Share

Bab 149. Tuntas

last update Last Updated: 2025-08-25 19:07:46

Di sebuah resort mewah di Bali, Gunawan dan Elizabeth berjalan beriringan keluar dari kamar hotel. Keduanya tampak menikmati setiap momen di bawah sinar matahari, seolah dunia milik mereka berdua.

Dengan pakaian santai dan kacamata hitam, mereka menuju restoran hotel untuk sarapan. Hidangan khas Bali dan aroma kopi memenuhi udara saat Gunawan mengangkat cangkirnya, tersenyum penuh percaya diri pada Elizabeth yang duduk di depannya.

“Setelah ini, kita ke pantai. Aku ingin menikmati hari ini tanpa ada yang mengganggu. Di sini, kita bebas, sayang...” Ucap Gunawan begitu senang.

Elizabeth tertawa kecil, matanya berbinar menatap Gunawan dengan penuh godaan. “Kapan lagi bisa punya waktu seperti ini, kan? Di sini kita gak perlu sembunyi-sembunyi, Mas!!” Ujarnya dengan nada menggoda.

Setelah sarapan, mereka berdua berjalan menuju pantai. Mereka berjalan di sepanjang garis pantai, sesekali berhenti untuk saling menatap, seakan tak ada satu pun yang mengganggu.

Gunawan menggenggam tangan Elizab
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 156. Kenapa?

    Beberapa hari berlalu...Suasana di rumah Elizabeth kini terasa berbeda. Rumah yang biasanya ada pertengkaran sekarang terasa lebih kosong dari biasanya.Elizabeth duduk di ruang tamu, sesekali melihat jam di dinding, menunggu kedatangan sang kekasih. Malam sebelumnya, ia memang sudah memberi kabar bahwa proses perceraiannya dengan Rayendra sedang berlangsung.“Lama banget sih, nggak tau kalau aku kangen apa?!” Gerutu Elizabeth, mencoba mengalihkan pikirannya dengan membaca majalah, tetapi perhatiannya terus kembali pada jam dinding yang tak henti berdetak.“Duh, kenapa Mas Gunawan belum dateng juga...” Gumamnya sambil menggigit bibir bawahnya, tak sabar ingin segera bertemu.Tak lama kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Elizabeth langsung bangkit, wajahnya cerah seketika, lalu berjalan cepat ke arah pintu. Ketika membuka pintu, ia melihat Gunawan berdiri di sana, tersenyum tipis padanya.“Loh, mobil kamu kemana, Mas? Kok pakai mobil ini?” Elizabeth memperhatikan m

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 155. Tetap Waspada

    Pukul 03.00 wib,Dari balik jendela besar, Maudy yang tengah masak di dapur bisa melihat pepohonan bergetar ditiup angin.Meskipun di dalam rumah besar itu ada asisten rumah tangga, namun untuk memasak memang Maudy sendiri yang turun tangan.Aroma rempah-rempah yang harum memenuhi dapur. Maudy sibuk mengaduk masakannya, tangannya cekatan mengolah bumbu-bumbu. Senyum tipis terukir di bibirnya, mengingat betapa lezatnya masakan buatannya yang selalu menjadi favorit suaminya.Tiba-tiba, pintu dapur terbuka dan Aira masuk dengan senyum lebar.“Wih, lagi masak apa nih, kak? Baunya enak banget!” Seru Aira, mencium aroma masakan Maudy dengan mata berbinar.“Ini lagi masak sop daging sapi. Mau bantu?” Tawar Maudy.Aira mengangguk senang, “Wah, boleh! Aira juga suka banget sop daging buatan kakak, Rahasianya apa sih?” Tanynya riang.“Rahasianya? Hmm... Mungkin karena kakak pakai cinta saat memasaknya,” Jawab Maudy sambil terkekeh.“Aira pengen belajar bikin sop daging yang gurih dan segar kaya

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 154. Kembali Semula

    Keesokan harinya...Gunawan menatap gedung megah di depannya dengan perasaan bangga yang kini berubah menjadi bara kemarahan. Hari ini, ia datang ke kantor dengan rencana besar.Segala keputusan strategis sudah disiapkan, rapat penting sudah dijadwalkan, dan ia akan menunjukkan pada semua orang di kantor bahwa ia masih memegang kendali penuh.Namun, semua rencana itu hancur ketika dua orang security yang biasa menyapanya kini berdiri di depan pintu masuk dengan wajah dingin, menghalanginya.“Maaf, Pak Gunawan... Kami diperintahkan untuk tidak mengizinkan Anda masuk ke gedung ini!!” Ucap security tegas.Gunawan menatap mereka dengan mata terbelalak, merasa dipermalukan di depan pintu kantornya sendiri. “Apa maksud kalian? Ini kantorku! Siapa yang memberi perintah untuk melarangku masuk?!” Bentaknya.Security itu tetap diam ditempat, “Maaf, Pak. Tapi kami hanya menjalankan perintah. Kantor ini telah kembali pada pemiliknya yang sah, dan kami diminta untuk memastikan Bapak tidak menginja

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 153. Di Usir?

    Gunawan tersentak, merasa ada yang tak beres. “Sayang, ada apa?” tanyanya cemas, melangkah lebih dekat dengan harapan bisa meredakan ketegangan di antara mereka.Tetapi sebelum Gunawan sampai, Firda menggerakkan tangannya dengan tegas, mencegah suaminya untuk mendekat. “Duduk di sana!!” Ujarnya, sambil menunjuk ke arah kursi yang jauh dari tempatnya duduk.Gunawan pun terdiam, menatap Firda dengan bingung. Rasa khawatir mulai menguasai dirinya. Dengan hati yang berat, ia pun duduk di tempat yang ditunjuk, mencoba menunggu Firda untuk membuka percakapan yang begitu jelas telah menunggu untuk diungkapkan.Firda tetap diam, matanya menatap tajam Gunawan tanpa ekspresi.Setelah beberapa detik yang terasa begitu lama, Firda akhirnya membuka mulut, suaranya lebih dingin dari biasanya, “Inget pulang kamu, Mas...” Ucapnya pelan tapi penuh penekanan dan kebencian yang tersembunyi.“Sayang, kamu kenapa? Biasanya kamu selalu sambut aku saat pulang, kenapa sekarang kamu malah ketus begini?!” Tany

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 152. Panik

    Hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk Arya juga keluarganya, mereka yang awalnya terpisah sejak lama sekarang bisa berkumpul kembali.Arya membuka pintu kamar Azzam, dan bocah itu langsung melompat masuk dengan sorak kegirangan. Di tengah kamar yang luas itu, terdapat ranjang berbentuk mobil balap berwarna merah, lengkap dengan detail lampu depan yang bisa menyala dan roda berkilat. Dinding kamar dihiasi dengan poster-poster mobil balap dan rak berisi mainan favorit Azzam, membuat ruang itu terasa seperti dunia fantasi bagi Azzam.Azzam berlari ke arah ranjang mobilnya, memanjat dan duduk di dalamnya sambil menatap Arya dan Maudy dengan mata berbinar. “Papa, Mama, Azzam mau tidur di sini sendiri! Kamarnya keren,” serunya penuh semangat.Maudy dan Arya tersenyum, merasa lega karena akhirnya Azzam mulai berani tidur terpisah. “Bagus. Papa bangga sama Azzam!! Ini kamar Azzam, jadi Azzam bisa tidur sendiri di sini setiap malam.”Azzam mengangguk, setelah puas berkeliling kamarny

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 151. Rumah Baru

    Elizabeth dan Gunawan akhirnya kembali ke hotel. Keduanya berjalan tanpa banyak bicara, larut dalam pikiran masing-masing.Begitu tiba di kamar, Gunawan segera melempar jaketnya ke sofa dengan kasar, lalu duduk di tepi tempat tidur. Wajahnya menegang, jelas ia menahan amarah dan kekesalan. Elizabeth hanya bisa memperhatikannya dengan khawatir dari sudut kamar.Dengan cepat, pria itu mengambil ponselnya, menekan nomor layanan nasabah bank. la menunggu beberapa detik, jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja kecil di samping tempat tidur dengan gelisah.Setelah beberapa saat, terdengar suara dari ujung telepon.[Selamat siang, dengan layanan nasabah Bank Nusantara. Ada yang bisa kami bantu?]“Selamat siang... Saya Gunawan Adiguna, saya ingin tau kenapa semua kartu saya tiba-tiba tidak bisa digunakan. Ini sudah terjadi beberapa kali hari ini, dan saya tidak mendapat penjelasan apa pun!”[Baik, Pak Gunawan. Mohon tunggu sebentar, kami akan mengecek status kartu Bapak!]Gunawan menghela napas ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status