Mag-log in“Kami menggunakan Lorong Waktu dan membuka jalan menuju Dunia Tawang secara paksa lalu memasukinya.”“Waktu umat manusia sudah hampir habis. Penguasa Dunia Manusia menggunakan Lorong Waktu dan membuka Sungai Waktu secara paksa lalu mengirim kami ke masa lalu. Namun, kecelakaan terjadi di Sungai Waktu.”“Aku muncul seratus ribu tahun sebelum masaku, sedangkan Nova entah muncul di zaman apa,” jelas Chandra sambil menatap Dewi. Dewi mengerutkan keningnya sambil merenung, apakah yang dikatakan Chandra fakta atau kebohongan. Chandra sadar, kalau apa yang diceritakannya memang sulit untuk dipercaya. Akhirnya, dia mengeluarkan Jarum 81 Langit seraya berkata, “Penggabungan antara Jarum 81 Langit yang ada di tanganku dan Jarum 81 Penghancur yang ada di tangan Nova bisa membentuk Lorong Waktu.”“Kamu mungkin sulit mempercayainya. Oleh karena itu, kita harus menemukan Nova agar dia bisa menjelaskan semuanya padamu.”“Hehe!”Dewi terkekeh lalu berkata, “Jadi, menurutmu kamu adalah ayahku?”Chand
Dewi Kurniawan menatap Chandra dengan penuh keterkejutan di wajah cantiknya. Dia tahu, seberapa kuatnya formasi di luar. Hanya seorang Kaisar Agung yang bisa menembusnya. Namun, Chandra baru berada di tingkat sepuluh Aam Ajaib. Dia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menerobos formasi itu. Apa mungkin laki-laki seperti ini bisa menembus formasi sekuat itu? Dewi terus menatap Chandra dengan tajam. Di saat yang bersamaan, Chandra melangkah maju dan menghampiri Dewi. Ini adalah pertama kalinya dia bisa berada sedekat ini dengan Dewi. Semakin lama, sosok Dewi semakin mirip dengan Nova dan Weni. Hufh!Chandra menarik napas panjang. Dia berusaha menenangkan diri dan tidak bertindak gegabah. Dia tidak ingin tiba-tiba mengatakan kalau dirinya adalah ayah dari Dewi. Karena mungkin saja, Dewi akan langsung menghabisinya. “Kamu datang ke sini karena ingin mencari Nova, kan?” tanya Chandra ragu. Dewi sangat terkejut dan langsung melangkah mundur sambil menatap Chandra dengan penuh kewasp
Dalam sekejap mata, tubuh prajurit itu terlempar dan mendarat dengan keras di atas tanah. Selain itu, dia juga memuntahkan darah dari mulutnya. Prajurit kuat itu adalah seorang prajurit tingkat Trinitas Dewa Agung. Sosok sekuat itu saja langsung terhempas dan terluka ketika berusaha memasuki formasi. Oleh karena itu, tidak ada lagi yang berani masuk dan bertindak gegabah. Gutar berdiri sambil berpikir untuk memasuki formasi. Walaupun dia mengerti sedikit tentang formasi, dia tidak mampu memasuki formasi itu dengan kemampuannya saat ini. Chandra melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Dewi memasuki formasi dan gerbang batu. Dia langsung mengerutkan keningnya lalu mulai melangkah maju, sampai berada di barisan paling depan. Kemudian dia bertanya kepada Roh Penunggu yang berada di dalam Istana Abadi, “Roh Penunggu, apa kamu bisa menembusnya?”Tidak lama kemudian, Roh Penunggu berkata, “Walaupun formasi ini cukup sulit, tapi menembusnya bukanlah suatu masalah.”“Kalau begitu,
Kediaman Zanovar adalah sebuah gua kultivasi yang memiliki jalan setapak yang mengarah ke segala arah. Chandra memilih jalan setapak secara acak dan segera bergerak maju. Tidak lama kemudian, dia bertemu dengan banyak makhluk yang sedang berkumpul dan saling berbisik satu sama lain. “Ini pasti formasi yang dibentuk Zanovar untuk menguji kita. Siapa yang bisa menembus formasi itu, maka bisa mendapatkan warisan Zanovar.”“Benar, pasti begitu. Bagaimanapun juga, Zanovar adalah prajurit paling hebat di dunia ini. Walaupun dia bukan Kaisar Agung, tapi dia berhasil melukai seorang Kaisar Agung dengan sangat parah. Pewarisnya pasti adalah sosok hebat dan berbakat dari berbagai aspek.”“Tapi, formasi ini tampak sangat sulit. Bagaimana kita bisa menghancurkannya?”Para makhluk berkumpul sambil terus berbisik. Chandra mendengarkan perbincangan mereka dengan saksama dan mengetahui kalau ada formasi yang menghalangi jalan mereka. Formasi ini harus segera dihancurkan untuk melanjutkan perjalanan.
Chandra sedang bersama tiga bersaudara keluarga Liman. Begitu melihat Dewi pergi, Chandra segera berdiri dan ikut yang lainnya pergi ke kedalaman Belantara Liar. Meskipun orang-orang bilang kedalaman Belantara Liar penuh dengan bahaya, Chandra belum bertemu dengan monster siluman di sepanjang jalan.Setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari, mereka tiba di sebuah gunung besar. Gunung itu benar-benar sangat besar. Tingginya ratusan ribu meter. Sejauh mata memandang, tidak terlihat batas gunung itu. Di puncak gunung berdiri sebuah batu besar. Permukaan batu itu diukir dengan beberapa aksara kuno.“Kediaman Zanovar.”Banyak makhluk yang tiba di sana. Begitu melihat pemandangan ini, mereka semua tampak gembira dan bersemangat. Karena inilah gua tempat Zanovar tinggal. Setelah menemukan Zanovar, berarti ada kemungkinan untuk mendapatkan warisannya.Dewi yang pertama tiba di tempat ini. Dia berdiri melayang di udara, sambil menatap dua aksara besar di depannya dan tenggelam dalam pik
Chandra sudah tahu kalau Zanovar adalah Nova, tapi dia masih tidak mengetahui keberadaan Nova saat ini. Chandra juga tahu kalau Dewi adalah putrinya. Dewi mungkin tahu tempat Nova berada. Namun, Chandra tidak bisa bertemu dengan Dewi, sehingga dia juga tidak dapat menanyakan keberadaan Nova.Pada titik ini, Chandra tidak punya pilihan lain selain menunggu. Dewi tidak melanjutkan perjalanan, begitu pula makhluk-makhluk lainnya. Karena semua orang tahu Dewi berasal dari Belantara Liar. Ibunya memiliki hubungan dengan Zanovar. Mereka mungkin bisa menemukan Zanovar dan mendapatkan warisannya dengan mengikuti Dewi.Oleh karena itu, semua makhluk juga ikut menunggu. Jumlah makhluk yang muncul pun telah meningkat dari yang awalnya puluhan ribu kini menjadi ratusan ribu. Saat ini, daerah itu dipenuhi ratusan ribu makhluk. Semua makhluk itu sangat kuat. Mereka semua prajurit kuat tingkat Dewara. Yang paling lemah adalah Chandra, hanya berada di tingkat kesepuluh Alam Ajaib.Setiap makhluk yang
Chandra bersyukur setelah berhasil meyakinkan Rully untuk bergabung bersamanya. Kemudian dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Kadir. Chandra belum pernah lagi bertemu dengan Kadir setelah dia pergi meninggalkan Eglar. Chandra juga tidak tahu apakah Kadir berada di Diwangsa atau tidak. “Chandra,
"Hah!" mendengar itu, pemuda berjubah putih tertawa penuh ejekan. Dia menatap Kadir dengan mata sinis, wajahnya berubah dingin, dan berkata dengan suara rendah, "Siapa kau, berani berbicara seperti itu padaku? Aku akan memberitahumu, tidak peduli siapa kau atau seberapa hebat dirimu di luar sana, di
Alden berjalan keluar gua sambil membawa Pedang Penghakiman di tangannya. Namun, Raja Darah Pertama dan Karman palsu tidak mengikutinya keluar. Mereka justru lebih memilih untuk melarikan diri melalui lorong belakang. Akhirnya, Alden memilih untuk mengikuti mereka melarikan diri. Karena dia sadar ka
Ribuan tahun yang lalu, seseorang terus-menerus menembus batas, menantang orang-orang kuat di bawah Raja Yanuar. Hanya dalam sepuluh tahun, orang itu menjadi sosok yang hanya berada di bawah Raja Yanuar. Meskipun ilmunya telah dihapuskan, dia menciptakan Kitab Sembilan Kekuatan. Orang ini jelas buka







