로그인Namun tiba-tiba ada SMS yang masuk, dari Bu Kadus. Wanita itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Alex atas semua bantuannya. “Cepat sekali warga taunya. Mereka benar-benar antusias menunggu malam undian itu,” tulis Bu Kadus selanjutnya. “Ya syukurlah, Bu Kadus. Saya dan teman-teman juga merasa senang jika warga merasakan hal yang sama.” “Kok gak dibalas, Say?” pesan SMS Mei masuk. “Maaf, Say, ini ada chat dari keluarga di Jakarta,” ngeles Alex. “Oh iyo. Kalau begitu aku mau tidur duluan, ya? Tapi nanti aku pengen, Say. Semalam kan kita gak bisa main karena Zara ikut tidur di sini.” “Iya, Say. Tapi kira-kira si Zara tidur lagi di sini gak ya malam ini?” “Gak tau, Say. Tapi kayaknya gak. Mudah-mudahan.” “Ok, met rehat dulu, ya? Ummach.” “Ok, say. Ummach.” “Dik Alex sudah tidur ya?” Chat Bu Galuh kembali masuk. Alex belum langsung balas karena ada beberapa pesan SMS juga yang harus ia balas, yaitu dari Tante Lena, dan juga dari
Lalu, di pagi menjelang siang ini, mereka benar-benar sedang memanfaat suasana sepi itu untuk saling memanjakan bi**hi satu sama lain. Ambar memasrahkan semuanya kepada Kulman, dan Kulman ingin memberikan sesuatu yang tidak akan pernah Ambar dapatkan dari suaminya. Hunjaman dan gempuran yang dilakukan oleh Kulman benar-benar membuat Ambar sangat menikmatinya. Dinding-dinding lorong hangatnya yang dipenuhi saraf-saraf sensitif merespon dengan baik, sehingga membuatnya menjerit kecil namun kuat sebelum ia jatuh dengan posisi tengkvrap semabri menumpahkan cairan bening yang sangat membahagiakannya. Dan itu membuat kasur busa tipis menjadi basah. Namun mereka tak pedulikan itu. Kebahagiaan yang Ambar tak berhenti sampai di situ. Sebab Kulman yang sedang on fire langsung mengejar. Pada posisi Ambar seperti itu pun ia langsung menghunjamkan mata bajaknya yang cukup panjang yang membuat leher dan wajah Ambar sontak terangkat. Suara jeritan dan racauan pun kembali terdengar d
Sebenarnya Mei ingin satu mobil dengan sang PIL-nya. Namun tentu tidak mungkin itu dilakukan, karena ia membawa mobil sendiri. Ia bersama Zara, sementara Alan bersama Rudi dan Hanif. Dan memang benarlah. Begitu ketiga mobil itu meninggalkan posko, kedua insan yang dimabuk cinta dan punya sifat sangat gandrung s3x itu langsung menutup pintunya. Kulman langsung membopong bini orang itu ke dalam kamar cowok. Memang semalam mereka uring-uringan nyaris tak bisa tidur karena gairah tinggi mereka tak bisa tersalurkan. Zara ikut-ikutan tidur di luar, di dekat Ambar, dengan alasan dalam kamar katanya agak gerah. Karena itu, ketika posko dalam kondisi kosong seperti itu, mereka akan memanfaatkannya dengan sebaik-sebaiknya. Seperti batin Alex. Keduanya benar-benar sama-sama berkebutuhan besar untuk saling memeberikan kebahagiaan tertinggi di ranjang itu. Jika Kulman lebih tinggi lagi desakan lib*donya karena memang masih laki-laki muda dan lajang, itu wajar. Tetapi Ambar yang suda
Ketika Pak Kadus Hasan sudah berada kembali di rumahnya, Alex dan ketujuh temannya langsung menghadap ke rumah beliau. Selain Pak Kadus Hasan, di sana juga hadir Dik Muhlis, ketua panitia hajatan, Bu Galuh, Bu Kadus, Bu Ema, dan beberapa ketua seksi acara. Pak Alwi belum pulang dari desanya. “Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.” Salam Alex langsung dijawab oleh semuanya. “Pak Kadus, Bu Kadus, Bu Galuh, Dik Muhlis, Kang Asep, dan semua hadiri di sini pada sore hari ini yang kami hormati. Dalam kesempatan ini, kami selaku anggota kelompok KKN, ingin menyampaikan satu atau dua hal. Yang pertama, adalah kami ingin menyerahkan sumbangan kami untuk mendukung acara hajatan ini, terutama khusus untuk membeli seekor sapi untuk dipotong.” Mendengar itu langsung disambut dengan ucapan hamdallah dari semuanya. “Semalam Dik Muhlis dan Kang Asep, ya? Pemilik sapi.” “Iya, Kak.” “Iya, semalam Dik Muhlis dan Kang Asep datang ke posko untuk memberitahukan, bahwa suda
Dan karena memang Tante Lena malam itu sedang sangat menginginkannya. Begitu punya suaminya tegak, maka ia langsung memosisikan diri di atas. Ia menikmatinya dengan sambil memejamkan matanya. Saat itu ia sedang membayangkan sedang bergumul dengan Alex, sang singa muda nan perkasa. Sehingga dalam waktu yang singkat ia mampu mencapai klimaks tepat pada saat suaminya, Om Garvin, juga mengalami hal yang sama. Jika dihitung, permainan itu tak lebih dari empat menit. Namun karena memang Tante Lena memang berhasil meningkatkan gairahnya melalui bayangan Alex yang ia hadirkan saat itu. Pemuda yang merupakan bodyguard dan sopir pribadinya itu adalah stimulus terbesar baginya. “Papa benar-benar luar biasa, karena selalu mampu memuaskan Mama,” puji Tante Lena sembari mengusap dada suaminya. Dada yang ditumbuhi bulu secuil. Tentu saja pujian itu hanya sekedar buat menyenangkan hati suaminya, Om Garvin. “Tapi maaf, Mam, Papa gak lagi mampu melayani Mama dalam waktu yang agak la
Keluar dari hotel mereka langsung meluncur ke sebuah bank yang kantornya tak jauh dari hotel itu. Alex bukan saja mengambil uang dalam jumlah yang cukup banyak, namun sekalian juga membukakan rekening Bu Galuh, karena wanita itu belum memiliki rekening. Dia pernah punya rekening buku tabungan, namun sudah lama tidak aktif setelah saldo rekeningnya habis. “Buku tabungan dan kartu ATM-nya disimpan baik-baik ya, Yang? Saldo rekeningnya ada dua puluh lima juta,” ucap Alex pada Bu Galuh ketika mereka sudah keluar dari kantor bank dan ada alam mobil. “Aku sangat gak enak hati, Sayang. Kamu baik sekali. Uangnya banyak sekali kasihnya.” “Buat kamu gak seberapalah. Dan ini simpan untuk pegang-pegang.” Alex memberikan lagi segepok uang pecahan lima puluh ribu Rupiah.” “Kok ditambah, Sayang?” “Itu kan uang tunai buat pegang-pegang. Tapi kan usahakan jangan sampai Pak Alwi tahu. Takutnya beliau curiga lagi.” “Iya, Sayang. Sekali lagi terima kasih, ya?” “Y







