Share

BAB 64

Author: MasYB
last update publish date: 2026-07-22 21:00:32

Angin malam berembun dingin berembus kencang di dek observasi luar lantai seratus delapan Menara Tianlong. Setelah pembersihan total di Gunung Shanhai, seluruh rampasan perang berupa ratusan kotak kayu cendana berisi herbal spiritual langka, puluhan giok energi bumi, hingga Bunga Es Jiwa Sembilan Kelopak telah dipindahkan dengan pengamanan super ketat ke ruang bawah tanah menara. Ibu kota kini telah sepenuhnya sunyi di bawah kendali mutlak aliansi bisnis Su Group dan barisan algojo Pasuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 64

    Angin malam berembun dingin berembus kencang di dek observasi luar lantai seratus delapan Menara Tianlong. Setelah pembersihan total di Gunung Shanhai, seluruh rampasan perang berupa ratusan kotak kayu cendana berisi herbal spiritual langka, puluhan giok energi bumi, hingga Bunga Es Jiwa Sembilan Kelopak telah dipindahkan dengan pengamanan super ketat ke ruang bawah tanah menara. Ibu kota kini telah sepenuhnya sunyi di bawah kendali mutlak aliansi bisnis Su Group dan barisan algojo Pasukan Bayangan Naga.Malam itu, pusat ruang rapat utama lantai seratus delapan telah dirombak total. Meja marmer besar Italia disingkirkan, digantikan oleh sebuah formasi melingkar yang terbuat dari susunan ratusan batu giok energi spiritual murni yang memancarkan pendaran cahaya hijau keemasan yang redup namun pekat.Di tengah-tengah formasi tersebut, Chen Fan duduk bersila dengan tenang. Mantel abu-abu gelapnya diletakkan di sisi ruangan, menyisakan kaus oblong hitam kasual yang membungku

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 63

    Langkah kaki Chen Fan yang tenang membawa keheningan yang mencekik sepanjang jalur pendakian Gunung Shanhai. Ratusan anak tangga batu yang tadinya putih bersih kini telah ternoda oleh jejak kehancuran divisi penjaga gerbang luar. Di puncak tertinggi, kabut perak pekat perlahan terbelah, menyingkap sebuah kompleks istana kuno berarsitektur megah dengan atap giok kelabu—Markas Besar Klan Pedang Surgawi.Di depan aula leluhur utama yang luas, atmosfernya telah memadat hingga ke titik beku. Empat ratus murid inti jubah putih telah membentuk formasi pertahanan melingkar berlapis baja. Di barisan paling depan, berdiri tiga orang tua berambut perak dengan jubah sulaman pedang emas murni. Mereka adalah Tiga Tetua Agung Klan Pedang Surgawi—Tetua Agung Feng, Yun, dan Lei—yang semuanya merupakan penguasa Ranah Transendensi Sejati Tingkat 7.Namun, perhatian Chen Fan tidak tertuju pada mereka, melainkan pada sosok pria paruh baya yang duduk bersila di atas altar batu giok di tengah

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 62

    Kabut tebal yang menyelimuti ibu kota kini telah tertinggal jauh di belakang. Pagi itu, tiga buah helikopter taktis hitam tanpa logo membelah hamparan awan menuju ke arah utara yang ekstrem, tempat di mana Pegunungan Shanhai berdiri dengan kokoh bagaikan pilar raksasa yang menembus langit. Pegunungan ini bukan sekadar deretan bukit batu fana; di sinilah letak salah satu celah energi bumi terbesar di negeri ini, tempat yang selama ratusan tahun diisolasi oleh kabut ilusi magis dari pandangan manusia biasa.Di dalam kabin helikopter utama, hawa dingin yang menusuk dari luar sama sekali tidak mampu menembus kehangatan murni yang melingkupi tubuh Chen Fan. Pemuda itu duduk bersila dengan mata terpejam rapat. Jubah mantel abu-abu gelapnya tampak sedikit bergerak mengikuti aliran napas spiritualnya. Di dalam Dantiannya, pilar emas setengah langkah Foundation Establishment miliknya kini memancarkan pendaran cahaya yang kian solid. Setelah menyerap sisa-sisa energi spiritual dari t

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 61

    Fajar menyingsing di langit ibu kota dengan sapuan warna merah darah yang mengerikan di ufuk timur. Kabut pagi yang tebal berputar-putar di sekitar gerbang besi setinggi lima meter milik kediaman megah Keluarga Zhao. Keheningan yang tidak wajar menyelimuti seluruh area Distrik Naga Utara. Tidak ada kicau burung, tidak ada suara kendaraan fana yang melintas; hanya ada aura ketegangan yang begitu padat hingga sanggup membuat manusia biasa sesak napas.Di dalam pekarangan luar kediaman, tiga sosok pria paruh baya mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman sebilah pedang perak di punggung mereka berdiri melayang samar beberapa sentimeter di atas permukaan rumput. Mereka adalah tiga Utusan Pedang dari Klan Pedang Surgawi wilayah utara—Utusan Satu, Dua, dan Tiga—yang semuanya telah mencapai puncak Ranah Transendensi Fana Tingkat 6. Hawa pedang (Sword Qi) yang memancar dari tubuh mereka begitu tajam hingga memotong helai-helai daun yang jatuh sebelum sempat menyentuh tanah.

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 60

    Matahari kian meninggi di atas langit ibu kota pusat, memancarkan sinar benderang yang kontras dengan kabut ketakutan yang kini mencekik leher para penguasa kota. Eksekusi mati Marsekal Lu di tengah lapangan upacara markas militernya sendiri, disusul dengan pengambilalihan instan Komando Sektor Barat oleh Pasukan Bayangan Naga, menjadi pukulan telak yang meruntuhkan sisa-sisa kewarasan klan bangsawan kuno. Jaringan pertahanan modern dan hukum fana yang selama ini menjadi tameng absolut mereka, terbukti pecah berkeping-keping di bawah injakan kaki Chen Fan.Siang itu, di dalam aula pertemuan tersembunyi di bawah kediaman megah Keluarga Zhao—salah satu dari tiga klan bangsawan agung yang mengendalikan sektor perbankan dan pasokan energi nasional—suasananya dipenuhi kepanikan yang luar biasa. Aula yang dilapisi marmer putih dan pilar-pilar berlapis emas itu biasanya menjadi tempat pesta mewah para elit. Namun kini, ruangan itu berubah menjadi ruang rapat darurat yang bising ol

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 59

    Kompleks Komando Militer Sektor Barat ibu kota berdiri bagaikan benteng baja yang tak tertembus di balik perbukitan granit kelabu. Dikelilingi oleh pagar kawat berduri tiga lapis yang dialiri listrik tegangan tinggi, serta menara pengawas yang dilengkapi senapan mesin kaliber berat, markas pribadi Marsekal Lu ini dirancang untuk menahan gempuran perang konvensional skala penuh.Di dalam ruang strategi bawah tanah benteng tersebut, atmosfernya mencekam. Layar monitor raksasa yang terpasang di dinding hanya menampilkan sinyal statis abu-abu. Tiga titik hijau yang merepresentasikan jet tempur siluman dan dua titik helikopter serbu Thunderbolt kebanggaan divisi perbatasan mendadak lenyap dari radar pemantau semenit yang lalu.Marsekal Lu, seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan seragam militer hijau tua bertabur bintang emas di pundaknya, mencengkeram tepi meja komando hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya yang tegas kini dipenuhi guratan kecemasan yang mendalam.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status