Share

Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
Penulis: Finella Zakaria

Bab 1

Penulis: Finella Zakaria
"Kamu ini, Tuan Muda Hans, hari ini 'kan hari kamu dan Nayla daftarkan pernikahan. Kamu nggak ke sana, nggak takut dia marah?"

"Siapa sih yang nggak tahu Nayla itu lengket kayak plester? Meski tahu kamu nggak pergi demi Karin, dia juga nggak bakal berani marah."

"Benar, mana mungkin Nayla lebih penting dari Karin, Tuan Muda Hans dari kecil sayang sama Karin…"

...

Karin yang mereka bicarakan bernama Karin Jatmiko, "adik angkat" Hans Jatmiko.

Nayla Tanu sedang berdiri di pintu ruang VIP hotel, darahnya terasa membeku.

Inilah pria yang dia cintai bertahun-tahun, sehebat ini kebejatannya.

Dia mengepalkan tangan hingga ujung jarinya menekan dalam ke telapak tangannya.

Namun, rasa sakit fisik tidak sebanding dengan luka batin.

Dia menarik napas panjang, lalu mendorong pintu.

Duk!

Ruang yang riuh seketika sunyi.

"Nayla…" Semua orang terkejut.

Di pintu berdiri wanita berkulit putih, cantik, berkaki jenjang. Gaun merah mudanya membentuk lekuk pinggang sempurna, dengan rambut setengah diikat gaya Korea yang menonjolkan cantik memukau.

Namun, tatapannya dingin saat menatap Hans dan Karin, lalu mengejek, "Hans, jadi ini alasanmu nggak datang ke dukcapil?"

Wajah tampan Hans sempat berkedip gugup, lalu dia mendekat. "Kapan pun kita bisa daftar. Jarang-jarang Karin pulang, sebagai kakak keduanya, wajar aku menyambutnya."

Nayla menyindir, "Setahun cuma ada satu hari jadi, itu juga nggak penting?"

"Apa kamu nggak tahu, kalau nggak daftar sekarang harus tunggu tahun depan?"

Ini adalah kesepakatan mereka berdua.

Dari hari jadi pacaran diganti jadi hari jadi pernikahan, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Namun, jelas Hans tidak mau menikah dengannya.

Yang benaran ingin Hans nikahi adalah Karin.

Kekasih masa kecilnya!

Mungkin merasa situasi gawat, Hans pun hendak menariknya. "Jangan ribut, nanti kujelaskan."

Nayla menepis Hans.

Pada saat ini...

Karin bicara, "Nayla, maaf, ini salahku, aku nggak tahu kalian bakal daftarkan pernikahan hari ini."

Dia menunduk minta maaf, tampak tersudut seolah-olah dirinya adalah korban.

Nayla tidak menanggapi karena memang selalu muak padanya.

Karin mengangkat kepala dengan mata berkaca-kaca. "Nayla, maafkan aku, aku tulus merestui kamu dan Kak Hans."

Restu?

"Bisa berhenti pura-pura? Kalau sungguh merestui, kamu nggak akan balik," sindir Nayla.

Wajah Hans menggelap. "Nayla, jangan sekasar itu."

"Kenapa? Tersinggung begitu aku mengatai si kesayanganmu?" Tatapan Nayla sedingin menatap orang asing.

Ekspresi Hans makin buruk, "Nayla, kalau ngomong itu kan harus tahu situasi, jangan asal ngomong!"

Tuh, 'kan?

Begitu membela adik kesayangannya.

Karena Hans sebegitu membelanya, maka Nayla akan merestui mereka, "Sudah terlanjur dilakukan, kenapa takut digosipi orang?"

Karin pun berkaca-kaca. "Nayla, aku dan Kak Hans nggak kayak yang kamu pikir. Bisa nggak kamu jangan salah paham kayak dulu?"

"Kalau tahu kepulanganku kali ini bakal bikin kalian bertengkar, aku nggak bakal pulang."

Suaranya bergetar hendak menangis, penampilannya juga tampak menyayat hati.

Orang-orang tidak tahan melihat Karin "terluka", lalu menyerang Nayla.

"Nayla, tindakanmu ini salah. Tuan Muda Hans dan Karin itu kakak-adik, masa kamu juga cemburu?"

"Benar. Tiga tahun ini karena kamu nggak terima Karin, dia sampai ke luar negeri demi kalian. Mau pakai trik lama lagi?"

"Awas mainnya kebablasan, nanti Tuan Muda Hans buang kamu!"

...

Nayla menatap dingin pada mereka yang tampak marah, dengan sikap tetap sangat tenang.

Dulu karena Hans, dia sangat menahan diri pada "teman-teman" ini.

Dia pura-pura tidak dengar saat mereka membicarakannya di belakang dengan Hans.

Namun kali ini, jangan harap.

Tatapan Nayla setajam pisau. "Seorang adik tiap hari menempel pada kakaknya, itu masih bisa dibenarkan?"

"Otak kalian rusak atau memang suka lihat cinta terlarang? Aku nggak keberatan mundur, biar mereka 'main’ di depan kalian."

Semua terperangah.

Mereka tidak menyangka Nayla yang biasanya penurut bisa setajam ini.

Ucapannya terlalu pedas.

"Nayla, kenapa kamu menghinaku?"

Karin hampir menangis dengan mata memerah. "Kamu nggak suka aku ya sudah, tapi Kak Hans sangat sayang sama kamu, sudah banyak berkorban, kenapa kamu masih nggak puas?"

Nayla mengernyit kuat.

Orang lain mungkin tidak tahu, tapi dia paham betapa lihainya Karin berpura-pura.

Hans dan Nayla saling kenal selama 10 tahun, lalu pacaran selama 5 tahun.

Tahun pertama, di ulang tahun Nayla, cuma karena telepon Karin, Hans langsung pergi, katanya kecelakaan.

Valentine kedua, Karin putus cinta, menelepon sambil menangis katanya mau bunuh diri.

Ketiga kali, keempat kali…

Karin selalu punya seribu alasan memanggil Hans. Setiap kali, Hans memilih meninggalkan Nayla.

Hingga tiga tahun lalu, Karin tiba-tiba mengajukan diri pergi ke luar negeri.

Hans dan teman-temannya beranggapan bahwa Nayla yang memaksanya.

Dengan tatapan dingin dan sinis, Nayla menatap Karin. "Hubungan kakak-adik yang normal bakal mengorbankan urusan daftar nikah sepenting ini?"

"Jelas-jelas yang satu murahan, satu genit, sekarang malah balik menyalahkanku dan menyuruhku berbesar hati? Atas dasar apa?"

"Atas dasar nggak tahu malu kalian?"

Wajah Karin memerah menahan malu. Dia tidak bisa membalas, cuma menangis dengan tetesan air mata bak untaian mutiara putus.

Hans yang tidak tahan pun membentak Nayla dengan wajah marah, "Nayla, cukup! Kamu nggak merasa konyol?"

"Cuma daftar nikah. Kalau nggak bisa di hari jadi, ganti ke ulang tahunmu. Apa susahnya, sih? Kenapa nggak bisa lebih bermurah hati?"

Murah hati?

Bisa, tentu dia bisa.

Hati Nayla sedingin air mati. "Hans, kita putus."

Semua terkejut.

Hans terpaku beberapa detik, lalu dengan raut suram berucap, "Putus lagi? Tiga tahun lalu juga karena kamu bilang putus, Karin takut kita pisah makanya ke luar negeri. Kamu belum puas, mau usir dia lagi?"

"Nayla, licik banget kamu. Aku sudah setuju daftar nikah, kamu masih juga nggak bisa terima Karin? Kamu mau memaksanya sampai mati? Kalau kamu tetap sejahat ini, aku nggak akan mau daftar nikah!"

Karin menikmati rasanya dibela. Dia menunduk sambil menyembunyikan kilat puas.

Nayla yang mendengar ucapan Hans pun tersenyum bak mawar mekar. "Oke, nggak usah daftarkan nikah. Pernikahan ini batal."

Usai bicara demikian, Nayla pun berbalik pergi.

Hans menatap punggung Nayla sambil mengancam, "Nayla! Kalau hari ini kamu berani keluar tanpa minta maaf ke Karin, aku nggak akan memaafkanmu!"

Semua bertaruh Nayla pasti melunak, lalu minta maaf.

Toh dia sangat mencintai Hans.

Benaran sesuai dugaan.

Nayla berhenti, menoleh untuk menatap mereka, lalu bersumpah, "Kebetulan kalian semua ada. Dengar baik-baik, aku, Nayla Tanu bersumpah. Mulai hari ini aku putus dengan Hans, nggak mungkin nikah sama dia. Kalau kulanggar, biar dia seumur hidup nggak berketurunan dan mati mengenaskan!"

Setelah melempar sumpah pedas, Nayla mengabaikan semua yang ternganga dan pergi dengan tegas.

Entah bagaimana Nayla naik taksi online, lalu memblokir semua kontak terkait Hans.

Sampai dering ponsel menariknya kembali dari lamunan.

Dia melirik nomor yang asing namun familier, yang membuat detak jantungnya seolah berhenti sejenak.

Panggilan tersambung, suara pria yang berat dan merdu terdengar, "Mau nikah? Kenapa nggak pertimbangkan aku saja?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Retno w
iya mirip bgt dr kakaknya dr luar negri...kakak yg nolong tenggelam....ibunya bela adeknya
goodnovel comment avatar
silvi arisanti
excited... lanjuut
goodnovel comment avatar
chia bahir
mungkin akan seru .........
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1447

    Kerumunan itu pun heboh.Pemerkosaan!Itu adalah tindak pidana!Sandra tidak menyangka Sandra tidak peduli dengan reputasinya sama sekali, hingga blak-blakan soal ini di hadapan banyak orang.Sesaat, dia tidak bisa berkata-kata, sampai Julian datang dari arah ruang rawat dan berkata dengan wajah muram."Dia terbaring koma di ranjang rumah sakit, jadi kamu bisa bicara sesukanya."Amanda mendongak dan tertegun sejenak saat melihat wajah Julian yang penuh amarah.Bagaimanapun juga, Farrel adalah adiknya, jadi dia bisa memaklumi kemarahannya."Polisi masih menyelidiki. Kamu boleh saja nggak percaya padaku, tapi sebelum hasil penyelidikan polisi keluar, nggak seorang pun di antara kalian berhak merasa paling benar dan menghakimiku."Amanda tidak ingin berlama-lama berdebat dengan mereka. Dia menarik tangan Winda untuk pergi, tapi Julian dengan wajah muram menghentikan mereka."Dia terluka parah seperti itu karenamu, tapi kamu bilang itu tetap salahnya?"Amanda tidak tahan lagi, menatap mata

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1446

    Viola mengerutkan kening, lalu berkata dengan ragu, "Tapi aku dengar, beberapa waktu lalu, Kak Mario bahkan membantah Nenek demi Amanda.""Jangan lupa siapa yang membebaskan Michael. Kalau Kak Mario memang peduli kepada Amanda murahan itu, dia nggak mungkin membebaskan Michael."Dia mencibir, lalu tiba-tiba menyadari bahwa Mario sebenarnya hanya berusaha menjaga hubungan dengan Nayla.Karena Amanda adalah sahabat Nayla, dan Nayla adalah istri Simon. Mario takut persahabatannya dengan Simon akan rusak jika tidak keadaannya memburuk.Ya, pasti seperti itu.Sudah dia duga. Jika Mario memang peduli kepada Amanda, mana mungkin dia membiarkan Michael, yang sudah menyakiti Amanda, dibebaskan dari tahanan!Amanda memblokir nomor telepon orang tuanya, bahkan tidak mengaktifkan internet. Sekeras apa pun hujatan di internet, dia memilih untuk tidak melihatnya. Dunia pun menjadi tenang.Malam hari, Mario meneleponnya dan mengatakan ada urusan yang harus diselesaikan, jadi tidak bisa datang.Winda

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1445

    Wajahnya memucat ketakutan, lalu dia melonjak berdiri menatap Mario yang berwajah dingin, suaranya gemetar tak terkendali."Kak Mario, apa aku salah?"Melanie sangat ketakutan, bahkan Liliana pun terkejut melihat sisi Mario yang begitu keras.Mario tidak menatapnya sama sekali, hanya mengibaskan benang putih yang menempel di celananya. "Ingat apa yang kamu katakan hari ini.""Kalau kamu cuma asal bicara, kamu tahu konsekuensinya."Viola seolah tersambar petir, otaknya berdesing dan kosong seketika. Jika kebenarannya terungkap, dia pasti akan hancur.Melihat bahwa Mario jelas-jelas melindungi Amanda, Melanie segera menghampiri Viola untuk menguatkannya, lalu memarahi Mario."Kak Mario, Viola itu sepupumu. Kenapa kamu nggak percaya sepupumu sendiri?""Kamu berubah demi wanita seperti Amanda. Kamu semakin nggak seperti kakakku yang kukenal!""Melanie, begitu cara bicaramu kepada kakakmu? Mario, jangan pedulikan dia, anak ini seenaknya karena terlalu kumanjakan," kata Liliana dengan lembut

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1444

    "Cepat, panggil Kak Mario masuk."Mata Melanie berbinar. Dia melepaskan tangan Liliana dan buru-buru berdiri untuk menyambut.Belum sempat dia berjalan jauh, sosok Mario sudah masuk dari pintu dengan langkah tegap.Sikapnya anggun dan lembut, sangat mirip dengan tuan bangsawan zaman dahulu.Bermartabat luhur, bagaikan permata."Kak Mario."Melanie tersenyum lebar saat melihatnya, lalu menyambutnya dengan hangat.Dia ingin memeluk Mario, tetapi Mario berpaling dan menghindar. Tatapan lembutnya menyapu Melanie, lalu menatap Liliana."Tante."Mario adalah sosok yang lembut dan sopan, dengan postur tinggi dan elegan.Jangankan orang lain.Di antara seluruh Keluarga Senja, yang paling disukai Liliana adalah Mario. Mario tahu cara bersikap dan sangat hormat serta sopan kepada yang lebih tua.Hanya saja, caranya agak terlalu keras saat menangani masalah Melanie."Mario, sini duduk."Mario mengangguk kecil, lalu berjalan mendekat dan duduk di sofa tunggal. Baru setelah itu dia menyadari kehadi

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1443

    Ekspresinya tampak aneh, dan Amanda memiliki firasat samar bahwa ada sesuatu yang tidak biasa, jadi dia tidak berani membuang waktunya.Begitu Mario pergi, orang tua Amanda menelepon."Amanda, kenapa kamu nggak tahu malu sekali! Kamu benar-benar mempermalukan keluarga kita!"Suara Rendra marah, diikuti oleh makian Maya."Kenapa kamu nggak pernah puas? Kamu sudah punya Mario, masih saja mencari-cari pria nggak jelas. Dasar nggak punya malu! Persis waktu kecil, langsung kalap kalau lihat laki-laki!"Tanpa memikirkan mana yang benar dan mana yang salah, Maya membangkitkan kenangan menyakitkan Amanda dari masa lalu.Mata Amanda memerah karena marah. "Kalian itu orang tuaku. Nggak ada perhatian sama sekali tentang keadaanku, malah memarahiku? Apa kalian nggak percaya sedikit pun kepadaku?!""Aku itu apa sebenarnya di mata kalian?!""Pernahkah kalian menganggapku anak kalian?"Kalimat terakhir diucapkan Amanda dengan berteriak parau karena terlalu emosional.Maya dan Rendra tidak peduli sama

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1442

    Ini pertama kalinya Amanda melihat kepedulian yang begitu jelas terpancar di wajah Mario.Tiba-tiba, rasa cemasnya tadi sirna dan dia menggeleng sambil tersenyum. "Aku baik-baik saja, yang gawat itu orang lain."Mario menggenggam tangannya. "Ayo ikut aku."Nayla menahannya, menggenggam tangan Amanda yang lain dan tidak mau melepaskannya."Kamu mau bawa dia ke mana?"Dalam perjalanan ke sini, dia menemukan sebuah informasi bahwa pria yang terluka itu bernama Farrel Wistara. Dia bukan hanya seorang idol yang baru saja debut, tetapi juga adik Julian Wistara.Hanka penuh dengan tokoh-tokoh berpengaruh. Kekuatan Keluarga Wistara melebihi Keluarga Zoya, dan didukung oleh keluarga berpengaruh di Auru, sehingga tidak bisa dianggap remeh.Dia tidak tenang menyerahkan Amanda kepada Mario.Mario melirik Nayla dengan datar. "Aku pacarnya. Biar aku yang mengurus masalah ini."Dalam situasi lain, Nayla pasti akan mengalah.Tapi untuk hal ini, tidak bisa."Bagaimana kamu mau mengurusnya? Masalah ini

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status