بيت / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 58. Otak di Pantat.

مشاركة

Bab 58. Otak di Pantat.

مؤلف: Zayn Z
last update تاريخ النشر: 2026-06-21 17:15:44

Bab 58. Otak di Pantat.

Ucapan Tian Fan membuat suasana di depan Kediaman Klan Xiao menjadi semakin tegang.

Wajah Xie Wang memerah karena marah. Ia melangkah maju lalu berkata dengan suara dingin.

"Tian Fan, kau benar-benar pandai memutar balikkan keadaan. Kakak Pertamaku sekarang terbaring lumpuh, tetapi kau justru mencoba menjadikan dirimu sebagai korban. Apa kau pikir semua orang di sini bodoh?"

Tian Fan tidak menjawab.

Xie Wang melanjutkan, "Kau mengatakan kami datang untuk menutupi rasa ma
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 65. Akhirnya Diketahui.

    Bab 65. Akhirnya Diketahui.Tian Fan, Tang San, dan Shin berjalan berdampingan menuju aula utama Kediaman Klan Xiao. Di belakang mereka, Shui Xian sempat hendak mengikuti. Namun baru beberapa langkah berjalan, Shui Wen segera menahan lengan adiknya."Dari raut wajah mereka saja sudah terlihat kalau mereka akan membicarakan urusan penting. Kita sebaiknya tidak ikut," ucap Shui Wen pelan.Shui Xian sedikit mengerucutkan bibirnya. "Kenapa? Bukankah aku juga bisa mendengarkan?"Shui Wen hanya menggeleng sambil tersenyum tipis. "Karena ada beberapa pembicaraan yang lebih nyaman dilakukan di antara mereka sendiri."Sebenarnya bukan hanya itu alasannya. Sebelumnya Lu Tang telah diam-diam memperingatkannya."Kedua pria berjubah hitam itu bukan kultivator biasa. Bahkan sampai sekarang aku sama sekali tidak bisa melihat ranah mereka. Sebaiknya jangan mengganggu pembicaraan mereka."Mengingat perkataan itu, Shui Wen akhirnya memilih menarik adiknya kembali.Shui Xian sempat menoleh ke arah Tia

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 64. Tidak menoleh lagi

    Bab 64. Tidak menoleh lagiSuasana di depan Kediaman Klan Xiao masih dipenuhi keheningan setelah pernyataan Shui Xian yang mengejutkan semua orang. Tak seorang pun menyangka gadis bercadar yang masih misterius identitasnya itu itu akan mengumumkan di hadapan seluruh Kota Shui bahwa Tian Fan adalah tunangannya.Xiao Ling akhirnya melangkah mendekat. Ia menatap Tian Fan dengan senyum bangga sebelum berkata dengan lembut."Fan'er, urusan di sini biarkan Kakekmu dan para tetua yang menyelesaikannya. Kau sudah melakukan lebih dari cukup malam ini."Tian Fan menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara. "Baik, Bibi."Setelah itu ia berbalik memasuki Kediaman Klan Xiao. Di sampingnya, Shui Xian masih saja merangkul lengannya seolah tidak memiliki niat sedikitpun untuk melepaskannya. Tang San dan Shin berjalan santai mengikuti dari belakang, sementara Shui Wen dan Lu Tang ikut masuk bersama rombongan.Di belakang mereka, Su Yi hanya mampu berdiri terpaku.Tatapannya terus mengikuti punggung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 63. Penyesalan yang Terlambat

    Bab 63. Penyesalan yang TerlambatSuasana masih dipenuhi keheningan setelah hukuman yang diterima Xie Kang dan Xie Wang. Jeritan mereka yang menggema beberapa saat lalu masih terngiang di telinga semua orang. Di atas gerbang, Tang San tetap duduk santai tanpa sedikit pun menunjukkan emosi. Namun kali ini tekanan auranya perlahan bergeser dan mengarah kepada Su Jing.Seketika wajah Patriark Klan Su memucat. Keringat dingin mulai mengalir di dahinya. Ia buru-buru melangkah maju sambil menangkupkan kedua tangan."Senior, mohon tunggu. Aku tidak ikut menawar ataupun menghina Senior. Semua perkataan tadi adalah keputusan Xie Kang dan putranya. Aku sama sekali tidak terlibat dalam urusan itu."Nada bicaranya terdengar tergesa-gesa, seolah takut terlambat menjelaskan. Melihat ayahnya berada dalam situasi berbahaya, Su Yi akhirnya memberanikan diri melangkah keluar dari kerumunan. Wajahnya dipenuhi kecemasan saat menatap Tian Fan."Tian Fan... aku tahu Ayah telah melakukan banyak kesalahan. K

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 62. Jalan Buntu.

    Bab 62. Jalan Buntu.Xie Kang dan Su Jing benar-benar kehilangan kata-kata. Ledakan aura kenaikan ranah yang terus bermunculan dari dalam Kediaman Klan Xiao membuat wajah keduanya semakin suram. Terlebih lagi setelah awan tribulasi muncul di langit malam.Enam sambaran petir pembaptisan yang berputar di atas Kediaman Klan Xiao menjadi bukti yang tidak terbantahkan jika seseorang sedang menerobos menuju Ranah Langit dan itu terjadi di pihak musuh mereka.Bagi siapa pun yang memahami dunia kultivasi, pemandangan tersebut sama saja dengan lonceng kematian bagi Klan Xie dan Klan Su.Xie Wang terlihat paling terpukul. Wajahnya pucat dan kedua tangannya mengepal erat.Dalam bayangannya, malam ini seharusnya menjadi malam kehancuran Tian Fan dan Klan Xiao dan Klan Long seharusnya diinjak hingga hancur tanpa mampu melawan.Namun sekarang kenyataannya justru berbanding terbalik, yang hancur bukan Tian Fan namun melainkan mereka.Meski begitu, jauh di dalam hatinya masih tersisa secercah harap

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 61. Matahari Qi.

    Bab 61. Matahari Qi.Beberapa waktu sebelumnya di aula utama Klan Xiao.Di aula utama Kediaman Klan Xiao, Xiao Ling melangkah maju dan menyerahkan sebuah slip giok serta cincin spasial kepada ayahnya."Fan'er meminta aku menyerahkan ini kepada Ayah."Xiao Long menerima keduanya lalu segera memasukkan kesadarannya ke dalam slip giok. Tak lama kemudian suara Tian Fan terdengar dari dalamnya."Kakek, jika kau sedang mendengar pesan ini berarti Klan Xie dan Klan Su sudah bergerak. Di dalam cincin spasial ini terdapat beberapa alat formasi dan empat batu spirit tingkat menengah. Gunakan semuanya sesuai petunjuk yang kusertakan."Suara Tian Fan terdengar tenang dan penuh keyakinan."Aktifkan formasi itu di aula utama lalu kumpulkan seluruh anggota Klan Xiao dan Klan Long di dalamnya.""Jangan keluar apa pun yang terjadi. Biarkan aku yang mengurus Klan Xie dan Klan Su.""Aku tidak menjanjikan kemenangan, tetapi aku bisa menjamin satu hal. Setelah malam ini berakhir, kekuatan kedua klan kita

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 60. Harga yang Tidak Bisa Dibayar.

    Bab 60. Harga yang Tidak Bisa Dibayar.Wajah Xie Kang dan Su Jing terlihat sangat buruk. Sebagai Patriark dua klan besar, mereka baru saja ditantang secara terbuka oleh seorang junior di depan seluruh Kota Shui.Jika mereka menolak, wajah Klan Xie dan Klan Su akan hancur. Namun jika menerima, mereka juga tidak memiliki keyakinan penuh.Bukan karena lawannya adalah Tian Fan dan kondisi ranah mereka yang turun satu tingkat menjadi ranah Kaisar tingkat awal, alasan utamanya adalah karena sosok misterius berjubah hitam yang duduk di atas gerbang Kediaman Klan Xiao.Keberadaan seorang ahli Ranah Langit di belakang Tian Fan seperti gunung besar yang menekan hati mereka karena bukan tidak mungkin jika pria misterius itu akan ikut campur dalam pertarungan.Melihat keraguan yang muncul di wajah keduanya, sosok berjubah hitam itu tiba-tiba bergerak. Ia yang sebelumnya berdiri perlahan duduk di atas gerbang sambil menyilangkan kaki.Kemudian suaranya terdengar tenang berkata pada mereka."Kalia

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 29. Taman Baru.

    Bab 29. Taman Baru.Pagi hari tiba dengan langit cerah dan udara yang terasa segar.Shui Wen keluar dari kamar tamu sambil meregangkan tubuhnya perlahan. Meski luka dalam tubuhnya masih terasa nyeri akibat pertarungan kemarin, kondisinya sudah jauh lebih baik setelah mengonsumsi ramuan penyembuh.T

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 28. Tengah Malam dan Dua Inti.

    Bab 28. Tengah Malam dan Dua Inti.Malam sudah larut saat langkah kaki pelan terdengar mendekati halaman belakang yang hancur itu.Ju Na datang sambil membawa lentera kecil di tangannya. Cahaya kuning redup menerangi empat sosok yang masih berlutut saling berhadapan sejak sore tadi.Tian Fan tampa

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 27. Berlutut.

    Bab 27. Berlutut.Hening masih menyelimuti halaman keluarga Xiao.Angin sore berhembus pelan melewati puing-puing tanah yang retak dan pohon-pohon taman yang sebagian patah akibat benturan qi tadi.Pertarungan antara Tian Fan dan Lu Tang pun berhenti begitu saja, tak ada niatan dari Lu Tang untuk me

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 26. Luka.

    Bab 26. Luka.Namun berbeda dengan Lu Tang, Xiao Long justru menyipitkan mata sambil tersenyum tipis melihat itu semua. Ia bisa melihat sesuatu yang orang lain lewatkan.“Pengendalian yang luar biasa…”Tian Fan memang menyerang brutal, namun seluruh pukulannya sangat terukur. Tidak ada satupun yang

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status