LOGIN“Tiga puluh ribu tahun yang lalu, Burando sudah jadi kaisar. Tapi saat kepung Zanovar, dia terluka parah. Setelah itu, dia mengasingkan diri selama tiga puluh ribu tahun.”“Untuk singkirkan Zanovar butuh begitu banyak prajurit kuat. Kalau kita benar-benar bisa dapatkan warisan Zanovar, kita akan jadi nggak terkalahkan.”“Ayo, kita juga ke Belantara Liar.”Setelah diadakannya pertemuan dan sejumlah besar prajurit kuat berkumpul di Perguruan Selatan, semua makhluk hidup dari seluruh dunia berbondong-bondong pergi ke Belantara Liar. Pertama, untuk melihat keramaian. Kedua, demi mendapatkan warisan Zanovar.Meskipun peluang untuk mendapatkan warisan itu tipis, makhluk-makhluk itu tetap pergi ke sana selama masih ada secercah harapan.Chandra sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi di luar sana. Dia tidak tahu kalau saat ini prajurit kuat Dunia Roh Sejati sedang menuju ke kedalaman Belantara Liar. Chandra menunggu di luar kediaman Zanovar selama sebulan. Selama satu bulan ini, dia meli
Sebulan telah berlalu sejak Chandra keluar dari kediaman Zanovar. Selama satu bulan ini, dia menunggu di pengunungan di luar kediaman Zanovar. Selama satu bulan ini pula, dia melihat banyak sekali makhluk muncul di Belantara Liar dan masuk ke kediaman Zanovar. Akan tetapi, setelah masuk ke dalam, tak satu pun dari mereka keluar dari sana. Taksiran paling rendah sekalipun, hingga detik ini, setidaknya sudah sepuluh juta makhluk yang masuk ke kediaman Zanovar.Chandra menatap deretan pegunungan besar di depannya. Dia bertanya-tanya seberapa luasnya kediaman Zanovar. Mengapa begitu banyak makhluk yang masuk ke sana tapi tidak pernah keluar? Apa mungkin terjadi sesuatu di sana?Pikiran itu tiba-tiba terlintas di benak Chandra. Ada begitu banyak makhluk masuk ke dalam sana, mustahil terjadi sesuatu.Sementara itu, di Gurun Selatan, Perguruan Selatan.Perguruan Selatan merupakan salah satu dari lima perguruan besar di Dunia Roh Sejati, juga merupakan sebuah kekuatan super. Meskipun tidak me
Dengan raut wajah tak percaya, Burando berkata, “Dulu, aku lihat dia mati dengan mata kepalaku sendiri. Dia mati tepat di depan mataku. Bagaimana mungkin dia masih hidup?”“Sungguh, tetua agung Perguruan Selatan sendiri yang bawa para tetua pergi ke Belantara Liar. Mereka bahkan sempat bertarung dengan Zanovar, tapi Zanovar melukai mereka. Sekarang tetua agung Perguruan Selatan sudah berada di Sekte Bela Diri Sejati.”“Beliau datang ke Sekte Bela Diri Sejati atas perintah Nardo, berharap agar Ketua turun tangan mengumpulkan para prajurit kuat di Belantara Liar lagi untuk kepung Zanovar.”Setelah mendengar hal itu, raut wajah Burando menjadi serius. Dia tahu betul betapa menakutkannya Zanovar. Burando sendiri adalah seorang prajurit tingkat Alam Kekaisaran. Kekuatannya sudah termasuk yang tak tertandingi. Namun, dalam pertarungan waktu itu, Zanovar yang dikepung oleh banyak prajurit kuat pun tetap berhasil melukainya hingga terluka parah.Jika Zanovar masih hidup, maka itu akan menjadi
Tetua Agung Perguruan Selatan memiliki kekuatan tingkat kedua Kaisar semu. Tingkat kekuatannya setara dengan Dewi Kurniawan. Kekuatan tingkat ini dianggap sebagai kekuatan teratas, bukan hanya di Dunia Roh Sejati, tapi juga seluruh Dunia Tawang.Dia langsung mengirim pesan kepada empat perguruan lainnya setelah mendapat perintah dari Nardo. Dia mengundang para ketua sekte dan perguruan untuk berkumpul di Perguruan Selatan guna membahas masalah penting. Di saat yang bersamaan, Tetua Agung juga pergi menuju Sekte Bela Diri Sejati. Sekte Bela Diri Sejati. “Saudara Herza,” sapa Tetua Sekte Bela Diri Sejati yang merupakan guru dari Dewi Kurniawan. Tetua Agung Sekte Bela Diri Sejati bernama Jioda, sedangkan Tetua Agung Perguruan Selatan bernama Herza. Kekuatannya Jioda saat ini berada di tingkat delapan Alam Kaisar Semu.Aula utama Sekte Bela Diri Sejati. Seorang laki-laki tua berusia enam puluh tahunan duduk di ujung meja. Laki-laki tua itu adalah Jioda. Jioda menatap Herza sambil ters
Chandra tidak tahu, mengapa kutukan itu kembali muncul di dalam tubuh Nova. Namun, kutukan itu bukan lagi sebuah ancaman bagi Chandra selama dia bisa menemukan Nova. Dengan begitu, dia bisa menghilangkan kutukan yang ada di dalam tubuh Nova. Dewi sempat berhenti sejenak lalu kembali pergi tanpa banyak basa-basi. Chandra juga tidak melanjutkan langkahnya karena tempat ini terlalu berbahaya. Mungkin saja, tempat ini hanyalah sebuah konspirasi. Lagi pula, dia sudah merasa cukup tenang selama ada Dewi di sekitarnya. Dia juga tidak akan mungkin bisa menyelesaikan masalah ini dengan kekuatannya kalau saja Dewi tidak bisa menyelesaikannya. Chandra lebih memilih berbalik dan pergi. Kemudian dia memutuskan untuk berhenti sejenak di pegunungan yang berada di dekat Kediaman Zanovar untuk menunggu informasi dari Dewi. Di sisi lain, di Perguruan Selatan yang berada di Kota Gurun Selatan. Tetua Agung dan Tetua yang lain telah kembali. Seorang laki-laki paruh baya berusia sekitar empat puluh tahu
Di saat yang bersamaan, Dewi juga merenung seperti Chandra. Dia bertanya-tanya, apakah yang dikatakan Chandra benar adanya? Sepertinya, apa yang dikatakan oleh Chandra adalah fakta jika dilihat dari keadaan saat ini. Bagaimanapun juga, Chandra mengetahui banyak hal tentang Nova. Bahkan dia bisa mengatakan kalau kekuatan jahat yang ada di tubuh Nova adalah kekuatan kutukan. Terlebih lagi, Chandra juga memiliki kekuatan kutukan yang sama seperti ibunya. Kemungkinan besar, Chandra adalah ayahnya jika yang dikatakan Chandra semuanya adalah fakta. Dewi menatap Chandra. Dia merasa sulit untuk menerima jika dirinya memiliki ayah seperti Chandra. Sebenarnya, tidak ada salahnya jika dia memiliki ayah. Namun, ayahnya ini sangatlah lemah. Hal inilah yang sulit untuk diterimanya. “Sekarang, ada di mana Nova? Apa dia ada di dalam Kediaman Zanovar?” tanya Chandra cepat.Dewi masih merasa kurang yakin dengan perkataan Chandra. Namun, dia juga tidak bisa berbohong setelah mendengar pertanyaan Chand
Peristiwa ini menimbulkan kehebohan dan membuat monster yang datang semakin lama semakin banyak. Mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bagaimana sebuah bayangan sudah melukai tubuh Chandra. “Ada apa ini?”“Bayangan apa itu?”“Sepertinya Chandra sedang menerobos.”“Apa? Menerobos?”“Tida
Gunung berapi itu telah terbelah, lalu munjul sebuah jurang. Di dasar jurang ada seberkas api putih dan ada area kosong di sekitar api tersebut.“Apakah itu sumber api?” gumam Chandra pelan. Pada saat ini, sudah banyak orang mendekat.“Sumber api itu milikku!” seru seseorang.Suara orang itu menggem
Duar!Tubuh itu meledak dan berubah menjadi abu. Seluruh pasukan yang melihat peristiwa ini benar-benar tercengang. Paul, Maggie dan Arya tidak kalah tercengangnya. Bahkan bagi Chandra sendiri, semua ini tampak sangat tidak masuk akal. “Apa ini kekuatan sebenarnya dari Tugu Langit Tanpa Batas? Kala
Sasa yang sudah berada di puncak kekuatannya juga merasakan cahaya langit. Ini adalah masa bersinarnya semua ras, kecuali manusia. Karena ini adalah akhir dari umat manusia. Apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh manusia di zaman kuno sampai membuat langit memperlakukan manusia seperti ini?Chandr