Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 183 Saling Membersihkan

Share

183 Saling Membersihkan

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-05-22 18:08:07

Joanna masih terbaring dalam pelukan spooning Wandra, tubuh mereka saling menempel hangat dan lembab. Ia mengelus lengan Wandra yang merangkul perutnya, lalu berbisik lembut:

“Kita masih lengket… Ayo mandi lagi. Aku ingin membersihkanmu… dan kamu membersihkanku.”

Wandra mencium tengkuk Joanna dengan penuh kasih. Ia mengangguk, lalu perlahan menarik diri. Joanna mendesah kecil karena kehilangan sensasi penuh itu, tapi senyumnya tetap lembut.

Wandra mengangkat tubuh Joanna dengan mudah, membopong
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   188 Seorang yang Membutuhkan Bantuan

    Wandra melangkah keluar ke trotoar dan menghirup udara malam yang sejuk. Suara keributan dari dalam ruko tabib palsu itu masih terdengar samar-samar di belakangnya. Dia memasukkan kedua tangannya ke saku jaket dan mulai berjalan menjauhi tempat itu.Tapi dia tidak menyadari bahwa sepasang mata telah memperhatikannya sejak tadi.Di antara kerumunan orang yang tadi berada di dalam ruang praktik Tabib Awi, ada seorang lelaki tua yang duduk di sudut belakang dengan seorang gadis muda di sampingnya. Lelaki tua itu berumur sekitar tujuh puluh tahun, rambutnya sudah memutih seluruhnya, tapi tubuhnya masih tegap dan matanya masih tajam. Pakaiannya sederhana tapi terbuat dari bahan yang sangat berkualitas, detail yang hanya bisa dikenali oleh mata yang terlatih. Dia adalah seorang hartawan yang kekayaannya termasuk salah satu yang terbesar di kota ini. Namanya Halim.Halim datang ke tempat Tabib Awi malam ini karena keputusasaan. Selama bertahun-tahun dia menderita penyakit yang tidak bisa dis

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   187 Membongkar Kepalsuan seorang Tabib

    Semua mata menoleh ke arahnya. Tabib Awi yang sedang memeriksa pasien keempat mendongak dan memandang Wandra. Senyumnya sedikit berkedut saat melihat pemuda ini yang tidak dia kenal dan tidak ada dalam daftar pasien malam ini."Silakan, Nak. Mau bertanya apa?"Wandra berjalan ke tengah ruangan. "Tabib bilang bisa menyembuhkan semua penyakit. Tapi saya melihat obat yang Tabib berikan kepada ibu tadi," dia menunjuk ke arah wanita yang menderita nyeri sendi, "itu hanya campuran herbal biasa. Jahe, kunyit, dan sedikit temulawak. Dijual tiga kali lipat harga aslinya dan dikemas seolah-olah itu obat ajaib. Obat seperti itu hanya memberikan efek hangat dan segar di tubuh selama beberapa jam, tapi tidak akan pernah menyembuhkan nyeri sendi yang sudah menahun."Ruangan itu mendadak hening.Tabib Awi tertawa, tapi tawanya terdengar sedikit terpaksa. "Anak muda ini bicara apa? Kau pikir kau lebih tahu dari seorang tabib yang sudah berpengalaman puluhan tahun?""Saya juga melihat bahwa pil merah

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   186 Tabib Palsu

    Hari ini, setelah mengantar Joanna ke rumah sakit, Wandra jalan-jalan. Wandra terus berjalan tanpa tujuan yang pasti. Dia hanya ingin melihat, mengamati, dan memahami dunia baru ini selangkah demi selangkah. Toko-toko yang masih buka memancarkan cahaya terang dari etalase mereka. Restoran-restoran mengeluarkan aroma makanan yang menggugah selera. Sekelompok anak muda duduk di depan sebuah kedai kopi sambil tertawa-tawa.Langkah Wandra terhenti saat matanya menangkap sebuah papan nama besar yang dipasang di atas sebuah ruko berlantai dua. Papan nama itu berwarna emas menyala dengan tulisan yang sangat mencolok."Tabib Awi. Ahli Pengobatan Tradisional Nomor Satu. Bisa Menyembuhkan Semua Penyakit. Sekali Periksa Langsung Tahu. Dijamin Sembuh."Wandra menaikkan sebelah alisnya.'Bisa menyembuhkan semua penyakit?' batinnya. 'Klaim yang sangat berani. Bahkan aku yang sudah hidup tujuh ribu tahun dan telah meramu ribuan jenis obat tidak berani mengatakan hal seperti itu.'Yang lebih menarik

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   185 Pulang ke Aku. Itu yang Terpenting

    Setelah sesi lotus yang intim di dalam bathtub, Wandra mengangkat tubuh Joanna yang masih lemas dari air hangat. Mereka berdua masih basah, kulit mereka berkilau di bawah cahaya temaram kamar. Wandra membopong Joanna kembali ke ranjang, meletakkannya dengan sangat lembut di tengah kasur yang luas.Joanna tersenyum lemah, tangannya masih melingkar di leher Wandra. “Jangan pergi… tetap di sini bersamaku.”Wandra naik ke ranjang, berbaring di samping Joanna. Mereka saling berhadapan, saling memandang dalam diam yang penuh kasih. Joanna mendekat, menempelkan tubuhnya ke dada Wandra, kakinya melingkar di paha pemuda itu.Mereka berciuman lagi — ciuman yang sangat lambat, lembut, dan penuh perasaan. Bibir mereka saling menempel lama, lidah mereka hanya menyentuh pelan, seolah sedang menikmati rasa satu sama lain tanpa tergesa.Wandra membalikkan tubuh Joanna dengan lembut hingga memunggunginya. Ia mendekat dari belakang, memeluk pinggang Joanna erat, dan memasuki tubuhnya lagi dalam posisi

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   184 Berendam dalam Pelukan Lotus

    Setelah sesi panjang di bawah shower, Joanna masih memeluk Wandra erat, air hangat masih mengguyur tubuh mereka. Ia mengangkat wajahnya yang memerah, mencium bibir Wandra dengan lembut, lalu berbisik di telinganya:“Ayo ke bathtub… Aku ingin posisi yang paling dekat denganmu. Aku mau merasakan kamu sepenuhnya, tanpa tergesa.”Wandra tersenyum hangat. Ia mematikan shower, lalu mengangkat tubuh Joanna dengan mudah, membopongnya ke bathtub marmer yang luas. Air hangat sudah mengalir dari keran, memenuhi bathtub hingga setengah penuh. Wandra menuangkan sedikit bath oil beraroma lavender, menciptakan busa lembut yang harum dan menenangkan.Mereka masuk ke dalam air hangat bersama. Wandra duduk lebih dulu, menyandarkan punggungnya ke dinding bathtub. Joanna naik ke pangkuannya dengan lembut, menghadapnya langsung. Ia melingkarkan kedua kakinya di pinggang Wandra, bokongnya menyentuh paha pemuda itu. Posisi **Lotus** yang sempurna — dada ke dada, wajah berhadapan, sangat intim.Air hangat na

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   183 Saling Membersihkan

    Joanna masih terbaring dalam pelukan spooning Wandra, tubuh mereka saling menempel hangat dan lembab. Ia mengelus lengan Wandra yang merangkul perutnya, lalu berbisik lembut:“Kita masih lengket… Ayo mandi lagi. Aku ingin membersihkanmu… dan kamu membersihkanku.”Wandra mencium tengkuk Joanna dengan penuh kasih. Ia mengangguk, lalu perlahan menarik diri. Joanna mendesah kecil karena kehilangan sensasi penuh itu, tapi senyumnya tetap lembut.Wandra mengangkat tubuh Joanna dengan mudah, membopongnya seperti pengantin menuju kamar mandi. Joanna tertawa kecil, tangannya melingkar di leher Wandra, kepalanya bersandar di bahu pemuda itu.Air shower dinyalakan. Air hangat langsung mengguyur deras dari kepala shower besar, menciptakan kabut uap yang lembut dan romantis di seluruh kamar mandi.Mereka berdiri saling berhadapan di bawah guyuran air. Joanna mengambil sabun cair beraroma vanilla, menuangkannya ke telapak tangannya, lalu mulai memandikan Wandra dengan lembut. Tangan halusnya mengel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status