Share

Bersandiwara

last update Last Updated: 2026-01-15 12:21:04

“Edward?!” Aku terkejut saat tiba-tiba Edward menarikku dan menggandeng tanganku berlari menjauh dari kerumunan para fans gila Nickollas Stanley.

Seperti terhipnotis aku hanya diam menurut saja ketika Edward membawaku ke tempat yang aman di kampus.

“Kau tidak apa-apa, Selena?” tanyanya dengan wajah khawatir, ia menoleh ke balik dinding tempat kami bersembunyi untuk memastikan jika keadaan kami aman.

“Aku tidak apa-apa, terima kasih kau sudah membantuku keluar dari situasi tadi, Edward,” ucapku dengan nafas sepotong-potong.

“Itu sudah seharusnya, yang penting kau sekarang baik-baik saja.” Edward mengulas senyum padaku.

“Apa kau juga sudah tahu tentang berita mengenaiku, Edward?” tanyaku penasaran.

“Ya, aku sudah tahu. Namun, aku tak bisa percaya semua pemberitaan itu begitu saja sebelum kau sendiri yang mengatakannya padaku,” yakin Edward.

“Jika hal itu benar, lalu apakah kau akan menjauh dariku dan tak ingin berteman denganku lagi, Edward?” aku sengaja memancing.

Edward terdiam, ia menatapku dalam untuk meyakinkan dirinya sendiri, “Jadi semua pemberitaan itu benar? Kau adalah anak tiri dari aktor Nickollas Stanley yang dikenal playboy serta arogan itu, dan kini tinggal seatap bersama dengannya?” Edward bertanya memastikan dan aku hanya mengangguk lemah menjawabnya.

“Astaga.” Edward tertawa kecut, ia meremas rambutnya cukup syok mendengar jawabanku.

“Nickollas menjadi ayah tiriku sejak satu tahun yang lalu. Dia menikahi ibuku ketika aku baru tahu jika ibuku memiliki penyakit kanker stadium tiga. Sampai saat ini hubunganku sangat buruk dengan pria yang merupakan ayah tiriku itu. Walaupun kami tinggal satu atap, tetapi kami tidak akur satu sama lain,” jelasku panjang lebar.

“Mengenai kepemilikan rumah yang kau tempati sekarang bagaimana?” Edward bertanya.

“Rumah itu milik ibuku, satu-satunya harta warisan ibuku yang aku punya, tetapi Nickollas mengatakan jika rumah itu adalah miliknya, dan dia memiliki bukti yang sah untuk itu,” jawabku putus asa.

“Itulah alasannya ayah tirimu tetap bertahan di rumahmu sampai sekarang?” Edward menebak.

“Ya, bisa dikatakan seperti itu. Aku tak memiliki pilihan lain selain tinggal bersamanya karena bagaimana pun rumah itu adalah milik ibuku,” tegasku.

“Tentang perkelahian itu, apakah hal itu benar? Nickollas berkelahi dengan teman seprofesinya karenamu di pesta itu?” Edward bertanya menyelidik.

“Ya, benar. Akulah sumber kekacauan itu.” Aku menunduk tak berani menatap mata Edward, “Seorang pria melecehkanku di pesta semalam, dan Nickollas membelaku karena hal itu,” sambungku dengan suara lirih.

“Melecehkanmu? Ya Tuhan. Kau baik-baik saja ‘kan, Selena?” Edward tampak khawatir melihatku.

Aku tersenyum dan berkata, “Aku tidak apa-apa. Semalam Nickollas telah menghajar habis pria mesum itu,” aku menjawab.

“Syukurlah, itu berarti Nickollas Stanley tidak seburuk rumor yang selama ini diberitakan.” Edward bernafas lega setelah mendengar penjelasanku, meskipun sebenarnya dalam hati aku ingin mengatakan jika tetap saja Nickollas Stanley adalah sosok pria yang buruk di mataku. Namun, aku lebih memilih diam tak banyak bicara mengenai hal itu.

“Kau sudah tahu semuanya tentangku. Sekarang terserah kau mau bagaimana menilaiku, aku terima, Edward,” aku berkata putus asa.

“Kau kenapa bicara seperti itu? Seolah mengatakan kau adalah wanita yang buruk. Tidak ada yang salah dengan hal itu, Selena. Aku tak peduli mengenai pemberitaan apa pun mengenai dirimu sekalipun itu yang terburuk, aku akan tetap memilih lebih percaya padamu. Di mataku kau tetaplah Selena yang istimewa.” Aku tak tahu apakah yang dikatakan Edward itu benar atau tidak, yang jelas aku cukup tersanjung mendengarnya.

“Terima kasih.” Aku mengulas senyuman pada seniorku yang merupakan idola di kampus ini.

“Untuk ke depannya, janganlah sungkan terhadapku, Selena. Katakan saja jika kau butuh bantuan, aku akan selalu ada untukmu,” ucap Edward tersenyum meyakinkanku.

Aku mengangguk dan berkata, “Sekali lagi terima kasih, Edward,” ucapku tulus.

“Itu bukanlah apa-apa,” balas Edward menunjukkan senyum tulusnya padaku. “Mengenai rumor hubunganmu dengan ayah tirimu sudah tersebar luas di kampus ini, jika kau mau aku bisa membantumu untuk menghilangkan rumor itu,” Edward menawarkan diri.

“A-apa? Benarkah? Bagaimana caranya, Edward?” tanyaku penasaran.

“Satu-satunya jalan adalah dengan mengatakan pada semua orang, terutama orang-orang di kampus ini kalau kau adalah kekasihku, Selena,” terang Edward.

“Apa?? Kekasih??” Aku cukup terkejut dengan ucapan Edward yang terang-terangan.

“Ya, kekasih. Aku tidak keberatan jika kau menggunakan namaku untuk menghilangkan rumor itu, Selena. Aku yakin rumor buruk itu akan hilang dengan sendirinya jika kita mengatakan kepada semua orang bahwa kita berdua adalah sepasang kekasih,” Edward menjelaskan.

Aku terdiam dan berpikir. Melihat keraguanku Edward berkata kembali untuk meyakinkan.

“Kau tenang saja, ini hanyalah sandiwara. Kita hanya cukup terlihat sebagai sepasang kekasih, bukan kekasih dalam arti kata sebenarnya,” Edward menjelaskan.

“Tapi bagaimana dengan kau sendiri, Edward? Aku tak bisa menjadi orang yang egois dengan memanfaatkanmu. Bagaimana jika ada seseorang yang tidak terima dengan sandiwara kita nanti?” ujarku.

Edward tersenyum, kini pandangannya teduh menatapku. “Siapa seseorang yang kau maksud itu, Selena? Kekasih?” Edward menggeleng. “Tidak, aku tidak dekat dengan wanita siapa pun selain kau saat ini. Jadi kau tak perlu mencemaskan hal itu,” jelasnya meyakinkanku. Ia menggenggam tanganku lalu melanjutkan ucapannya kembali, “Saat ini wanita yang dekat denganku hanya kau, Selena Mclouis. Jadi aku pikir, orang-orang di kampus ini akan percaya jika kita adalah sepasang kekasih. Lalu rumormu dengan ayah tirimu pasti akan tenggelam dengan sendirinya. Namun, semua keputusan tetap ada padamu. Jika kau keberatan dengan cara ini, kita bisa menggunakan cara lain agar rumor itu hilang.”

“Tidak, aku setuju, Edward,” aku menyela dengan cepat.

Seulas senyuman terbit di wajah tampan Edward, kedua mata teduhnya menatapku dalam dan berkata, “Baiklah. Terima kasih karena kau percaya padaku, Selena.”

“Hey, sedang apa kalian di sini?!” tegur seseorang mengejutkan kami tiba-tiba. Tidak, bukan seorang melainkan aku melihat ada beberapa orang pria dan wanita memergokiku dan Edward berbicara berdua dalam posisi yang cukup begitu intim di balik dinding sebuah ruangan.

“Edward Collins? Apa yang sedang kau lakukan berdua dengan-.” Seorang dari mereka mengalihkan tatapannya padaku dan membulatkan netranya, “Kau? Selena??”

“Astaga! Apa aku tidak salah lihat sekarang?”

“Edward Collins dan Selena Mclouis ada dalam satu ruangan bersama?!”

Seketika tubuhku langsung mematung dan tegang. Berbeda dengan Edward, ia justru tampak santai dan justru semakin mendekatkan dirinya padaku sehingga posisi kami kini semakin terlihat begitu intim.

“Kenapa kalian semua datang di saat yang tidak tepat? Kalian lihat, kedatangan kalian hanya membuat takut kekasihku.” Edward menampilkan senyum penuh percaya dirinya pada mereka semua yang hanya bisa melongo dan saling pandang melihat kami berdua. Yang jelas saat ini di mata mereka, aku dan Edward terpergok sedang bermesraan di balik ruangan tempat kami berada sekarang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Pria menyedihkan

    Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah klub ternama di pusat kota Los Angeles dengan menggunakan taksi. Tengah malam buta tidurku terbangun dengan suara panggilan dari seseorang yang tak terduga, Nickollas Stanley, ayah tiriku sendiri. Awalnya aku enggan menjawab telepon darinya, namun aku berpikir kembali setelah mendapati rumah cukup berantakan dan ketiadaan Nickollas ketika aku baru pulang dari kampus sore tadi. Takut terjadi sesuatu yang buruk pada ayah tiriku itu, akhirnya aku pun terpaksa menerima panggilan darinya. Namun, ternyata sungguh di luar dugaan, bukan Nickollas yang berbicara akan tetapi pria lain yang tak aku ketahui siapa. Pria itu mengaku sebagai seorang bartender dan memintaku untuk segera menjemput Nickollas karena pria itu mabuk berat. Sungguh menggelikan bukan? Karena itulah sekarang aku berada di sini. Ini adalah pengalaman pertamaku masuk ke dalam klub, jika tidak karena terpaksa aku tidak akan mungkin berada di tempat asing dan mengerikan sepe

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Mabuk

    “Kalian berdua-?” Seorang senior wanita yang tak aku ketahui siapa namanya menatapku seakan tak percaya.“Kami berpacaran. Ya, aku dan Selena berpacaran,” Edward menyela dengan cepat sedangkan aku masih mematung dengan tubuh yang seolah tak bisa bergerak. “Bukankah begitu, Sayang? Maaf, aku terpaksa bicara karena kita sudah terlanjur terpergok seperti ini.” Sesalnya seraya memasang ekspresi wajah bak seorang aktor profesional.Seperti orang bodoh sesaat aku hanya bisa diam, mengerjapkan mata berulang kali masih merasa syok dengan situasi yang tak diharapkan seperti ini. “Ah, ya. Aku bisa mengerti, Sayang. Kau tak perlu meminta maaf padaku,” aku menyahut bersikap senatural mungkin terlihat di depan mereka semua yang melihat kami sekarang.“Bagaimana bisa? Sejak kapan, Andrew?”“Bukankah Selena Mclouis adalah gadis yang ada dalam berita itu?”“Ya, kau benar. Selena Mclouis adalah gadis yang memiliki rumor dengan aktor Nickollas Stanley.”Beberapa dari mereka tampak berbicara satu sama l

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Bersandiwara

    “Edward?!” Aku terkejut saat tiba-tiba Edward menarikku dan menggandeng tanganku berlari menjauh dari kerumunan para fans gila Nickollas Stanley.Seperti terhipnotis aku hanya diam menurut saja ketika Edward membawaku ke tempat yang aman di kampus. “Kau tidak apa-apa, Selena?” tanyanya dengan wajah khawatir, ia menoleh ke balik dinding tempat kami bersembunyi untuk memastikan jika keadaan kami aman.“Aku tidak apa-apa, terima kasih kau sudah membantuku keluar dari situasi tadi, Edward,” ucapku dengan nafas sepotong-potong.“Itu sudah seharusnya, yang penting kau sekarang baik-baik saja.” Edward mengulas senyum padaku.“Apa kau juga sudah tahu tentang berita mengenaiku, Edward?” tanyaku penasaran.“Ya, aku sudah tahu. Namun, aku tak bisa percaya semua pemberitaan itu begitu saja sebelum kau sendiri yang mengatakannya padaku,” yakin Edward.“Jika hal itu benar, lalu apakah kau akan menjauh dariku dan tak ingin berteman denganku lagi, Edward?” aku sengaja memancing.Edward terdiam, ia m

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Kekacauan, part 2

    Aku dengan segera melepaskan pelukan dari Nickollas, dekat dengan posisi seperti ini dengannya entah kenapa membuat jantungku berdebar dengan cepat. “Kenapa?” Nickollas menatapku dengan tatapan polosnya. Astaga, sejak kapan pria brengsek dan menyebalkan ini menatapku seperti bayi?“Masih tanya kenapa?” Aku mencoba mundur dan berdiri menjauh dari pria yang merupakan ayah tiriku sendiri. “Tentu saja karena kau adalah ayah tiriku!” aku berseru mengingatkan, kemudian dengan cepat aku melangkah keluar dari kamar yang merupakan saksi bisu kemesuman Nickollas Stanley. Setelah sampai di kamarku sendiri, aku segera menutup pintu kamar rapat-rapat dan berdiri tak bergerak bersandar di pintu seperti orang bodoh. Jantungku berdetak begitu cepat hingga seakan seperti ingin melompat dari rongga dada ini. Susah payah aku mengatur nafasku agar normal kembali. Dalam hati aku tak berhenti terus mengumpat.“Dasar Nickollas mesum! Nickollas maniak! Bagaimana bisa dengan gampangnya dia mengajak tidur an

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Kekacauan

    "Siapa dia?” “Dia anak gadis dari pemilik rumah ini sebelumnya.” “Dia anak tirinya Nickollas?" “Cantik sekali, dia mungkin cocok menjadi seorang model, kan?” “Lihat saja wajah muda dan lekukan tubuh indahnya.” Aku mendengar semua gunjingan atau pujian yang mereka berikan padaku. Sebelum aku mendapatkan ajakan dari seorang pria yang secara fisik menarik, mengatakan padaku, “Ingin berdansa denganku, Nona Muda?” Dia mengedipkan satu matanya padaku, mencoba menggodaku, tapi aku menjawab, “Maaf, aku tidak terlalu bisa berdansa. Aku di sini karena ayah tiriku menginginkannya,” ucapku dusta. Pria itu menyipitkan matanya karena dia mungkin tidak pernah ditolak sebelumnya. Dia menurunkan uluran tangannya dan menegakkan tubuhnya. “Wah, Nona, kau memang sangat manis, dan mahal,” ucapnya penuh penekanan. Aku tersenyum padanya. Lalu berusaha menghindar tapi dia malah menarik tanganku, sambil berkata, “Mau ke mana, Nona muda?” “Lepaskan!” Aku membesarkan suaraku dan menghentakan tanganku

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Pesta

    “Apa maksudmu menanyakan hal itu?” Aku mengernyit dan tak tahu apa maksudnya menanyakan itu padaku. “Kau hanya menjawab pertanyaan simpel yang aku berikan padamu, Selena. Kenapa begitu sulit? Sekarang jawab siapa pria itu tadi?” tanyanya sekali lagi dengan nada penuh penekanan.Aku merasa kesal dan bingung kenapa Nickollas harus menanyakan hal itu? Toh, dia hanya ayah tiri yang tidak berguna di hadapanku. “Kau tak punya hak untuk bertanya hal itu padaku. Sekali pun aku pergi dan tidak pulang selama beberapa hari, kau tidak punya hak untuk tahu semua tentangku, ke mana aku pergi dan kenapa aku tidak pulang? Memang kau siapa, Tuan Ayah Tiri!” Aku mendongak menatap tubuhnya yang jangkung dan atletis. Dia dikenal sebagai super model tampan yang tiada saing. Siapa yang akan menyangka kalau dia begitu jahat dan kejam terhadap ibuku. Ingin sekali aku memukul dan memberikan dia satu tinju di wajahnya, biar pria di hadapanku ini tahu rasa. “Well, anak tiriku yang kecil, jawab saja pertanyaa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status