共有

Tuntutan Kepatuhan

作者: Aksara_Lizza
last update 公開日: 2026-08-16 12:03:41

Sinar matahari pagi menembus celah gorden sutra kamar tidur utama, memantul di atas cermin tinggi berukir emas tempat Axel berdiri merapikan kemejanya.

Kehangatan dan intensitas yang tercipta di atas ranjang semalam tidak serta-merta melenyapkan rasa penasaran dan ganjalan yang mengendap di dalam dada Freya.

Luka atas pembatasan ruang gerak dan perlakuan Axel terhadap Thomas masih tertanam utuh, menuntut kejelasan yang jujur dari bibir suaminya.

Freya bangkit dari tepi tempat tidur, merapikan g
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Baru Permulaan

    Pertanyaan mendesak yang dilontarkan Freya menggantung pekat di udara, menyisakan ketegangan baru yang amat intim.Axel tidak langsung menjawab.Pria itu justru melangkah makin dekat, menatap lekat wajah Freya dengan intensitas yang begitu membakar hingga membuat dada Freya berdebar tak menentu."Ketegangan bisnis dan perjanjian utang itu tidak ada hubungannya dengan keturunan kita kelak, Freya," ucap Axel dengan suara rendah nan berat, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya."Kita bisa melakukannya setiap hari agar rahimmu segera terisi benihku."Mendengar ucapan yang teramat gamblang itu, Freya seketika menelan ludahnya dengan susah payah.Rasa hangat menyergap wajahnya, disusul gelombang desakan emosi yang bercampur antara kepasrahan dan gairah yang membingungkan.Freya menatap Axel yang mulai memajukan tubuhnya seraya membuka kancing kemejanya satu per satu secara perlahan."Apakah... apakah itu artinya kau akan menyentuhku sekarang?" tanya Freya dengan nada suara yang terputu

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Desakan Terselubung

    Pasca-santap siang yang menguras emosi usai, rombongan keluarga besar Leonardo membagi aktivitas mereka di kediaman utama.Langkah kaki beraturan dari para pria terdengar menggema saat Ayah Juan, Verrel, dan Axel melangkah menyendiri menuju ruang kerja pribadi di lantai dua.Ruangan bernuansa kayu mahoni tebal itu seketika diisolasi untuk membahas urusan akuisisi bisnis serta strategi ekspansi perusahaan keluarga yang sempat tertunda.Di dalam ruang kerja yang tenang, Ayah Juan berjalan mendekati meja kerja utama, lalu memutar tubuhnya menatap Axel. Pria tua itu menyunggingkan senyum tipis yang amat jarang diperlihatkannya."Pengakuan Freya di meja makan tadi sangat mengesankan, Axel," buka Ayah Juan dengan suara berat nan mantap."Aku bangga melihat bagaimana kau membimbingnya. Rumah tanggamu tampak jauh lebih harmonis dari yang kubayangkan."Axel yang sedang berdiri merapikan kancing kemejanya hanya mengangguk kaku. "Freya tahu betul posisi dan tanggung jawabnya, Ayah."Ayah Juan me

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Perasaan yang Terombang-ambing

    Ketegangan membeku yang sempat menguasai ruang makan perlahan-lahan mencair seiring dengan respons yang diberikan oleh para sesepuh keluarga.Ayah Juan menyandarkan punggungnya di kursi kayu jati berukir mewah, menganggukkan kepala secara perlahan dengan raut wajah puas dan bangga atas ketegasan serta keanggunan yang ditunjukkan oleh menantunya."Pernyataan yang amat bermartabat, Freya," puji Ayah Juan dengan nada suara berat yang tak lagi kaku."Keluarga Leonardo memang membutuhkan sosok pendamping yang memiliki keteguhan hati serta keberanian untuk berdiri tegap di situasi sulit."Dada Freya bergetar pelan mendengar pengakuan tersebut. Rasa sesak yang sejak awal menghimpit ulu hatinya perlahan surut, berganti dengan helaan napas lega yang tertahan.Verrel menimpali dari sisinya dengan senyuman tipis yang hangat, menyilangkan kedua tangannya santai."Saya harus mengakui, kejujuran dan ketenanganmu dalam mempertahankan kehormatan rumah tangga di bawah tekanan interogasi tadi amat meng

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Hanya Menjalankan Peran

    Dampak dari pengakuan tulus Freya mengguncang bagian terdalam dari diri Axel.Pria yang biasanya selalu memegang kendali penuh atas emosi dan ekspresi wajahnya itu seketika terdiam seribu bahasa di tempatnya.Tatapan mata elang Axel mendadak membeku, tertuju amat tajam pada sosok Freya yang masih berdiri tegak dengan keanggunan kaku di sampingnya.Di balik topeng datarnya yang kian mengeras, benak Axel bergolak hebat, mencoba mencerna dan menguraikan barisan kalimat yang baru saja diucapkan oleh istrinya di hadapan seluruh klan Leonardo.Ketegangan internal yang membakar dada Axel berpusat pada benturan psikologis yang teramat rumit.Pria itu terjebak dalam dilema dan kebingungan mendalam: apakah jawaban luar biasa yang diberikan Freya hanyalah sebuah bentuk sandiwara yang dipersiapkan dengan sangat sempurna demi menjaga harga diri serta mematuhi perintahnya untuk tampil tanpa cela, ataukah kalimat-kalimat emosional itu sungguh-sungguh merupakan ungkapan hati nurani Freya yang jujur d

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Pengakuan di Ujung Ketegangan

    Freya memalingkan wajahnya sejenak, menatap lurus ke dalam manik mata elang milik Axel yang berdiri tepat di sampingnya.Dalam sepersekian detik keheningan yang menyiksa itu, Freya menyerap ketegangan suaminya.Ia merasakan bagaimana cengkeraman jemari kekar Axel di pinggangnya kian mengerat, sebuah pijatan intim yang seolah menyalurkan seluruh sisa daya untuk menopang tubuhnya.Freya mengumpulkan seluruh sisa keberanian di dalam dadanya sebelum akhirnya memutar tubuhnya kembali menghadap Ibu Manda secara utuh.Dengan dagu terangkat dan suara yang tetap tenang namun bergetar penuh penghayatan mendalam, Freya mematahkan kecurigaan Ibu Manda secara tegas dan gamblang.Topik pembicaraan malam itu sepenuhnya berfokus pada pembelaan emosional Freya atas kehormatan pernikahannya yang selama ini dipertanyakan."Jika Ibu menduga bahwa pernikahan ini hanyalah sekadar transaksi dingin, kesepakatan bisnis, atau perjanjian di atas kertas formalitas belaka..." buka Freya dengan nada suara yang ter

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Tuntutan Jawaban Mutlak

    "Cukup, Ibu! Pertanyaan Ibu benar-benar sudah sangat melintasi batas kesopanan!" tegur Evelyn tajam seraya menatap dengan penuh amarah saat menatap Manda."Freya adalah Nyonya rumah di sini. Dia sudah menyambut kita semua dengan sangat baik sejak kita menginjakkan kaki di vila ini. Tidak sepantasnya Ibu mempermalukannya seperti ini di meja makan, apalagi tidak menghargai keputusan Axel dalam memilih pasangan hidupnya!"Manda memiringkan kepalanya sedikit, menatap putri kandungnya dengan raut wajah tak percaya sekaligus tersinggung.Perdebatan kecil seketika meletus di meja makan saat kedua wanita berdarah bangsawan itu saling melempar argumen yang kian memanas mengenai batasan privasi anak dan hak orang tua untuk tahu."Jangan mengguruiku, Evelyn!" balas Manda dengan intonasi yang tak kalah tinggi dan sengit."Aku adalah ibunya! Sebagai seorang ibu, aku berhak tahu apakah putraku menikah dengan wanita yang benar-benar mencintainya atau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Ka

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status