Share

Terapi Mendadak

Author: Kuldesak
last update publish date: 2026-01-23 15:12:12

"Ini benar-benar nggak beres."

Dokter Ryu, pria dengan kacamata berbingkai tipis itu, menghela napas panjang. Ia menjauhkan iris matanya dari lensa bidik mikroskop, lalu menatap tabung reaksi kecil berisi cairan bening di tangannya.

Cairan itu adalah sampel dari botol obat yang Chloe berikan padanya tempo itu. Sang dokter bahkan tak tidur karena penasaran dengan kandungan dalam obat tersebut.

Dan pagi ini, wajah sang dokter terlihat begitu lesu tanpa filter.

"Dasar wanita gila," desis Ryu, m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Siaga

    "Cepat putuskan kabel sialan itu, Yuri!" bisik Ivan kasar, suaranya menggema tertahan, beradu dengan cicitan air yang mengalir di dalam lorong drainase yang gelap, lembap, dan berbau logam berkarat."Aku sedang berusaha! Kau pikir membongkar segel titanium ini semudah memotong keju? Diamlah dan awasi belakang kita!" balas Yuri dengan napas terengah-engah. Peluh sebesar biji jagung menetes dari balik kacamata night vision yang Yuri kenakan, membasahi masker rebreather yang melekat di wajahnya.Kedua pria berseragam selam serba hitam itu bergelantungan di dalam terowongan sempit yang pengap, tepat di bawah fondasi utama vila Arsenio di Maldevis. Tangan Yuri yang terbungkus sarung tangan taktis dengan cekatan menggunakan alat las plasma mini, membuat percikan api biru kecil yang perlahan melelehkan engsel pelat baja ventilasi udara raksasa di hadapan mereka."Persetan dengan keju! Jordan Arsenio sedang mengamuk seperti iblis di atas sana, menghabisi regu pancingan di pantai!" geram Iva

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bulan Madu Berdarah

    Crang!Pecahan kaca berhamburan di udara, memantulkan cahaya api dari kejauhan sebelum jatuh bergemerincing ke atas dek kayu.Jordan tidak bergeming sedikit pun. Ibu jarinya perlahan naik, menyeka darah segar yang menetes dari pelipisnya. Pria itu menatap noda merah di ujung jarinya, lalu sebuah tawa rendah dan serak meluncur dari bilah bibir Jordan. Bukan tawa panik, melainkan tawa murni seorang psikopat yang baru saja dibangunkan dari tidurnya."Mereka baru saja merusak wajah tampanku," gumam Jordan teramat tenang.Jordan menekan earpiece di telinganya. "Mogi. Mata ganti mata. Temukan penembak jitu bajingan itu dan buat dia buta selamanya.""Angin arah barat laut, jarak seribu dua ratus meter," lapor Mogi dari ujung saluran komunikasi, suaranya sedatar mesin pembunuh. "Target terkunci, Bos."Dor!Sebuah letusan senapan laras panjang kaliber .50 membelah langit dari arah menara utara vila.Hanya jeda dua detik, lalu terlihat siluet salah satu penembak di atas speedboat terdepan ter

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Serangan

    "Makasih." Chloe menerima kelapa dingin itu dengan senyum yang kembali mengembang. Ia menyedot air kelapa itu perlahan, membiarkan rasa manis dan segar membasahi tenggorokannya."Enak?" tanya Jordan lembut, jemarinya menyisir rambut panjang Chloe yang tertiup angin pantai."Banget," gumam Chloe puas. "Tahu begini, dari kemarin-kemarin kita liburan ke sini. Udaranya enak, tenang." Jordan hanya membalas ucapan istri itu dengan senyum simpul. Tepat saat ibu jari pria itu mengusap pipi istrinya, sebuah suara mendesak memecah keheningan di telinga kanannya melalui earpiece."Bos! Darurat!" Suara Leo terdengar terburu-buru. "Kapal pesiar putih itu tiba-tiba menyalakan mesin ganda. Mereka melaju dengan kecepatan penuh, memotong jalur langsung menuju perairan kita!"Gerakan tangan Jordan di pipi Chloe terhenti. Rahangnya seketika mengeras."Berapa lama sampai batas ranjau?" gumam Jordan sangat pelan, nyaris tanpa menggerakkan bibirnya."Kurang dari empat puluh detik! Tapi Bos, sensor therma

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kapal Misterius

    Cahaya matahari tropis menyusup lewat celah tirai lebar, memantul di lantai kayu kamar utama dan menari di permukaan kaca balkon. Chloe menggeliat pelan di atas kasur yang berantakan. Sisi ranjang di sebelahnya kosong, sudah dingin.“Daddy?” panggil Chloe dengan suara serak khas baru bangun tidur.Tidak ada jawaban dari kamar mandi. Matanya menyapu seisi kamar, lalu terpaku pada pintu balkon yang sedikit terbuka. Dari sana tampak siluet Jordan berdiri memunggungi kamar, mengenakan celana linen pendek dan kemeja pantai yang tidak dikancingkan. Bahunya tegang. Tangan kanannya memegang ponsel satelit.Di luar, laut Maldives membentang biru dan tenang. Pemandangan itu terlalu sempurna untuk mengiringi suara dingin yang keluar dari mulut Jordan.“Ulangi,” kata Jordan pendek.Dari seberang telepon, suara Leo terdengar hati-hati. “Mereka membuang sauh tepat tiga mil dari batas radar pertahanan pulau, Bosman. Dari atas kelihatan seperti yacht turis biasa—ada beberapa wanita berjemur di dek.

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Hanya Kamu, Titik!

    Tiga belas jam penerbangan akhirnya berlalu. Sinar matahari tropis yang terik dan hamparan air laut sebening kristal menyambut kedatangan rombongan Arsenio di pulau privat Maldives. Vila utama yang berdiri anggun di atas perairan dangkal itu semestinya menjadi saksi bulan madu Jordan dan Chloe—tenang, mewah, dan romantis.Sayangnya, begitu koper-koper diturunkan dan para staf mulai bergerak, suasana pulau itu justru berubah aneh. Aroma laut asin yang seharusnya menyegarkan malah kalah oleh bau bawang putih, cabai, dan terasi bakar yang menyeruak dari dek vila.“Nyonya Chloe, ini daging lobster yang sudah saya timbang,” ujar Nayla dengan sopan sambil meletakkan piring kecil dan timbangan digital di meja payung pantai. “Tepat seratus lima puluh gram, sesuai takaran protein harian Nyonya.”“Bagus,” jawab Chloe puas. Ia duduk santai dengan gaun musim panas longgar, lalu menambahkan sesendok kecil caviar di atas lobster itu. “Ternyata lobster dicocol sambal terasi itu jauh lebih enak darip

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ancaman Dibalik Bulan Madu

    "Mayatnya hilang?"Sorot mata Jordan berubah tajam. Rahangnya mengeras, tetapi pria itu tidak langsung meledak. Dengan ketenangan yang justru lebih mengerikan, ia menekan nomor darurat. Panggilan tersambung pada dering pertama."Jelaskan," titah Jordan dingin."Maaf, Tuan," suara Mogi terdengar tegang di tengah derap langkah terburu-buru. "Kami baru tiba di ruang VIP bawah tanah kasino untuk membereskan kekacauan. Tapi... Tuan Liem tidak ada." Mata Jordan menyipit. "Tidak ada? Jangan bilang mayat tua bangka itu bangkit lalu kabur memesan taksi." "Darah di lantai masih segar, Tuan,” jawab Mogi. "Ada jejak seretan menuju ventilasi darurat. Seseorang mengevakuasinya dengan sangat rapi. Hampir tanpa sidik jari.""Tuan!" kali ini suara Leo yang terdengar panik, diiringi bunyi ketikan keyboard. " "Saya baru saja mencoba meretas arsip medis rahasia Mr. Liem dari Hong Kong. Dia mengidap dextrocardia.”Jordan mendesis pelan. "Maksudmu, jantung keparat itu berada di sebelah kanan?""Benar. T

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Dua Pilihan

    "KIKO! KIKO! Ke mana anak sialan itu?!" Suara bariton Ryu menggelegar memecah ketegangan di lorong vila. Ia baru saja keluar dari ruangan Jordan dengan napas memburu dan wajah menahan emosi. "Hais, merepotkan sekali si Jordan ini. Seharusnya aku tidak peduli. Lagian, dia pria dewasa yang sudah je

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kejar-kejaran

    BRAAAKKK!Jeep Rubicon hitam itu menghantam tanah berbatu dengan brutal setelah menabrak pembatas lalu melompati gundukan hutan. Pegas suspensi mobil Rubicon itu menjerit, memantulkan badan mobil seberat dua ton itu ke udara sebelum bannya kembali mencengkeram bumi.Brak!"Awww! Hei! Kamu gila?!"

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sarapan Beracun

    Sinar mentari pagi menembus jendela besar ruang makan Mansion Arsenio, meja panjang yang penuh dengan hidangan mewah. Namun, Chloe yang berdiri di samping kursi kosong Tuan Rumah justru menatap hamparan makanan itu dengan horor.Tubuh Chloe yang ringkih masih terasa linu di sana-sini. Semalam adala

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Musang Malam Turun Arena

    "Jangan pedulikan lukaku!" bentak pria bertopeng Oni itu dari balik alat pengubah suara yang terdengar berat dan mekanis."Bagaimana aku tidak peduli? Darahmu mengalir deras sekali! Kamu bisa kehabisan darah sebelum kita sampai ke jalan raya!" bantah Chloe, menarik lengannya."Dengar, Nona! Untuk s

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status