Home / Romansa / Jerat Sandiwara Sang Direktur / Puing-Puing Keangkuhan

Share

Puing-Puing Keangkuhan

Author: Thek28
last update publish date: 2026-08-05 11:00:48

Getaran dahsyat dari dering telepon genggam di atas meja kerja yang mendadak memecah ketenangan mengejutkan kami berdua saat suasana di lantai eksekutif Wiratama Group berubah drastis setelah pintu ruang rapat dewan komisaris tertutup rapat. Berita tentang kekalahan telak Arga dan ancaman jalur hukum yang dilayangkan Adrian menyebar secepat kilat di kalangan pejabat teras perusahaan, sementara langkah kaki kami yang melintasi koridor utama menyedot perhatian puluhan pasang mata walau tak ada

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Sandiwara Sang Direktur   Kekacauan Di Pendopo Adat Dan Pesta Rakyat Maumere

    Pagi yang cerah di pendopo utama akademi tenun Sikka yang seharusnya menjadi arena syukuran adat nan khidmah mendadak diwarnai kehebohan tak terduga. Kali ini, keriuhan dibuka langsung oleh aksi heboh dari Mbak Sarah. ​Mbak Sarah, yang biasanya tampil serba kaku dengan setelan jas hitam eksekutif, pagi itu memaksakan diri tampil serba lokal dengan memakai sarung tenun ikat Sikka motif kelimutu. Namun, karena cara melangkah dengan kain tenun belum dikuasainya, ia berjalan patah-patah bagai robot kehabisan baterai seraya memegangi pinggangnya. ​"Mas Bimo! Tolong tahan badan saya!" jerit Mbak Sarah panik seraya memegangi tepi tiang kayu pendopo. "Kain tenun ini Kenapa dipasang sempit sekali?! Setiap saya melangkah satu senti, rasanya mau terpelanting ke depan! Mana laporan audit triwulan harus dipresentasikan lima menit lagi!" ​Mas Bimo, yang sedang sibuk memoles minyak kelapa di atas topi bambu kustomnya agar makin berkilau, melompat heboh seraya menutupi

  • Jerat Sandiwara Sang Direktur   Kepulangan Ke Maumere Dan Ikrar Di Negeri Tenun

    Pagi yang cerah menyambut kepulangan rombongan keluarga besar Wiratama di Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Deru mesin helikopter privat Wiratama Executive perlahan mereda tatkala roda pendaratannya menyentuh landasan rumput di kawasan Pusat Pengembangan Seni Budaya dan Akademi Tenun Sikka. ​Udara hangat khas pesisir bercampur aroma harum bunga kamboja dan kayu cendana menyapa kedatangan mereka. Dari kejauhan, alunan musik tradisional Gong Waning bergema riang, disambut oleh tarian Tua Reta Lo'u yang dibawakan oleh para tetua adat dan ratusan perajin tenun setempat. ​Rania melangkah turun dari helikopter terlebih dahulu. Wajah cantiknya memancarkan binar kebahagiaan murni yang tak ternilai. Ia mengenakan gaun katun terusan bernuansa putih gading yang dipadukan dengan selendang tenun ikat Sikka motif Utan Sikka warna cokelat keemasan yang terlampir anggun di bahunya. ​Di sisinya, Adrian Wiratama melangkah tegap bagai benteng baja. Pria alfa pimpinan t

  • Jerat Sandiwara Sang Direktur   Gelombang Hasrat Di Dek Khusus Dan Janji Di Bawah Bintang

    Dua hari berlalu di atas perairan privat Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Yacht mewah Wiratama Sovereign kini berlabuh di sebuah teluk terisolasi yang diapit oleh tebing-tebing batu karang tinggi. Keheningan malam samudra begitu sempurna, hanya diwarnai oleh hempasan ombak lembut serta deru angin malam yang menyejukkan. ​Di lantai paling atas yacht, terdapat area jacuzzi infinity privat bertingkat yang menghadap langsung ke laut lepas. Pendar temaram dari lampu air berwarna keemasan serta wangi lilin aromaterapi kayu cendana menciptakan nuansa privat yang amat intim, hangat, dan sarat akan gairah membara. ​Rania berendam di dalam air hangat jacuzzi. Tubuh mulusnya hanya terbalut bikini sutra transparan berwarna hitam pekat berpotongan minimalis yang menyingkap lekuk pinggulnya yang anggun, paha mulusnya, serta keindahan dadanya secara memikat. Air hangat yang bergolak lembut membasahi kulit mulusnya, membiaskan pendar cahaya keemasan di atas permukaan air. ​Adr

  • Jerat Sandiwara Sang Direktur   Bulan Madu Privat Dan Pendar Kebahagiaan Di Samudra

    Pendar hangat mentari sore membias di atas perairan jernih Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, membawa aroma laut yang segar dan menenangkan. Setelah tuntasnya seluruh agenda penandatanganan konsorsium global di Jakarta serta berakhirnya vonis Mahkamah Internasional atas klan Vance, Adrian memboyong Rania untuk menikmati jeda privat yang telah lama tertunda di atas yacht mewah Wiratama Sovereign. ​Yacht tiga tingkat berdesain modern itu berlabuh tenang di sebuah teluk terisolasi dengan pasir pantai berwarna merah muda yang memukau. Tidak ada kilatan kamera wartawan, tidak ada dering telepon darurat, dan tidak ada ancaman sabotase. Hanya ada ketenangan mutlak yang menyelimuti pasangan penguasa Wiratama. ​Di geladak utama yacht, Rania berdiri bersandar pada pagar pembatas baja nikel. Ia mengenakan gaun pantai sutra melayang berwarna putih tulang dengan potongan backless yang memperlihatkan punggung mulus dan siluet tubuh anggunnya. Rambut h

  • Jerat Sandiwara Sang Direktur   Era Baru Kekaisaran Wiratama Dan Kemenangan Abadi

    Tiga bulan telah berlalu sejak badai konspirasi delapan babak milik Lord Archibald Vance berhasil dihancurkan secara menyeluruh. Sidang Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, resmi mengetukkan palu keadilan. Berkas kejahatan biokimia, sabotase siber, serta terorisme finansial yang disajikan secara presisi oleh tim hukum Wiratama Group dan Studio Rania membuat Archibald Vance beserta seluruh petinggi Vance Global Syndicate dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa hak remisi. Rekening cangkang rahasia mereka disita untuk memulihkan ekosistem lingkungan dan industri tenun di Indonesia. ​Pagi yang cerah menyelimuti Jakarta. Dari lantai paling atas Wiratama Tower, sinar matahari hangat menembus dinding kaca transparan, membiaskan pendar keemasan di atas meja kerja kayu jati berukir karya pengrajin Sikka. ​Rania berdiri di dekat jendela besar, menatap lanskap kota yang membentang luas. Ia mengenakan gaun busana haute couture perpaduan tenun ikat Maumere bermotif kelimut

  • Jerat Sandiwara Sang Direktur   Penyerangan Sakelar Mati Dan Ancaman Terhadap Sang Putra

    Penangkapan fisik Lord Archibald Vance di atas helipad fasilitas energi Jawa Barat ternyata hanyalah permulaan dari fase paling mematikan dalam skenario konspirasinya. Pria tua sosiopat itu telah memperhitungkan kemungkinan kejatuhannya dengan merancang sebuah mekanisme balasan otomatis (Dead Man’s Switch) yang terkoneksi langsung dengan pemindai denyut nadinya. Begitu borgol baja terpasang dan sinyal vital Archibald terisolasi, protokol sakelar mati babak ketujuh dari delapan rantai konspirasi Vance Global Syndicate mendadak meledak aktif. ​Pukul lima pagi, ketika helikopter tempur Wiratama membimbing rombongan komando kembali menuju Jakarta, seluruh sistem komunikasi darurat di dalam kabin jet berdering nyaring. Layar komando bergerak menampilkan garis merah berkedip cepat. ​Mbak Sarah yang berada di markas pusat Jakarta melaporkan situasi dengan nada suara yang bergetar hebat akibat tekanan ekstrem. ​"Pak Dirut, Bu Rania! Sakelar mati Archibald meled

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status