로그인“Iya,” jawab Chandra.“Kamu keluar dulu,” perintah Kaisar Ceptra.Roh Chandra pun tidak berlama-lama tinggal di Istana Abadi. Dia meninggalkan Istana Abadi, lalu rohnya menyatu kembali dengan tubuh fisiknya.Sementara itu, di dalam Istana Abadi. Kaisar Ceptra juga sedang melihat ukiran di dinding gua. Bertahun-tahun yang lalu, dia telah berkeliling dunia, menjelajahi setiap tempat berbahaya yang ada di alam semesta. Dia telah mempelajari banyak hal tentang Zaman Hemel Kuno bahkan Zaman Antigo.Setelah mengamati beberapa saat, akhirnya Kaisar Ceptra menemukan beberapa petunjuk. “Chandra, ini gambar Bunga Durga,” ujarnya.“Bunga Durga?” Chandra terkejut.Chandra pernah mendengar tentang Bunga Durga. Bunga Durga adalah sesuatu yang ajaib. Dari dia mekar sampai layu, butuh waktu tepat 4,9 miliar tahun, ini yang dikenal sebagai satu zaman.“Ini gambar Bunga Durga, tapi diacak-acak. Ini juga sebuah formasi. Hanya dengan menyatukan gambar Bunga Durga baru bisa buka formasi ini. Tapi, sangat s
Chandra benar-benar tidak menyangka kalau adalah sebagian roh Kaisar Ceptra menyatu dengan Istana Abadi. Dia sudah lama memiliki Istana Abadi, tapi sama sekali tidak tahu hal ini.“Di dunia ini hanya aku tahu soal Kaisar Ceptra. Bahkan Sasa yang dulunya selalu berada di Istana Abadi juga nggak tahu kalau roh Kaisar Ceptra sudah menyatu dengan Istana Abadi ini,” kata Roh Penunggu.Setelah berpikir sejenak, Chandra baru berkata, “Jadi, sekarang bagaimana keadaan Kaisar Ceptra?”“Gimana, ya? Kaisar Ceptra memang sudah mati. Tapi ada sebagian rohnya masih tersisa. Selama rohnya masih ada, cepat atau lambat dia akan bangkit kembali. Awalnya, setelah masa pemulihan yang panjang, kekuatan roh Kaisar Ceptra sudah pulih sedikit.”“Tapi, waktu itu Sasa bantu kamu meramal. Dia sentuh batasan Langit dan hampir terbunuh. Waktu itu, sisa roh Kaisar Ceptra muncul dan bantu Sasa menahan serangan itu.”“Apa?” Chandra terkejut ketika mendengar hal itu.Sasa memang sering membantu Chandra meramal. Namun,
Roh Penunggu tertawa pelan, lalu berkata, “Bagi seorang kaisar, untuk benar-benar mati sangatlah sulit. Terutama bagi orang yang di level seperti Kaisar Ceptra. Mati sepenuhnya sangatlah sulit. Bahkan Langit pun nggak bisa hancurkan Kaisar Ceptra sepenuhnya.”Chandra spontan bertanya, “Jangan-jangan, Kaisar Ceptra masih hidup?”Chandra berdiri diam di tempat, tidak bergerak sedikit pun. Namun, rohnya sudah berada di dalam Istana Abadi. Roh Chandra menyerupai wujudnya. Dia berdiri di depan Roh Penunggu dan bertanya, “Roh Penunggu, maksudmu Kaisar Ceptra masih hidup?”Roh Penunggu berpikir sejenak sebelum berkata, “Sudah mati.”“Sudah mati. Tapi tadi kamu bilang ….” Chandra sedikit bingung.“Kaisar Ceptra memang sudah mati di Zaman Kuno. Tubuh fisiknya sudah hancur. Jiwanya juga terluka parah dan lenyap sepenuhnya dari dunia ini,” kata Roh Penunggu.Chandra hanya tahu sedikit tentang Kaisar Ceptra. Dia hanya tahu kalau Kaisar Ceptra adalah tokoh dari Zaman Kuno. Di zaman itu, sebelum Dun
Chandra datang ke sini karena khawatir Dewi mengalami sesuatu di kediaman Zanovar. Setelah melihat Dewi baik-baik saja, hatinya pun merasa lebih lega. Kalau dilihat dari situasi saat ini, semua makhluk yang masuk ke kediaman Zanovar baik-baik saja. Mereka terjebak di berbagai bagian dari kediaman. Mereka bisa saja pergi, tapi mereka tidak mau.Setelah melihat Dewi, Chandra pun melihat gambar yang terukir di dinding batu di depannya. Gambar-gambar itu tampak kacau dan tidak beraturan. Selain itu, di bagian tengah ada yang kosong. Itu menunjukkan kalau dinding itu adalah sebuah puzzle.“Jangan-jangan, harus lengkapi gambar ini baru bisa masuk?” gumam Chandra pelan.Kemudian, Chandra berjalan ke arah Dewi dan bertanya, “Bagaimana? Apakah kamu menemukan sesuatu? Apa asal-usul gambar-gambar ini?”Di sekeliling Dewi ada beberapa orang, termasuk Gutar yang pernah bertemu dengan Chandra sebelumnya. Selain itu, ada beberapa orang yang pernah bertarung melawan Dewi sebelumnya. Intinya, mereka
“Tiga puluh ribu tahun yang lalu, Burando sudah jadi kaisar. Tapi saat kepung Zanovar, dia terluka parah. Setelah itu, dia mengasingkan diri selama tiga puluh ribu tahun.”“Untuk singkirkan Zanovar butuh begitu banyak prajurit kuat. Kalau kita benar-benar bisa dapatkan warisan Zanovar, kita akan jadi nggak terkalahkan.”“Ayo, kita juga ke Belantara Liar.”Setelah diadakannya pertemuan dan sejumlah besar prajurit kuat berkumpul di Perguruan Selatan, semua makhluk hidup dari seluruh dunia berbondong-bondong pergi ke Belantara Liar. Pertama, untuk melihat keramaian. Kedua, demi mendapatkan warisan Zanovar.Meskipun peluang untuk mendapatkan warisan itu tipis, makhluk-makhluk itu tetap pergi ke sana selama masih ada secercah harapan.Chandra sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi di luar sana. Dia tidak tahu kalau saat ini prajurit kuat Dunia Roh Sejati sedang menuju ke kedalaman Belantara Liar. Chandra menunggu di luar kediaman Zanovar selama sebulan. Selama satu bulan ini, dia meli
Sebulan telah berlalu sejak Chandra keluar dari kediaman Zanovar. Selama satu bulan ini, dia menunggu di pengunungan di luar kediaman Zanovar. Selama satu bulan ini pula, dia melihat banyak sekali makhluk muncul di Belantara Liar dan masuk ke kediaman Zanovar. Akan tetapi, setelah masuk ke dalam, tak satu pun dari mereka keluar dari sana. Taksiran paling rendah sekalipun, hingga detik ini, setidaknya sudah sepuluh juta makhluk yang masuk ke kediaman Zanovar.Chandra menatap deretan pegunungan besar di depannya. Dia bertanya-tanya seberapa luasnya kediaman Zanovar. Mengapa begitu banyak makhluk yang masuk ke sana tapi tidak pernah keluar? Apa mungkin terjadi sesuatu di sana?Pikiran itu tiba-tiba terlintas di benak Chandra. Ada begitu banyak makhluk masuk ke dalam sana, mustahil terjadi sesuatu.Sementara itu, di Gurun Selatan, Perguruan Selatan.Perguruan Selatan merupakan salah satu dari lima perguruan besar di Dunia Roh Sejati, juga merupakan sebuah kekuatan super. Meskipun tidak me
Koko berniat untuk membunuh semua orang. Namun, Chandra merasa kalau hal ini tidaklah realistis. Walaupun ada sekitar 3000 orang yang tewas di level pertama, masih ada sekitar 7000 orang yang tersisa dan mereka semua adalah para prajurit yang sangat kuat dari Alam Niskala. Sekarang, satu-sautnya ca
Di antara orang-orang itu, ada Basita, Raja Januar, Jamal, Chandra, dan Nova.Pria berjubah biru kehijauan melihat data tersebut, lalu berkata dengan santai, “Baik, aku akan menanganinya satu per satu. Karena sudah tiba di Bumi, mari kita nikmati perjalanan ini dulu.”Chandra tidak tahu bahwa dari Ala
Namun, Chandra menahan darah itu keluar dari mulutnya dan menelannya kembali. “Benar-benar kekuatan yang luar biasa dan sudah melampaui Segel Kesembilan. Sosok makhluk yang hampir mencapai kesempurnaan,” ujar Chandra terkejut. Energi sejati Chandra masih tertinggal jauh dari Jayhan. Sekarang, Chan
Anak Dewa tersenyum tipis lalu berkata, “Kupikir, kemampuanmu yang sebenarnya sangat kuat, tapi ternyata hanya segini?”Anak Dewa memukul Chandra dengan telapak tangannya setelah selesai melayangkan serangan pedang. Tubuh Chandra kembali terlempar dan jatuh tersungkur di atas tanah. Chandra tergele







