Share

Jatuh dalam Ledakan Cinta
Jatuh dalam Ledakan Cinta
Author: Menikkk

Bab 1

Author: Menikkk
last update publish date: 2025-05-02 03:02:02

“Hah… Hah…. Hah….”

Ji Yuan berlari terus dan terus hingga dirasa nafasnya akan segera habis. Dia berbelok ke kanan dan terus berlari. Dibelakangnya ada sekitar tujuh pria tegap berpakaian jas hitam mengejarnya. Ji Yuan tau apa mau mereka. Mereka ingin menangkapnya untuk membuat materi baru untuk pembuatan Bom.

Materi baru yang Ji Yuan temukan setelah mencoba mencari pengobatan penyakit langka pada anak – anak. Secara tidak sengaja dia mengungkap materi baru itu, Bioriptor. Ledakannya sangat dahsyat hingga bisa menghancurkan seperempat bumi hanya dengan satu tetes materi baru itu.

Nafasnya terengah, Ji Yuan Sudah kehabisan jalan. Apa yang harus dia lakukan? Proyek pencarian obatnya terbayang dikepalanya, sedikit lagi… ya sedikit lagi. Dia hanya tinggal sedikit lagi menemukan komposisi antar materi yang harus dia racik. Sebentar lagi anak – anak yang terbaring tak berdaya itu berhasil dia selamatkan.

Apa yang harus dia lakukan? Jika dia tertangkap, dia hanya akan dipaksa untuk membuat materi peledak itu. Tidak! Dia tidak sanggup menanggung jutaan nyawa yang akan menjadi korban.

Ji Yuan tersandung, kakinya sudah melemah. Tubuhnya sudah tidak bisa dipaksakan lagi. Kakinya sudah tidak mau lagi menopang tubuhnya untuk terus berlari. Paru – parunya bahkan sudah menjerit kesakitan.

Ji Yuan menutup matanya. Tuhan… hanya satu yang aku pinta, beri aku kesempatan untuk menyelesaikan penelitian ku. Beri aku kesempatan untuk membantu anak – anak itu.

Terdengar banyak langkah kaki mendekat.

Ji Yuan benar – benar tidak mau ditangkap dan dibawa oleh mereka. Demi Tuhan dia tidak mau membuat peledak itu.

Diingatnya jika dia memiliki beberapa materi di tasnya, dibukanya tas yang dibawa, memeriksanya satu – persatu.

Kepalanya menggeleng samar. Senyum sumir tercipta di bibirnya yang kini ikut memutih. Wajahnya pias.

Dia tidak punya kesempatan lagi, hanya ini satu – satunya cara.

Dilihatnya lingkungan dimana dia kini berada, diperhitungkan luas dan jarak, dia tidak mau ada korban tak bersalah disini. Cukup dia dan beberapa orang penjahat ini saja.

Perhitungan materinya tidak pernah salah. Ji Yuan adalah seorang penyuling materi yang sangat akurat.

Helaan nafas terdengar lirih dari mulutnya.

Selesai…

Ji Yuan berdiri dengan kaki gemetar. Kakinya masih lemah untuk menopang tubuhnya. Dengan berpegangan pada sebuah tembok, Ji Yuan berdiri dan menyambut pada penjahat itu. Senyum dingin dia berikan saat mereka mendekat.

“Menyerah saja Nona. Cepat atau lambat kamu pasti akan jatuh ke tangan kami.” Seorang dari tujuh pria itu mendekat dan tersenyum merendahkan.

Ji Yuan hanya berdiam tidak menanggapi. Dia menunggu mereka semua masuk dalam lingkup ledakannya.

“Aku tidak mau.” Ji Yuan berkata dengan suara yang datar. Jantungnya berpacu cepat. Dia hanya berdoa semoga dia tidak perlu melakukan ini.

Pria yang paling besar berjalan semakin mendekatinya. Keenam orang lain mengikuti. Ji Yuan menghitung jaraknya. Sebentar lagi.

“Kamu tidak mau?” Ucapnya lalu tertawa. Suara tertawanya bagaikan lonceng kematian bagi Ji Yuan.

“Tidak apa – apa. Kami hanya ditugaskan untuk membawa mu. Tidak disebutkan hidup atau m*ti. Kemungkinan kami hanya membutuhkan otakmu saja. Jika itu rusak, baru menjadi masalah. Nyawa mu tidak ada urusannya dengan kami.” Ucapnya lagi dengan tatapan yang menjijikkan.

Ji Yuan menelan ludahnya yang kering. Dia tertawa miris. Haruskah senjatanya didekatkan ke kepalanya. Agar dia memastikan otaknya tidak akan tersisa untuk mereka?

Ji Yuan tertawa miris. Hidupnya sungguh kasihan. Yatim – piatu tinggal di panti asuhan dan asrama. Seumur hidupnya dia harus bekerja keras untuk bertahan hidup.

Kini dia harus mengakhiri hidupnya sendiri. Sungguh sebuah Ironi. Hal yang sangat keras dia perjuangkan, kini harus berakhir ditangannya sendiri.

"Begitu…” Ji Yuan menatap mereka satu persatu. “Kalau begitu kemari dan ambilah…”

Para penjahat itu tersenyum kejam lalu mulai mendekati Ji Yuan, selangkah demi selangkah. Ji Yuan memandang mereka dingin, menghitung jarak. Sedikit lagi…

Tiga…

Dua…

Satu…

Boooommmm….

Ji Yuan meledakkan mereka semua, tubuhnya hancur berkeping – keping hingga nyaris berupa serpihan. Begitu juga dengan ketujuh orang yang mengejarnya. Tuhan… berikan aku kesempatan menemukan obat bagi anak – anak itu. Atau setidaknya biarkan mereka menyelesaikannya untuk ku. Pinta Ji Yuan dalam hatinya.

*

Rasa sakit disekujur tubuhnya mulai memudar. Ji Yuan mengernyitkan dahinya, tubuhnya basah kuyup karena keringat. Perlahan reseptor tubuhnya kembali berfungsi. Dia mulai mendapatkan rasa tubuhnya kembali.

Punggungnya merebah pada sebuah selimut bulu yang halus namun tipis, tumpukan Jerami dan kapas yang sudah mengeras terasa di punggungnya. Tangan dan kakinya kebas, kepala yang terasa berat.

Ji Yuan, mencoba meraba tubuhnya. Dalam ingatan terakhirnya semua bagian tubuhnya hancur lebur menjadi potongan kecil. Utuh! Semuanya masih ada. Llu dimana, kah dia? Apakah Dewa neraka urung menjemputnya?

“Ju Yuan… Ji Yuan… Ada Tuan Bo Senggu dari Akademi Hanlin mencari mu.” suara seorang pria tua yang berwibawa terdengar dari luar.

Ji Yuan mengernyit, Akademi Hanlin? Apa di neraka ada Akademi Hanlin?

Setelahnya, ingatan seorang wanita dengan nama yang sama masuk ke dalam kepalanya. Dia memiliki nama yang sama, Ji Yuan. Putri Guru Negara yang menikah dengan gadis dari bangsa lain, dan memutuskan untuk hidup di perbatasan.

Saat Ji Yuan, pemilik tubuh, menginjak usia tiga belas tahun, kedua orang tuanya meninggal karena sakit yang misterius. Awalnya Ibunya, kemudian dalam dua minggu Ayahnya menyusul.

Maka Ji Yuan tinggal sendiri di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Selama ini dia bertahan hidup dengan bantuan pada penduduk desa yang masih menjunjung tinggi saling tolong – menolong dan juga karena Panatua desa yang sangat  menyayanginya.

Namun dua hari lalu, Ji Yuan, pemilik Tubuh mulai terserang penyakit misterius itu. Penyakit yang sama yang merenggut Ayah Ibunya. Tapi Ji Yuan, menyembunyikannya. Dia tidak mau warga desa tahu.

Ji Yuan asli yang kesepian merindukan Ayah Ibunya, menyebabkan dia hanya berbaring pasrah menanti Ayah Ibunya, menjemputnya.

Pada hari kedua sakitnya, Ji Yuan pemilik tubuh ini benar – benar pergi. Namun, siapa sangka, Ji Yuan dari jaman lain, yang masuk ke dalam tubuh pemilik.

“Ji Yuan!!” panggil pria tua itu lagi.

Dalam ingatan pemilik asli tubuh ini, itu adalah suara kepala desa.

Ji Yuan mengankat tangannya, menatap tangan ramping kecil berkulit halus dan pucat. Tangan itu meraba wajah dan tubuh pemilik asli yang sudah basah oleh keringat.

“Ji Yuan! Apa kau ada di dalam?” suara Paman kepala desa lagi terdengar.

“Aku telah bertransmigrasi…” lirih Ji Yuan.

Dengan perlahan, Ji Yuan bangun dan mengganti pakaiannya, lalu keluar dengan perlahan.

“Paman Ji Bao.” Sapa Ji Yuan.

“Kamu… Apa kamu sakit?” Paman Ji Bao menatap Ji Yuan dengan khawatir.

“Aku sudah lebih baik.” Jawab Ji Yuan.

Kepala desa menatap Ji Yuan masih dengan tatapan khawatir.

”Tuan Bo Senggu, mencari mu.” ucap Ji Bao setelah melihat Ji Yuan yang tampaknya berdiri tegak, tidak kesakitan.

“Nona, saya mengundang Anda ikut seleksi untuk menjadi guru di Ibukota. Kaisar memutuskan mendirikan Akademi khsusus Putri. Dan mencari guru wanita berbakat di seluruh negeri. Selamat. Anda terpilih mewakili daerah kita.” Ujar Bo Senggu dengan penuh semangat.

Ji Yuan tersenyum samar. Apa ini? Dia baru saja masuk ke zaman ini dan sudah harus mengikuti tes seleksi?

*****

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 68

    Dalam kegelapan malam, Chu Zhao mengawasi, menahan nafasnya lalu menajamkan mata dan pendengarannya.Wuussss…Sebuah anak panah mendekati Chu Zhao, dengan segera Chu Zhao menghindar dan melihat dari mana asal anak panah itu, dan membidik ke arah asal anak panah itu dengan busur biasa.ShuuusssJlebbbBrukkkSeorang pasukan Bozima terjatuh tepat ditengah pertempuran dibawah.Panah yang Chu Zhao lepaskan tadi tertancap tepat di dadanya. Chu Zhao mengenali pria itu, wajahnya familiar saat Chu Zhao mengawasi pasukan Bozima di lereng Gunung Fu.Lalu terdengar lagi sebuah suara daun yang berderak, dari arah kanan Chu Zhao dan sebuah pisau melayang ke arahnya. Chu Zhao dengan sigap menghindar, kemudian datang lagi dari arah yang lain, Chu Zhao menghindar lagi. Lalu datang lagi pisau yang melayang, sepertinya prajurit Bozima yang ini sudah belajar dari rekannya yang terb*n*h tadi, jadi sekarang dia melakukannya dengan cepat dari berbagai sisi. Chu Zhao dengan tenang tetap menghindar, tetapi t

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 67

    “Ibu… Ibu jangan khawatir, aku akan berusaha sekuat tenaga membuat anti materi b*m dahsyat itu. Sehingga b*m itu tidak akan meledak dan tidak akan mendatangkan korban jiwa.” Ji Yuan mengelus – elus tangan Song Yaoyi berusaha untuk menenangkannya.Chu Wei melakukan hal yang sama, “Zhao Zhi tenang lah. Kami pasti akan memikirkan masak – masak mengenai hal ini. Kami akan memikirkan strateginya dulu sebelum melawan mereka. Yang dilakukan Ji Yuan sekarang, akan sangat membantu kami. Tenanglah.”“Ji Yuan, pastikan kamu bisa membuat anti materi b*m itu ya… jangan sampai kengerian itu kerjadi…” Song Yaoyi memegang tangan Ji Yuan dan berbicara dengan suara yang bergetar. Song Yaoyi berada dalam kekagetan dan ketakutan.“Ya, Ibu aku akan berusaha melakukannya dengan tepat dan cepat.” Jawab Ji Yuan dengan kepala yang mengangguk – angguk tegas. Berusaha meyakinkan Song Yaoyi agar tidak lagi merasa ketakutan dan sedikit lega.Song Yaoyi mengangguk dengan tegas, juga mengisyaratkan jika dia percaya

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 66

    “Ji Yuan, Bolehkah aku masuk.” Song Yaoyi mengetuk pintu ruangan berkubah dengan keras. Song Yaoyi tau jika tidak keras, maka orang di dalam ruangan berkubah tidak akan mendengarnya.Tak lama pintu terbuka, kepala Ji Yuan menyembul dan dia tampak kaget, “Ayah… Ibu…”“Apakah kami boleh masuk?” Tanya Song Yaoyi lagi.Ji Yuan merasa tidak enak hati karena Song Yaoyi harus mengatakannya dua kali. Ji Yuan lalu membuka lebar pintu tebal itu dan mempersilahkan keduanya masuk.Begitu masuk, Song Yaoyi merasakan suhu udara yang sangat rendah. Dia juga melihat Ji Yuan memakai berlapis – lapis pakaian. Lalu Song Yaoyi tersadar jika suhu ruangan berkubah ini dibuat seperti ini dengan tujuan.“Ibu Ayah, Pakai ini…” Ji Yuan memberikan sebuah selimut besar untuk Song Yaoyi dan Chu Wei pakai.Song Yaoyi menerimanya lalu menarik Chu Wei dan membungkus mereka agar lebih hangat. Namun, Song Yaoyi merasakan, setelah dia berdekatan dengan Chu Wei, Song Yaoyi langsung bisa merasakan hangat. Chu Wei bagaika

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 65

    Kereta kuda milik Kediaman Jendral Agung Chu sudah memasuki halaman Bibi Jiang, sebelum kereta berhenti seorang gadis cantik meloncat turun dengan segera.“Chu Yiyi!!” Teriak Song Yaoyi keras, dia kaget sekaligus takut dengan kelakuan anak bungsunya.“Aku sampai lebih dulu Ibu, Aku anak yang paling hebat!” Chu Yiyi menampilkan cengiran jahilnya dan berlalu masuk ke dalam.“Lihatlah… Itu anak mu. Kamu mendidiknya menjadi monyet kecil.” Song Yaoyi menatap Chu Wei, suaminya dengan tatapan yang kesal.“Dia paling tidak harus memiliki pertahanan diri, Zhao Zhi jadi bukan hal yang salah dia mempelajari Qinggong." Chu Wei, Jendral Agung Kekaisaran ini menjawab istrinya dengan acuh tak acuh.Song Yaoyi mendengus kesal, tetapi dalam hatinya membenarkan ucapan Chu Wei suaminya.“Nenek… Nenek… Nenek…” Chu Yiyi berlari meringsek masuk langsung ke halaman belakang, tempat biasa Nenek Jiangnya bersantai.“ohh Chu Yiyi, monyet kecil ku… “ Bibi Jiang langsung berdiri dan menyambut Chu Yiyi.Chu Yiyi

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 64

    Chu Zhao mendengar dari beberapa penjaga mata – mata yang dimilikinya jika kereta Tucui tadi diikuti oleh sebuah kereta lain. Mendengarnya Chu Zhao merasakan tidak nyaman di hatinya, dia takut jika Pangeran murong Di Qiu akan mengetahui keterlibatannya Ji Yuan dan seluruh rumah Jendral Agung Chu. Chu Zhao mengkhawatirkan Ibu dan adik – adiknya, juga istrinya yang saat ini berada di halaman Bangongshi. Bukannya Chu Zhao merasa penakut untuk melawan Pangeran Murong Di Qiu, namun Chu Zhao sadar jika Pangeran Murong Di Qiu memiliki bom dahsyat itu maka dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menang bahkan melawan.Trakkk“Tuan Jendral… ” Suara seorang prajurit terdengar di luar jendela.“Masuk.” Prajurit yang menggunakan pakaian serba hitam itu pun melesat dengan cepat ke dalam.“Laporkan.” Ucap Chu Zhao.“Tucui sudah melapor di halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu. Dia sudah memasuki halaman Bibi Jiang. Tucui, Sudah menyadari dia diikuti tak jauh setelah dia keluar dari gerbang Ko

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 63

    Sementara di dalam, Chu Yaoyao sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Nenek Bugouo.“Nenek, Penyakit ini, sebenarnya dapat sangat mudah disembuhkan jika masih dalam tahap awal. Tapi… ini sudah terlalu lama…” Chu Yaoyao mengernyitkan dahinya tampak berpikir keras.“Nona Dokter, saya tahu… saya mengerti dan sudah pasrah dengan semuanya. Saya hanya ingin bertahan untuk memberikan kehidupan yang baik pada cucu ku. Saya ingin dia memiliki majikan yang baik.” Nenek Buguo berbicara dengan sorot mata yang sedih.“Dia sudah tidak punya siapa – siapa. Ibunya meninggal karena kelelahan bekerja untuk menghidupi dan mengobati saya. Saya sangat merasa bersalah padanya.” Nenek Buguo menyeka airmatanya dengan lengan bajunya yang tipis.“Nenek… Kamu bicara apa? Aku belum selesai berbicara kamu sudah memutuskan sesuatu yang begitu besar.” Chu Yaoyao menggeleng – gelengkan kepalanya pelan.“Aku tadi mau bilang, karena sakit ini sudah lama, maka butuh banyak waktu, kerja keras dan kesabaran. Kamu ha

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 55

    “Bibi Jiang, aku membutuhkan bantuan mu,” Ji Yuan menatap Bibi Jiang dengan tatapan memohon.“Apa maksud mu?” Bibi Jiang menantan Ji Yuan dengan acuh tak acuh. “Bukankah kamu hanya merasa bosan di halaman militer dan datang ke halaman ku?”Ji Yuan terbelalak lalu memutar bola matanya. “Bibi kamu ti

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 54

    Setelah perjalanan yang ditempuh hampir delapan jam lamanya, mereka kini sudah memasuki wilayah yang dikenal. Hutan perbatasan menuju Bangongshi. Ji Yuan yang kini telah berada di dalam kereta melihat dari dalam memalui jendela. Hutan rindang yang sangat sunyi, yang pernah dia lewati saat meninggal

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 53

    Jendral Foxli mengubah tujuannya secepat kilat. Seorang anak buahnya melaporkan melihat seorang pemuda berambut coklat di pertokoan elite Kota Fulong. Tanpa pikir panjang Jendral itu pun berubah tujuan dan segera ke pertokoan yang dimaksud.Dia melihatnya, Pemuda kurus dan pendek berambut coklat da

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 52

    Kereta yang ditumpangi Ji Yuan keluar dari penginapan umum menuju jalan utama. Berbelok di depan lalu ke kiri sudah mencapai jalan utama. Alun – alun ada diujung jalan, tetapi sebelum sampai di alun – alun kereta sudan berbelok ke kanan menuju arah ke luar kota. Gerbang kota sendiri berjarak kurang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status