Share

Bab 304

Author: Finella Zakaria
Melihatnya tidak bergerak, Simon tetap tenang.

Dia mendekat, hampir menyentuh Nayla.

Wanita itu menjauh ke arah pintu, tidak mau membiarkannya mendekat.

Kini Simon yakin dia marah.

Mata gelapnya tidak menunjukkan emosi apa pun. "Kamu naik ke lantai atas dengan Soni untuk membuatku marah?"

Pria itu bahkan belum menjelaskan alasannya menyetujui permintaan Shania.

Tapi dia mendesaknya menjelaskan kenapa dia naik ke lantai atas.

Nayla meliriknya sekilas, dengan senyum sinis di bibirnya. "Pak Simon, kamu saja bermesraan dengan pujaan hatimu, kenapa kamu mempertanyakan aku?"

Pujaan hati?

Alis tebal Simon sedikit berkerut. "Aku sudah bilang, Shania bukan orang yang aku suka."

"Kalau memang bukan, kenapa kamu selalu menuruti apa pun perkataannya?" Nayla mendesaknya tanpa henti.

Jakun Simon bergetar, suaranya tertahan. "Aku sudah bilang, nanti aku jelaskan ...."

Kalimat itu lagi.

Nayla sudah bosan mendengarnya. Nada suaranya menjadi dingin. "Nggak usah, aku nggak penasaran."

"Menurutku, pengumu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 311

    "Kami berdua laki-laki normal yang suka perempuan. Tolong jangan salah paham."Nayla tertawa kecil. "Nggak kok."Setelah menutup telepon, dia hendak beranjak pergi.Saat mengangkat kepalanya, dia melihat seseorang berdiri di dekat pintu.Orang itu menatapnya, tampak kebingungan harus apa.Orang itu Cia.Meski mengenakan kostum syuting dengan dandanan indah memesona, tatapannya jelas diliputi rasa bersalah ketika bertemu dengan Nayla.Nayla memalingkan muka dengan acuh tak acuh.Dia keluar tanpa melirik lagi.Cia menyaksikan lewat, membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi melihat betapa tidak pedulinya Nayla, dia menahan diri.Sebelum meninggalkan lokasi syuting, Nayla membicarakan jadwal dua hari mendatang dengan sutradara.Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, tapi Nayla menganggapnya sebagai masalah kecil dan langsung menyetujuinya, lalu segera pergi.Saat keluar dari pintu masuk, dia langsung melihat Hans bersandar pada tiang beton sambil merokok.Nayla mengerutkan ken

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 310

    Dua hari kemudian, setelah menyelesaikan naskah di lokasi syuting, Nayla membeli kopi hitam dan kembali ke lokasi. Dia menerima panggilan dari Amanda yang selama dua hari tidak menghubunginya.Amanda terdengar sangat bersalah. "Aku hampir serangan jantung waktu itu! Mana kutahu dia yang angkat telepon? Kamu nggak kenapa-kenapa habis itu, 'kan?"Nayla tertawa pelan mendengar kekhawatiran dalam suaranya. "Nggak."Amanda masih khawatir. "Apa dia suruh kamu ... berhenti berteman denganku? Dia pikir aku meracunimu dan merusak hubungan kalian?"Ini pertama kalinya Nayla melihatnya begitu gugup, dan hal ini membuktikan betapa Amanda sangat peduli padanya. Dia tertawa dan berkata, "Takut sekali? Kamu biasanya nggak begini, Amanda."Amanda tidak peduli dengan semua itu."Cepat jawab aku! Iya nggak?""Nggak."Amanda akhirnya menghela napas lega.Nayla melirik ke arah lokasi syuting. Semuanya tampak normal. Dia berbalik menuju ke area istirahat dan duduk di kursi.Sambil teringat akan baju perang

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 309

    "Benar begitu?"Simon menggigit bibir wanita itu dengan lembut, matanya memancarkan godaan.Detak jantung Nayla semakin cepat merasakan panas yang terpancar dari tubuh yang mendekapnya. Dia baru saja bergumam lembut saat bibirnya ditangkap, dicium hingga dia menghindar berulang kali.Dia sedang tidak mood hari ini. Dia harus berusaha keras untuk mendorongnya dengan napas sedikit terengah-engah. "Lain kali."Simon menatap matanya, tanpa menunjukkan rasa kesal, dan mencubit ujung hidungnya dengan penuh kasih sayang. "Aku memaafkanmu kali ini."Lalu, dia duduk tegak dan menarik Nayla ke dalam pelukannya.Mereka jarang duduk bersama seperti ini.Nayla merasa ada kelegaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Lembut dan patuh, Nayla bersandar padanya, berpelukan dengan tenang.Ponselnya yang ditinggalkan di kamar bergetar tanpa henti dengan pesan masuk.Dia mendengarnya, tapi tidak tertarik untuk melihatnya.Selain Hans, tidak ada orang lain yang mungkin mengirim pesan padanya....Hans

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 308

    Dia harus meluapkan perasaannya."Simon, kenapa tadi kamu mengakui identitasku, lalu membuatku jadi bahan tertawaan?""Kamu selalu bilang Shania bukan orang yang kamu suka. Kalau begitu jelaskan, kenapa kamu tadi turuti permintaannya semudah itu?"Bahkan membiarkan Shania melunjak dan menginjak-injak harga dirinya.Padahal dia sudah pasti akan menjadi pilihan.Tapi di detik terakhir, semuanya berubah jadi lelucon.Itu sangat tidak adil.Simon sendiri yang mengajarkannya agar bicara saat tidak suka pada sesuatu, agar mencintai diri sendiri, agar percaya pada diri sendiri.Dalam segala hal dan setiap saat, harus memprioritaskan perasaan sendiri.Simon berjanji akan selalu melindunginya.Lalu, kenapa dia berubah saat berhadapan dengan Shania?"Maaf ...."Simon melihat wajah Nayla yang lesu, tampak sedih tapi masih menurut, tidak menangis atau merengek. Hatinya terasa sesak. Dia mengulurkan tangan dan meraihnya, menariknya dalam pelukan erat."Maaf, Nayla.""Maaf."Dia meminta maaf berulan

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 307

    "Nayla!"Suara Hans pecah saat dia mengangkat tangannya untuk menggedor pintu sekali lagi.Tiba-tiba, pintu itu terbuka.Tapi, saat Hans melihat siapa yang keluar, wajahnya berubah menjadi warna merah bercampur biru dan ungu, berbagai macam emosi berdesakan."Kak Simon!"Suara Hans akhirnya kembali setelah beberapa saat tertegun. "Kenapa kamu di sini? Di mana Nayla?"Matanya melirik ke dalam kamar.Ruang tamu tampak sepi dan kosong.Sepasang sepatu hak tinggi tergeletak di lantai, berserakan.Pemandangan itu menyampaikan banyak pesan tak terucap.Simon merapikan kerutan di jasnya, wajahnya yang tampan tanpa ekspresi. Dia mengangkat alisnya dengan acuh tak acuh. "Mau ketemu dia?"Suaranya dalam, tatapannya tajam.Terutama kalimat terakhir, diucapkan seolah menegaskan statusnya sebagai pria yang memiliki Nayla.Siapa kamu?Ada urusan apa dengannya?Hans mengingat adegan di luar rumah Keluarga Cahyo beberapa saat sebelumnya, dan alarm bahaya dalam dirinya langsung berbunyi. "Kak, kenapa k

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 306

    "Apa kamu pergi ke pesta Keluarga Cahyo malam ini? Siapa yang ada di kamarmu? Nayla, keluar sekarang juga dan jelaskan!"Suara Hans terdengar penuh amarah, tapi juga dengan nada memohon.Menatap pintu yang tertutup rapat, rasa panik melanda dirinya. Tubuhnya gemetar tak terkendali.Seolah-olah orang di dalam sedang melakukan sesuatu yang tak sanggup dia saksikan.Mengingat saat dia melihat Simon membungkuk di atas seorang wanita di luar gerbang Keluarga Cahyo membuatnya cemas, panik, dan bahkan marah.Beraninya Nayla?Beraninya dia?Namun Nayla sama marahnya dengan dia. Menatap Simon yang memerangkapnya, sementara ketukan dan tuntutan Hans bergema di telinganya."Kalian kakak-beradik, sama-sama keterlaluan."Nayla menatapnya dengan tajam, bibirnya bengkak karena ciuman, rambutnya sedikit acak-acakan, dan helaian rambut jatuh di dahinya.Cahaya lembut menyinari wajahnya, membuat wajahnya yang bersinar tampak semakin memikat.Terutama rona merah di pipi dan sudut matanya, serta bibirnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status