LOGINHai, VIC Readers, Jangan lupa taruh di rak koleksi buku kalian, koment yang positive yuk.. agar aku semangat. Btw, aku update bab tiga kali sehari antara pukul 08.00 - 20.00 WIB. Segera, visual Lana dan Rey akan tersedia di IG serta TikTok @vanillaicecreamm2025. 🍦
"Justru itu tugasmu! Cari tahu. Cepat ajak dia bertemu; pura-pura pingsan atau tertabrak bajaj, terserah kau! Intinya, cari tahu apa yang mereka bicarakan dengan polisi!""Ah, kau ini! Kalau sedang butuh saja baru memberitahu soal kepulangan Reyner karena dia ke kepolisian. Coba kalau dia tidak melakukan hal yang mencurigakan, kau pasti tidak akan kabari aku, Bang!" sembur Kimmy jengkel, teringat betapa galaknya Garry padanya kemarin.Garry mendengus kasar, terdengar suara pemantik api dari seberang telepon. "Jangan banyak protes! Ini demi keselamatan kita berdua. Kalau Reyner sampai tahu siapa ayah dari janin itu, bukan cuma aku yang habis, tapi kamu juga akan didepak dari kampus itu dengan cara yang memalukan!"Garry menjeda ucapannya sebentar, menghisap rokoknya dalam-dalam. "Lakukan saja perintahku. Hubungi dia sekarang, pasang suara paling menyedihkan yang kamu punya. Pastikan dia tidak punya waktu untuk bicara lebih lama dengan polisi karena har
Pukul sepuluh pagi, suasana di ruang pertemuan terbatas kantor polisi terasa sangat tegang. Tiara duduk dengan raut wajah cemas namun tegas. Sebagai kakak ipar Lana, ia merasa bertanggung jawab penuh untuk membersihkan nama Reyner dari jebakan kehamilan Kimmy yang licik.Di hadapannya, Hans membentangkan denah teknis yang didapat dari informannya."Ini denah WiKen Club 2, Rey. Lokasinya sangat mencengangkan Klab ini terhubung langsung dengan Griya Spa lewat lorong rahasia di bagian belakang," jelas Hans sambil menunjuk titik merah di peta."Mata-mata kita, Haris, melaporkan bahwa pergerakan terapis dilakukan lewat jalur itu. Dia juga melihat Maura diserung disiksa di gudang bawah tanah WiKen 2 tiga hari yang lalu.""Kita harus cepat. Maura tahu terlalu banyak. Dia mendengar sendiri rencana Garry dan Kimmy untuk menjebakmu dengan kehamilan palsu itu, Rey. Garry tahu Maura menguping lewat CCTV, makanya dia disekap. Jika kita terlambat, merek
"Gantian," bisik Lana dengan tatapan menantang yang belum pernah Reyner lihat sebelumnya. "Jangan pikir hanya kamu yang bisa membuatku gila malam ini."Reyner menaikkan sebelah alisnya, terkejut sekaligus sangat tertantang. "Oh ya? Kamu yakin bisa melakukannya, Sayang?"Lana tidak menjawab dengan kata-kata. Ia merangkak perlahan, membiarkan rambut kepangnya menyapu dada telanjang Reyner. Dengan gerakan berani, ia memposisikan dirinya di antara kedua kaki suaminya yang kokoh.Jemari lentiknya mulai menyentuh milik Reyner yang sudah menegang sempurna, mengelusnya dengan ritme yang sengaja dibuat lambat untuk menyiksa kesabaran pria itu."Lana... kamu menggodaku." geram Reyner, tangannya mencengkeram seprai hingga urat-urat lengannya menonjol.Lana mendongak, memberikan senyum nakal yang sangat manis. "Bukankah kamu tadi bilang, 'nikmati saja'?"Tanpa membuang waktu lagi, Lana mulai memberikan serangan balas dendamnya. Ia mengg
"Mau aku cicipi milikmu? Pakai lidah... Belum pernah, kan?" goda Reyner, sambil memberikan gigitan kecil yang menggoda di bahu mulus Lana.Mata Lana membelalak seketika, jantungnya berdegup dua kali lebih kencang mendengar tawaran nekat itu. Wajahnya terasa terbakar sampai ke telinga, membayangkan sesuatu yang selama ini hanya ia baca dalam novel dewasa kini akan dilakukan Reyner padanya."Rey! Kamu serius?" tanya Lana dengan suara bergetar karena malu sekaligus penasaran. Ia meremas seprai kasur dengan erat. "A-aku malu... tapi kalau kamu mau, lakukanlah dengan lembut.""Tentu, Sayang. Aku akan memujamu dengan sepenuh hati. Berbaringlah yang nyaman," bisik Reyner seraya menyingkap selimut tebal itu hingga jatuh ke lantai.Perlahan, ia memberikan kecupan di kening, pipi, leher, hingga tulang selangka Lana. Saat bibirnya mencapai dada dan turun ke perut yang sedikit membuncit, Reyner berhenti cukup lama. Ia mencium dan mengusap perut itu de
Napas Reyner memburu. Ia perlahan menarik panties Lana, membiarkan keindahan pribadi istrinya terekspos sepenuhnya di bawah remang lampu kamar. Tatapan Reyner menggelap oleh gairah, namun ada pemujaan yang mendalam di sana."Rey, pelan-pelan, ya..." bisik Lana dengan nada khawatir. Ia melirik perutnya yang sedikit membuncit, ada nyawa kecil yang sedang mereka nantikan bersama di dalam sana.Reyner mendongak sejenak, menatap mata Lana dengan tatapan meyakinkan yang sangat teduh. "Aku tahu, Sayang. Aku tidak akan menyakitimu ataupun anak kita. Aku akan sangat berhati-hati," bisiknya.Dengan gerakan maskulin yang sangat tenang, Reyner bangkit sedikit untuk melepaskan kaos sleeveless yang dikenakannya.Otot-otot bahu dan lengannya yang kokoh tampak menegang saat ia menyentakkan pakaian itu melewati kepala, lalu membuangnya ke sembarang arah.Pandangannya tidak lepas dari Lana saat ia menanggalkan celana pendeknya, membiarkan tubuh atleti
Taksi berhenti tepat di depan lobi apartemen. Reyner segera membawa tas ranselnya masuk ke dalam kamar Lana yang tertata rapi dan beraroma lavendel yang menenangkan. Sementara itu, Lana sibuk di dapur, menyiapkan minuman hangat sambil merapikan bekal lauk dari Tiara untuk sarapan besok.Saat Lana sedang menuang air panas ke dalam cangkir, tiba-tiba sepasang lengan kekar melingkar erat di pinggangnya dari belakang. Reyner menyandarkan dagunya di bahu Lana, menghirup aroma rambut istrinya dalam-dalam."Aku merindukanmu, Sayang," bisik Reyne, suaranya penuh kerinduan.Lana tersenyum simpul, menyandarkan kepalanya ke dada Reyner sambil mengusap lembut lengan suaminya. "Aku juga sangat merindukanmu, Rey. Rasanya lega bisa sedekat ini lagi bersamamu.""Aku punya sesuatu untukmu..." Reyner merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah kotak perhiasan beludru khas toko emas ternama dan sedikit mengguncangnya di depan wajah Lana."Apa itu? P







