แชร์

Bab 44 Genit

ผู้เขียน: Edelweis Jingga
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-28 10:30:49

.

.

.

“Nggak!”

“Kenapa? Bentaran doang.”

“Nggak, San. Kamu pulang aja,” suara Aldrich kembali meninggi. Kali ini sarat dengan penekanan yang tak bisa dibantah sedikitpun.

Sania menghentakan kakinya ke lantai. Sengaja berakting ngambek berharap Aldrich luluh dan menuruti keinginannya.

“Cih!” Keeva mencebik, jengah sendiri melihat tingkah Sania yang mirip remaja puber sedang mengemis pria idolanya.

Lagi-lagi Aldrich mengabaikan tingkah Sania. Dan lebih memilih naik kembali ke kamarnya. Keeva rasa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 67 Rumah Pohon

    ...Ah! Rumah pohon?“Apa dia naik, Bi?” seru Keeva, dengan nada meninggi. Tapi, segera memelankan suaranya kembali. “Dia masih di dalam?”Tidak! Keeva tidak perlu menunggu jawaban Bi Tina, jantungnya berpacu makin kencang tak beraturan. Sania boleh mengganggu Aldrich seperti biasa, Tapi kalau sudah masuk rumah pohon. Keeva jelas tidak terima.Rasanya sakit, menyadari Aldrich membiarkan perempuan itu seenaknya saja masuk ke dalam rumah pohon mereka. Tempat yang Keeva kira menjadi tempat terbaiknya di rumah itu.Keeva membalikkan badan dan melangkah lebar menuju pintu belakang yang menghubungkan rumah dengan taman belakang tempat rumah pohon itu berada.Begitu langkahnya mencapai anak tangga, mendadak kakinya terasa berat dibawa melanjutkan langkah. Matanya tak sengaja menangkap pintu rumah pohon yang berada di atas dahan itu sudah terbuka sedikit.‘Apa perlu harus sejauh ini?’ gumam Keeva dalam batinnya.Pertanyaan itu membuatnya terdiam. Naik? Lalu untuk apa? Mengganggu mereka? Ata

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 66 Kissing

    ...Drrtttt!Getar ponsel di saku Aldrich memecah semuanya. Mata Keeva langsung terbuka. Sementara Aldrich memejamkan mata lebih kencang dari sebelumnya hingga beberapa detik. Seakan tengah menahan sesuatu.Getaran ponsel itu kembali terdengar. Makin lama makin sengaja menghancurkan momen mereka.Dengan rahang mengeras, Aldrich merogoh ponselnya lalu menjauhkan diri dengan tidak rela.Tatapannya jatuh pada layar ponsel. Dalam sekejap raut bahagia dan rona merah di wajahnya lenyap begitu saja. keeva ikut melirik ke arah layar. Nama yang tertera di sana membuat dadanya mencelos.Sania is Calling ….Sedikit saja, Keeva berharap Aldrich tidak merusak hadiahnya dengan mengangkat panggilan itu.Detik demi detik berlalu begitu lambat. Keeva tak berharap banyak lagi, ia cukup sadar diri untuk segera menjaga jarak dari suaminya untuk urusan ini.“Bentar, yaa?” ucap Aldrich, mengusap lengan Keeva tanpa menghiraukan perubahan raut wajah istrinya.Keeva melengos, menyeret kakinya untuk menghamp

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 66 Kissing

    ...Drrtttt!Getar ponsel di saku Aldrich memecah semuanya. Mata Keeva langsung terbuka. Sementara Aldrich memejamkan mata lebih kencang dari sebelumnya hingga beberapa detik. Seakan tengah menahan sesuatu.Getaran ponsel itu kembali terdengar. Makin lama makin sengaja menghancurkan momen mereka.Dengan rahang mengeras, Aldrich merogoh ponselnya lalu menjauhkan diri dengan tidak rela.Tatapannya jatuh pada layar ponsel. Dalam sekejap raut bahagia dan rona merah di wajahnya lenyap begitu saja. keeva ikut melirik ke arah layar. Nama yang tertera di sana membuat dadanya mencelos.Sania is Calling ….Sedikit saja, Keeva berharap Aldrich tidak merusak hadiahnya dengan mengangkat panggilan itu.Detik demi detik berlalu begitu lambat. Keeva tak berharap banyak lagi, ia cukup sadar diri untuk segera menjaga jarak dari suaminya untuk urusan ini.“Bentar, yaa?” ucap Aldrich, mengusap lengan Keeva tanpa menghiraukan perubahan raut wajah istrinya.Keeva melengos, menyeret kakinya untuk menghamp

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 65 Ketika Senja Mendadak Romantis

    ...Sudah hampir setengah jam Keeva bermain ombak dan berlarian kecil di tepi pantai. Kadang mengejar ombak, kadang menendangnya dan berlarian menghindarinya.Dan selama itu pula Aldrich hanya bisa mengikuti dari belakang seperti pengawal pribadi.“Keeva,” panggilnya.“Hm.”“Kamu nggak capek?” Aldrich mengalah, menghampiri Keeva yang sedang berbaring di atas pasir.“Nggak. Emangnya kamu, lari doang nggak kuat.” jawabnya ketus.Aldrich memejamkan matanya, meraup udara sekitar dengan rakus. Dia bukan nggak kuat lari, tapi dia hanya tidak tahu cara menemani istrinya bermain.“Ok, aku temenin sekarang. Aku harus ngapain?” tanya Aldrich akhirnya. Dia tidak ingin merusak mood istrinya.Keeva menyipitkan mata, menatap Aldrich dengan tatapan menantang yang tiba-tiba muncul. “Aku laper,” kata Keeva.“Oke, kita cari makan.” “Gimana, kalau kamu gendong aku sambil cari makan?” usul keeva, jahil.“Oke! Silakan tuan puteri.” Aldrich segera memposisikan punggung untuk menggendong Tuan Puterinya.

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 64 Hari Terbaik Keeva

    ...Keeva tertegun. Ancaman halus Aldrich tentang mengumumkan status mereka di depan public sukses membuat lidahnya mendadak kelu. Pria itu selalu tahu bagaimana cara membungkam kekhawatirannya dengan cara yang seolah memojokan istrinya.Melihat Keeva hanya bisa berkedip pasrah, sebuah senyuman tipis menghiasi wajah tampan Aldrich. Senyum yang selalu bisa menawan hati Keeva sedari awal ia melihatnya. Dan, Keeva tidak akan pernah rela Aldrich memberikan senyum semanis itu pada orang lain.“Turunlah, yang kamu khawatirin itu cuma ada di kepala kamu, Keeva.” Aldrich menyentil pelan dahi istrinya sebelum membuka sabuk pengamannya.Ia sendiri keluar lebih dulu dari dalam mobil. Memutari mobil ke sisi penumpang. Ia membungkukan badanya untuk sejajar dengan Keeva.“Kamu nggak percaya sama aku? Hm,” tanya Aldrich pelan. Sangat lembut, sampai Keeva tak bisa lagi untuk ragu padanya.Keeva menurut, melangkah turun dengan ragu.“Mau aku gendong? Biar bisa ngumpet di balik punggung aku?” tawar A

  • Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa   Bab 63 Merayakan Kamu

    ...Sudah bertahun-tahun Sania menyaksikan atau bahkan melakukan presentasi sendiri untuk beberapa proyek mereka. Namun, baru kali ini ia menyadari satu hal. Keeva terlalu cerdas untuk menjadi staff admin biasa di kantor.Kurang lebih dua puluh menit kemudian, tepuk tangan terdengar saling bersahutan di dalam ruangan. Tidak terlalu meriah, tapi cukup untuk menunjukan apresiasi yang sangat membekas di hati Keeva.Untuk sesaat Keeva hanya bisa tersenyum kaku sambil menahan panas yang merambat hingga pelupuk matanya. Ia tidak ingat kapan terakhir kali merasa begitu dihargai.Klien tersenyum lebar."Very impressive. Make sure this collaborative project is led by Miss Keeva herself," kata Mr. Yoshinori.Keeva mengangguk sopan, meski di dalam dadanya masih ada debaran kencang yang belum juga reda. Setelah Aldrich mempersilahkannya duduk baru ia menyadari sedingin apa telapak tangannya.“Wow! It’s amazing,” gumam Bastian, masih sambil bertepuk tangan kecil dengan wajah takjub.“Kak? Rasan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status