Share

Bab 100

Author: Finella Zakaria
Yuna terkejut, dia gemetar ketakutan di bawah tatapan mata Simon.

Mungkinkah Simon sudah tahu sesuatu?

Tidak, tidak mungkin.

Yuna dengan cepat menenangkan dirinya dan terus berbicara dengan marah, "Simon, aku tahu kamu punya kemampuan dan seluruh Keluarga Jatmiko sudah diserahkan ke tanganmu. Meski Hans salah, apa pantas kamu melukainya begitu parah? Kamu nggak peduli sama sekali sama hubungan persaudaraan!"

Perkataan Yuna penuh dengan tuduhan.

Ucapan Simon barusan membuat tiga orang lainnya tercengang.

Hans menggeram marah, "Kak Simon, gimanapun juga, aku dan Nayla sudah tunangan. Meski caraku salah, cepat atau lambat dia bakal jadi istriku. Aku cuma lakukan hal-hal yang dilakukan pasangan suami istri lebih awal."

Karin berkata seolah hal itu wajar, "Benar, Kak Simon. Kak Hans dan Kak Nayla memang pacaran. Kak Nayla juga cinta banget sama Kak Hans. Mungkin setelah semua ini selesai, dia nggak akan marah lagi."

"Sudah selesai bicaranya?"

Wajah Simon selalu terlihat serius. Tatapannya d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Van
updatenya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa bikin pinisirin ...
goodnovel comment avatar
Susi Kartika Pahlevi
belum ada kelanjutan nya ya padahal udah nunggu
goodnovel comment avatar
Aina Zahra
seru, lanjut dong
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 307

    "Nayla!"Suara Hans pecah saat dia mengangkat tangannya untuk menggedor pintu sekali lagi.Tiba-tiba, pintu itu terbuka.Tapi, saat Hans melihat siapa yang keluar, wajahnya berubah menjadi warna merah bercampur biru dan ungu, berbagai macam emosi berdesakan."Kak Simon!"Suara Hans akhirnya kembali setelah beberapa saat tertegun. "Kenapa kamu di sini? Di mana Nayla?"Matanya melirik ke dalam kamar.Ruang tamu tampak sepi dan kosong.Sepasang sepatu hak tinggi tergeletak di lantai, berserakan.Pemandangan itu menyampaikan banyak pesan tak terucap.Simon merapikan kerutan di jasnya, wajahnya yang tampan tanpa ekspresi. Dia mengangkat alisnya dengan acuh tak acuh. "Mau ketemu dia?"Suaranya dalam, tatapannya tajam.Terutama kalimat terakhir, diucapkan seolah menegaskan statusnya sebagai pria yang memiliki Nayla.Siapa kamu?Ada urusan apa dengannya?Hans mengingat adegan di luar rumah Keluarga Cahyo beberapa saat sebelumnya, dan alarm bahaya dalam dirinya langsung berbunyi. "Kak, kenapa k

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 306

    "Apa kamu pergi ke pesta Keluarga Cahyo malam ini? Siapa yang ada di kamarmu? Nayla, keluar sekarang juga dan jelaskan!"Suara Hans terdengar penuh amarah, tapi juga dengan nada memohon.Menatap pintu yang tertutup rapat, rasa panik melanda dirinya. Tubuhnya gemetar tak terkendali.Seolah-olah orang di dalam sedang melakukan sesuatu yang tak sanggup dia saksikan.Mengingat saat dia melihat Simon membungkuk di atas seorang wanita di luar gerbang Keluarga Cahyo membuatnya cemas, panik, dan bahkan marah.Beraninya Nayla?Beraninya dia?Namun Nayla sama marahnya dengan dia. Menatap Simon yang memerangkapnya, sementara ketukan dan tuntutan Hans bergema di telinganya."Kalian kakak-beradik, sama-sama keterlaluan."Nayla menatapnya dengan tajam, bibirnya bengkak karena ciuman, rambutnya sedikit acak-acakan, dan helaian rambut jatuh di dahinya.Cahaya lembut menyinari wajahnya, membuat wajahnya yang bersinar tampak semakin memikat.Terutama rona merah di pipi dan sudut matanya, serta bibirnya

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 305

    Karin tidak dapat membela diri atas apa yang terjadi tiga tahun yang lalu.Dia menatap dengan sedih, air mata menggenang di matanya. "Aku memang bodoh waktu itu. Aku memang salah. Tapi aku sudah menyadari kesalahanku dan sudah dihukum.""Kenapa kamu terus-terusan menyalahkanku? Kenapa kamu nggak mau memaafkanku? Kesucianku sudah ..."Karin menundukkan kepalanya dan menangis, bahunya bergetar sedih di setiap isakan.Meski dia tidak menyelesaikan kalimatnya, sudah jelas apa yang ingin dia katakan.Hans mengerutkan kening dengan kesal dan berkata dengan kasar, "Kenapa menangis! Malam itu cuma kecelakaan, dan itu memang salahmu sendiri."Karin mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata, matanya dipenuhi emosi. "Tapi aku benar-benar mencintaimu, Kak. Cuma karena aku adik angkatmu, apa itu berarti aku nggak berhak mencintaimu?""Kalau memang begitu, aku diusir dari Keluarga Jatmiko harusnya sudah cukup, bukan?"Hans mundur dua langkah mendengar kata-katanya, menggertakkan gigi dengan penuh

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 304

    Melihatnya tidak bergerak, Simon tetap tenang.Dia mendekat, hampir menyentuh Nayla.Wanita itu menjauh ke arah pintu, tidak mau membiarkannya mendekat.Kini Simon yakin dia marah.Mata gelapnya tidak menunjukkan emosi apa pun. "Kamu naik ke lantai atas dengan Soni untuk membuatku marah?"Pria itu bahkan belum menjelaskan alasannya menyetujui permintaan Shania.Tapi dia mendesaknya menjelaskan kenapa dia naik ke lantai atas.Nayla meliriknya sekilas, dengan senyum sinis di bibirnya. "Pak Simon, kamu saja bermesraan dengan pujaan hatimu, kenapa kamu mempertanyakan aku?"Pujaan hati?Alis tebal Simon sedikit berkerut. "Aku sudah bilang, Shania bukan orang yang aku suka.""Kalau memang bukan, kenapa kamu selalu menuruti apa pun perkataannya?" Nayla mendesaknya tanpa henti.Jakun Simon bergetar, suaranya tertahan. "Aku sudah bilang, nanti aku jelaskan ...."Kalimat itu lagi.Nayla sudah bosan mendengarnya. Nada suaranya menjadi dingin. "Nggak usah, aku nggak penasaran.""Menurutku, pengumu

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 303

    Kepalanya tertarik ke bawah tanpa terkendali, dan wajahnya menengadah.Posisi tubuhnya terlihat aneh dan mengundang perasaan lain."Nayla, kamu hebat, ya. Menggoda semua pria ke mana pun kamu pergi." Suara sinis Shania terdengar, diwarnai dengan sedikit kepuasan.Dia menoleh melihat ekspresi Simon di sampingnya.Seolah-olah Tuhan sendiri telah membantunya.Terlepas dari perasaan Simon kepada Nayla.Melihat Nayla tanpa malu-malu melemparkan diri ke pelukan seorang pria, Simon pasti merasa jijik.Benar saja, ekspresi Simon menjadi gelap.Hawa dingin terpancar darinya, matanya menajam menatap Nayla yang sedang dipeluk pria lain.Nayla menoleh, dan jantungnya berdegup kencang.Bagaimana dua orang itu bisa sampai di sini?Melihat ekspresi masam Simon yang seolah sudah salah paham, Nayla segera menjelaskan, "Ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Rambutku tersangkut di gelangnya.""Beraninya bikin alasan sepayah itu? Nayla, kamu memang penulis naskah picisan. Mengarang alasan saja nggak bisa.

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 302

    Tatapan Nayla tertahan selama beberapa detik.Tiba-tiba, langit dipenuhi dengan kembang api yang memukau.Nayla terkejut, lalu mendongak penasaran.Kembang api menerangi wajah putih dan mulusnya. Matanya memantulkan cahaya yang gemerlap, membuatnya tampak semakin berseri dan memikat.Soni bersandar pada pagar balkon, memiringkan kepalanya. Tatapannya tertuju pada wajah wanita itu dengan sentuhan sesuatu yang sulit dijelaskan.Bibir pria itu tipis, sensual tapi tajam seperti pisau, melengkung menjadi senyuman samar. Sekilas tawa melintas di matanya yang tajam, tapi segera menghilang.Nayla menyadari tatapan itu dan menoleh kepadanya.Soni mengangkat alisnya, menawarkan senyuman yang penuh arti. "Cantik."Kembang api meledak dengan keras.Di tengah ledakan-ledakan itu, Nayla justru mendengarnya dengan jelas.Keningnya mengernyit, melemparkan pandangannya yang aneh pada pria itu.Tapi dia tidak berkata apa-apa.Tamu-tamu dari lantai bawah berduyun-duyun keluar ke halaman untuk menonton la

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status