Share

BAB 23

Penulis: MasYB
last update Tanggal publikasi: 2026-06-22 20:10:17

Angin malam di Gunung Qinglong kian menderu, membawa aroma lembap dari tanah yang bercampur dengan bau anyir darah yang kian pekat. Kabut tebal yang menyelimuti lereng gunung bergulung-gulung, seolah-olah ikut tegang menyaksikan sudut tebing yang terisolasi itu. Di bawah, gadis berpakaian hanfu ungu bernama Mu Qianxue—penerus terakhir dari Sekte Obat Suci—merasakan napasnya kian memendek. Setiap kali dia menghirup udara, dadanya terasa seperti dibakar oleh duri-duri es. Tubuh Ilusi Sembilan J

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 47

    Fajar belum sepenuhnya pecah di langit Kota Jiangnan, namun kegelapan malam telah digantikan oleh semburat ungu keperakan yang dingin. Di depan gerbang utama Menara Su Group, aspal jalanan masih basah oleh embun pagi. Suasana yang biasanya sepi sebelum jam kantor dimulai, kini mendadak dicekam oleh keheningan yang teramat janggal.Sebuah sedan hitam mewah bergulung pelan, berhenti tepat di depan undakan marmer menara. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Wang Jiansheng, Kepala Keluarga Wang sekaligus salah satu penguasa bisnis terbesar di Provinsi Jiangnan. Pria paruh baya yang biasanya selalu tampil necis dengan tatapan angkuh itu kini tampak sangat rapuh. Rambutnya berantakan, dan gumpalan kantung mata hitam di wajahnya menceritakan bahwa dia tidak tidur semenit pun sepanjang malam.Di sampingnya, Wang Jue memegangi lengan ayahnya dengan tubuh yang masih gemetar hebat. Sisa trauma dari amukan energi spiritual Chen Fan semalam telah meruntuhkan seluruh mentalitas putra ma

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 46

    Riuh rendah perjamuan di Balai Kota Jiangnan perlahan memudar seiring berjalannya malam, namun bagi Chen Fan, pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di bawah pendaran lampu kristal yang mulai meredup, matanya tetap mengunci setiap pergerakan Wang Jue. Sinyal pelacak dari Regu Bayangan Gagak yang menempel di kerah jas pemuda itu berdenyut konstan dalam radar indra spiritual (Divine Sense) milik Chen Fan.Setelah ancaman dingin dari Su Qingxue, Wang Jue memilih untuk tidak melakukan konfrontasi terbuka lagi. Pria muda itu bergerak ke arah ruang privat di lantai dua balai kota, diikuti oleh dua pengawal pribadinya yang berjalan dengan langkah tegap dan waspada."Qingxue," bisik Chen Fan pelan, matanya tidak beralih dari tangga besar menuju lantai dua. "Tetaplah di sini bersama Kapten Zhang. Aku akan membersihkan beberapa lalat pengganggu di atas."Su Qingxue membalikkan tubuhnya, menatap Chen Fan dengan pandangan penuh kepatuhan dan kecemasan yang samar. "Apakah A

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 45

    Gedung Balai Kota Jiangnan malam itu diselimuti kemegahan yang luar biasa. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit aula utama memancarkan cahaya keemasan yang memantul di atas lantai marmer impor. Ratusan mobil mewah dari berbagai merek papan atas mengantre panjang di halaman depan, menurunkan para taipan bisnis, pejabat pemerintahan tinggi, hingga tokoh-tokoh berpengaruh dari seluruh penjuru Provinsi Jiangnan.Ini adalah perhelatan tahunan yang menjadi ajang pamer kekuasaan, kekayaan, dan koneksi politik. Di balik dentingan gelas sampanye dan alunan musik klasik yang lembut, transaksi rahasia bernilai miliaran rupiah dinegosiasikan di sudut-sudut ruangan.Di tengah kerumunan elit tersebut, perhatian semua orang mendadak tersedot ke arah pintu masuk utama saat sosok Su Qingxue melangkah masuk.Mengenakan gaun malam formal berwarna merah marun yang pas di tubuh indahnya, CEO wanita dari Su Group itu tampak layaknya seorang ratu yang turun dari singga

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 44

    Ketenangan di lantai tiga puluh enam Menara Su Group setelah tunduknya sang ratu bisnis Jiangnan tidak serta merta membuat roda takdir berhenti berputar. Sementara Kota Jiangnan menikmati kedamaian semu di bawah perlindungan tak kasat mata dari sang Master Alkemis, di belahan utara negeri—tepatnya di dalam distrik finansial paling eksklusif di ibu kota—sebuah pergerakan rahasia berskala global sedang dikoordinasikan.Menara Tianlong, sebuah mahakarya arsitektur modern setinggi seratus delapan lantai yang dilapisi kaca antipeluru dan baja titanium, berdiri kokoh sebagai simbol kekuasaan finansial dan supranatural tertinggi. Di sinilah markas pusat Tianlong Group berada, sebuah konglomerat raksasa yang tidak hanya menguasai sepertiga perputaran ekonomi negara, melainkan juga memegang kendali atas faksi-faksi kultivasi terselubung di balik bayangan pemerintahan.Di lantai tertinggi menara tersebut, di dalam sebuah ruangan kedap suara yang dijaga ketat oleh puluhan petarung bers

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 43

    Pagi hari di Kota Jiangnan mungkin baru saja dimulai dengan tenangnya riak ombak Sungai Yangtze, namun di ibu kota pusat, atmosfer di dalam Aula Pertemuan Utama Aliansi Beladiri telah berubah menjadi badai salju yang membekukan jiwa. Ruangan seluas lapangan bola itu dikelilingi oleh pilar-pilar batu marmer hitam dengan ukiran naga perak yang meliuk angkuh. Di tengah ruangan, sebuah meja bundar dari kayu jati kuno dikelilingi oleh lima orang tetua agung yang mengenakan jubah beladiri tradisional bersulam emas.Di atas meja jati tersebut, sebuah lampu indikator giok yang terhubung langsung dengan slip kehidupan (Life Slip) milik Gu Tianhai mendadak retak menjadi dua bagian, sebelum akhirnya hancur menjadi bubuk halus berwarna abu-abu.Kejadian itu menandakan satu hal yang mutlak: Kesadaran spiritual dan nyawa dari salah satu Tetua Agung Aliansi Beladiri telah lenyap sepenuhnya dari muka bumi."Mustahil... Ini benar-benar mustahil!" seorang pria tua bertubuh tambun dengan j

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 42

    Gumpalan awan hitam yang bergulung di langit perbatasan Jiangnan kini telah berputar membentuk pusaran tornado raksasa yang mengerikan. Warna fajar yang semula abu-abu remang seketika tertutup total oleh kegelapan yang pekat, menyisakan kilatan-kilatan petir berwarna emas murni yang menari liar di dalam pusaran awan. Suara gemuruhnya merayap di atas permukaan bumi, menggetarkan fondasi bangunan pabrik tua di sekitarnya hingga retakan-retakan baru bermunculan di dinding betonnya.Gu Tianhai berdiri membeku di tengah jalan aspal. Jubah sutera peraknya yang menggelembung akibat tekanan energi internal kini justru bergetar hebat. Sebagai salah satu Tetua Agung Aliansi Beladiri Ibu Kota, dia telah bertarung dengan ratusan ahli beladiri dari berbagai faksi rahasia, namun dia belum pernah menyaksikan seseorang yang mampu memanggil badai petir sektoral hanya dengan satu angkatan jari."Ini... ini bukan teknik bela diri! Ini adalah sihir terlarang!" teriak Gu Tianhai dengan suara yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status