MasukRombongan Chu Zhao dan Chu Rui keluar dari Istana. Meskipun kini sudah masuk pada waktu Ayam, masih banyak masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan dari Istana Kaisar menuju kediaman Jendral Agung, untuk menyaksikan iring – iringan pasukan dan hadiah yang di berikan Kaisar pada Pahlwan negara.
Sedangkan Pesta untuk merayakan bertambahnya daerah kekuasaan Dinasty Baili Mu akan diadakan besok, berbarengan dengan festifal bulan. Jalanan Ibu kota semakin semarak dengan hiasan festival bulan dan perayaan kemenangan.
Rumah jendral semakin harum. Kini mereka benar menjadi tiang negara. Jasa Keluarga ini sangat besar untuk kedamaian negara.
Disini, Song Yaoyi merasa sedikit berdebar, bertemu kembali dengan anak - anaknya setelah lebih dari empat tahun terpisah. Selama empat tahun ini, dia sudah melahirkan bayi perempuan cantik dan sibuk membesarkannya, hingga tidak punya waktu untuk mengunjungi putra – putranya di perbatasan. Siapa sangka mereka melakukan perbuatan baik dan menyelesaikan semuanya.
Chu Yiyi dan Chu Yaoyao yang telah kembali pun merasakan ketegangan dan kesenangannya. Zhu Yu dan Su Jin bahkan sudah ada disana. Zhu Zhuan, anak mereka sudah berusia tiga tahun. Bocah laki - laki yang gemuk dan lucu. Betapa Chu Yiyi senang bermain bersamanya.
Chu Wei sebagai Ayah sekaligus Jendral Agung Negara, akan kembali bersama Chu Zhao dan Chu Rui dari Istana.
Kepemimpinan Kaisar saat ini, dirasakan oleh masyarakat lebih baik. Kaisar banyak memikirkan masyarakat, terlebih yang terkena bencana. Hampir bisa dilihat jika setiap bencana datang, kaisar menyelesaikannya dengan lebih cepat. Pengungsi lebih cepat ditangani dan jumlah kejahatan dan para bandit berkurang banyak.
Belum lagi kontribusi bibi Jiang dan Chu Yaoyao dalam memberikan pengobatan gratis pada pengungsi, semakin memakmurkan masyarakat. Rakyat kecil di kekaisaran ini merasa diperhatikan dan banyak dibantu. Sehingga negara - negara tetangga dekat perbatasan pun merasa sungkan dan ingin bekerja sama.
*
"Ibu..." Chu Rui memeluk Song Yaoyi erat. Song Yaoyi pun berkaca - kaca. Anak keduanya sekarang sudah bertambah tinggi sedikit. Badannya sedikit kurus. Tapi wajahnya penuh dengan kegembiraan. Song Yaoyi cukup puas melihatnya.
"Apa ini hanya Ibumu saja? Menyingkir..." Chu Zhao tampak lebih jauh lebuh kuat sejak terakhir bertemu. Kulitnya kecoklatan dengan badan yang tinggi juga kekar. Anak nakal ini telah berubah menjadi seorang pria yang bisa diandalkan. Baju besinya membuat penampilannya jauh lebih keren.
"Ibu~ mengapa kamu terlihat lebih pendek" ucapnya dengan sedikit kesusahan memeluknya.
Song Yaoyi melotot, "Anak ini!" Dia ingin memeluk lebih erat tapi tidak mau tersakiti oleh jubah besinya.
"Seharusnya kamu lebih perhatian dengan melepas jubah besi ini sebelum bertemu dengan ku." Song Yaoyi mencibir.
"Aku tidak mau beresiko akan terkena pukulan mu." Jawab Chu Zhao santai.
"Kakak pertama..." Chu Rui merangkul Zhu Yu dengan cengiran biasanya.
"Adik ketiga..." Zhu Yu merangkul Chu Rui. Keduanya sering bertemu belakangan ini dengan bisnis yang di jalani Zhu Yu berada juga di kota perbatasan.
"Mengapa kamu hanya memeluknya, apa kamu tidak merindukan ku kakak?" Chu Zhao menyela dan memeluk Zhu Yu.
Zhu Yu tertawa, "Apa maksudmu? Kita baru bertemu dua bulan lalu saat aku ke kota perbatasan."
"Apa kamu tidak bertemu Chu Rui dua bulan lalu?" Chu Zhao mencibir.
"Kamu menjadi jauh lebih lengket dari pada dulu..." Zhu Yu menatap Chu Zhao dengan geli.
Chu Zhao menjadi salah tingkah dan bergegas masuk kedalam.
Di dalam Aula, Chu Yaoyao menyambut kedatangan Chu Zhao dengan gembira, "Kakak kedua..."
Chu Zhao menghampiri dan memeluk Chu Yaoyao lalu mengusap kepalanya. "Adikku sangat cantik sekarang..."
"Tapi masih lebih cantik aku~" suara gadis kecil menyela keduanya.
"Apakah ini Chu Yiyi si paling bungsu?" Chu Zhao melepaskan Chu Yaoyao dan berlutut menyamakan tinggi badannya.
"Kakak~..." Chu Yiyi berkata dengan gula manis dan senyum genitnya.
Chu Yaoyao memutar bola matanya. Tatapannya jatuh ke belakang, dan melihat kakak ketiganya sudah berdiri di sana.
"Kakak ketiga..." Chu Yaoyao berlalu dan memeluk Chu Rui.
Chu Rui memeluk Chu Yaoyao dengan erat. “Kamu semakin cantik…” ucap Chu Rui lalu mengusap kepala adik perempuannya.
"Apa ini Chu Yiyi, kamu sudah besar..." Chu Rui bergantian berlutut untuk memeluk Chu Yiyi.
"Kakak~..." Chu Yiyi memeluk manja Chu Rui. Dia menjentik - jentikkan bulu matanya yang lentik. Membuat tampilannya lebih imut dari boneka.
Chu Rui luluh olehnya dan merasa dunianya berwarna pink dalam sekejap.
"Apa kamu sudah selesai mengoda kakak - kakak mu?" Tanya Song Yaoyi, yang sudah masuk dan melihat putri bungsunya yang sedang mempesona kakak – kakaknya.
"Ibu aku hanya menyapa kakak - kakak ku." Chu Yiyi menggoyang tubuhnya manja.
Chu Zhao dan Chu Rui terpesona oleh kecantikan dan kelembutan sang adik tersenyum lembut.
Dari dalam, seorang wanita muda dan anaknya ikut bergabung.
"Sapa dulu paman mu..." Su Jin Istri Zhu Yu datang dan mengantar Zhu Zhuan kepada Chu Rui dan Chu Zhao.
Zhu Zhuan memandang mereka dengan tatapan penuh ke kaguman. "Paman..."
"Ayo kita makan dulu..." Song Yaoyi menghentikan saling sapa ini dan membawa mereka ke ruang makan besar mereka.
***
Ji Yuan baru saja datang ke Ibu kota ini dua bulan lalu.
Dia adalah seorang penyuling jenius dalam kehidupannya terdahulu, dia melintasi waktu saat akan ditangkap oleh pada penjahat. Ledakan itu membuatnya bertransmigrasi ke dunia saat ini. Jaman kuno, jaman kerajaan yang pernah dia baca dalam literasi kecil yang dimiliki Gurunya.
Dan pemilik asli dari tubuh yang dia tinggali sekarang adalah seorang gadis yang tertutup dan murung.
Seorang yatim piatu yang kehilangan orang tua hampir bersamaan ini membuatnya merasa frustasi dan kesepian. Dia tidak siap. Sehingga membuatnya semakin terpuruk dan menyedihkan.
Namun reputasi sebagai anak Guru Negara yang juga mewarisi kepandaian Ayah Ibunya, Ji Yuan asli sering mendapat undangan untuk pembacaan puisi dan karya ilmiah. Membuatnya mendapatkan kesempatan untuk meloncat kembali ke Ibu kota.
Sedangkan Ji Yuan dari jaman modern memiliki bakat paling luar biasa untuk memurnikan senjata kimia. Dia tidak pernah mengambil inisiatif untuk memprovokasi orang lain, tidak mengambil peluang dari orang lain, dan tidak membuat musuh dengan orang lain. Dia fokus pada pemurnian kimia, dan oleh karena itu tingkat kemahirannya benar – benar luar biasa.
Meski begitu, beberapa orang merasa khawatir tentang teknik pemurnian dan senjata buatannya. Masalah selalu datang ke pintu sendiri, dan itu bukan sesuatu yang bisa dia hindari, bahkan jika dia mau.
Ji Yuan agak ekstrim dalam beberapa aspek, jadi dia tidak ragu-ragu untuk memilih mati bersama, bahkan jika lawannya adalah orang kuat di periode out-of-aperture yang sama sekali tidak bisa dia jangkau, dia bisa melakukan segalanya. Dia bisa meledakkan dirinya sendiri dan pihak lawan berkeping-keping.
Namun, Ji Yuan muncul di jaman ini, tidak mati, dan menjadi Ji Yuan di dunia ini.
Tokk Tokk Tokk
Ji Yuan sedikit bingung. Saat dia memutuskan untuk mengikuti seleksi dan datang ke Ibu kota, dia tidak banyak berhubungan dengan pihak lain. Selama waktu itu, dia pada dasarnya tidak bisa meninggalkan pintu di balik pintu tertutup. Dan untuk menghemat uang, dia secara khusus mencari tempat tinggal ditepi kota, di sudut tingkat terendah, masuk akal bahwa tidak ada yang akan datang mencarinya.
Tapi setelah membuka pintu, Ji Yuan mengerti bahwa postur bertarung lurus dan aksen keras kedua pria itu membuat Ji Yuan langsung menebak identitas mereka, ini adalah dua tentara.
"Anda adalah Nona Ji Yuan, kan?"
Salah satu dari mereka mencoba untuk menekan ketidaknyamanan dan bertanya dengan canggung. Jelas, dia menyatakan ketidaknyamanan dan kebingungan kepada Ji Yuan, tepatnya, untuk semua orang yang ada di tempat ini.
"Ya, saya."
"Halo, Jenderal Chu Zhao mencari Anda. Harap segera mengikuti kami dan harap tidak membuat perlawanan, ini adalah urusan urusan militer dan Anda tidak diperbolehkan untuk menolak. Jadi mari bekerja sama."
Pria tegak yang tidak pandai berbohong memerah, tetapi tugasnya adalah mematuhi perintah.
Ji Yuan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan bibirnya.
Siapa sih Jendral Chu Zhao ini?
***
Chu Zhao berdiri dalam gelap di pucuk sebuah pohon Evergreen yang menjulang tinggi. keberadaannya di ngarai suatu lembah membuat Chu Zhao dapat melihat dengan jelas aktivitas di dibawahnya. Pasukan yang sedang berkemah di ujung lembah ngarai itu Chu Zhao curigai sebagai pasukan Bozima yang dimaksud. Dengan hati – hati Chu Zhao mulai mengamati mereka. Bahkan menghitung jumlah persediaan makan mereka sebelum mereka bergerak ke kota Bongshi dan meminta bahan makanan pada Han Xiajung.Yang membuat Chu Zhao heran adalah mengapa mereka berada di kota ini. Kota Bongshi terletak tidak terlalu jauh dari Ibu Kota. Wilayah Bongshi secara administrative berada dalam lindungan Raja Pu Yi. Beliau adalah adik dari Mendiang Raja terdahulu, yang berarti Kakek Paman dari Kekaisaran saat ini. Raja Pu YI adalah seorang Raja Kecil yang bersahaja, yang memilih tinggal seperti rakyat biasa. Seorang Raja yang sangat mencintai rakyat dan alam. Keturunan – keturunannya pun hidup damai bersanding dengan alam. M
Murong Feng mengatur beberapa anak buahnya untuk membeli semua persediaan bahan – bahan yang sudah dituliskan oleh Ji Yuan tadi. Menghentikan pendistribusiannya, dan mendata pabrik – pabrik yang menggunakan bahan – bahan itu, lalu mengawasinya dengan ketat. Jangan sampai ada bahan – bahan itu yang berada di luar pengawasannya. Apa lagi jika bahan – bahan itu di miliki oleh Murong Di Jiu.Murong Feng juga mengatur prajurit bayangan hitamnya untuk mengawasi Murong Di Jiu dengan ketat. Meminta mereka melaporkan apa yang dia lakukan setiap harinya, tanpa ada celah sedikit pun.Setelah itu Murong Feng memanggil prajurit bayangannya yang dia perintahkan untuk mengawasi dia saat berada di bangunan yang hancur itu.“Apa yang kamu dapatkan?” Murong Feng bertanya dengan tegas. Hatinya sedikit kecut setelah mengetahui jika paman yang dia kasihi sejak kecil, paman yang dia sayangi bagaikan seorang kakak, mengkhianati dirinya.“Seseorang ditugaskan untuk mengawasi bangunan hancur itu sejak beberap
“Jangan lakukan hal itu. kita tidak tahu apakah mereka masih memiliki b*mnya. Sebaiknya jangan terburu – buru.”“Apa maksudmu? Apa lagi yang harus kita tunggu?”“Pangeran Murong Feng, Kita tidak tau apakah Pangeran Murong Di Jiu dan pasukannya masih memiliki b*m itu lagi atau tidak. Jika masih memilikinya, bukankah menyerang mereka adalah b*n*h d*r*?” Ji Yuan sedikit menaikkan suaranya ketika mengatakan itu. Ji Yuan benar – benar panik.Murong Feng terdiam. Dalam hatinya dia berkata, bahwa apa yang dikatakan oleh Ji Yuan memang benar. Hanya saja, Pengeran Murong Feng merasa sangat marah dan geram mengetahui jika Murong Di Jiu, pamannya, yang melakukan semua ini. sehingga dia gelap mata dan ingin menagkapnya segera.“Apa maksudmu? Dia memiliki b*m lainnya?” Murong Feng berbicara dengan nada geram.“Ya. Menurut saya seperti itu, Bangunan itu telah lama digunakan sebagai tempat pembuatan b*m. saya bisa melihat dari terkikisnya dinding batu disana, dan berbagai serpihan materi pembentuk b
Ji Yuan mengelilingi lima bangunan yang hancur dengan berhati – hati. Ji Yuan banyak berhenti dan memeriksa di beberapa tempat. Mengambil beberapa bubuk, tanah, dan serpihan benda tertentu dan memasukkannya ke dalam suatu wadah yang Murong Feng bahkan tidak tahu apa namanya.Sepanjang jalan Ji Yuan mengelilingi bangunan – bangunan ini, Murong Feng mengikutinya dia belakang.Di bangunan yang merupakan lahan rahasia Murong Di Jiu, Ji Yuan paling lama memeriksanya.Murong Feng bahkan heran ketika Ji Yuan terlihat menghapus airmatanya.Setelah lewat setengah hari, Ji Yuan duduk di lantai dan menyandar di dinding depan bangunan yang terlihat masih kokoh. Meluruskan kakinya dan menghela nafas panjang berkali – kali. Acugo yang ada disana, menyerahkan botol labu berisi air kepada Ji Yuan.“Nyonya, silahkan.” Acugo menyerahkan botol itu.Ji Yuan menerimanya dengan sangat bersyukur dan meminumnya banyak – banyak.“Nyonya Ji Yuan, apakah Anda tidak apa – apa?” Murong Feng mendekat dan berjongko
Sementara itu di Kota Bongshi, Chu Zhao memanggil Dozou, orang kepercayaannya yang paling pandai membuat senjata.“Aku ingin kamu memproduksi senjata ini, minimal lima buah dalam sehari. Bisakah kamu melakukannya?” Chu Zhao memberikan perkamen yang berisi senjata rancangan buatan Ji Yuan kepadanya.Dozou melihat rancangan itu dan tercengang. Di dalamnya sudah di tentukan bahan dan cara membuat yang sangat jelas. Dozou sampai berpikiran jika ornag yang merancang ini adalah seorang ahli senjata.“Ini… Rancangan senjata ini sangat luar biasa. Jendral Chu Zhao, darimana kamu mendapatkan ini?” Dozou menatap Chu Zhao dengan wajah yang masih menyisakan jejak kekaguman.“Kenapa?” Chu Zhao malah menanyakan hal lain. “Kenapa rancangan ini menjadi sangat luar biasa?”“Rancangan ini sangat mendetail. Lengkungan ini dan posisi tali busur, serta bahan yang
Ji Yuan tertidur sangat nyenyak dalam kereta. Quzo bahkan sampai dua kali masuk ke dalam kereta untuk menengok keadaan Ji Yuan. Mereka khawatir Ji Yuan sakit ataupun di bius orang sehingga tidak sadar. Namun setiap kali Quzo mengecek, melihat nafas Ji Yuan yang teratur, Quzo entah bagaimana meyakini jika Ji Yuan baik – baik saja. Lubou dan Acugo berniat memanggil tabib saat mereka sampai di kota Fulong.Karena Ji Yuan yang tertidur, waktu istirahat mereka menjadi sangat singkat. Segera setelah kuda mereka makan dan minum, mereka pun melanjutkan perjalanan.Pada dini hari, mereka sampai di kota Fulong dan langsung menuju penginapan tempat Murong Feng berada.“Lubou, kamu pergi panggil Dokter untuk memeriksa Nyonya Jendral.” Acugo berbicara pada Lubou sesaat kereta mereka berhenti.“Aku tidak yakin ada dokter di balai pengobatan pada jam ini. Kita harus menunggu besok pagi.” Lubou bebic







