Share

45. Rencana Pindah

last update Tanggal publikasi: 2026-03-25 08:46:07

​"Darimana kau tahu alamat Reyner di sini? Perasaan tak satu pun keluarga Papa Julian tahu letak persisnya. Kau memata-matai kami, ya? Dan apa tujuanmu kemari? Kau lupa, ya, kalau tidak ada bonding apalagi hubungan fisik dengan Rey?" desak Lana telak.

​Kimmy menyesap es tehnya perlahan, lalu tersenyum miring dengan sorot mata licik. "Jangan terlalu percaya diri, Lana. Di dunia ini tidak ada rahasia yang tidak bisa dibeli, apalagi kalau sekadar alamat kontrakan kumuh seperti ini.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Manis Istri Siri   135. Konfrontasi Gagal

    Ponsel Lana berdering di tengah rapat bersama tim kreatif. Layar menampilkan nama 'Papa'. Lana menghela napas sejenak, lalu menoleh ke arah stafnya."Sebentar ya, Indra. Lanjutkan dulu, Papaku menelepon.""Baik, Bu."Lana melangkah keluar ruangan, sudah bisa memprediksi ke mana arah pembicaraan ini."Halo, Pa. Ada apa?""Lana, Papa ke Jakarta hari ini. Ini soal Mitha, kamu jangan menghindar.""Oh, Papa menemuiku jauh-jauh hanya untuk Mitha?" Lana tersenyum getir. Untuk anak sambungnya, sang papa rela bersusah payah, sementara saat Lana pindah ke Jakarta dulu, ayahnya bahkan tidak pernah berbasa-basi menanyakan kabar. "Silakan datang ke Bogor, pintuku selalu terbuka untuk Papa. Sampai nanti, Pa. Aku sedang bekerja mengurus kekacauan yang dibuat Mitha karena ku rugi ratusan juta."Lana langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu balasan.****Lana melangkah masuk ke ruangannya setelah rapat u

  • Jerat Manis Istri Siri   134. Mitha Harus Bebas

    Setelah telepon terputus, kegaduhan terjadi di rumah Rezza. Dinda meledak histreris, membuang apa pun yang ada di dekatnya ke lantai."Pokoknya Mitha harus keluar, Mas! Aku tidak mau tahu!" teriak Dinda dengan napas memburu. Ia menatap Rezza tajam, mulai melancarkan jurus manipulatifnya. "Kalau kamu memang mencintaiku seperti yang selalu kamu katakan, buktikan sekarang! Apa kamu tega melihat istrimu ini mati perlahan karena memikirkan anaknya di penjara?"Rezza terpaku di tempatnya. Hatinya berkecamuk hebat. Mengganti kerugian yang diperbuat Mitha bukanlah nominal yang kecil; jujur, angka itu sangat memberatkan finansialnya. Namun, melihat air mata Dinda, pertahanannya runtuh."Siapkan barang-barangmu. Kita berangkat ke Jakarta malam ini juga," perintah Rezza akhirnya.Ia memutuskan untuk menemui Lana secara langsung. Dari Surabaya ke Jakarta, Rezza rela menempuh perjalanan udara demi memohon pada putri kandungnya itu—meski ia tahu, menghadap

  • Jerat Manis Istri Siri   133. Mitha Diciduk

    Mitha terpojok, ia mulai meracau panik. "Aku... aku hanya mengira itu dokumen rutin, Mas Rey! Aku tidak bermaksud—" "Cukup, Mith," potong Reyner. Ia meraih telepon di mejanya. "Keamanan, bawa Mitha ke ruang rapat kecil dan panggil tim hukum. Jangan biarkan dia menyentuh komputernya lagi." Mitha ditarik keluar oleh dua petugas keamanan sambil terisak histeris, memanggil nama Reyner yang sama sekali tidak menoleh. Setelah pintu tertutup, Lana melipat tangannya di dada, menatap Reyner yang nampak sangat terpukul sekaligus malu. "Dua kali aku memperingatkanmu tentangnya, Mas. Sekarang, urusan ini akan diselesaikan secara profesional oleh tim hukumku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh bisnisku, bahkan adik tiriku sendiri," ucap Lana datar. Ia berbalik, melangkah keluar ruangan tanpa menunggu jawaban Reyner. Di lorong kantor, Lana mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Dante.

  • Jerat Manis Istri Siri   132. Menyingkirkan Mitha

    Suasana di ruang makan terasa hangat, Reyner menyesap kuah supnya perlahan, lalu terdiam sejenak seolah ada yang berbeda dengan ingatannya."Masakan Bibi tidak buruk," ujar Reyner, "tapi entah kenapa, aku mendadak rindu masakanmu, Lan. Rasanya beda."Lana yang sedang menyendok nasi hanya tersenyum tipis, menanggapi pujian terselubung itu dengan tenang. Sejak kepulangan mereka dari babymoon beberapa bulan lalu, Reyner memang bersikeras mempekerjakan ART tambahan agar Lana tidak terlalu lelah dan bisa fokus pada kehamilannya—atau setidaknya, itulah yang Reyner percayai."Padahal resep yang Bibi pakai itu persis seperti yang sering kubuat, Mas," sahut Lana.Reyner menggeleng, "Tetap saja beda. Mungkin setelah urusan kantor agak reda, bisakah sekali saja kamu masak menu andalanmu itu? Aku benar-benar merindukan rasa yang dulu."Lana mengangguk pelan, meski dalam hati ia sedang memikirkan hal lain. "Tentu, kalau memang Mas mau. Tapi janga

  • Jerat Manis Istri Siri   131. Rencana Lana

    Sore itu, Lana duduk di ruang kerjanya yang berpenerangan redup, menatap layar monitor yang menampilkan real-time log activity dari sistem logistik perusahaan Reyner. Di sudut bibirnya, tersungging senyum tipis yang dingin saat melihat akun bernama "Mitha_Admin" baru saja melakukan perubahan status pada manifes pengiriman bernomor fiktif yang sengaja ia siapkan.​"Kena kau," bisik Lana sambil tersenyum miring.​Ternyata, pengiriman bahan mentah dari Afrika besok pagi hanyalah umpan. Berlian-berlian asli itu sudah aman berada di gudang rahasia Lana sejak dua hari lalu melalui jalur logistik pribadi yang tidak diketahui siapa pun. Dokumen yang sengaja ia biarkan "terbuka" di meja Reyner tadi pagi adalah jebakan fiktif dengan nilai asuransi yang sengaja digelembungkan untuk memancing kerakusan dan kelicikan Mitha.​Lana meraih ponselnya, lalu melakukan panggilan singkat. "Dante, umpan sudah dimakan. Siapkan tim hukum dan pastikan orang-orang di Bea Cukai

  • Jerat Manis Istri Siri   130. Reyner Mulai Jengah

    Di kantornya, Reyner mulai jengah saat Mitha terus memanggilnya "Mas" sejak identitas wanita itu sebagai adik tiri Lana terungkap. "Mitha, jaga profesionalisme kerja saat di kantor meski hanya ada kamu dan saya. Panggil Pak! Kamu paham tidak? Sudah berapa kali saya ingatkan?" Mitha mengerucutkan bibirnya, lalu mendekat ke meja Reyner dengan tatapan manja. "Galak sekali, Pak. Apa ini karena Kak Lana? Padahal dulu Bapak tidak keberatan." Reyner langsung berdiri, menciptakan jarak tegas saat Mitha mulai melangkah terlalu dekat. Ia merasa muak dengan gelagat wanita di depannya ini. "Segera verifikasi kiriman bahan mentah milik *L'Aura by Lana*. Kamu tahu, kan? Bisnis istriku adalah prioritas utama. Jangan sampai tertukar dengan dokumen manifes lainnya," perintah Reyner. Mitha tersenyum masam, tatapannya menyiratkan rasa tidak suka yang terpendam. "Tentu, Pak. Sudah diproses. Kalau begitu, saya permisi

  • Jerat Manis Istri Siri   16. Duo Iri Dengki Beraksi

    Pagi itu, Reyner bersiap berangkat ke Semarang. Lana tampak sibuk menyiapkan sarapan, sebuah pemandangan layaknya suami istri yang saling mencintai, namun sama-sama terhalang gengsi.Di meja makan tersaji bandeng goreng, sayur bayam, dan sambal terasi hasil ulekan cobek barunya.

  • Jerat Manis Istri Siri   13. Benda Purbakala

    "Tapi dia bebas menyentuhmu..." "Dia tidak bebas, Lana! Berhenti memutarbalikkan fakta." Rey mendengus kasar sembari kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Statusmu sebagai istriku itu mutlak di mata hukum dan keluargaku. Jangan perna

  • Jerat Manis Istri Siri   12. Open Relationship

    Tak berapa lama, Lana keluar dengan pakaian berbeda. Sebuah tas selempang tersampir di bahunya, sementara tangannya menggenggam kunci mobil."Mau ke mana kamu, Lan? Kabur?""Kabur? Itu bukan gayaku untuk menyerahkanmu secara cuma-cuma pada Kimmy," ucapnya sambil tertaw

  • Jerat Manis Istri Siri   11. Ketahuan

    "Halo, pagi Mama," sapa Lana lembut. "Bagaimana kabarmu? Nyenyak tidurnya semalam?" "Nyenyak, Ma, Alhamdulillah." "Apa Rey masih ketus padamu?" Rey yang sedari tadi menyimak langsung memasang muka keruh di depan Lana. Lana melirik Rey sambil menahan tawa, lalu menjawab tenang, "Tidak kok,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status