Share

Bab 174

Author: Finella Zakaria
Setelah melihat lebih fokus, kancing kemeja Simon sudah terbuka sepenuhnya, memperlihatkan dada dan perutnya yang berotot.

Cahaya memantul dari otot perutnya yang membentuk tajam, memancarkan kilauan dingin tapi menggoda.

Nayla tersedak, wajahnya memerah dan detak jantungnya semakin kencang.

Tubuh Simon sangat sempurna.

Dibandingkan dengannya, pendamping panggilan Nomor 18 tidak ada apa-apanya.

Nayla menelan ludah tanpa sadar, memaksakan senyum dengan canggung. "Itu cuma karena Amanda patah hati
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1523

    Amanda bertanya dengan nada kesal.Mario mengangkat tangannya untuk melihat waktu di arlojinya. "Tunggu aku pulang kerja, nanti aku jelaskan semuanya di rumah, oke?"Amanda juga merasa tempat ini kurang tepat untuk bicara, jadi dia menyetujuinya.Dia tidak takut Mario tidak jujur, jadi dia ikut bersamanya kembali ke ruangannya untuk berganti pakaian.Mereka berjalan berdua di lorong rumah sakit. Para perawat wanita yang melihat mereka pun berbisik-bisik."Aku dengar katanya Dokter Mario dan Amanda mau menikah.""Serius?""Pastinya serius. Beberapa hari ini, Dokter Sandra cuti berturut-turut, kemungkinan besar sedang menyembuhkan patah hati."Para perawat berkumpul dan asyik mengobrol.Tiba-tiba, ada yang membocorkan kabar sensasional."Aku dengar, luka Dokter Julian itu terkait dengan Dokter Sandra. Sepertinya, Dokter Mario yang suruh orang melakukannya."Para perawat pun heboh."Beneran? Sampai segitunya?""Ibunya Dokter Julian pernah datang ke sini menuntut penjelasan Dokter Mario. A

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1522

    Dia benar-benar bisa saja membunuh Farrel."Jangan marah, dokter barusan bilang janinmu terpengaruh karena kamu ketakutan. Kamu perlu banyak istirahat."Amanda buru-buru mengalah, memaksakan senyuman.Dalam hati, dia sudah merencanakan untuk menanyakan kepada Mario nanti, bagaimana dia menangani Farrel.Saat ini, di lorong di luar pintu, dua pria sedang membicarakan kejadian itu.Lima menit yang lalu, Ben menerima hasil tes Farrel."Si Farrel ini memang cari mati sendiri. Berani-beraninya menyentuh barang seperti ini," komentar Simon setelah membaca laporan tersebut.Mario mengambil laporan itu, meliriknya, lalu mencibir, "Keluarga Wistara memang sejak dulu nggak bersih. Farrel pakai obat-obatan terlarang ini sekarang, itu memang akibat perbuatannya sendiri.""Pejabat kota sudah lama memantau obat terlarang semacam ini. Kalangan artis dan anak-anak keluarga kaya sedang marak mengonsumsi obat-obatan ini."Simon diam sebentar. "Katanya, orang yang mengonsumsi obat ini akan menjadi sangat

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1521

    "Dokter, bagaimana keadaan istri saya?"Simon mendekat dengan langkah lebar, wajahnya tampak muram saat bertanya kepada dokter.Wajahnya serius, dan dia memancarkan aura yang menakutkan. Seolah-olah jika terjadi hal buruk pada Nayla, seluruh rumah sakit akan celaka.Amanda berdiri di sana dengan hati penuh rasa bersalah, wajahnya pucat dan panik. Bahkan cat merah di wajahnya belum sempat dibersihkan, sehingga dia kini tampak berantakan dan gelisah.Hati Mario terasa sesak melihatnya seperti itu. Dia mendekat, merangkulnya, dan memeluknya dengan erat."Jangan khawatir."Amanda mendengar suara lembut itu, dan kegelisahannya pun sedikit mereda.Kemudian, dokter berkata, "Pak Simon, jangan khawatir, Bu Nayla baik-baik saja. Walaupun ada tanda-tanda gejala keguguran, nggak akan ada masalah setelah diberi oksigen dan istirahat yang cukup.""Oh ya, masalah ini karena ketakutan berlebihan. Selama beberapa hari ke depan, pastikan dia tetap dalam suasana hati yang baik, dan diberi oksigen selama

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1520

    Jujur saja, mustahil untuk tidak merasa takut melihat pemandangan ini.Winda pucat pasi karena ketakutan, menatap Farrel dengan tatapan kosong. Pria ini seperti seekor anjing gila.Pengawal harus berjuang keras untuk menjatuhkan Farrel ke lantai, menekan punggungnya dengan lutut, dan membelenggu kedua tangannya ke belakang punggungnya.Wajah Farrel menempel di lantai, napasnya terengah-engah, suaranya serak dan parau, seperti raungan binatang.Dia tampaknya kelelahan hingga pingsan, sama sekali tidak bisa bergerak.Pengawal yang menindihnya bertanya kepada Nayla, "Nona, mau diapakan?"Nayla merasa ada yang sesuatu yang salah dengan Farrel, tanpa berpikir panjang berkata, "Laporkan saja ke polisi. Yang dia lakukan kali ini sudah cukup untuk membuatnya dihukum."Pengawal lainnya segera menelepon polisi.Kapten Fadli segera tiba bersama anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk membawa Farrel ke mobil polisi.Dengan sopan dan hormat, dia berkata kepada Nayla, "Bu Nayla, mohon ikut pergi

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1519

    Orang itu menerobos masuk dan melemparkan baskom berisi sesuatu ke arah Amanda.Meski Amanda bereaksi dengan cepat, tubuhnya tetap basah kuyup.Cat merah yang lengket tumpah ke tubuhnya. Pipi sebelah kanan, leher, dan seluruh tubuhnya berlumuran cat merah.Amanda tampak sangat berantakan."Amanda!"Nayla dan Winda sama-sama berseru kaget melihatnya.Pengawal yang berjaga di belakang Nayla segera bertindak dan menahan orang tersebut."Aku nggak apa-apa."Amanda bersyukur cairan itu bukan air keras. Kalau tidak, wajahnya pasti hancur.Dia menoleh melihat pria itu dan memicingkan matanya.Ternyata Farrel.Farrel tertawa jahat sambil mengumpat. "Jalang sialan, kamu menghancurkanku hidupku! Nggak akan kubiarkan kamu lolos begitu saja!"Wajah Amanda berlumuran cat merah. Kemeja putih dan celana jins-nya penuh noda. Bercak-bercak cat menempel di pakaian dan tubuhnya, hingga lekuk tubuh bagian atasnya samar-samar terlihat.Nayla cepat-cepat mengambil selendang dan memasangkannya di bahu Amanda

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1518

    Dia menyeringai puas. "Andini, satu persen saham itu bukan jumlah yang kecil. Kalau kamu terlalu baik begini, suatu saat nanti kamu gigit jari, baru tahu rasa kamu.""Kamu ...."Andini sangat marah. Sebelum dia sempat berkata, Kartika menutup telepon dengan penuh kemenangan.Mendengar nada telepon ditutup, wajah Andini merah padam karena marah.Hampir menjatuhkan ponsel di tangannya.Namun, didikan kesopanan selama puluhan tahun membuatnya bisa menahan diri. Detak jantungnya yang semula berlarian kencang pun perlahan mereda.Setelah menutup telepon, Kartika merasa jauh lebih lega.Semua amarah yang terpendam saat di rumah akhirnya dilampiaskan sepenuhnya.Kembali ke ruang tamu, dia telepon dari pengawalnya, memberitahukan bahwa Viola telah tiba di Sarmania.Tatapannya goyah saat dia melihat sosok yang tampak cemas di ruang tamu. Dia bergumam dan menutup telepon.Sosok itu tak lain adalah suaminya, Arnold."Kamu benar-benar sekejam itu mengusir Viola ke luar negeri?"Arnold melangkah me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status