Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 204 Makin Intim di Kamar Kos

Share

204 Makin Intim di Kamar Kos

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-06-03 19:51:59

Martha menarik napas dalam-dalam, matanya penuh gairah saat ia memposisikan dirinya di atas Wandra.

Tubuhnya yang telanjang berkilauan oleh keringat, payudaranya naik-turun mengikuti irama napasnya yang cepat.

Wandra terbaring di kasur sempit kamar kos milik Martha, penisnya yang masih keras dan basah oleh cairan mereka berdua menjulang tegak, siap menyambutnya.

Dengan gerakan lambat tapi penuh tekad, Martha mengangkat pinggulnya, tangannya meraih batang penis Wandra yang tebal. Ia membimbin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   222 Harimau Iblis Tingkat 3

    Tubuh harimau iblis itu terlempar ke belakang dengan kekuatan yang jauh melebihi kecepatan serangannya sendiri. Dia menghantam sebatang pohon besar di belakangnya dengan suara berdebum yang menggetarkan tanah. Pohon itu tumbang. Tulang-tulang harimau itu patah di banyak tempat, dan darah mengalir dari mulutnya.Harimau itu masih sempat menatap Wandra dengan mata yang dipenuhi ketidakpercayaan sebelum sekarat. Dia tidak mengerti bagaimana seorang kultivator alam pemurnian tubuh tingkat satu bisa mengalahkannya semudah itu.Wandra berjalan mendekat. Dengan satu gerakan tangan, dia memisahkan inti roh dari tubuh harimau yang masih sekarat itu. Inti roh berbentuk bola kecil berwarna merah keemasan itu melayang keluar dari dada harimau dan jatuh ke tangan Wandra.Wandra memasukkan inti roh itu ke dalam mulutnya dan menelannya. Seketika, energi kultivasi yang padat menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia memejamkan mata dan membiarkan energi itu mengalir ke dantiannya, diserap dan dimurnikan oleh

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   221 Hutan Terlarang

    Saat yang dia jalani saat dia, sempat ul lima pagi, saat kebanyakan orang di kota Arcandra masih terlelap di tempat tidur mereka, Wandra sudah berdiri di depan pintu rumah kosnya dengan ransel hitam di punggungnya. Udara pagi masih dingin, dan kabut tipis menggantung di antara gang-gang sempit di sekitar rumahnya. Langit masih berwarna biru tua dengan beberapa bintang terakhir yang enggan menghilang.Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan pagar rumahnya. Seorang pria paruh baya dengan seragam sopir yang rapi keluar dari mobil dan membungkuk hormat."Tuan Wandra? Saya Pak Darmo, sopir dari keluarga Wicaksana. Nona Winona menyuruh saya menjemput Tuan."Wandra mengangguk dan masuk ke kursi belakang. Hari ini adalah hari Sabtu, dan dia tidak perlu pergi ke kampus. Ini adalah waktu yang sempurna untuk melakukan perjalanan ke Hutan Terlarang.Bagi Wandra, berburu binatang iblis bukan sekadar hobi atau petualangan. Itu adalah kebutuhan. Inti roh dari binatang iblis mengandung ener

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   220 Tulang yang Patah

    Wandra baru saja menutup pintu pagar rumah kosnya ketika indranya yang sudah terlatih selama tujuh ribu tahun langsung menangkap empat aura kultivasi yang mendekat dari arah jalan utama. Tiga di antaranya berada di alam pemurnian tubuh dengan level yang berbeda. Yang pertama di level tiga, yang kedua di level empat, dan yang ketiga di level lima. Tapi yang paling menarik perhatian Wandra adalah aura keempat. Aura itu jauh lebih kuat dari ketiga lainnya. Alam kondensasi roh level tiga, satu alam penuh di atas dirinya secara permukaan.Wandra tidak masuk ke dalam rumah. Dia berdiri di tengah halaman depan dengan tangan dimasukkan ke saku celana, ekspresi wajahnya setenang permukaan danau di pagi hari. Dia menunggu.Beberapa menit kemudian, sebuah mobil hitam berhenti di depan rumahnya. Empat orang turun. Yang berjalan paling depan adalah seorang pria berumur lima puluh lima tahun dengan tubuh ramping tapi memancarkan kekuatan yang luar biasa. Wajahnya tegas, rahangnya kuat, dan matanya

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   219 Pantulan Peluru

    "Nilai Wandra adalah A plus plus," Clarissa menambahkan. "Sementara nilai Cindy adalah B plus. Ada jarak yang cukup jauh."Cindy merasakan wajahnya memanas karena malu dalam kekalahan. Dia tidak menyangka Wandra yang menyerahkan jawaban hanya dalam lima menit ternyata mendapatkan nilai sempurna."Wandra, sebagai peringkat pertama, silakan sampaikan beberapa kata untuk teman-teman setimmu," Clarissa berkata.Wandra berdiri. "Sebelum saya bicara tentang tim, saya ingin mengumumkan sesuatu. Sebelum seleksi ini, saya dan Cindy mengadakan taruhan. Siapa pun yang peringkatnya lebih tinggi berhak mengeluarkan yang lain dari tim. Karena saya berada di peringkat satu dan Cindy di peringkat dua, maka berdasarkan taruhan itu, saya mengeluarkan Cindy dari tim. Posisinya akan diisi oleh peringkat lima."Cindy menjatuhkan pena yang dia pegang. Wajahnya memerah karena malu, marah, dan kecewa. Dia ingin protes, tapi dia sendiri yang mengusulkan taruhan itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.Clarissa me

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   218 Bagaimana Bisa Kamu?

    Cindy menggigit bibirnya. Dia tidak tahu mana yang lebih membuatnya kesal. Wandra yang mengabaikannya, atau Wandra yang mengabaikannya karena terlalu fokus pada dosen wanita yang lebih tua itu.Pelajaran berlangsung selama satu setengah jam. Wandra mengikuti setiap kata yang diucapkan Clarissa dengan saksama, dan otaknya yang sudah terlatih selama ribuan tahun menyerap semua materi dengan kecepatan yang luar biasa.Saat pelajaran hampir berakhir, Clarissa mengetukkan spidolnya di meja untuk menarik perhatian seluruh kelas.“Sebelum kita selesai, saya ingin mengumumkan sesuatu,” Clarissa berkata. “Universitas kita akan mengirim tim untuk mengikuti lomba arsitektur antar universitas yang akan diadakan dalam dua bulan ke depan. Saya ditunjuk untuk membimbing tim dari fakultas kita. Saya ingin memilih empat mahasiswa terbaik dari kelas ini untuk menjadi anggota tim. Bagi yang tertarik, silakan mendaftar dan ikut seleksi yang akan saya adakan setelah jam pelajaran terakhir hari ini.”Beber

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   217 Master Wempi

    Pagi ini Lisa berjalan dengan langkah yang anggun namun tegas memasuki gedung asosiasi bela diri yang terletak di sebuah kompleks tertutup di pinggiran kota Arcandra. Gedung itu tampak sederhana dari luar, hanya seperti bangunan tua biasa, tapi setiap orang di dunia kultivasi tahu bahwa di dalamnya berkumpul beberapa kultivator paling kuat di kota ini.Lisa mengenakan gaun musim panas berwarna ungu yang menonjolkan kecantikannya yang dingin. Rambut hitam panjangnya dia gelung rapi ke belakang, dan riasannya yang tipis tapi sempurna menambah kesan elegan di wajahnya yang menyembunyikan kelicikan di balik senyumnya.Seorang penjaga membungkuk hormat saat Lisa lewat. Nama keluarga Hendrawan adalah nama yang dihormati, bahkan ditakuti, di kalangan kultivator kota ini. Tidak ada yang berani mempertanyakan kehadirannya.Lisa diantar ke sebuah ruangan pribadi yang dirancang seperti ruang teh tradisional. Di tengah ruangan, duduk bersila di atas tikar tatami, seorang pria berumur sekitar empa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status