Share

02. Tian Sen

Author: kirito
last update Huling Na-update: 2024-09-22 12:52:13

Anak umur delapan tahun itu pun mengangguk dan ayahnya dengan tenang mengajari anaknya itu seluruh yang dia ingin anaknya pelajari. Satu jam, dua jam, tiga jam pun berlalu, setelah merasa hari sudah mulai naik barulah keduanya pun keluar dari gua dan kembali ke desa.

Ayah dari anak itu kembali ke rumah sedangkan anaknya pergi bermain ke danau yang sudah dijanjikan dengan teman-temannya, saat sang ayah sampai di rumah sosok istrinya sudah menunggu menatapnya dengan tatapan dingin.

“Kenapa kamu membawa Shen’er kesana?” Tanya sang ibu dengan wajah murung menatap suaminya.

“Huf.. Siapa yang tahu masa depan? Setidaknya aku memberikan anak kita pilihan untuk masa depannya! Apa kamu pikir dapat bersembunyi terus dari mereka?” Jawaban dari suaminya membuat sang istri merendahkan kepalanya.

Dia paham apa yang dimaksud oleh suaminya itu, sangat paham sampai membuat hatinya sangat sakit memikirkan masalah yang sebenarnya mereka hadapi. Dia tidak masalah jika mati, tapi dia tidak akan terima kalau anaknya mati begitu saja di tangan musuh yang mengejar mereka.

“Tenang saja, selama ada aku tidak akan ada yang terjadi pada anak kita! Dia akan tumbuh dan menjadi pria tampan yang memikat seluruh wanita di dekatnya, saat itu mungkin kamu akan memiliki tiga atau empat menantu cantik-cantik yang akan memberikan cucu buat kita gendong!” Hibur Pria yang melihat kalau istrinya terlalu berat berpikir mengenai hidup keluarga mereka saat ini.

“Ugh! Kamu benar-benar, tapi aku merasa sangat menantikannya juga. Aku harap kebahagian ini tidak akan pernah hilang!” Wanita cantik itu pun merebahkan kepalanya di pelukan sang suami. Dia berdoa, berdoa agar keluarganya tetap merasakan ketenangan seperti sekarang dan tidak berubah sampai di masa depan nanti.

Di sekitar danau, terlihat beberapa penduduk yang sedang mencuci dan memancing di sekitar danau yang tidak terlalu besar. Disana sosok anak bernama Shen’er sedang bermain di danau bersama beberapa anak seusia dengannya, mereka terlihat bersenang-senang bersama di sekitar danau. Beberapa orang dewasa yang melihat kegembiraan anak-anak desa mereka, sangat terhibur dengan pemandangan keakraban anak-anak kecil itu.

“Shen’er! Apa ayah dan ibumu di rumah?” Seorang pria tua dengan tongkat mendekati Shen’er yang duduk di tepi danau setelah merasa lelah bermain.

“Eh! Kakek kepala desa? Iya, ayah dan ibu di rumah sekarang. apa kakek ada urusan dengan mereka?” kepala desa yang mendengar kalau keduanya ada di rumah, hanya mengelus kepala Shen'er lalu pergi menuju rumah Shen'er. 

Shen'er sedikit bingung melihat kepala desa yang terlihat berekspresi serius, tapi karena dia sangat lelah akhirnya dia hanya dapat tertidur di dalam keadaan posisi bersandar di sebuah batu besar dekat danau itu. Sedangkan tanpa ia sadari kalung yang dipakainya bercahaya merah untuk beberapa saat sebelum kembali normal.

Di saat yang sama, kepala desa datang menemui orangtua Tian Shen dengan wajah yang gelisah dan juga khawatir. Melihat kepala desa yang tiba-tiba datang ke rumahnya membuat orangtua Tian Shen menyadari sesuatu, segera mereka membawa kepala desa duduk dan bertanya mengenai apa masalah yang terjadi?

Kepala desa hanya menjelaskan kalau mereka akan datang! Dengan hanya satu kalimat itu saja wajah keduanya langsung berubah, mereka yang sudah lama tinggal di desa terpencil ini apa benar-benar tidak bisa lepas dari orang-orang itu? 

“Kalian harus pergi dari sini! Jika kalian terlambat, mungkin akan berbahaya bagi Shen’er.” Ucap kepala desa dengan wajah yang serius memperingati keduanya. 

“Tapi kami harus pergi kemana lagi kepala desa? Kami sudah sangat jauh pergi tapi nyatanya tetap saja semua sia-sia, apa benar kita tidak ada pilihan lain?” Ibu Tian Shen menangis di depan suaminya itu.

Mendengar kata-kata dari istri ayah Tian Shen, wajah kepala desa juga sangat buruk kali ini bukan hanya satu orang yang mencari keduanya tapi ada dua kekuatan sedang mencari mereka. Jika mereka ketahuan ada disini, kemungkinan mereka ditangkap juga akan jauh lebih tinggi, berbeda dengan mereka yang ada di desa ini.

Mereka semua hanya manusia tidak mungkin kedua kekuatan itu akan membunuh mereka apalagi membasmi mereka, sebab sejak seluruh dunia diatur ulang oleh sosok dewa terkuat ratusan juta tahun lalu semua telah berubah menjadi lebih baik untuk umat manusia atau manusia biasa.

“Pertimbangkan lah ini, aku mendapatkan kabar dari beberapa orang di kota. Mereka menyampaikan ini kepadaku karena berpikir aku membutuhkannya, kalian sudah hidup puluhan tahun disini aku tahu itu! Tapi…. Anak kalian yang saat ini baru berumur sepuluh tahun seharusnya tidak terlibat dengan masalah kalian. Cobalah cari cara untuk mengatasi semuanya!”

Nasehat dari kepala desa hanya membuat kedua pasangan itu menjadi buruk. Mereka memang telah melihatkan Tian Shen dengan masalah mereka, tapi sekarang mereka benar-benar tidak tahu harus bagaimana.

“Kami… Akan mencoba memikirkan semuanya!” Pada akhirnya mereka berdua benar-benar harus mempertimbangkan semua hal untuk Tian Shen. Jika mereka tidak bisa mempertimbangkan semuanya, anak mereka akan benar-benar menderita sepenuhnya baik sekarang atau nanti di masa depan. 

…..

Swisshhh…

BOOOOOMMM…

BOOOOOMMM…

“Bocah! Orang-orang ini tampaknya bukan demon, apa yang harus kita lakukan?” Tiga sosok yang sedang terbang di ruang hampa melihat ke arah depan mereka. Dimana ada sekelompok orang tengah terbang ke arah yang berlawanan dari mereka, tapi karena mereka curiga di awal membuat mereka menghentikan kelompok tersebut.

“Senior, kami ini benar-benar bukan demon! Kami hanya ingin pergi melintasi ruang menuju ke tempat tinggal seseorang dari keluarga kami. Tolong maafkan atas kelancangan kami tadi!”

Sosok yang menjadi pemimpin dari kelompok itu adalah seorang pria paruh baya dan dia juga di awal berpikir kalau seorang pemuda dan dua binatang kecil yang terbang kiri kanan pria muda itu adalah musuh. Meskipun mungkin bukan musuh, mereka ingin menghadapi orang-orang ini dan membunuh mereka tapi sayang sekali kekuatan ketiganya berada jauh di atas kemampuan mereka sendiri.

“Ho? Begitukah? Paman tikus kecil, apa kamu yakin mereka tidak berbahaya? Jika mereka berbahaya bagaimana?” Tanya pria muda tampan dengan rambut hitam dan mata hitam itu, bola mata pria itu seperti lubang tanpa dasar yang terus bergerak menelan segala yang ada di semesta itu. Dan sekarang tatapan serta auranya benar-benar jauh melampaui 

kelompok yang berdiri di depannya.

“Aduh! Mereka ini bukanlah apa-apa, kamu lihat mereka! Sekarang saja Mereka sangat takut padamu dan juga lihatlah aura serta qi yang dikeluarkan oleh mereka. Apa ada tanda-tanda mereka adalah demon? Ayolah, Zhuting.. Kita masih banyak hal yang harus dikerjakan!” Tanya tikus kecil kembali sambil menepuk keningnya melihat keponakan yang benar-benar sangat sulit diatur ini.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mantap bah
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian   960. rasa malu

    BOOOOMMM…. BOOOOMMM….Ledakan yang di lihat oleh Tian Sen dari jauh, adalah ledakan terakhir dan dengan api Phoenix miliknya. Api itu bukan lagi api biasa, sehingga hampir tidak mungkin bisa padam oleh ahli di tingkat kaisar yang telah terluka. Apalagi di tambah dengan kekuatan elemen api dari roh elemen, sehingga api itu bertambah kuat. Dengan tidak adanya ahli dewa disana, membuat api itu pasti menghancurkan semua istana dan isi yang ada disana. Tian Sen hanya tersenyum lalu berbalik pergi ke arah tangga langit, dia melihat tetua penjaga tangga langit masih menahan sosok-sosok itu. Jelas dia mendengarkan arahan Tian Sen, dan saat Tian Sen kembali… ekspresi tetua itu berubah dan matanya tertuju pada Tian Sen.“Bunuh mereka sekarang, aku akan menghancurkan formasi mereka!” Kata Tian Sen dengan senyum penuh arti dan sudah sangat puas dengan hasil rampasannya. “Ho, bunuh kah? Mereka cukup licik, jadi mungkin sulit membunuh semuanya tapi jika hanya beberapa itu mungkin!” Kata penjaga ta

  • Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian   959. Kegagalan

    BOOOOMMM…. “Ingin melaporkan keluar? Jangan harap, segel empat arah.. kunci!” Tian Sen menggunakan segel untuk mengunci semua area pada tempat itu. Sehingga semua orang disana tidak bisa memberitahu masalah tersebut keluar, dan berita mengenai penyerangannya tidak akan sampai kepada orang-orang kuat yang sedang bertarung dengan penjaga tangga langit maupun dengan orang-orang yang sekarang ada di dalam formasi. Dengan teknik Tian Sen yang sudah disiapkan tikus kecil, semua pasukan dari istana itu benar-benar terkunci tanpa dapat jalan untuk keluar. Ini membuat Tian Sen merasa puas dengan yang dia lakukan, tapi tidak berhenti sampai disana Tian Sen juga mengunci semua area dengan bantuan roh elemen. Dengan arahannya, Tian Sen bisa mengunci semua ahli tingkat raja agar tidak keluar dari dalam formasi. Meskipun ada kelemahan, yaitu musuh masih dapat menggunakan kekuatan mereka tapi itu sudah cukup. Bagi Tian Sen selama musuh tidak bisa mengirim informasi keluar, maka itu sudah cukup bag

  • Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian   958. Serangan ke markas

    “Anak nakal! Apa yang ingin kamu lakukan sebenarnya?” Tanya penjaga tangga langit melihat Tian Sen menghilang begitu cepat dari pandangannya. Dia tidak tahu kemana Tian Sen pergi, tapi dari sifat Tian Sen saja sudah cukup membuatnya mengetahui kalau anak itu akan melakukan sesuatu yang mengundang penyesalan bagi musuhnya.SWUSHHHHH“Semua bahan peledak sudah terpasang?” Tanya Tian Sen kepada tikus kecil sambil mengikuti jejak belati kesengsaraan miliknya tersebut.“Pii… Piiii (Aku sudah melakukan semuanya, tinggal menunggu perintah dan semua akan meledak!)” Balasan dari tikus kecil sudah pasti, dia sangat cepat dalam melakukan perintah Tian Sen dan semua sudah dia siapkan sedari awal. Setelah mendengar semuanya siap, Tian Sen membiarkan Tikus kecil untuk mengambil harta di dalam ruang harta milik para penjahat itu dan lalu pergi ke arah tempat tahanan berada.Tikus kecil yang pintar itu segera memulai menyusup ke dalam gudang harta musuh tersebut, dia masuk dengan mudah tanpa ketahuan

  • Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian   957. taking advantage of a disaster

    “Tidak ada pilihan lagi! Mereka sulit untuk dikendalikan dan aku juga tidak bisa berbuat apapun di tempat seperti ini!” tegas tetua kelima mengenai apa yang terjadi sekarang di dalam formasi jahat itu. Jika dia ingin melawan, itu mungkin tapi sangat sulit karena sekarang mereka terjebak dalam formasi besar seperti ini, kecuali ada orang yang menghancurkan formasi dan membuat mereka bebas dari formasi sehingga kemenangan sudah pasti di tangan mereka.Mendengar itu, ekspresi dari Long Yueyin menjadi sangat buruk, mereka terjebak tanpa dapat melakukan apapun dan hanya bertahan satu-satunya jalan agar rencana musuh tidak berjalan begitu cepat. Murid sekte besar yang terluka juga mulai menyembuhkan diri mereka, karena mereka juga kehilangan banyak darah dari pertarungan yang sebelumnya terjadi. Long Yueyin melihat sosok wanita yang sudah berdiri dan perlahan pulih karena berada di dalam formasi darah, kekuatannya juga pulih dan luka berat juga ikut pulih. Hal yang Long Yueyin tidak senang

  • Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian   956. Solusi yang harus di lakukan

    “Dewa kalian itu sebenarnya apa? Kalian saja tidak tahu yang kalian sembah tapi masih bersikap seperti punya dewa itu sendiri!” Kata Tetua tersebut mengejek dewa dari orang-orang sesat yang tidak jelas asal usulnya tersebut. “kau, mengejek dewa kami? Dewa kami adalah tuan yang baik memberikan kekuatan dan membuat kami hidup dalam kebahagian, tidak layak di hina oleh kalian para bajingan sialan yang hanya mementingkan diri kalian sendiri!” Ucap orang-orang itu menghina tetua tersebut yang telah merendahkan tuan mereka yang juga adalah dewa yang mereka puja. Mereka telah hidup dalam kesulitan tapi apa? Dewa yang menyebut diri mereka dewa tidak pernah memberikan ketulusan pada mereka sehingga mereka harus tersiksa dan mengalami banyak hal yang tidak dapat mereka terima lagi.“Hanya karena kalian tidak memiliki kekuatan dan juga hidup yang baik, kalian menjadi pengikut para dewa sesat itu. Tapi tidak masalah, aku akan membuat kalian sadar kalau yang kalian pilih bukan sesuatu yang dapat

  • Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian   955. Penyembah dewa sesat

    “Piiii? Piii…. (Ini penghalang itu? Kita bisa keluar sepertinya ….)” Tikus itu merasakan kalau formasi merah darah ini memang kuat, tapi dia bisa keluar dengan mudah dari formasi itu. Sehingga dia sedikit ragu kenapa formasi seperti ini ada? Dan dia juga agak ragu untuk membawa Tian Sen keluar dari formasi ini. “Iya, aku bisa keluar dengan mudah juga, aku butuh waktu untuk menyesuaikan armor ini dengan formasi. Kamu keluarlah dulu dan ikuti beberapa orang asing itu!” Ucap Tian Sen mengirimkan sedikit penglihatan matanya kepada tikus kecil yang sudah menjadi hewan bawahannya itu. Saat tikus kecil menerima penglihatan itu, matanya langsung bersinar dengan sinar keserakahan.Tikus kecil segera memahami tujuan Tian Sen dan bergerak seperti yang di inginkan, dengan kekuatannya dia langsung keluar menuju ke tempat yang dikatakan oleh Tian Sen. Memang benar, ada kelompok lain yang bergerak ke arah berbeda dan itu adalah tangga langit. Melihat itu, tikus kecil dalam diam mengikuti mereka yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status