FAZER LOGINJejak cahaya keemasan yang ditinggalkan oleh tebasan Pedang Pemusnah Bintang perlahan memudar di tepian terjauh kuadran selatan galaksi. Ruang hampa di sekitar bekas celah dimensi hampa kini kembali bersih, tenang, dan steril dari segala bentuk ancaman purba. Tidak ada lagi sisa-sisa energi hitam kelam, tidak ada lagi lolongan monster dari dimensi luar, dan tidak ada lagi riak-riak anomali yang mampu mengganggu stabilitas tata surya.Chen Fan melayang tegak di atas lempengan asteroid yang membeku di angkasa hampa. Jubah kekaisaran hitam keemasan dengan sulaman naga primordial yang ia kenakan berkibar perlahan diterpa angin solar yang lembut. Di telapak tangan kanannya, bilah pedang legendaris itu berdengung pelan, memancarkan pendaran emas murni sebelum akhirnya menyatu kembali ke dalam dimensi pribadinya tanpa suara.Bagi para kultivator tingkat tinggi, dewa-dewa astral, dan penguasa sekte galaksi luar yang mengamati sisa-sisa pertempuran dari kejauhan, apa yang dilakuka
Matahari pagi kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis ke udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental dan menenteramkan jiwa.Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya mem
Angin malam berembus pelan membawa kesejukan akhir bulan, menyapu halaman rumput hijau di kompleks Panti Asuhan Kasih Bunda. Di bawah temaram lampu teras yang hangat, suasana terasa begitu damai dan menenangkan. Chen Fan duduk bersandar di kursi kayu jati tua, menyesap perlahan teh hitam hangat di cangkirnya, sementara Lin Ruoxi tampak asyik mengawasi si kecil Chen Ping'an yang sedang belajar merangkak di atas karpet tebal ruang tengah. Tawa renyah balita itu bergema kecil, menciptakan melodi kebahagiaan yang menyapu bersih sisa-sisa kelelahan dari dunia luar.Namun, di balik ketenangan fana yang menyelimuti bumi itu, indra spiritual tingkat tinggi milik sang Kaisar Alkemis mendadak menangkap pergesekan halus di dimensi tinggi yang melampaui batas pemahaman makhluk biasa.Jauh di perbatasan paling luar galaksi bima sakti, tepatnya di tubir Dimensi Hampa Tanpa Batas—sebuah wilayah mati tempat hukum fisika, gravitasi, dan waktu kehilangan bentuk aslinya—segel-segel purba pr
Matahari pagi di akhir Oktober 2026 kembali menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru Kota Jiangnan. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental.Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan yang sehat di kuli
Matahari pagi di penghujung Oktober 2026 kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara.Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya beberapa waktu lalu masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan ya
Cahaya keemasan yang terpancar dari bilah Pedang Pemusnah Bintang menerangi kegelapan abadi di pusat Nebula Kuda Terbang, mengubah lautan gas kosmik yang semula kelam menjadi lautan pendar cemerlang yang memantulkan bayangan ribuan bintang. Chen Fan menggenggam gagang pusaka kuno itu dengan tangan kanannya. Getaran liar dari artefak tingkat dewa yang tadinya mengamuk hebat kini telah tunduk sepenuhnya, berdenyut selaras dengan detak jantung sang Kaisar Alkemis. Bagi entitas lain di alam semesta, memiliki senjata legendaris ini berarti memegang kendali atas kehancuran sebuah peradaban; namun bagi Chen Fan, pedang tersebut tidak lebih dari sebilah instrumen sederhana untuk membersihkan sisa-sisa kotoran kosmik yang berani mencemari keharmonisan semesta.Ia melayangkan pandangannya menembus ruang hampa, melewati jutaan tahun cahaya, hingga kesadaran spiritualnya menyentuh batas luar tata surya bumi. Di sana, di sudut Kota Jiangnan yang tenang, perisai Imperial Absolute Domain ber







