gubernur di Ibukota.

"Ibu...Ibu apa kakak - kakak ku akan segera datang? Kapan datang? Mengapa lama sekali?" Chu Yiyi meloncat - loncat bagai kelinci. Song Yaoyi tergelak melihat putrinya ini. Dia aktif seperti Chu Yaoyao ketika masih kecil, meloncat - loncat bagai monyet, tetapi Chu Yiyi lebih memiliki Aura anggun pada wajah dan ekpresinya. Song Yaoyi bertanya - tanya, apakah lahir di ibukota membuatnya seperti ini? Berbeda dengan kakak - kakaknya yang lahir di pedesaan.

"Kakak perempuanku... apakah kamu akan pergi ke luar. Bolehkah aku ikut?" Chu Yiyi kini sudah berpindah bergelayut dikaki Chu Yaoyao.

"Ibu-Ibu aku mau ikut..." Chu Yiyi menatap Song Yaoyi dengan tatapan khasnya ketika meiminta sesuatu. Jika yang ditatap saat ini Chu Wei, ayahnya, pasti dia akan langsung luluh dan memberikan kepadanya apa pun.

"Keputusan ini ada pada kakak perempuan mu. Bukan pada Ibu." Song Yaoyi akan sangat sibuk membenahi istana Jendral seharian ini, sehingga dia sedikit berharap jika Chu Yiyi tidak akan mengganggunya. Biasanya Perjamuan di Istana akan memakan waktu seharian, Suami dan anak – anaknya baru bisa kembali pulang kerumah setelah waktu Ayam (sekitar pukul 5 sampai 7 malam). Dia masih memiliki banyak waktu untuk bersiap.

"Ibu, aku akan pergi sebentar ke balai pengobatan milikku dan kemudian pergi menemui Bibi Nishang untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya. Jadi aku bisa membawa Chu Yiyi." Chu Yaoyao mengetahui keinginan Ibunya hanya dalam sekali tatap.

"Dan kamu harus patuh pada - ku saat kita keluar." Kini Chu Yaoyao menurunkan tubuhnya agar setara dan menatap Chu Yiyi penuh peringatan. Adiknya ini memang suka sekali berlarian.

"Tentu saja..."

Chu Yiyi melompat - lompat dan berlarian keseparuh halaman. Chu Yaoyao menghela nafasnya. "Ibu... ini akan menjadi perjalanan ku yang melelahkan..."

Song Yaoyi : "Ibu akan sangat sibuk hari ini, kamu harus menjauhkannya sesaat. Oh katakan pada Bibi Nishang mu, jika dia kelelahan pada kehamilan keduanya ini, dia tidak perlu memaksakan datang. Biar Chu Zhao dan Chu Rui yang akan menemui Bibinya nanti."

Chu Yaoyao mengangguk. Memiliki adik dan bertambahnya usia membuat Chu Yaoyao menjadi sangat dewasa.

"Apakah Mu Feng akan datang? Ibu sudah mengundangnya terakhir kali. Dia bilang akan datang, tapi siapa tau dengan kesibukannya sekarang ini." Song Yaoyi berkata.

Chu Yaoyao mengangukkan kepalanya. "Um... dia bilang akan menyempatkan diri menyambut pahlawan negara." Terdengar dengusan Chu Yaoyao kemudian. "Mulutnya sangat licin sekali..."

Song Yaoyi tersenyum melihat pasangan ini. Panas dingin sepanjang waktu.

"Pergilah" Song Yaoyi melambaikan tangannya dan kembali ke aula utama. Dongmei Pelayan utamanya, mengikuti dibelakang.

***

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 13

    Begitu Ji Yuan bangun, bau obat yang unik membuatnya mengerutkan kening, dan segera dia menemukan dirinya terbaring di tempat tidur yang asing. Kemudian mengingat, di masih tinggal di halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu.Kakinya yang mati rasa mengejutkan Ji Yuan dan dia dengan cepat mengangkat selimutnya. Perban di kaki kanannya dilepas. Kaki yang bengkak telah kembali normal, dan area yang terluka telah dirawat. Gelombang kecil di mata telah memulihkan ketenangan.“Sudah bangun?” Suara Chu Zhao tiba-tiba datang dari samping.Ji Yuan hanya melihat sosok tinggi Chu Zhao duduk di sisi tempat tidur, duduk tegak. Jika bukan karena dia berbicara, Ji Yuan tidak memperhatikannya untuk sementara waktu.Chu Zhao memandang Ji Yuan, yang setengah lurus, dan telah kembali ke penampilannya yang dingin, seolah-olah bukan dia yang meraih jarinya dan memanggilnya Ayah kemarin malam."Kondisimu memburuk selama dua malam, lukanya beracun, membuat kamu demam tinggi" kata Chu Zhao dan memblokir u

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 11

    Ji Yuan mengernyit heran. Dari kejauhan dia melihat semua. Apakah penjahat itu baru saja mat*?Ji Yuan melihat, sabetan pedang dan pukulan kosong yang diberikan Jendral Chu Zhao tidak ada yang mematikan. Seharusnya dia tidak mat*. ’Apakah dia memakan racun?’ Pikirnya.Saat itu Chu Zhao menghampiri Ji Yuan. Mata saling berhadapan, dan mata yang tenang dengan cepat menjauh dari Ji Yuan, tanpa niat untuk tinggal sama sekali.Chu Zhao menemukan bahwa wajah Ji Yuan sudah sedikit lebih cerah. Dia terlihat tenang dan tidak panik, bahkan tidak terisak seperti gadis - gadis lain yang mengalami hal ini. Chu Zhao juga menyanjung kemampuan JI Yuan yang berhasil keluar dari kereta seorang diri. Chu Zhao dapat yakin, semua prajurit yang dia bawa, belum ada yang bertindak menyelamatkan Ji Yuan, dan mengeluarkannya dari dalam kereta. Jadi pasti dia merangkak dan berjuang keluar sendiri. Chu Zhao tanpa sadar mendengus. ‘Pembangkang!’.Chu Zhao tidak bermaksud berbicara pada awalnya, sampai matanya jat

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 10

    Ji Yuan menutup matanya, berusaha menenangkan hatinya. Entah mengapa sedari tadi hatinya merasa sangat tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang salah. Seperti ada sesuatu yang mengintai.Traakkk….Kereta kuda yang ditumpangi Ji Yuan berjalan tak terkendali. Ji Yuan tersadar dari lamunan panjangnya. Instingnya mulai bekerja lagi. Perasaan buruk ini adalah perasan yang sama yang muncul di hari terakhirnya di dunia modern.Ji Yuan merasakan dirinya dalam bahaya. Seperti dikejar – kejar. Seperti sedang diburu.Ji Yuan melihat ke jendela, dia sudah memasuki hutan kota. Jalan dipinggiran hutan yang asri namun tiada berpenghuni. Ji Yuan merasa kereta berjalan semakin cepat, bagai tidak terkendali. Ada apa ini?“Kusir… Chefu!” Ji Yuan berteriak memanggil.Tidak ada suara di depan. Ji Yuan melongok keluar jendela. Kusirnya ada disana namun tidak bergerak. Detik itu juga dia tau ada sesuatu yang salah.Lagi? Pikirnya.Mengapa aku harus mengalami ini lagi? Apakah aku akan celaka dan mati lagi di k

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 9

    “Chu Zhao…” Song Yaoyi masuk ke ruang kerjanya. Melihat Chu Zhao sedang duduk di kursinya tidak melakukan apa – apa. Hanya duduk dan memandang keluar jendela. Song Yaoyi mendesah. Baru ini dia melihat Chu Zhao seperti ini, sedikit nyeri dirasanya.“Chu Zhao…” Song YAoyi sekali lagi memanggilnya. Kini dia sudah berada di depan meja.Chu Zhao tersentak kaget. Membalikkan tubuhnya dan melihat Ibunya sudah berdiri di depan mejanya. “Ibu…”“Kamu tau, Chu Yiyi tadi pagi berbicara apa pada Ibu?” Song Yaoyi berbicara.“Dia bilang dia baru saja memutuskan hal paling sulit dalam hidupnya.” Song Yaoyi tersenyum geli.“Apa yang anak empat tahun itu katakan paling sulit, adalah memutuskan makanan favoritnya.” Senyumnya semakin mengembang mengingat perilaku putri bungsunya yang sangat genit.“Tapi Ibu, sangat bangga padanya. Kau tau kenapa?” Song Yaoyi duduk dikursi di depan meja. tempat yang sama tadi Ji Yuan duduki. Chu Zhao memandang kursi itu dan entah kenapa merasakan rasa yang aneh menurutnya

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 8

    “Anda tidak boleh pergi.” Dongmei berdiri di depan pintu menghalangi Ji Yuan yang akan keluar. Ji Yuan melihatnya dan bertambah kesal.“Kenapa tidak boleh? Apa Jendral picik itu yang menyuruhmu! Mengapa kamu mau saja disuruh – suruh dengan orang tidak sopan seperti itu? benar – benar menyebalkan!” Ji Yuan sudah kehilangan kesabarannya.“Ada apa?” Song Yaoyi mendekat.“Menjawab Nyonya, Nona ini ingin keluar dari ruangan. Sesuai perintah Nyonya, saya tidak membiarkan seorang pun pergi dari ruangan ini.” Ucap Dongmei.“Oke. Terima kasih.” Song Yaoyi mengangguk pada Dongmei.“Siapa nama mu Nona? Dari keluarga mana kamu berasal?” Song Yaoyi tersenyum menatap Ji Yuan. Wajah gadis muda itu sudah memerah. Tampak sangat emosi.“Saya… Ji Yuan Nyonya. Saya berasal dari desa Zhongdong di perbukitan perbatasan barat daya.” Ji Yuan menjawab dengan lugas. Lalu menarik nafasnya banyak – banyak, dia tidak mau membuat masalah dengan Nyonya Jendral Agung ini, dengan melampiaskan emosinya.“Desa Zhongdon

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 7

    “Berapa yang ku dapat?” Jawab Ji Yuan singkat.“Kurang ajar!!”Suara itu bukan dari Chu Zhao, melainkan dari Letnan Jendral di belakangnya.“Apa maksudmu? Bukankah kamu Guru di sekolah ke Kaisaran? Seharusnya kamu berbakti untuk kekaisaran! Kamu ingin dihukum?!” Teriak Wang Yi’an lagi.“Atas dasar apa aku akan dihukum?” Jawab Ji Yuan dingin.“Kamu!!!” Wang Yi’an sudah berdiri dan akan mendorong ji Yuan.“Mengapa berbuat gaduh?!” Suara seorang wanita terdengar dari pintu.Ji Yuan yang sudah dalam posisi siaga pun menoleh. Dilihatnya seorang wanita dewasa yang masih cantik diusianya. Rambutnya disanggul sederhana, bahkan bajunya pun sederhana, tidak ada kesan bangsawan besar pada dirinya, namum auranya cukup menindas.“Bibi~” Wang Yi’an mencelos ngeri.“Ibu.” Chu Zhao bangkit dan mendekat ke arah pintu dimana Song Yaoyi berdiri.“Kami sedang diskusi mengenai hal yang penting. Ibu bisa menunggu di dalam, Kakak pertama dan anak – anaknya juga sudah di dalam. Sebaiknya ibu menemui mereka.”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status