Share

Bab 10

Author: Finella Zakaria
Keesokan paginya, Nayla terbangun dan mendapati seluruh tubuhnya hampir menempel pada Simon.

Seperti gurita, tangan dan kakinya menindih Simon, suasana sempat canggung.

Nayla bingung.

Kenapa posisi tidurnya begitu lepas?

Untungnya, Simon belum bangun, Nayla hati-hati menarik kembali tangan dan kakinya, takut membangunkannya. Bibirnya terkatup rapat, tidak berani mengeluarkan suara.

Nayla teringat sebelum tidur semalam, Simon sempat bercanda, "Istriku sudah siap tidur denganku belum?"

Nayla langs
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Yeny Asnidar
capek sama iklan .
goodnovel comment avatar
Yuni Astuti Ade
iklan banyak banget lelah
goodnovel comment avatar
Nisa Anisah
seru banget
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1463

    Nayla membelalak terkejut, lalu segera bangkit dan berjalan ke sana bersama Simon."Benarkah?" Nayla memastikan lagi, detak jantungnya entah mengapa semakin cepat.Perawat itu tersenyum bahagia dan mengangguk dengan sangat yakin."Ya, darah donornya sudah disterilkan dan dikirim ke ruang gawat darurat. Nona Amanda bisa diselamatkan.""Syukurlah."Nayla menghela napas lega, emosinya naik-turun, air matanya mengalir semakin deras.Syukurlah, Amanda selamat!Ekspresi Mario sedikit melunak. Dia menoleh ke arah pasangan itu, dan tatapannya bertemu dengan mata Simon.Satu jam kemudian, Amanda dipindahkan ke ruang perawatan pribadi.Mario bertanya kepada rekan-rekannya, tetapi tidak ada yang tahu, dan tidak ada yang mau menyebutkan siapa pendonor darahnya.Dokter yang bertanggung jawab atas pengambilan darah memberi tahu bahwa donor meminta identitasnya dirahasiakan, dan berharap pihak rumah sakit menghormati permintaan itu.Mario selalu menjunjung tinggi etika profesional, sehingga tidak men

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1462

    Setelah menjalani perawatan darurat, Kartika berhasil selamat.Nenek Ratna terlalu terguncang dan pingsan begitu tiba di rumah sakit. Kini, setelah sadar dan beristirahat di kamar rawat, dia mengetahui kondisi Kartika dari Andini. Hatinya yang semula cemas akhirnya lega.Liliana yang mendengar kabar tersebut bergegas datang. Saat tiba di luar pintu kamar rawat, dia mendengar suara dari dalam."Sepertinya, takdir memang menentangnya. Siapa sangka dia punya golongan darah Rh negatif yang langka! Hmph, bank darah rumah sakit nggak cukup. Sepertinya, Tuhan pun ingin dia mati!""Iya, aku tadi dengar dari perawat, kondisi Amanda sangat gawat. Kalau nggak segera mendapat transfusi darah, mungkin dia akan ....""Tapi kalau dipikir-pikir, seingatku Liliana juga punya golongan darah itu ...."Andini berdiri di samping tempat tidur, mengamati raut wajah Nenek Ratna dengan hati-hati.Nenek Ratna sejak awal tidak suka kepada Liliana. Namun, selama bertahun-tahun ini, meskipun masih tidak suka, dia

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1461

    "Amanda!"Mario berlutut di sampingnya. Ekspresinya masih membeku, tidak ada ketenangan seperti biasanya lagi. Matanya merah, "Kamu nggak boleh tidur. Aku nggak mengizinkan kamu tidur."Nayla melihat Simon tiba, tidak bisa lagi menahan air matanya dan ambruk ke pelukan Simon, menangis pilu hingga tidak bisa mengeluarkan suara.Dia takut.Takut terjadi kemungkinan terburuk pada Amanda.Udara dipenuhi bau darah, dengan warna merah menyala yang menyilaukan, membuatnya tidak bisa tenang.Simon memeluknya erat. Bukan hanya Nayla yang takut, dia sendiri pun tidak bisa optimis melihat begitu banyak darah dan wajah pucat Amanda.Nenek Ratna benar-benar terkejut. Dia tidak menyangka keadaan akan menjadi seperti ini.Dia juga tidak menyangka Mario begitu peduli kepada Amanda. Raut wajahnya tampak muram. Meskipun emosinya sulit dibaca, dia memancarkan aura yang tidak bisa diabaikan."Mario! Wanita ini menusuk tantemu, tapi kamu nggak peduli. Malah peduli kepada pembunuh ini!"Nenek Ratna sangat t

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1460

    Karena Nayla tidak menghindar, Kartika semakin mengamuk dan mendorong Nayla dengan lebih keras, hingga Nayla tampak akan terbentur dinding."Nayla!"Amanda tidak sempat berpikir panjang. Secepat kilat, dia berhasil menangkap Nayla tepat waktu. Terlambat sedikit lagi, Nayla pasti akan terbentur dengan keras.Namun, entah sejak kapan, tangan Kartika memegang sebilah pisau, dan pada saat yang sama menusuk perut Amanda dari belakang.Cairan kental berwarna merah terang itu mengalir keluar dari luka pisau, menetes ke lantai."Amanda!"Nayla membelalak kaget.Saat pisau itu menusuk, Amanda merasakan sakit yang tajam, dan kulit kepalanya seperti mati rasa.Dia menunduk dan melihat darah mengalir deras ke bawah. Bau darah yang menyengat memenuhi seluruh ruangan.Nenek Ratna dan Andini tercengang oleh kejadian mendadak itu hingga tak bisa berkata-kata.Kring!Satpam di luar pintu menyadari situasinya tidak berjalan baik. Teringat instruksi yang diberikan Nayla sebelum naik, mereka buru-buru mem

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1459

    Kartika menutupi wajahnya sambil menjerit, hingga membuat semua orang panik. Nenek Ratna memandangnya dengan wajah ketakutan, dan Andini juga tampak terkejut.Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi."Sakit, Bu, sakit. Aku nggak bisa lihat apa-apa."Mata Kartika terasa perih sehingga tidak bisa dibuka. Dia merasa dunia menjadi gelap, dan area di sekitar matanya terasa seperti terbakar.Dia merasa seolah-olah akan buta, hatinya dipenuhi rasa benci sekaligus takut."Amanda, apa yang kamu lakukan!"Mata Nenek Ratna memerah karena cemas, menatap benda yang dipegang Amanda."Cepat, tahan dia. Berikan benda itu padaku, biar kulihat apa itu."Dengan perintah Nenek Ratna, pengawal langsung mendekat untuk merebutnya.Amanda menggenggam erat semprotan merica di tangannya dan menyemprotkan secara membabi-buta kepada para pengawal.Udara dipenuhi bau menyengat yang sangat perih di mata.Para pengawal bereaksi cepat dan mengangkat tangan untuk menangkis, tetapi salah satu di antaranya terke

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1458

    "Kalau berani menyentuhku, aku akan membuatmu masuk penjara seperti Viola!"Tatapan Amanda dingin, sosoknya yang berdiri kukuh tampak seperti sekuntum bunga yang tidak kenal menyerah, terlihat rapuh tapi tangguh.Nenek Ratna belum pernah melihat orang yang begitu pembangkang. Matanya menyipit, dan kerutan di sekitar matanya kini tampak sangat kejam."Pengawal, tangkap dia!"Nenek Ratna berkata dengan tidak senang, "Nggak ada seorang pun yang berhak menggurui Keluarga Senja!""Siap!"Para pengawal bergegas maju.Amanda membeku, tetapi sudah terlambat untuk mundur kembali ke dalam rumah. Tangannya segera dikekang oleh para pengawal.Kartika mengayunkan tangannya dan menampar Amanda dengan keras, membuat wajahnya terhempas ke samping. Tamparan itu sangat kuat, hingga sudut bibir Amanda pecah dan berdarah.Tawa Kartika yang angkuh dan dingin menggema di telinganya."Ke mana perginya kesombonganmu tadi? Aku menamparmu, lalu apa?"Dagu Amanda dicengkeram dengan keras dan diangkat, memaksanya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status