MasukBab 62. Jalan Buntu.Xie Kang dan Su Jing benar-benar kehilangan kata-kata. Ledakan aura kenaikan ranah yang terus bermunculan dari dalam Kediaman Klan Xiao membuat wajah keduanya semakin suram. Terlebih lagi setelah awan tribulasi muncul di langit malam.Enam sambaran petir pembaptisan yang berputar di atas Kediaman Klan Xiao menjadi bukti yang tidak terbantahkan jika seseorang sedang menerobos menuju Ranah Langit dan itu terjadi di pihak musuh mereka.Bagi siapa pun yang memahami dunia kultivasi, pemandangan tersebut sama saja dengan lonceng kematian bagi Klan Xie dan Klan Su.Xie Wang terlihat paling terpukul. Wajahnya pucat dan kedua tangannya mengepal erat.Dalam bayangannya, malam ini seharusnya menjadi malam kehancuran Tian Fan dan Klan Xiao dan Klan Long seharusnya diinjak hingga hancur tanpa mampu melawan.Namun sekarang kenyataannya justru berbanding terbalik, yang hancur bukan Tian Fan namun melainkan mereka.Meski begitu, jauh di dalam hatinya masih tersisa secercah harap
Bab 61. Matahari Qi.Beberapa waktu sebelumnya di aula utama Klan Xiao.Di aula utama Kediaman Klan Xiao, Xiao Ling melangkah maju dan menyerahkan sebuah slip giok serta cincin spasial kepada ayahnya."Fan'er meminta aku menyerahkan ini kepada Ayah."Xiao Long menerima keduanya lalu segera memasukkan kesadarannya ke dalam slip giok. Tak lama kemudian suara Tian Fan terdengar dari dalamnya."Kakek, jika kau sedang mendengar pesan ini berarti Klan Xie dan Klan Su sudah bergerak. Di dalam cincin spasial ini terdapat beberapa alat formasi dan empat batu spirit tingkat menengah. Gunakan semuanya sesuai petunjuk yang kusertakan."Suara Tian Fan terdengar tenang dan penuh keyakinan."Aktifkan formasi itu di aula utama lalu kumpulkan seluruh anggota Klan Xiao dan Klan Long di dalamnya.""Jangan keluar apa pun yang terjadi. Biarkan aku yang mengurus Klan Xie dan Klan Su.""Aku tidak menjanjikan kemenangan, tetapi aku bisa menjamin satu hal. Setelah malam ini berakhir, kekuatan kedua klan kita
Bab 60. Harga yang Tidak Bisa Dibayar.Wajah Xie Kang dan Su Jing terlihat sangat buruk. Sebagai Patriark dua klan besar, mereka baru saja ditantang secara terbuka oleh seorang junior di depan seluruh Kota Shui.Jika mereka menolak, wajah Klan Xie dan Klan Su akan hancur. Namun jika menerima, mereka juga tidak memiliki keyakinan penuh.Bukan karena lawannya adalah Tian Fan dan kondisi ranah mereka yang turun satu tingkat menjadi ranah Kaisar tingkat awal, alasan utamanya adalah karena sosok misterius berjubah hitam yang duduk di atas gerbang Kediaman Klan Xiao.Keberadaan seorang ahli Ranah Langit di belakang Tian Fan seperti gunung besar yang menekan hati mereka karena bukan tidak mungkin jika pria misterius itu akan ikut campur dalam pertarungan.Melihat keraguan yang muncul di wajah keduanya, sosok berjubah hitam itu tiba-tiba bergerak. Ia yang sebelumnya berdiri perlahan duduk di atas gerbang sambil menyilangkan kaki.Kemudian suaranya terdengar tenang berkata pada mereka."Kalia
Bab 59. Pengecut.Seluruh Kota Shui seolah membeku.Di bawah tatapan ribuan pasang mata, sosok berjubah hitam itu melayang tenang di langit malam. Tekanan Ranah Langit yang dipancarkannya masih menyelimuti area di sekitar Kediaman Klan Xiao, membuat para anggota Klan Xie dan Klan Su kesulitan bahkan hanya untuk bernapas.Kemudian sosok berjubah hitam itu perlahan mengangkat satu tangannya. Di depan dirinya, puluhan bola hitam seukuran kepalan tangan mulai bermunculan satu per satu dari kehampaan.Bola-bola itu tampak aneh dilihat karena permukaannya berdenyut seperti jantung dan memancarkan aura yang membuat kulit kepala siapa pun yang melihatnya terasa mati rasa.Mata Xie Kang langsung membelalak."Apa itu?!"Tak ada yang mampu menjawab karena detik berikutnya sosok berjubah hitam itu mengibaskan tangannya.Wussh!Puluhan bola hitam langsung melesat turun seperti hujan meteor menuju kubu Klan Xie dan Klan Su."Tidak baik!""Menjauh!"Para tetua kedua klan berusaha memperingatkan angg
Bab 58. Otak di Pantat.Ucapan Tian Fan membuat suasana di depan Kediaman Klan Xiao menjadi semakin tegang.Wajah Xie Wang memerah karena marah. Ia melangkah maju lalu berkata dengan suara dingin."Tian Fan, kau benar-benar pandai memutar balikkan keadaan. Kakak Pertamaku sekarang terbaring lumpuh, tetapi kau justru mencoba menjadikan dirimu sebagai korban. Apa kau pikir semua orang di sini bodoh?"Tian Fan tidak menjawab.Xie Wang melanjutkan, "Kau mengatakan kami datang untuk menutupi rasa malu? Justru kaulah yang sedang berusaha menghindari tanggung jawab!”“Semua petunjuk mengarah kepadamu. Tetua Su Wen, Tetua Klan Xie, dan sekarang Kakak Pertamaku. Setiap kali ada orang yang bermasalah denganmu, mereka selalu berakhir dengan kondisi aneh yang tidak bisa dijelaskan. Apa semua itu hanya kebetulan?"Tian Fan menunjukan senyum penuh ejekan."Kebetulan memang sering terjadi, hanya saja orang bodoh biasanya lebih suka menyebutnya bukti," jawab Tian Fan santai."Kau—!"Sebelum Xie Wang
Bab 57. Setengah salah dan setengah benar.Malam itu, Kota Shui menjadi jauh lebih ramai dibanding biasanya. Kabar mengenai Klan Xie yang bergerak menuju Kediaman Klan Xiao menyebar seperti api yang menyambar ladang kering.Banyak orang segera meninggalkan rumah mereka dan berbondong-bondong menuju wilayah Klan Xiao. Bahkan beberapa kultivator yang sedang berkultivasi pun menghentikan aktivitas mereka demi menyaksikan apa yang mungkin akan menjadi bentrokan terbesar di Kota Shui dalam beberapa puluh tahun terakhir.Di barisan depan, Xie Kang berjalan memimpin seluruh anggota Klan Xie. Para tetua, pelindung klan, hingga para murid elit mengikuti di belakangnya dengan wajah serius.Tak jauh dari sana, rombongan Klan Su juga bergerak. Su Jing berjalan sejajar dengan beberapa tetua inti Klan Su sementara Su Yi mengikuti di belakang.Meski di permukaan ia datang untuk menemani Klan Xie mencari kebenaran, dalam hati Su Jing memiliki niatan lain.Selama bertahun-tahun, Klan Xiao dan Klan Xie
Bab 28. Tengah Malam dan Dua Inti.Malam sudah larut saat langkah kaki pelan terdengar mendekati halaman belakang yang hancur itu.Ju Na datang sambil membawa lentera kecil di tangannya. Cahaya kuning redup menerangi empat sosok yang masih berlutut saling berhadapan sejak sore tadi.Tian Fan tampa
Bab 27. Berlutut.Hening masih menyelimuti halaman keluarga Xiao.Angin sore berhembus pelan melewati puing-puing tanah yang retak dan pohon-pohon taman yang sebagian patah akibat benturan qi tadi.Pertarungan antara Tian Fan dan Lu Tang pun berhenti begitu saja, tak ada niatan dari Lu Tang untuk me
Bab 26. Luka.Namun berbeda dengan Lu Tang, Xiao Long justru menyipitkan mata sambil tersenyum tipis melihat itu semua. Ia bisa melihat sesuatu yang orang lain lewatkan.“Pengendalian yang luar biasa…”Tian Fan memang menyerang brutal, namun seluruh pukulannya sangat terukur. Tidak ada satupun yang
Bab 23. Duel dan Harga Sebuah Permintaan maaf.Xiao Long menatap Tian Fan dalam diam sambil memegang kedua lengan cucunya itu erat.Sorot mata lelaki tua tersebut perlahan berubah.Ada keterkejutan yang samar terlihat di wajahnya. Bagaimana tidak? Ia bisa merasakan jika otot di lengan Tian Fan teras







