Chapter: Bab 76 Rencana Makan Malam...Bab 76Tubuh Ryuga terduduk di tepian ranjang, sambil menanti Dara memasuki kamar.“Mas … ada apa?” Dara melangkah dengan jemari saling bertautan meremas ujung piyamanya.Tatapan Ryuga jatuh pada wajah polos istrinya hingga beberapa detik.“Terima kasih,” katanya.Dara mengernyit. “Untuk apa?”“Karena kamu udah menjawab pertanyaan Zio dengan sangat baik.” Ryuga meraih pergelangan tangan Dara. Memintanya duduk bersisian. “Harusnya saya yang menjelaskan hal itu sejak dulu.”Dara meringis. “Nggak apa-apa, Mas. Tadi juga aku gelagapan sebenarnya, cuma sok aja kasih penjelasan itu sama Zio,” kilah Dara.Dara bergegas bangkit dari duduknya demi menutupi rasa canggung. “Y-ya udah, aku mau mandi dulu. Nanti Zio kesiangan.”***Dara semakin tak berkutik, sepanjang jalan mengantar Zio dia terus merapal
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 75 Seolah Tak Terjadi Apa-Apa...Bab 75Pria itu melepaskan pelukannya pelan-pelan. Begitu pelan sampai Dara sempat berharap Ryuga akan kembali menariknya. Mengatakan bahwa ia hanya bercanda, atau setidaknya membantah kalimat bodoh yang meluncur begitu saja dari mulut Dara.Namun, yang pria itu lakukan justru berdiri dan hendak meninggalkan Dara tanpa berkata apa pun.“Mas… kamu mau kemana?” seru Dara, sengau.Ryuga meraih kembali kausnya. Rahangnya mengeras, seolah ada banyak kata yang ditahannya agar tidak sampai melukai perempuan itu.“Panas, Dara. Saya mau mandi.”Dara mengatupkan mulutnya. Dia berharap apa?Memangnya apa lagi yang bisa dikatakan seorang suami setelah istrinya sendiri menawarkan perpisahan disaat hubungan mereka baru saja membaik. Hal itu bagaikan terjun bebas dari ketinggian tanpa menggunakan parasut.Dalam diam, Dara mengusap sudut matanya kasar-kasar. Mungkin ini memang lebih baik. Ryuga pantas mendapatkan perempuan yang tidak rumit seperti dirinya, tidak penuh ketakutan dan yang jelas
Last Updated: 2026-09-13
Chapter: Bab 74 Aku Pernah Melakukan Itu...Bab 74Dara menggigit bibirnya kuat-kuat, masih bisakah dia menolak suaminya malam ini?Arghh! Dara bisa gila memikirkan itu.Ryuga membungkukkan tubuhnya tepat di depan wajah Dara.“Mm…k-kamu kenapa harus buka baju?” seru Dara, panik.Ryuga menyeringai jahil, jemarinya bergerak menyingkirkan rambut tipis yang berantakan di wajah Dara. Perempuan itu kesulitan menarik napasnya kala bibir Ryuga nyaris bersentuhan dengan bibirnya dan merambatkan getaran panas dalam tubuh yang terus menjalar cepat.Ryuga menundukkan lebih dalam, menempelkan bibirnya dan melumat bibir Dara pelan. Dara sudah mulai terbiasa dengan bibir Ryuga, kali ini ia tak lagi menahannya. Membiarkan pria itu menjelajah apa yang seharusnya menjadi haknya.Sentuhan lembut di pinggang Dara, membuat tubuhnya refleks menggeliat kecil dan ciuman mereka semakin dalam. Dara bersumpah dia lepas kendali atas dirinya sendiri. Tangannya melingkari leher Ryuga dengan jemarinya bergerak naik menyusupi helaian rambut pria itu.De
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: Bab 73 Godaan Besar Bagi Dara...Bab 73Ryuga masih tekun membungkus souvenir, tapi tatapannya tak lepas dari wajah Dara yang merengut. “Iya, maaf ponsel saya ketinggalan kayaknya, di kamar.”Dara menepuk dahinya, dari sekian banyak yang Dara utarakan jawaban pria itu hanya soal ponsel yang ketinggalan.“Maaf,” ulang Ryuga. “Saya pesanin makan, nggak usah masak.”Ditatap begitu lama dan permintaan maaf yang terdengar tulus seketika menurunkan kadar emosi dalam diri Dara. Ternyata pria itu jauh lebih bahaya buat Dara ketika bersiap manis begini. Dara jadi salting brutal dibuatnya.“Ya udah, nggak apa-apa,” gumam Dara, memalingkan wajah. “Besok-besok dicek lagi ponselnya sebelum berangkat.”Ryuga bangkit menuju kamar mencari ponselnya untuk memesan makanan.“Ramen? Nasi goreng? Atau mau ayam crispy?” tawar Ryuga.“Ayam crispy pake saus yang lada hitam, Mas. Kata Mbak Fitri tadi nasinya masih banyak.”Ryuga melirik tumpukan souvenir yang belum dibungkus. “Kamu mandi dulu aja, nanti lanjut kerjain desain. Souvenir
Last Updated: 2026-09-11
Chapter: Bab 72 Tidak Cocok Jadi Istri!...Bab 72“Bu Dara mendengar saya?” tanya Bu Dewi sambil menoleh.Dara segera memasang senyum manisnya dan mengangguk cepat. “Izin, Bu. Saya mendengarkan semuanya.”Bu Dewi hanya melirik dan kembali menghadap ke depan. Dara jadi merasa tidak enak pada beberapa orang lain yang ikut mencuri pandang ke arah mereka.“Stt, Ve.” Dara menyenggol lengan Vera yang sedang fokus memotong pita. “Ini kita kayak gini sampai jam berapa?” bisiknya.Perempuan itu menggeleng, lelah. “Sampai ratusan souvenir itu kelar dibungkus, Dar. Tanganku aja udah mau patah rasanya,” sahut Vera, dramatis.Sebagai anggota termuda, mereka kebagian terima nasib disuruh ke sana kemari, mengambil ini itu dan mengerjakan lebih banyak pekerjaan disbanding lainnya yang lebih senior.Pukul satu siang, satu per satu ibu-ibu persit mulai izin pulang lebih dulu hingga akhirnya tersisa Vera dan Dara saja.“Maaf, Bu Ryuga Bu Cakra ini nggak apa-apa kalau masih di sini?” basa basi Bu Dewi.Ingin sekali Dara menolak, dia masih
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Bab 71 Mantan Calon Ibu Mertua...Bab 71Untuk beberapa saat, Dara tidak mengatakan apa-apa. Pelukannya pada tubuh Ryuga justru mengerat. Membahas trauma rasanya seperti sedang berkaca pada dirinya sendiri.Dara tahu membicarakan hal ini dengannya sama saja dengan membuka kembali luka yang selama ini ia kira sudah sembuh.Dara mendongak. “Gimana kamu bisa sembuh?”Jemari Ryuga beralih membelai rahang Dara, menyusupnya sampai ke tengkuk. “Kadang, luka dan trauma itu bukannya susah sembuh. Tapi, kamu yang terlalu erat menggenggamnya.”Dara tertegun. Atau memang otaknya selemot itu sejak bergaul dengan Ryuga? Pria itu selalu saja membuatnya berpikir keras.“Coba mulai sekarang, biarkan rasa benci, sakit dan kecewa yang ada dalam diri kamu itu pelan-pelan dikurangi.”“Psikiater juga bilang gitu, Mas. Tapi nyatanya?”“Kamu masih cinta sama dia?” suara Ryuga berubah irama, cukup untuk menunjukan rasa tak suka yang ia tahan.“Nggak!” sanggah Dara, cepat. “Aku benci banget sama dia. Benci, sebenci-bencinya.”Dara lantas
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Bab 115 Ketahuan...Bab 115Sepasang suami istri yang baru saja terbakar habis oleh gairah itu pun terkapar di atas ranjang. Dada yang naik turun berusaha mengatur napas, bulir peluh yang mengaliri hampir sekujur tubuh.Aldrich menarik Keeva masuk dalam dekapannya, membubuhinya dengan kecupan-kecupan manis.Setelah beberapa saat saling bertukar pelukan, Dara menjauhkan sedikit badannya. “Lengket, Al. Bersihin badan dulu.”“Iyaa.” Sebelum benar-benar turun dari ranjang, Aldrich kembali menghujani Keeva dengan kecupan-kecupan kecil yang membuatnya geli.“Stop Al! kamu masih ada agenda kegiatan hari ini, buruan siap-siap,” seru Keeva, sembari mendorong tubuh suaminya.Hari ini agenda mereka adalah meeting evaluasi kerja. Sementara Aldrich dia ada meeting dengan klien berwsama bastian di tempat lain yang masih ada di area resor.Keeva berjalan melangkah riang melewati koridor yang sepi karena semuanya sudah bersiap di resto untuk menikmati makan siang.Seharusnya memang Keeva makan sendiri saja sepert
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Bab 114 Honey Moon...Bab 114Keeva tetaplah Keeva. Beberapa menit terlibat adegan panas dengan Aldrich tetap saja saat ada notifikasi yang menandakan ada email masuk ia tetap bisa mendengarnya.“Al, aku liat bentar, yaa?”Keeva meringis di bawah kungkungan tubuh Aldrich. Keringat mereka masih bercampur, begitu juga dengan tubuh yang masih saling menempel menyalurkan kehangatan di tengah dinginnya cuaca Jogja.Aldrich terkekeh, mereka bahkan masih terengah-engah mengatur napas yang belum stabil setelah terlibat penyatuan panas beberapa menit lalu.“Please…” mohon Keeva.“Kamu nggak capek? Hm?”“Capek lah! Tapi bentaran doang cuma mau cek email.”Baiklah! Aldrich harus mengalah menghadapi istri yang gila kerja juga seperti dirinya. Pelan-pelan ia bangkit dari atas tubuh Keeva, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.“Makasih, Al,” ucap Keeva riang. Laptop yang sudah tersinngkir ke atas nakas tadi ia ambil kembali.Beberapa menit Keeva menekuri laptopnya Aldrich tidak lantas tidur. Dia m
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 113 Tak Sengaja Berciuman...Bab 113 KeevaHujan memang tidak terlalu deras begitu Keeva dan Aldrich sampai di resor, tetapi cukup membuat mereka berdua basah kuyup karena Keeva memaksa untuk menyelinap lewat pintu samping, yang lebih jauh menjangkau kamarnya.Usai berganti dengan pakaian yang kering, Keeva segera duduk di atas ranjang membuka laptopnya. Beberapa camilan sudah terkumpul di sekitarnya siap untuk Keeva absen satu per satu. Kecuali susu dinginnya. Aldrich menggantinya dengan susu hangat yang ia pesan di resto lantai bawah.Aldrich paham sekali istrinya tidak bisa jauh-jauh dari laptop dan segala yang menyangkut Iris Drive. Ia pun segera beranjak menyusul ke atas ranjang untuk menemaninya.“Eh, kenapa? Kamu udah mau tidur, yaa? Aku pindah sofa aja,” ujar Keeva buru-buru menyingkirkan jajannya.“Nggak. Sini aja, aku temenin. Kita bisa sambil diskusi jadinya.”Keeva memperhatikan lama wajah suaminya. Satu tangannya menopang dagu, tertahan di atas paha. “Nggap apa-apa emang? Kamu nggak capek?”“Ng
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: Bab 112 Kondom...Bab 112Hampir satu jam konser seheila on 7 berlangsung, belum ada tanda-tanda Keeva minta pulang. Perempuan itu masih asyik menggoyang-goyangkan badannya mengikuti irama lagu sementara Aldrich posisinya tepat di belakang Keeva. Mata elangnya tidak bisa lengah memperhatikan sekitar.Meski sangat jarang penonton Sheila on 7 rusuh, tetap saja Aldrich merasa menonton konser di tengah lautan manusia akan sangat tidak aman untuk keselamatan istrinya dari tangan-tangan jahil penonton lain, terutama pria hidung belang yang mengambil kesempatan.“Keeva, ini udah satu album. Kamu bilang satu lagu doang, loh!” seru Aldrich tepat di samping telinga Keeva.Istrinya nyengir kuda. “Bentar lagi, yaa?”“Hujan, Keeva!” desis Aldrich. Mulai geram.Bukan sekedar marah karena Keeva tidak mau pulang, masalahnya sekarang hujan turun lagi. Dan baju mereka sudah basah oleh keringat yang bercampur gerimis.Aldrich menggunakan telapak tangannya untuk menutupi kepala Keeva.“Nggak usah, Al. Kita hujan-hu
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 111...Bab 111Aldrich terkekeh keras. Mendapati wajah terpukul istrinya, ada rasa tidak tega sekaligus lucu.“Hei, di sebelah itu kamar Sania. Aku nggak tahu siapa laki-laki yang ada di dalam. Kamu juga denger, kan? Apa jangan-jangan…”Buru-buru Keeva berjinjit menutup mulut Aldrich, menghalangi hal memalukan yang akan keluar dari mulutnya. Keeva malu sekali, ya ampun! Hampir saja dia mau menceburkan diri ke laut demi meredam kesedihannya yang merasa dikhianati.“Jadi bener? Kamu ngira aku yang ada di kamar sebelah?” ulang Aldrich, menahan tawanya.Keeva spontan mencubit pinggang suaminya. “Y-ya lagian kamu. Ngilang dari siang, dan terakhir aku liat kamu sama Sania. Peluk-pelukan gitu. Jadi, nggak salah dong! Kalau aku nebak itu kamu?” seru Keeva menggebu-gebu. Lalu, mengerucutkan bibirnya.Melihat Keeva cemberut begitu, Aldrich tertawa kecil. “Oke, sorry. Aku emang anterin Sania tadi siang. Tapi cuma sampai ke petugas medis doang abis itu aku pergi. Nggak sengaja ketemu partner bisn
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 110 Suara Dari Kamar Sebelah...Bab 110Keeva tersenyum kecut, berusaha meredam debaran jantungnya yang hampir berhenti berdetak. Tidak ingin melihat adegan menyakitkan itu lebih jauh, Keeva menyeret langkahnya menuju kamar.Pintu tertutup dengan suara bantingan kasar, lalu Keeva menguncinya. Sania memang adiknya, Keeva tahu itu. Namun, tetap saja mereka tidak lahir dari rahim yang sama dan dari penglihatan Keeva bisa tahu wanita itu punya rasa yang lebih pada suaminya.Hingga malam hari Keeva masih mengunci diri di kamarnya. Ia tak berminat sama sekali untuk berkumpul bersama yang lainnya untuk makan malam di tepi pantai. Bahkan mood belanja dan mengekplore Jogja hari itu lenyap sudah.Semua gara-gara jalang Sania!Bastian membawakan makan ke kamar, lalu camilan, Keeva menolaknya. Tak ada makanan atau minuman apa pun yang masuk dalam perut Keeva sejak siang. Isi kepalanya penuh oleh berbagai asumsi liar tentang Aldrich dan Sania yang sampai saat ini belum juga kembali.“Bisa gila aku lama-lama di sini,” gumam
Last Updated: 2026-08-01