Share

Kekacauan, part 2

Penulis: VIGIANI NURIKE
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-10 14:29:13

Aku dengan segera melepaskan pelukan dari Nickollas, dekat dengan posisi seperti ini dengannya entah kenapa membuat jantungku berdebar dengan cepat.

“Kenapa?” Nickollas menatapku dengan tatapan polosnya. Astaga, sejak kapan pria brengsek dan menyebalkan ini menatapku seperti bayi?

“Masih tanya kenapa?” Aku mencoba mundur dan berdiri menjauh dari pria yang merupakan ayah tiriku sendiri. “Tentu saja karena kau adalah ayah tiriku!” aku berseru mengingatkan, kemudian dengan cepat aku melangkah keluar dari kamar yang merupakan saksi bisu kemesuman Nickollas Stanley.

Setelah sampai di kamarku sendiri, aku segera menutup pintu kamar rapat-rapat dan berdiri tak bergerak bersandar di pintu seperti orang bodoh. Jantungku berdetak begitu cepat hingga seakan seperti ingin melompat dari rongga dada ini. Susah payah aku mengatur nafasku agar normal kembali. Dalam hati aku tak berhenti terus mengumpat.

“Dasar Nickollas mesum! Nickollas maniak! Bagaimana bisa dengan gampangnya dia mengajak tidur anak dari istrinya sendiri?!” makiku dalam hati.

Sepertinya otak pria itu memang bermasalah! Jika tidak, tidak mungkin dia berkata seperti itu padaku! Apakah di otaknya itu tidak ada yang lain, selain wanita dan s*x?! Benar-benar gila!

Saat itu pun aku baru sadar, seharusnya aku marah atau menamparnya seperti temannya bernama Leon yang melecehkanku tadi ‘kan? Tetapi kenapa tadi aku hanya diam dan justru berdebar? Astaga! Apakah tinggal dengan pria gila seperti Nickollas membuat otakku juga ini ikut gila?!

Aku menggelengkan kepalaku merasa frustasi, mencoba menepis pikiran-pikiran buruk yang sempat terlintas begitu saja di otakku. Sepertinya aku tak sanggup lagi untuk berpikir, tubuhku terlalu lelah hari ini. Kekacauan malam ini telah membuat energiku hampir terkuras habis.

...

Suara bunyi ponsel terdengar cukup keras membangunkanku. Aku yang belum sepenuhnya sadar mencoba meraba-raba mencari ponselku yang aku letakkan di meja nakas samping ranjang dan melihat panggilan dari siapa yang sejak tadi meneleponku.

“Anna?? Ada apa sepagi ini dia menelepon?” pikirku dalam hati setelah melihat jam analog menunjukkan pukul tujuh pagi lewat.

“Ya, Anna. Ada apa? Hari ini bukankah tidak ada kelas?”

“Selena! Astaga! Kenapa kau lama sekali mengangkat telepon dariku?! Lihatlah berita hari ini! Kau masuk di dalamnya!”

Kedua mataku yang awalnya masih terasa berat kini seketika terbuka lebar dengan cepat, “Apa? Aku?? Bagaimana bisa?!”

“Lihat saja sendiri! Astaga, kenapa kau selalu lambat menyadarinya segala hal yang penting seperti ini?!”

“Tunggu sebentar, aku akan memeriksanya terlebih dulu!” Setelah itu aku menutup sambungan telepon, kemudian langsung mencari berita di daftar pencarian trending topik hari ini di sebuah situs berita online.

Benar saja yang dikatakan Anna padaku, jika aku muncul dalam berita hari ini. Tidak hanya aku, lebih tepatnya berita itu muncul karena ada nama Nickollas Stanley di dalamnya. Aku mendengus, tak habis pikir jika ternyata apa yang dikatakan semalam Nickollas padaku memang benar terjadi.

‘Aktor dan model Nickollas Stanley berkelahi memperebutkan wanita dengan sesama model’ itulah bunyi judul berita yang aku baca di salah satu situs online.

“Yang benar saja?!” dengusku kesal.

Dan lebih parahnya, ada fotoku terpampang juga di sana. Foto yang diambil secara diam-diam semalam tanpa sepengetahuanku. Atau lebih tepatnya aku memang tahu jika beberapa dari tamu pesta Nickollas itu hampir semuanya gila, namun aku tak sanggup untuk melarang mereka ketika dengan kurang ajarnya mereka mengambil fotoku dan juga Nickollas saat berkelahi dengan pria bernama Leon semalam di rumah ini.

Jika sudah seperti ini, apa yang harus aku lakukan? Apakah seluruh dunia akan tahu jika foto gadis yang ada dalam berita itu adalah aku, anak gadis dari mendiang Pauline Mclouis? Tepatnya wanita yang menjadi istri dari aktor sekaligus model terkenal Nickollas Stanley? Ya, Tuhan. Aku tidak mau sampai semua orang akan tahu jika pria bernama Nickollas Stanley adalah ayah tiriku. Karena memang selama ini hanya segelintir orang yang tahu tentang fakta jika Nickollas Stanley adalah ayah tiriku yang baru saja menikahi ibuku satu tahun yang lalu.

Setelah aku mandi, aku pun segera turun dari lantai dua, hal pertama yang aku lihat adalah pria itu, ayah tiriku sedang duduk dan sarapan di meja makan dengan santainya. Mata kami saling bertemu saat ia menoleh ke belakang, namun sedetik kemudian dia melanjutkan sarapannya kembali dengan gaya cueknya.

“Cih! Apa maksud sikapnya itu padaku?” geramku dalam hati menahan kedongkolan. Mengingat kembali kejadian semalam membuatku merasa kesal. Terlepas dari sikap pahlawannya yang berkelahi karena membelaku.

“Apa kau tahu, foto kita sudah tersebar dan beritanya menjadi trending topik dalam waktu semalam?” aku mencoba memancing.

“Aku tidak peduli,” Nickollas menyahut masih dengan sikap cueknya tetap sibuk menikmati sarapan paginya tanpa melihat ke arahku.

“Bagaimana bisa kau bersikap seolah tak peduli sedangkan ini adalah hal yang sangat penting!” tukasku tak terima.

“Lalu aku harus bagaimana, gadis kecil? Aku harus berteriak pada semua orang kalau berita itu tidak benar? Bukankah sumber dari kekacauan di pestaku semalam adalah kau sendiri?” Nickollas menyahut sinis.

“Apa katamu? Jadi kau menyalahkan aku karena membuat keonaran di pestamu semalam?!” aku menatap tak terima pria yang masih duduk menikmati sarapan paginya.

“Apa kau tak melihat aku sedang sarapan, gadis kecil? Jadi, jika kau tak ingin membuat moodku menjadi buruk, lebih baik kau menyingkir dariku sebelum aku memakanmu sebagai pengganti sarapan pagiku, kau mengerti?” Nickollas menghunuskan tatapan tajam mengerikan padaku yang berdiri tak jauh di depannya.

Seketika aku pun mundur ketakutan. Tak mau memancing emosinya lagi menjadi semakin besar, aku lebih memilih pergi dan segera berjalan cepat keluar rumah menghindar dari Nickollas Stanley yang bagiku terlihat seperti hewan buas yang siap memangsaku kapan saja.

Yang aku takutkan pun terjadi, sesampainya di kampus di sana aku disuguhkan dengan pemandangan yang tak seperti biasanya. Aku tak menyangka akan ada banyak mahasiswa kampus yang menatap ke arahku. Baru saja aku sampai di halaman kampus, beberapa dari mahasiswi yang tak aku kenal langsung berlari ke arahku. Mereka semua langsung memberondongku dengan berbagai pertanyaan yang membuatku membeku di tempat.

“Selena, apakah benar kau mengenal aktor Nickollas Stanley?!”

“Sejak kapan kalian berdua memiliki hubungan?”

“Apa hubunganmu sebenarnya dengan Nickollas Stanley?”

“Apakah rumor itu benar, kalau kau memang adalah anak tiri dari Nickollas Stanley?”

“Kau anak tiri atau kekasihnya? Atau mungkinkah kalian berdua memiliki hubungan keduanya?”

Ya Tuhan, tolonglah aku! Bagaimana aku harus keluar dari mereka yang bersikap seakan sebagai wartawan seperti ini?! Aku merasa frustasi, tak bisa bergerak dan membeku di tempat dengan kepala yang terasa berputar-putar. Sebelum aku menyadari ada sebuah tangan yang menarikku dan membawaku keluar dari kerumunan para wanita yang mengelilingiku bagai lalat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Pria menyedihkan

    Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah klub ternama di pusat kota Los Angeles dengan menggunakan taksi. Tengah malam buta tidurku terbangun dengan suara panggilan dari seseorang yang tak terduga, Nickollas Stanley, ayah tiriku sendiri. Awalnya aku enggan menjawab telepon darinya, namun aku berpikir kembali setelah mendapati rumah cukup berantakan dan ketiadaan Nickollas ketika aku baru pulang dari kampus sore tadi. Takut terjadi sesuatu yang buruk pada ayah tiriku itu, akhirnya aku pun terpaksa menerima panggilan darinya. Namun, ternyata sungguh di luar dugaan, bukan Nickollas yang berbicara akan tetapi pria lain yang tak aku ketahui siapa. Pria itu mengaku sebagai seorang bartender dan memintaku untuk segera menjemput Nickollas karena pria itu mabuk berat. Sungguh menggelikan bukan? Karena itulah sekarang aku berada di sini. Ini adalah pengalaman pertamaku masuk ke dalam klub, jika tidak karena terpaksa aku tidak akan mungkin berada di tempat asing dan mengerikan sepe

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Mabuk

    “Kalian berdua-?” Seorang senior wanita yang tak aku ketahui siapa namanya menatapku seakan tak percaya.“Kami berpacaran. Ya, aku dan Selena berpacaran,” Edward menyela dengan cepat sedangkan aku masih mematung dengan tubuh yang seolah tak bisa bergerak. “Bukankah begitu, Sayang? Maaf, aku terpaksa bicara karena kita sudah terlanjur terpergok seperti ini.” Sesalnya seraya memasang ekspresi wajah bak seorang aktor profesional.Seperti orang bodoh sesaat aku hanya bisa diam, mengerjapkan mata berulang kali masih merasa syok dengan situasi yang tak diharapkan seperti ini. “Ah, ya. Aku bisa mengerti, Sayang. Kau tak perlu meminta maaf padaku,” aku menyahut bersikap senatural mungkin terlihat di depan mereka semua yang melihat kami sekarang.“Bagaimana bisa? Sejak kapan, Andrew?”“Bukankah Selena Mclouis adalah gadis yang ada dalam berita itu?”“Ya, kau benar. Selena Mclouis adalah gadis yang memiliki rumor dengan aktor Nickollas Stanley.”Beberapa dari mereka tampak berbicara satu sama l

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Bersandiwara

    “Edward?!” Aku terkejut saat tiba-tiba Edward menarikku dan menggandeng tanganku berlari menjauh dari kerumunan para fans gila Nickollas Stanley.Seperti terhipnotis aku hanya diam menurut saja ketika Edward membawaku ke tempat yang aman di kampus. “Kau tidak apa-apa, Selena?” tanyanya dengan wajah khawatir, ia menoleh ke balik dinding tempat kami bersembunyi untuk memastikan jika keadaan kami aman.“Aku tidak apa-apa, terima kasih kau sudah membantuku keluar dari situasi tadi, Edward,” ucapku dengan nafas sepotong-potong.“Itu sudah seharusnya, yang penting kau sekarang baik-baik saja.” Edward mengulas senyum padaku.“Apa kau juga sudah tahu tentang berita mengenaiku, Edward?” tanyaku penasaran.“Ya, aku sudah tahu. Namun, aku tak bisa percaya semua pemberitaan itu begitu saja sebelum kau sendiri yang mengatakannya padaku,” yakin Edward.“Jika hal itu benar, lalu apakah kau akan menjauh dariku dan tak ingin berteman denganku lagi, Edward?” aku sengaja memancing.Edward terdiam, ia m

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Kekacauan, part 2

    Aku dengan segera melepaskan pelukan dari Nickollas, dekat dengan posisi seperti ini dengannya entah kenapa membuat jantungku berdebar dengan cepat. “Kenapa?” Nickollas menatapku dengan tatapan polosnya. Astaga, sejak kapan pria brengsek dan menyebalkan ini menatapku seperti bayi?“Masih tanya kenapa?” Aku mencoba mundur dan berdiri menjauh dari pria yang merupakan ayah tiriku sendiri. “Tentu saja karena kau adalah ayah tiriku!” aku berseru mengingatkan, kemudian dengan cepat aku melangkah keluar dari kamar yang merupakan saksi bisu kemesuman Nickollas Stanley. Setelah sampai di kamarku sendiri, aku segera menutup pintu kamar rapat-rapat dan berdiri tak bergerak bersandar di pintu seperti orang bodoh. Jantungku berdetak begitu cepat hingga seakan seperti ingin melompat dari rongga dada ini. Susah payah aku mengatur nafasku agar normal kembali. Dalam hati aku tak berhenti terus mengumpat.“Dasar Nickollas mesum! Nickollas maniak! Bagaimana bisa dengan gampangnya dia mengajak tidur an

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Kekacauan

    "Siapa dia?” “Dia anak gadis dari pemilik rumah ini sebelumnya.” “Dia anak tirinya Nickollas?" “Cantik sekali, dia mungkin cocok menjadi seorang model, kan?” “Lihat saja wajah muda dan lekukan tubuh indahnya.” Aku mendengar semua gunjingan atau pujian yang mereka berikan padaku. Sebelum aku mendapatkan ajakan dari seorang pria yang secara fisik menarik, mengatakan padaku, “Ingin berdansa denganku, Nona Muda?” Dia mengedipkan satu matanya padaku, mencoba menggodaku, tapi aku menjawab, “Maaf, aku tidak terlalu bisa berdansa. Aku di sini karena ayah tiriku menginginkannya,” ucapku dusta. Pria itu menyipitkan matanya karena dia mungkin tidak pernah ditolak sebelumnya. Dia menurunkan uluran tangannya dan menegakkan tubuhnya. “Wah, Nona, kau memang sangat manis, dan mahal,” ucapnya penuh penekanan. Aku tersenyum padanya. Lalu berusaha menghindar tapi dia malah menarik tanganku, sambil berkata, “Mau ke mana, Nona muda?” “Lepaskan!” Aku membesarkan suaraku dan menghentakan tanganku

  • Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku   Pesta

    “Apa maksudmu menanyakan hal itu?” Aku mengernyit dan tak tahu apa maksudnya menanyakan itu padaku. “Kau hanya menjawab pertanyaan simpel yang aku berikan padamu, Selena. Kenapa begitu sulit? Sekarang jawab siapa pria itu tadi?” tanyanya sekali lagi dengan nada penuh penekanan.Aku merasa kesal dan bingung kenapa Nickollas harus menanyakan hal itu? Toh, dia hanya ayah tiri yang tidak berguna di hadapanku. “Kau tak punya hak untuk bertanya hal itu padaku. Sekali pun aku pergi dan tidak pulang selama beberapa hari, kau tidak punya hak untuk tahu semua tentangku, ke mana aku pergi dan kenapa aku tidak pulang? Memang kau siapa, Tuan Ayah Tiri!” Aku mendongak menatap tubuhnya yang jangkung dan atletis. Dia dikenal sebagai super model tampan yang tiada saing. Siapa yang akan menyangka kalau dia begitu jahat dan kejam terhadap ibuku. Ingin sekali aku memukul dan memberikan dia satu tinju di wajahnya, biar pria di hadapanku ini tahu rasa. “Well, anak tiriku yang kecil, jawab saja pertanyaa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status