LOGINSaat ini aku sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah klub ternama di pusat kota Los Angeles dengan menggunakan taksi. Tengah malam buta tidurku terbangun dengan suara panggilan dari seseorang yang tak terduga, Nickollas Stanley, ayah tiriku sendiri. Awalnya aku enggan menjawab telepon darinya, namun aku berpikir kembali setelah mendapati rumah cukup berantakan dan ketiadaan Nickollas ketika aku baru pulang dari kampus sore tadi. Takut terjadi sesuatu yang buruk pada ayah tiriku itu, akhirnya aku pun terpaksa menerima panggilan darinya. Namun, ternyata sungguh di luar dugaan, bukan Nickollas yang berbicara akan tetapi pria lain yang tak aku ketahui siapa. Pria itu mengaku sebagai seorang bartender dan memintaku untuk segera menjemput Nickollas karena pria itu mabuk berat. Sungguh menggelikan bukan? Karena itulah sekarang aku berada di sini. Ini adalah pengalaman pertamaku masuk ke dalam klub, jika tidak karena terpaksa aku tidak akan mungkin berada di tempat asing dan mengerikan sepe
“Kalian berdua-?” Seorang senior wanita yang tak aku ketahui siapa namanya menatapku seakan tak percaya.“Kami berpacaran. Ya, aku dan Selena berpacaran,” Edward menyela dengan cepat sedangkan aku masih mematung dengan tubuh yang seolah tak bisa bergerak. “Bukankah begitu, Sayang? Maaf, aku terpaksa bicara karena kita sudah terlanjur terpergok seperti ini.” Sesalnya seraya memasang ekspresi wajah bak seorang aktor profesional.Seperti orang bodoh sesaat aku hanya bisa diam, mengerjapkan mata berulang kali masih merasa syok dengan situasi yang tak diharapkan seperti ini. “Ah, ya. Aku bisa mengerti, Sayang. Kau tak perlu meminta maaf padaku,” aku menyahut bersikap senatural mungkin terlihat di depan mereka semua yang melihat kami sekarang.“Bagaimana bisa? Sejak kapan, Andrew?”“Bukankah Selena Mclouis adalah gadis yang ada dalam berita itu?”“Ya, kau benar. Selena Mclouis adalah gadis yang memiliki rumor dengan aktor Nickollas Stanley.”Beberapa dari mereka tampak berbicara satu sama l
“Edward?!” Aku terkejut saat tiba-tiba Edward menarikku dan menggandeng tanganku berlari menjauh dari kerumunan para fans gila Nickollas Stanley.Seperti terhipnotis aku hanya diam menurut saja ketika Edward membawaku ke tempat yang aman di kampus. “Kau tidak apa-apa, Selena?” tanyanya dengan wajah khawatir, ia menoleh ke balik dinding tempat kami bersembunyi untuk memastikan jika keadaan kami aman.“Aku tidak apa-apa, terima kasih kau sudah membantuku keluar dari situasi tadi, Edward,” ucapku dengan nafas sepotong-potong.“Itu sudah seharusnya, yang penting kau sekarang baik-baik saja.” Edward mengulas senyum padaku.“Apa kau juga sudah tahu tentang berita mengenaiku, Edward?” tanyaku penasaran.“Ya, aku sudah tahu. Namun, aku tak bisa percaya semua pemberitaan itu begitu saja sebelum kau sendiri yang mengatakannya padaku,” yakin Edward.“Jika hal itu benar, lalu apakah kau akan menjauh dariku dan tak ingin berteman denganku lagi, Edward?” aku sengaja memancing.Edward terdiam, ia m
Aku dengan segera melepaskan pelukan dari Nickollas, dekat dengan posisi seperti ini dengannya entah kenapa membuat jantungku berdebar dengan cepat. “Kenapa?” Nickollas menatapku dengan tatapan polosnya. Astaga, sejak kapan pria brengsek dan menyebalkan ini menatapku seperti bayi?“Masih tanya kenapa?” Aku mencoba mundur dan berdiri menjauh dari pria yang merupakan ayah tiriku sendiri. “Tentu saja karena kau adalah ayah tiriku!” aku berseru mengingatkan, kemudian dengan cepat aku melangkah keluar dari kamar yang merupakan saksi bisu kemesuman Nickollas Stanley. Setelah sampai di kamarku sendiri, aku segera menutup pintu kamar rapat-rapat dan berdiri tak bergerak bersandar di pintu seperti orang bodoh. Jantungku berdetak begitu cepat hingga seakan seperti ingin melompat dari rongga dada ini. Susah payah aku mengatur nafasku agar normal kembali. Dalam hati aku tak berhenti terus mengumpat.“Dasar Nickollas mesum! Nickollas maniak! Bagaimana bisa dengan gampangnya dia mengajak tidur an
"Siapa dia?” “Dia anak gadis dari pemilik rumah ini sebelumnya.” “Dia anak tirinya Nickollas?" “Cantik sekali, dia mungkin cocok menjadi seorang model, kan?” “Lihat saja wajah muda dan lekukan tubuh indahnya.” Aku mendengar semua gunjingan atau pujian yang mereka berikan padaku. Sebelum aku mendapatkan ajakan dari seorang pria yang secara fisik menarik, mengatakan padaku, “Ingin berdansa denganku, Nona Muda?” Dia mengedipkan satu matanya padaku, mencoba menggodaku, tapi aku menjawab, “Maaf, aku tidak terlalu bisa berdansa. Aku di sini karena ayah tiriku menginginkannya,” ucapku dusta. Pria itu menyipitkan matanya karena dia mungkin tidak pernah ditolak sebelumnya. Dia menurunkan uluran tangannya dan menegakkan tubuhnya. “Wah, Nona, kau memang sangat manis, dan mahal,” ucapnya penuh penekanan. Aku tersenyum padanya. Lalu berusaha menghindar tapi dia malah menarik tanganku, sambil berkata, “Mau ke mana, Nona muda?” “Lepaskan!” Aku membesarkan suaraku dan menghentakan tanganku
“Apa maksudmu menanyakan hal itu?” Aku mengernyit dan tak tahu apa maksudnya menanyakan itu padaku. “Kau hanya menjawab pertanyaan simpel yang aku berikan padamu, Selena. Kenapa begitu sulit? Sekarang jawab siapa pria itu tadi?” tanyanya sekali lagi dengan nada penuh penekanan.Aku merasa kesal dan bingung kenapa Nickollas harus menanyakan hal itu? Toh, dia hanya ayah tiri yang tidak berguna di hadapanku. “Kau tak punya hak untuk bertanya hal itu padaku. Sekali pun aku pergi dan tidak pulang selama beberapa hari, kau tidak punya hak untuk tahu semua tentangku, ke mana aku pergi dan kenapa aku tidak pulang? Memang kau siapa, Tuan Ayah Tiri!” Aku mendongak menatap tubuhnya yang jangkung dan atletis. Dia dikenal sebagai super model tampan yang tiada saing. Siapa yang akan menyangka kalau dia begitu jahat dan kejam terhadap ibuku. Ingin sekali aku memukul dan memberikan dia satu tinju di wajahnya, biar pria di hadapanku ini tahu rasa. “Well, anak tiriku yang kecil, jawab saja pertanyaa







