Share

PART 20

Auteur: Aura Kisah
last update Dernière mise à jour: 2026-01-14 11:29:00

Alex menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara pendek sembari melemparkan ponselnya begitu saja di dekatnya. Untuk selanjutnya ia pun berusaha memejamkan kedua matanya sembari mengatur pernapasannya, berhadap segera melelapkan pikiran dan raganya.

Tapi ia malah tidak bisa tidur. Rasa kantuknya malah entah pergi ke mana. Obrolan dengan Mbak Olive kembali terngiang dalam telinganya. Ia pun kembali meninggikan bantal untuk bersandar lalu meraih kembali ponselnya.

Aku membaca kembali semua SMS yang pernah dilakukan dengan beberapa orang, yang dimulai dari Madam Lena, Tante Luluk, dan Mbak Olive. Tetapi itu tidak mengundang rasa kantuknya.

Aku pun memsang headset untuk mendengarkan musik dari Walkman. Tetapi baru setengah lagu, ia sudah melepaskan headsetnya dan mematikan Walkman-nya.

Saat ia kembali menenangkan pikriannya sembari memejamkan kedua matanya, justru yang muncul dalam benaknya saat itu adalah sosok Mbak Olive. Ia jadi membayangkan ber
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 20

    Alex menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara pendek sembari melemparkan ponselnya begitu saja di dekatnya. Untuk selanjutnya ia pun berusaha memejamkan kedua matanya sembari mengatur pernapasannya, berhadap segera melelapkan pikiran dan raganya. Tapi ia malah tidak bisa tidur. Rasa kantuknya malah entah pergi ke mana. Obrolan dengan Mbak Olive kembali terngiang dalam telinganya. Ia pun kembali meninggikan bantal untuk bersandar lalu meraih kembali ponselnya. Aku membaca kembali semua SMS yang pernah dilakukan dengan beberapa orang, yang dimulai dari Madam Lena, Tante Luluk, dan Mbak Olive. Tetapi itu tidak mengundang rasa kantuknya. Aku pun memsang headset untuk mendengarkan musik dari Walkman. Tetapi baru setengah lagu, ia sudah melepaskan headsetnya dan mematikan Walkman-nya. Saat ia kembali menenangkan pikriannya sembari memejamkan kedua matanya, justru yang muncul dalam benaknya saat itu adalah sosok Mbak Olive. Ia jadi membayangkan ber

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 19

    Alex bangun dari tempat tidur dan melangkah ke arah kamar mandi. Tanpa pikir panjang ia mencopot semua pakaiannya lalu mengguyur tubuhnya dengan air hangat di bawah shower. Selesai mandi, seperti biasa, ia menghidupkan kipas angin biasa dan mematikan AC serta membuka jendela, selanjutnya menikmati asap rokok di dekat jendela. Tampaknya ada dua panggilan tak terjawab dan satu pesan SMS dari Mbak Olive. “Dik Alex lagi apa?” “Maaf, Mbak, saya baru selesai mandi. Sekarang lagi duduk di dekat jendela sembari menikmati jeruk kiriman Mbak. Terima kasih, ya?” “Ya sama. Manis gak jeruknya?” “Manis banget, Mbak.” “Kalau Mbak biasanya langsung digigit berikut kulitnya.” “Oh ya? Memangnya gak sepat?” “Gak, malah rasanya manis. Kan memang bisa dimakan dengan kulitnya. Katanya sih pada kulitnya itu mengandung beberapa zat yang bermanfaat.” Alex memang benar-benar mencoba jeruk itu. Ia mengikuti ucapan Mbak Olive, tidak mengupasnya, dan langsung mengg

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 18

    Baru saja ia selesai menutup telepon dengan Madam Lena, ada panggilan masuk. Dari Mbak Olive. “Selamat pagi, Mbak. Mbak sudah bangun?” “Sudah, dong. Sudah bersiap-siap ke tempat acara. Oh ya, kamu lagi apa?” “Ini lagi mau turun ke bawah. Jam sepuluh nanti saya mau ke diler sepeda motor, buar cari motor untuk ke kampus.” “Kenapa tidak pakai mobil saja, Dik Alex?” “Ya kelak kalau sudah cukup modal untuk beli mobil, saya beli mobil, Mbak. Hehehe.” “Gak gini, saya punya dua mobil di garasi rumah saya yang satu. Itu ada Daihatsu Taruna dan BMW. Itu mobil peninggalan dari mendiang suami saya. Daripada hanya disimpan begitu saja, Dik Alex pakai saja salah satunya. Yang lebih baru itu yang Daihatsu Taruna. Oleh mendiang suami saya itu mobil baru dipakai beberapa bulan dulunya. Itu keluaran pertama. Kalau BMW agak lama dikit pakeknya.” “Jadi boleh saya pakai dulu, Mbak?” “Ya bolehlah. Kamu mau pakai yang mana?” “Yang Daihatsu saja, Mbak.” “Ya sudah.

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 17

    Sampai di rumah sudah malam, pukul sembilan. Jalanan tadi lumayan macet. Sampai di kamar, hal pertama yang dilakukan Alex adalah mencopot semua pakaiannya lalu mengguyur tubuh dengan air hangat di bawah shower. Ketika mandi biasanya Alex tak pernah menutup pintu kamar mandi yang luas itu, karena toh yang ada dalam dalam kamar hanya dia sendiri dan pintu kamarnya juga di tutup. Namun kali itu Alex sangsi, apakah tadi pintu kamar sudah ia kunci? Tapi kemudian ia abaikan saja, lagi pula tak mungkin ada orang yang masuk begitu saja. Ia pun melanjutkan menikmati guyuran air hangat dari shower. Saat itu, pikirannya masih membayangkan semua pembahasan dengan Madam Lena dim jalan tadi. Hal itu membuat bagian terhebatnya kembali bereaksi dan lencang depan dengan gagahnya. Alex membiarkannya saja dan tidak berniat untuk mengakhiri ketegangannya dengan membuatnya memuntahkan semua yang hendak meledak di baliknya. Entah mengapa, sejak keperjakaannya dinikmati habis-habisan

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 16

    “Iya, Madam.” “Dik Alex pasti sering melakukan, kan? Wajarlah, kan masih darah muda.” “Ya gak sering sih, Madam. Cuman pernah.” Pembahasan tentang topik ‘sensitif’ itu membuah Alex jadi panas dingin. Gairahnya seperti digelitik dan disulut, dan itu membuat miliknya pelan-pelan bereaksi dan melitang kaku. Terasa sangat sesak. Ia berkali-kali meneguk air ludahnya sendiri. “Ya jangan keseringan, Dik Alex. Bisa habis bibitmu.” “Benar, Madam. Paling ya sekali sehari.” “Hah? Jadi setiap hari?” “Ya masih normal, Madam. Kalau mengikuti hentakan nafsu, ya bisa tiap jam.” “Oh ya? Lh, kalau gak dikeluarkan?” “Ya bisa mengeras dan kaku, Madam. Ah, maaf, Madam, saya sampai bahas gituan.” “Ah gak apa-apa, Dik Alex. Hal yang normal. Oh jadi mengeras dan kaku ya? Ya maklumlah masih muda.” “Ya mungkin bisa terjadi pada orang tua juga, Madam. Seperti misalnya pada Om Garvin.” “Oh, kalau Om sudah tidak seperti itu lagi, Dik Alex. Paling kerasnya seb

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 15

    Acara itu diadakan di rumah salah seorang anggota. Rumah itu tak kalah mewahnya dengan rumahnya Madam Lena sendiri. “Dik Alex tunggu dalam mobil saja gak apa-apa sambil dengerin musik,” pesan Madam Lena sebelum beliau keluar dari mobil yang Alex bukakan. “Siap, Madam.” Tampaknya mereka adalah orang pertama yang hadir di rumah itu. Tak lama kemudian mobil-mobil mewah lain berdatangan. Ada sembilan mobil. Alex lihat Ibu-Ibu pemilik mobil mewah memang rata-rata sangat berkelas dengan kecantikan dari masa muda mereka yang masih ada pada wajah mereka. Dan seperti keadaannya, sopir-sopir mereka pun tak ikut ke dalam. Setelah turun dan membukakan pintu mobil buat sang majikan, mereka masuk kembali, menunggu dalam mobil, seperti dirinya. Alex sempai melihat wajah-wajah sopir itu. Mereka mereka tak ada yang tua. Ia perkirakan rata-rata sedikit lebih tua dari dirinya. Dan mereka rata-rata tampan, tentu saja. Tapi bukannya ge-er sih, jika disejajarkan dengan diri

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status