FAZER LOGINBab 66. Pergi.Pagi yang tenang akhirnya menyelimuti Kota Shui setelah malam penuh pertumpahan darah itu berlalu.Di ruang utama Kediaman Klan Xiao, para petinggi kedua klan telah berkumpul. Xiao Long duduk di kursi utama, didampingi Xiao Ling, Long Fang, serta beberapa tetua inti Klan Xiao dan Klan Long. Di sisi lain ruangan tampak pula rombongan Kerajaan Shui yang masih belum kembali ke ibu kota, yaitu Putri Shui Xian, Pangeran Shui Wen, dan Lu Tang.Pembicaraan mereka sejak tadi hanya berputar pada satu hal—peristiwa semalam.Long Fang menjadi orang pertama yang memberikan laporan. Dengan nada tenang ia berkata bahwa seluruh urusan Klan Xie dan Klan Su telah diselesaikan."Xie Kang dan Su Jing sudah dieksekusi sesuai keputusan ayah. Adapun anggota keluarga mereka yang tersisa telah diusir keluar dari Kota Shui. Mulai hari ini, nama Klan Xie dan Klan Su resmi lenyap dari kota ini."Semua orang menganggukkan kepala.Xiao Ling kemudian melanjutkan penjelasan tersebut."Namun ada sedik
Bab 65. Akhirnya Diketahui.Tian Fan, Tang San, dan Shin berjalan berdampingan menuju aula utama Kediaman Klan Xiao. Di belakang mereka, Shui Xian sempat hendak mengikuti. Namun baru beberapa langkah berjalan, Shui Wen segera menahan lengan adiknya."Dari raut wajah mereka saja sudah terlihat kalau mereka akan membicarakan urusan penting. Kita sebaiknya tidak ikut," ucap Shui Wen pelan.Shui Xian sedikit mengerucutkan bibirnya. "Kenapa? Bukankah aku juga bisa mendengarkan?"Shui Wen hanya menggeleng sambil tersenyum tipis. "Karena ada beberapa pembicaraan yang lebih nyaman dilakukan di antara mereka sendiri."Sebenarnya bukan hanya itu alasannya. Sebelumnya Lu Tang telah diam-diam memperingatkannya."Kedua pria berjubah hitam itu bukan kultivator biasa. Bahkan sampai sekarang aku sama sekali tidak bisa melihat ranah mereka. Sebaiknya jangan mengganggu pembicaraan mereka."Mengingat perkataan itu, Shui Wen akhirnya memilih menarik adiknya kembali.Shui Xian sempat menoleh ke arah Tia
Bab 64. Tidak menoleh lagiSuasana di depan Kediaman Klan Xiao masih dipenuhi keheningan setelah pernyataan Shui Xian yang mengejutkan semua orang. Tak seorang pun menyangka gadis bercadar yang masih misterius identitasnya itu itu akan mengumumkan di hadapan seluruh Kota Shui bahwa Tian Fan adalah tunangannya.Xiao Ling akhirnya melangkah mendekat. Ia menatap Tian Fan dengan senyum bangga sebelum berkata dengan lembut."Fan'er, urusan di sini biarkan Kakekmu dan para tetua yang menyelesaikannya. Kau sudah melakukan lebih dari cukup malam ini."Tian Fan menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara. "Baik, Bibi."Setelah itu ia berbalik memasuki Kediaman Klan Xiao. Di sampingnya, Shui Xian masih saja merangkul lengannya seolah tidak memiliki niat sedikitpun untuk melepaskannya. Tang San dan Shin berjalan santai mengikuti dari belakang, sementara Shui Wen dan Lu Tang ikut masuk bersama rombongan.Di belakang mereka, Su Yi hanya mampu berdiri terpaku.Tatapannya terus mengikuti punggung
Bab 63. Penyesalan yang TerlambatSuasana masih dipenuhi keheningan setelah hukuman yang diterima Xie Kang dan Xie Wang. Jeritan mereka yang menggema beberapa saat lalu masih terngiang di telinga semua orang. Di atas gerbang, Tang San tetap duduk santai tanpa sedikit pun menunjukkan emosi. Namun kali ini tekanan auranya perlahan bergeser dan mengarah kepada Su Jing.Seketika wajah Patriark Klan Su memucat. Keringat dingin mulai mengalir di dahinya. Ia buru-buru melangkah maju sambil menangkupkan kedua tangan."Senior, mohon tunggu. Aku tidak ikut menawar ataupun menghina Senior. Semua perkataan tadi adalah keputusan Xie Kang dan putranya. Aku sama sekali tidak terlibat dalam urusan itu."Nada bicaranya terdengar tergesa-gesa, seolah takut terlambat menjelaskan. Melihat ayahnya berada dalam situasi berbahaya, Su Yi akhirnya memberanikan diri melangkah keluar dari kerumunan. Wajahnya dipenuhi kecemasan saat menatap Tian Fan."Tian Fan... aku tahu Ayah telah melakukan banyak kesalahan. K
Bab 62. Jalan Buntu.Xie Kang dan Su Jing benar-benar kehilangan kata-kata. Ledakan aura kenaikan ranah yang terus bermunculan dari dalam Kediaman Klan Xiao membuat wajah keduanya semakin suram. Terlebih lagi setelah awan tribulasi muncul di langit malam.Enam sambaran petir pembaptisan yang berputar di atas Kediaman Klan Xiao menjadi bukti yang tidak terbantahkan jika seseorang sedang menerobos menuju Ranah Langit dan itu terjadi di pihak musuh mereka.Bagi siapa pun yang memahami dunia kultivasi, pemandangan tersebut sama saja dengan lonceng kematian bagi Klan Xie dan Klan Su.Xie Wang terlihat paling terpukul. Wajahnya pucat dan kedua tangannya mengepal erat.Dalam bayangannya, malam ini seharusnya menjadi malam kehancuran Tian Fan dan Klan Xiao dan Klan Long seharusnya diinjak hingga hancur tanpa mampu melawan.Namun sekarang kenyataannya justru berbanding terbalik, yang hancur bukan Tian Fan namun melainkan mereka.Meski begitu, jauh di dalam hatinya masih tersisa secercah harap
Bab 61. Matahari Qi.Beberapa waktu sebelumnya di aula utama Klan Xiao.Di aula utama Kediaman Klan Xiao, Xiao Ling melangkah maju dan menyerahkan sebuah slip giok serta cincin spasial kepada ayahnya."Fan'er meminta aku menyerahkan ini kepada Ayah."Xiao Long menerima keduanya lalu segera memasukkan kesadarannya ke dalam slip giok. Tak lama kemudian suara Tian Fan terdengar dari dalamnya."Kakek, jika kau sedang mendengar pesan ini berarti Klan Xie dan Klan Su sudah bergerak. Di dalam cincin spasial ini terdapat beberapa alat formasi dan empat batu spirit tingkat menengah. Gunakan semuanya sesuai petunjuk yang kusertakan."Suara Tian Fan terdengar tenang dan penuh keyakinan."Aktifkan formasi itu di aula utama lalu kumpulkan seluruh anggota Klan Xiao dan Klan Long di dalamnya.""Jangan keluar apa pun yang terjadi. Biarkan aku yang mengurus Klan Xie dan Klan Su.""Aku tidak menjanjikan kemenangan, tetapi aku bisa menjamin satu hal. Setelah malam ini berakhir, kekuatan kedua klan kita
Bab 41. Menendang batu karang.Wajah Xie Wang sudah menghitam sepenuhnya karena emosi yang tidak tertahan, kini ia berdiri di tengah lantai dua Restoran Giok Hijau dengan dada naik turun karena amarah yang memuncak.Di sekelilingnya, meja dan kursi sudah berantakan akibat tersungkurnya Su Yi oleh p
Bab 40. UndanganTak lama setelah keramaian di depan Toko Long berakhir, seorang pelayan datang membawa pesan, pelayan membawa sebuah kartu undangan berwarna hijau giok."Tuan Muda…Nona Su Yi mengundang Tuan Muda ke Restoran Giok Hijau."Di dalam toko, beberapa pelayan langsung saling berpandangan,
Bab 39. Efek dari Sebuah UmpanPerkataan Tian Fan di depan Toko Long jelas bukan sekadar pengumuman biasa.Orang-orang yang berkumpul di sana bukan hanya pejalan kaki yang kebetulan lewat. Di antara kerumunan terdapat anggota berbagai keluarga besar, pelayan kepercayaan para patriark, hingga perwa
Bab 38. Pembukaan. Lan Ren baru saja kembali dari salah satu cabang Toko Long ketika ia melihat sesuatu yang aneh. Di dalam toko, hampir seluruh pelayan berkumpul di sekitar rak pajangan utama. Mereka berdiri mematung dengan ekspresi tidak percaya. "Apa yang terjadi?" gumamnya. Lan Ren seger







