Share

Bab 1975

Author: Angin
Jamal sangat bersemangat. Tiga tahun yang lalu, dia mendapat kabar bahwa Chandra gugur dalam pertempuran di Istana Bunga. Dia langsung bergegas ke sana. Namun, saat dia tiba, Istana Bunga sudah hancur menjadi puing-puing.

Dia mengerahkan orang-orang untuk menggali di antara reruntuhan, tetapi yang mereka temukan hanyalah Pedang Naga Pertama milik Chandra dan Jarum 81 Langit yang ditinggalkan setelah kematian Chandra. Tidak ada jejak tubuh Chandra.

Karena itu, dia mengira Chandra telah tiada. Buk
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Bunda Tetty Chantiek
g berminat lgi baca nih crita..
goodnovel comment avatar
Siti Hawa Hawa
boring la macam ni......
goodnovel comment avatar
Buana Perkasa
admin tambah bab dong...cerita perbab udah pendek ..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jenderal Naga   Bab 2927

    Meskipun pohon besar itu tidak hancur, pohon itu mulai layu dengan cepat. Dalam sekejap mata, pohon itu berubah dari pohon yang subur menjadi pohon mati.“Kalau bisa bunuh, berarti pasti bisa kasih kehidupan baru,” gumam Chandra dalam hati.Namun, pemahaman Chandra tentang Jurus Reinkarnasi Kutukan masih sangat kurang. Pemahamannya tentang Prasasti Kutukan boleh dibilang masih nol. Dia tidak mungkin bisa menghidupkan kembali pohon yang sudah mati. Namun, Chandra merasa jika dia bisa menguasai Jurus Kutukan hingga maksimal, semua ini tidak akan menjadi masalah. Kutukan mencakup segala hal. Jika dilatih sampai puncak, apa pun mungkin terjadi.“Tingkat kekuatanku saat ini terlalu lemah. Aku setidaknya harus mencapai tingkat Dewara baru bisa benar-benar pahami kemampuan mahasakti yang tak terkalahkan ini,” gumam Chandra.Chandra memiliki terlalu banyak kemampuan. Dia juga memiliki banyak benda pusaka. Ada Tugu Langit Tanpa Batas, Sumber Lima Elemen, Pengubah Lima Elemen, seni pedang Leluhu

  • Jenderal Naga   Bab 2926

    Chandra terlalu meremehkan kekuatan kutukan 400.000 orang. Kekuatan kutukan gabungan dari 400.000 orang itu sangat menakutkan. Sekarang, dia sendiri kewalahan menghadapi kekuatan tersebut.Tubuh Chandra telah dipenuhi luka. Di bawah pengaruh sifat penghancur dari kutukan itu, kondisi mentalnya pun ikut memburuk. Keteguhannya mulai kabur. Kepalanya terasa pusing, seolah ada orang yang memukulnya dengan benda yang berat.Chandra mengerahkan kekuatan di dalam dirinya. Dia memaksa dirinya untuk tetap sadar. Kemudian, dia mengaktifkan Segel Kerajaan untuk menekan kekuatan kutukan di dalam tubuhnya.Medan magnet yang mengelilingi tubuh Chandra juga sangat menakutkan. Para prajurit yang kekuatan kutukannya telah terserap langsung berdiri dan mundur, menjauh dari Chandra. Namun, mereka tidak pergi terlalu jauh, melainkan mengamati dari kejauhan.“Nggak apa-apa, kan?”“Raja Naga sudah serap kekuatan kutukan di dalam tubuh kita. Dia nggak akan kenapa-kenapa, kan?”“Seharusnya nggak apa-apa. Aku

  • Jenderal Naga   Bab 2925

    Chandra memandang sekelilingnya, memperhatikan para prajurit yang sedang berlatih keras dengan bertanding satu sama lain. Kemudian, dia melambaikan tangan kepada mereka sambil berkata, “Terima kasih atas kerja keras kalian.”“Tidak sama sekali.” Sebuah jawaban yang jelas dan dengan suara lantang membahana.Ada rasa bersalah di dalam hati Chandra ketika melihat wajah-wajah yang familiar tapi juga terasa asing ini. Dialah yang telah mengurung 400.000 orang tersebut di Istana Abadi, membuat mereka terus berlatih tanpa henti sepanjang waktu.Chandra sendiri adalah seorang prajurit. Dia juga tahu kalau berlatih itu sangat membosankan dan monoton. Meskipun Chandra memang tidak pernah membatasi ruang gerak mereka. Mereka boleh berkeliaran bebas di Istana Abadi. Bagaimanapun juga, Istana Abadi tetaplah sebuah dunia tertutup yang terisolasi dari dunia luar. Seiring waktu, kehidupan di dalam Istana Abadi menjadi sangat membosankan. Hal itu yang akan menyebabkan mereka kehilangan percaya diri dal

  • Jenderal Naga   Bab 2924

    Chandra tidak tertarik untuk menjadi tetua Pavilion Pil. Karena tujuan utamanya pergi ke Pavilion Pil adalah untuk menemukan Pil Leluhur Agung. Tardas sempat mengatakan kalau Pil Leluhur Agung berada di Pavilion Pil. Namun, dia tidak yakin kalau Pavilion Pil ini adalah tempat yang dicarinya. Oleh karena itu, dia ingin mencari tahu dengan cara mengikuti seleksi murid Pavilion Pil. Ini adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukannya. Lagi pula, Chandra tidak terlalu menginginkan kekuasaan. Karena dia lebih menyukai kebebasan tanpa batas yang dimilikinya saat ini.Danya mulai bertanya tentang latar belakang Chandra, “Tuan Chandra, kamu pasti memiliki latar belakang yang luar biasa. Gurumu pastinya adalah seseorang yang sangat terkenal di Dunia Tawang. Bolehkah aku bertanya siapa gurumu? Apa mungkin aku pernah bertemu dengannya?”Danya menatap Chandra sambil terus tersenyum. Namun, Chandra membalasnya hanya dengan senyuman tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bagaimanapun juga, dia tidak b

  • Jenderal Naga   Bab 2923

    Andai saja Chandra bisa menjadi pasangannya, maka hal itu akan menjadi karma baik bagi Ayu. Namun, Ayu hanya bisa memimpikan hal tersebut. Karena dia sadar kalau dirinya tidak pantas untuk Chandra. Sosok yang layak untuk Chandra hanyalah putri para tokoh dan para bangsawan. “Sekarang, ayo kita keluar,” ajak Chandra lalu meninggalkan Istana Abadi bersama Ayu. Kemudian mereka kembali ke Kota Tianja lalu ke Toko Pavilion Pil. Di sisi lain, Danya menggunakan jaringan intelijennya untuk mencari tahu segala hal tentang Chandra. Jarak Dunia Taniora dan Singhen relatif cukup dekat. Danya mengetahui kalau Chandra mengikuti kompetisi alkimia di Dunia Singhen. Danya seketika tercengang setelah mengetahui kalau pil yang dijual Chandra adalah hasil pemurnian Chandra sendiri. “Senjata tingkat Kaisar, tungku alkimia tingkat Kaisar .... Siapa pemuda ini sebenarnya?” gumam Danya lalu merenung selama beberapa saat. “Tok .... Tok ....”Sampai akhirnya, sebuah ketukan pintu membuyarkan renungannya. “

  • Jenderal Naga   Bab 2922

    Danya kembali ke ruang kantor setelah Chandra menunggu selama beberapa saat. Kemudian dia mengeluarkan sebuah tas yang sangat indah lalu menyerahkannya kepada Chandra. “Tas ini berisi batu roh hasil dari penjualan pil-pilmu,” ujar Danya. Chandra mengambil tas itu lalu membukanya. Walaupun tas itu tampak kecil, bagian dalamnya cukup luas. Chandra melihat ada banyak batu roh berwarna-warni yang sangat indah di dalamnya. Dia tidak berusaha menghitung jumlah batu roh di dalam tas karena sudah terlalu malas. Dia percaya kalau Pavilion Pil pastinya tidak akan menipunya. Akhirnya, dia menyimpan tas itu dengan tenang. Danya tampak tersenyum lalu bertanya, “Kamu sempat mengatakan kalau Senior itu berniat untuk bekerja sama dengan Pavilion Pil dalam jangka panjang?”Chandra langsung mengangguk seraya berkata, “Benar, senior itu masih memiliki sejumlah pil lainnya. Aku akan pergi ke sana dan kembali lagi ke sini dalam beberapa hari lagi.” Dia berdiri dan pergi setelah selesai melontarkan kat

  • Jenderal Naga   Bab 420

    Ratusan orang tewas di Vila Laure. Hanya satu orang yang masih hidup, yaitu Christian.Meskipun hidup, Christian mengalami cacat seumur hidup. Tangan dan kakinya patah, dia juga tidak bisa memiliki anak. Dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di kursi roda.Tak berapa lama Arya tiba di Vila Laure.Begi

  • Jenderal Naga   Bab 375

    Chandra melihat sejumlah tentara bayaran bersenjata lengkap, jet tempur, tank, artileri, dan beberapa senjata mematikan lainnya.Chandra mengerutkan alis saat melihat situasi tersebut. Puncak Gunung Langit dijaga dengan ketat, sepertinya sulit menyelamatkan Paul tanpa ada yang menyadarinya.Jika Chand

  • Jenderal Naga   Bab 391

    Nova mengumpulkan itu dengan susah payah, itu semua adalah hasil kerja kerasnya."Iya! Lagi pula uangnya Nova juga dikasih orang lain, bukan hasil kerja dia. Kak, kamu nggak mungkin melihat kami diteror seperti ini, 'kan?" tanya Hendro.Yani sangat marah, dia kembali mengangkat sapunya dan memukul Hen

  • Jenderal Naga   Bab 377

    "Naga Hitam, berhenti!" Sangkala mengarahkan pistol ke kepala Paul. "Kalau nggak, aku akan membunuh dia!"Chandra yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari Sangkala pun langsung berhenti. Sesaat berhenti, ratusan senjata mengarah kepadanya."Haha ...." Sangkala tertawa puas. "Apa hebatnya Naga Hitam?

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status