Share

Bab 11

Penulis: Finella Zakaria
Ada delapan penulis skenario dalam tim, Nayla ditugaskan untuk skenario CEO modern dan harus menyerahkan draf pertama dalam waktu setengah bulan.

Pukul 11 siang, rapat selesai.

Winda yang juga seorang penulis skenario, mendapat skenario drama periode mengeluarkan keluhan, "Aku hampir bosan menuliskannya, Nayla. Gimana kalau kita minta bos buat tukar skenario?"

Nayla tidak hanya menyukai genre CEO, tetapi juga pandai menuliskannya. Dia tersenyum tipis sambil menolak dengan kejam.

"Mimpi sana, cepat bersiaplah."

"Baiklah." Winda terlihat lesu sambil menghela napas.

Dia melihat jam, kemudian kembali mengajak, "Mumpung belum mulai kerja, gimana kalau kita pergi makan yang banyak?"

"Boleh, aku traktir."

Nayla mengemas pena dan buku catatannya, bangkit untuk pergi, tetapi WA-nya berbunyi.

Dia membukanya, terdapat pesan dari Simon muncul, [Mau makan malam bareng?]

Sudut bibirnya tanpa sadar terangkat. Dia mengetik dengan cepat di ponselnya, [Oke.]

Winda sudah selesai berkemas. Jiwa gosipnya m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Yusli Yarni
Sayang di kunci
goodnovel comment avatar
Chyka Fransiska
bagus tapi pake kunci
goodnovel comment avatar
Rini Anjelita
bagus, tpi sayang pake kunci
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 323

    Shania mendengus dan pergi dengan tidak rela.Setelah makan malam, Pak Robin dan para teknisi keringat dingin.Masalah belum selesai tapi Pak Simon telah mengizinkan dua orang itu untuk bertanding.Dari sudut pandang ini, memang benar bahwa dia terlalu memanjakan Nayla.Untungnya, Shania benar-benar punya kemampuan.Keluarga Cahyo dan Keluarga Jatmiko adalah musuh bebuyutan di dunia bisnis, Biasanya, meminta saran dari Shania saja akan mengundang masalah.Tawaran bantuannya kali ini terasa seperti embusan angin sejuk menerpa masalah mereka.Dalam perjalanan pulang setelah makan malam.Nayla duduk diam di mobil, tampak sedikit larut dalam pikirannya. Simon mengira dia sedang melamun dan mau tak mau menyelanya."Kamu sedang mikir apa, Nyonya Jatmiko?"Simon menoleh, mata gelapnya tetap hangat seperti biasa, terpaku pada wajah mungilnya.Nayla menatap mata pria itu yang gelap seperti langit berbintang. Senyum tipis menghiasi bibirnya. "Aku sedang mikir dia mau kusuruh lari telanjang di ja

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 322

    Simon sudah berbalik dengan sigap untuk menghindari uluran tangan Shania.Mendengar kata-kata Nayla, rasa terkejut melintas di matanya. "Benarkah?"Nayla telah memikirkannya dengan serius selama dua hari ini dan mengangguk. "Ya, aku bisa ....""Kamu? Nayla, kamu semakin pintar berpura-pura."Shania mendengus sinis. "Kamu pikir ini menulis naskah? Cuma mengetik kalimat asal tanpa makna?""Ini teknologi. Bisakah kamu berhenti membandingkan dirimu denganku cuma untuk memuaskan kesombonganmu yang menyedihkan itu?"Matanya sangat merendahkan dan kata-katanya menunjukkan dengan jelas penghinaannya kepada Nayla.Yang lain tidak berani bicara.Tapi sebenarnya, mereka setuju dengan penilaian Shania.Seorang penulis naskah hanya menulis naskah. Mana mungkin bisa menangani sistem yang kompleks?Shania berbeda.Dia lulusan universitas ternama internasional, memegang gelar ganda dan seorang teknisi wanita terkemuka di negara ini.Talenta seperti dia sangat langka baik di dalam maupun luar negeri.W

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 321

    Shania terkejut oleh tamparan itu, suaranya melengking. "Beraninya menamparku? Kamu pikir kamu siapa?""Memangnya kamu siapa?"Mata Nayla akhirnya menampakkan emosi. Tajam dan percaya diri. "Di mataku, kamu itu badut konyol. Apa masalahnya kalau aku penulis naskah? Nggak ada pekerjaan yang lebih unggul atau lebih rendah.""Untuk seseorang dari keluarga terhormat, ucapanmu terlalu kotor.""Kalau memang mau membandingkan, mungkin "teknisi senior" itu cuma bisa mati malu karena nggak ada apa-apanya."Jika ini terjadi tiga bulan lalu, Nayla hanya akan menyerah.Karena saat itu, Hans selalu mengatakan bahwa dia membenci wanita yang berlidah tajam.Dia percaya bahwa membela diri adalah sebuah kesalahan.Lima tahun yang panjang telah secara bertahap membentuk sifat yang hati-hati, patuh, dan penakut.Tapi sekarang, dia telah terbangun.Bagaimana mungkin dia biarkan makhluk seperti ini menginjak-injak dirinya?Shania menuding Nayla dengan jarinya dan berteriak, "Kamu berani meremehkanku? Perca

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 320

    Anggota kru itu langsung pergi setelah menyampaikan pesan.Selanjutnya, Nayla melihat Shania muncul di belakangnya.Wanita itu mengenakan pakaian rancangan desainer, tampak anggun dan elegan. Wajahnya cantik, tapi mata dan alisnya yang tajam menunjukkan kesan angkuh. Dia mendekati Nayla dengan wajah menantang."Bicara sebentar?"Dia bicara dengan dagu sedikit terangkat.Nayla sudah menduga apa yang ingin dibicarakan dan tidak menolaknya. "Oke, ayo bicara."Kru syuting adalah lingkungan yang ramai dan penuh gosip.Nayla membawanya ke tempat yang sepi. Mereka berdiri berhadapan di paviliun tepi danau."Nggak ada orang lain di sini. Silakan, apa yang mau kamu bicarakan?" desak Nayla.Shania memancarkan aura arogan, menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Dia melirik Nayla dengan mata meremehkan dan mendengus pelan."Tinggalkan Simon, kamu nggak cocok untuknya."Nayla mengerutkan kening, menatapnya dengan tenang. "Kalau kamu cocok?"Shania berkata dengan sombong, "Kami sudah saling kenal bert

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 319

    Hasil pencariannya sangat beragam dan menakjubkan.Salah satu jawaban menarik perhatiannya:[Kalau suamimu sedang bad mood, kamu harus inisiatif menciumnya, memeluknya, dan menerkamnya ke ranjang. Nggak ada yang nggak bisa diselesaikan dengan momen intim yang menyenangkan.Kalau masih belum berhasil, ulangi beberapa kali ....]Astaga!Jawaban cabul macam apa ini?Nayla tersipu dan jantungnya berdebar kencang, bukan karena malu.Tapi karena nafsu.Membayangkan dia menerkamnya dan menyentuh perut six-pack-nya serta garis V mulus dan indah membuatnya sangat bersemangat.Wajah tampan Simon, dengan mata lembut yang tampak tenang tapi sebenarnya tergila-gila padanya ....Hanya membayangkannya saja membuat seluruh tubuh Nayla terbakar.Suara air di kamar mandi tiba-tiba berhenti.Pintu kamar mandi terbuka.Simon keluar mengenakan jubah mandi putih, ikat pinggangnya terikat longgar, kerah terbuka memperlihatkan garis otot yang tajam.Tetesan air masih menempel di dadanya, berkilau seperti ibli

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 318

    Hans menahan amarahnya, memejamkan mata sejenak, dan ketika membukanya kembali, dia sepertinya telah menebak sesuatu. "Kamu mendekati Nayla cuma karena bisnis Keluarga Tanu, ya 'kan?"Simon meliriknya dengan mata yang penuh penghinaan. "Bagian mana dari dirimu yang mirip dengan anggota Keluarga Jatmiko?"Hans membeku, sekilas rasa kaget melintas di matanya.Sebelum dia bisa bicara, Simon memperingatkan, "Kamu tahu betul apa yang terjadi di resor itu."Wajah Hans pucat karena terkejut.Tapi Simon tidak memberinya kesempatan untuk menanggapi."Kalau kamu nggak mau mempermalukan diri sendiri, jauhi Nayla."Simon menambahkan dengan tegas, "Dia istriku."Setelah kata-kata itu.Simon melangkah melewatinya.Hans sangat marah hingga hampir muntah darah. Tinjunya terkepal begitu erat hingga dia merasa seolah-olah semua darah di tubuhnya akan meledak.Dia tidak mau menyerah begitu saja dan berbalik untuk berteriak padanya, "Nayla mencintaiku! Dia mencintaiku selama lima tahun! Apa artinya kata-k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status