Share

Bab 374

Penulis: J.A
last update Tanggal publikasi: 2026-09-24 19:14:18

Melihat sandaran kekuatan yang selama ini mereka andalkan akhirnya tiba, Feng Chaojiang, Paman Ma, dan yang lainnya semakin membusung dengan kepercayaan diri yang berlipat ganda.

"Bocah, sekarang Gubernur dan polisi sudah hadir — mari kita lihat seberapa lama kau masih bisa bersikap sombong! Aku beritahu kau, keparat, kau akan mati hari ini!"

Feng Chaojiang dan yang lainnya pertama-tama menghamburkan sumpah serapah kepada Lu Xuan, lalu berbalik dan berlutut di hadapan Liang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 12 ( Bab Ekstra )

    Dan di ibu kota...Kaisar Nangong Xinming duduk di singgasana yang dulu milik ayahnya. Di tangannya, ada laporan dari intelijen kerajaan. Laporan itu berisi tentang Lu Xiao—keberadaannya di selatan, pernikahannya, kelahiran anaknya.Di sebelahnya, Komandan Zhao berdiri dengan gelisah. “Yang Mulia... apakah kita harus mengirim pasukan lagi?”“Untuk apa?” Nangong Xinming meletakkan laporan itu. “Dia sudah tidak mengganggu. Dia sudah tidak ingin balas dendam. Dia sudah bahagia.”“Tapi dia membunuh putra mahkota sebelumnya. Dia membunuh saudara Yang Mulia.”“Dia membunuh saudaraku.” Nangong Xinming tersenyum tipis. “Dan aku sekarang duduk di sini karena itu. Kalau bukan karena Lu Xiao, aku tidak akan pernah menjadi kaisar. Aku tidak akan pernah mengirim pasukan untuk memburunya.”“Tapi para bangsawan...”“Para bangsawan sudah tenang. Mereka sudah mendapat apa yang mereka inginkan—takhta yang stabil, pajak yang rendah, dan se

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 11 ( Bab Ekstra )

    Dua tahun setelah pernikahan, sebuah kapal kecil berlabuh di dermaga kayu desa nelayan.Lu Xiao sedang memperbaiki jaring di depan rumah ketika dia melihat kapal itu. Layarnya putih, tanpa lambang. Bukan kapal kerajaan. Bukan kapal Keluarga Dongfang. Hanya kapal dagang biasa—tapi siapa pun yang datang ke desa terpencil ini pasti punya alasan.Seorang pria tua turun dari kapal. Jubahnya abu-abu, lusuh karena perjalanan jauh. Punggungnya bungkuk, langkahnya pelan. Tapi wajahnya—wajah itu masih punya sisa-sisa kebangsawanan yang tidak bisa disembunyikan oleh usia.Dongfang Linfeng.Ayah Mu Qingning.Lu Xiao meletakkan jaringnya. Dia tidak bergerak dari tempatnya. Tidak menyambut. Tidak mengusir. Hanya menunggu.Dongfang Linfeng berhenti beberapa meter di depannya. Untuk sesaat, tidak ada yang bicara. Hanya suara ombak dan angin yang memecah keheningan.“Aku tidak datang untuk berdebat,” kata Dongfang Linfeng akhirnya. Suara

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 10 ( Bab Ekstra )

    Upacara itu diadakan seminggu kemudian.Desa nelayan itu—yang tidak punya nama di peta—mendadak dipenuhi orang. Pendeta dari Kota Jin datang dengan jubah putih dan kitab suci. Para tamu dari Keluarga Dongfang datang dengan pakaian mahal dan hadiah. Bahkan Wang Fu datang—dengan wajah masih babak belur, tapi tersenyum lebar."Kau benar-benar melakukannya," kata Wang Fu, menepuk punggung Lu Xiao. "Kau benar-benar menikahi putri bangsawan.""Aku menikahi wanita yang kucintai.""Sama saja." Wang Fu tertawa. "Kau beruntung. Kalau aku masih muda, aku mungkin akan merebutnya darimu.""Kau sudah tua. Kau tidak akan bertahan satu ronde."Wang Fu tertawa lebih keras. "Kau benar."Upacara itu sederhana. Tidak ada kemewahan. Tidak ada kemegahan. Hanya pendeta, tamu-tamu, dan dua orang yang saling mencintai. Mu Qingning mengenakan gaun putih yang dipinjam dari penduduk desa—tidak semewah gaun di istana, tapi cukup untuk membuat Lu Xia

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 09 ( Bab Ekstra)

    "Kau bisa memeriksanya sendiri. Atau kau bisa bertarung di sini dan mati untuk pangeran yang sudah kalah." Dongfang Shuo mengangkat tangannya. "Pilihanmu."Komandan Zhao menatap Lu Xiao, lalu Dongfang Shuo, lalu pasukannya sendiri. Dia menurunkan pedangnya. "Tarik pasukan. Kita kembali ke kapal."Tentara kerajaan mundur. Tidak lama kemudian, tiga kapal itu sudah menghilang di cakrawala.Lu Xiao jatuh ke pasir. Mu Qingning berlari ke arahnya, memeluknya erat. "Kau bodoh. Kau benar-benar bodoh.""Aku tahu." Lu Xiao tersenyum lemah. "Kau sudah bilang itu."Dongfang Shuo turun dari kapalnya. Dia berjalan ke arah mereka, diikuti para prajuritnya. Wajahnya tidak berubah—dingin, keras, seperti batu. Tapi ada sesuatu di matanya yang tidak pernah Lu Xiao lihat sebelumnya."Kau masih hidup," kata Dongfang Shuo."Kau datang.""Aku datang." Dongfang Shuo berhenti di depan Lu Xiao. "Bukan untukmu. Untuk dia." Dia menatap Mu

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 08 (Bab Ekstra)

    Kapal perang itu datang saat fajar.Bukan satu. Tiga. Layar hitam dengan lambang kerajaan—naga emas di atas latar merah. Mereka berlayar dalam formasi segitiga, seperti anak panah yang mengarah ke desa.Lu Xiao sudah berdiri di tepi pantai sebelum matahari terbit. Dia sudah menduga ini akan terjadi. Kapal-kapal itu terlalu teratur untuk sekadar patroli. Mereka datang untuk mencari. Dan mereka akan menemukan."Berapa banyak?" tanya Mu Qingning, berdiri di sampingnya dengan pedang pendek di pinggang—hadiah dari nelayan tua yang ternyata mantan prajurit."Tiga kapal. Masing-masing mungkin membawa seratus tentara.""Tiga ratus orang." Mu Qingning menelan ludah. "Kita bertiga.""Kita punya desa." Lu Xiao menoleh ke belakang. Penduduk desa sudah mulai berkumpul, dipimpin oleh nelayan tua itu. Mereka membawa tombak, parang, dan jaring ikan. Bukan senjata yang layak, tapi senjata."Kau bilang kau tidak ingin membawa masalah," ka

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 07 (Bab Ekstra)

    Desa itu tidak punya nama di peta.Hanya seratus rumah nelayan yang berjejer di tepi pantai berbatu, dikelilingi hutan bakau dan perbukitan kapur. Penduduknya hidup dari menangkap ikan dan mengumpulkan kerang. Tidak ada jalan besar. Tidak ada pos penjagaan. Tidak ada yang peduli pada urusan kerajaan.Kapal Burung Laut membuang sauh di dermaga kayu yang sudah lapuk. Kaptennya—pria kurus bernama Zhou—menurunkan tiga penumpang dan satu peti kecil berisi perbekalan."Di sini kalian aman," katanya. "Setidaknya sampai berita tentang kalian sampai ke telinga yang salah. Kalau itu terjadi, jangan tunggu aku. Lari ke hutan. Ada gua di balik air terjun di utara desa. Penduduk setempat menyebutnya Gua Kabut. Kalian bisa bertahan di sana selama sebulan.""Kau tidak kembali?" tanya Mu Qingning."Aku punya tugas lain." Zhou melirik Lu Xiao. "Tuan Dongfang bilang kau akan mengerti."Lu Xiao mengangguk. "Terima kasih.""Jangan berterima

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 4.

    Tiba-tiba, tanah berguncang. Saat semua orang menengok ke luar, mereka tercengang tak percaya. Di luar hotel benar-benar berdiri satu divisi pasukan. Hampir sepuluh ribu orang berbaris dan sepuluh meriam dipasang tepat di tengah jalan raya, moncongnya menganga seperti mulut naga siap menyemburkan

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 3.

    "Aku...Lu Xiao. Lu Fusheng ayah angkatku." Begitu dia berkata, ruangan yang tadinya ramai mendadak hening mencekam. Semua orang terdiam, seperti ada tangan tak kasat mata yang menekan paksa suara-suara mereka. Bahkan debu yang jatuh pun seakan terdengar. Lu Fusheng adalah legenda hidup di Shuju

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 5.

    Di saat suasana masih tegang, pria berjas yang tadi masuk bersama Lu Chaner berbicara, "Lu Xiao, apa kamu masih ingat aku? Aku Zhang Liang. Dulu kamu pernah pukul aku berkali-kali waktu kecil." Dia tersenyum lebar. Lu Chaner mengerutkan kening."Coba tebak? Sekarang aku pacarnya Chaner. Mulai sek

  • KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan   Bab 2.

    Di aula jamuan Hotel Lanhai suasana bergemuruh; lampu kristal memantulkan kilau, gelas-gelas berdenting, dan percakapan berputar seperti arus yang tak pernah tenang. Begitu Lu Xiao melangkah melewati ambang pintu, wajahnya yang tegas dan proporsional segera menyita perhatian—seolah ada magnet halu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status