Share

Bab 497

Penulis: Finella Zakaria
"Ayah, hari ini hari libur. Kami khawatir, jadi kami datang untuk makan bersama denganmu."

Yuna masuk mengenakan perhiasan dan membawa tas merek Hermes dari kulit buaya.

Yang menemani Yuna adalah Geri dan dua bibi dari cabang keluarga Jatmiko.

Ada pelayan juga mengikuti di belakang, membawa hadiah-hadiah mahal.

Saat melihat mereka, mata Nayla tiba-tiba menyipit, dan ekspresinya terlihat dingin.

Simon, menyadari perubahannya, berbisik lembut dengan suaranya yang dalam.

"Anggap saja mereka nggak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1477

    Amanda mendengar langkah kakinya menjauh, dan hatinya merasa sedikit gelisah.Tak lama kemudian, dia menerima pesan dari Mario.[Aku pergi dulu sebentar.]Amanda merasa curiga dan memanggil pengawal dari luar."Dokter Mario pergi ke mana?"Pengawal tidak berani menjawab secara langsung."Dia menerima telepon sebelum pergi, entah ke mana."Amanda tahu pengawal itu menyembunyikannya."Kalau kamu nggak mau bilang, aku cari sendiri saja."Pengawal itu pun terlihat bingung."Ini ...."Saat itu, Mario sudah sampai di lantai atas, di kamar rawat Kartika.Tepat sekali.Maya dan Rendra keluar dari dalam dengan senyum gembira, dan terkejut melihat Mario di depan pintu."Sedang apa kalian?"Mario bertanya dengan suara dingin.Maya dan Rendra merasa bersalah, menarik Ryan dan berusaha melarikan diri."Hentikan mereka!"Ekspresi Mario tampak tegas.Pengawal di belakangnya maju ke depan dan menghentikan mereka.Wajah mereka pucat. "Mario, m-mau apa kamu?""Kami cuma berbincang sebentar dengan tantem

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1476

    Siapa sangka, Amanda ternyata begitu kejam, berani memutuskan hubungan dengan mereka dan mengatakan tidak akan memberi uang sepeser pun.Karena memang begitu, dia tidak perlu segan lagi!Sandra yang sedang lewat mendengar percakapan mereka, lalu berhenti dan menatap mereka."Kalian orang tua Amanda?""Ya, kami orang tuanya. Siapa kamu?" Rendra menatapnya dengan waspada.Sandra mengedipkan mata dan tersenyum tipis. "Aku teman Dokter Mario. Aku turut prihatin karena Amanda terluka, tapi Amanda juga menusuk Tante Kartika, tantenya Mario.""Dia sekarang masih dirawat di kamar rawat inap pribadi di lantai atas."Setelah selesai mengatakan itu, Sandra beranjak pergi.Sambil memandangi punggungnya, Rendra tampak merenung dan tiba-tiba menangkap informasi penting."Ayo, kita ke atas. Tagih ganti ruginya ke Kartika!"Amanda melihat raut wajah Mario yang garang, lalu setengah bercanda berkata, "Dokter Mario tadi gagah sekali.""Kendalikan dirimu, jangan terlalu terpesona." Bibir tipis Mario ters

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1475

    Rendra Maya tercengang.Ryan tiba-tiba teringat bahwa Amanda sepertinya tidak boleh makan nanas.Mereka tidak ingat sama sekali, bahkan menganggap Amanda hanya mengada-ada dan tidak tahu berterima kasih."Intinya, kamu menyalahkan kami. Kamu sudah sukses, jadi nggak mau mengakui kami sebagai keluargamu lagi."Maya mengamuk, "Apa pun yang terjadi, kami itu orang tuamu. Kamu menderita, kami di sini menemanimu dan memperjuangkan keadilan untukmu!""Ya! Orang Keluarga Senja menusukmu, mereka harus tanggung jawab! Pokoknya harus ganti rugi!" seru Rendra dengan tegas.Ryan ingin menghentikan mereka, takut mereka mengucapkan sesuatu yang tidak semestinya, tetapi sudah terlambat.Amanda menyadari bahwa mereka memang bukan menjenguknya karena hati mereka tiba-tiba tersentuh.Mereka hanya ingin memanfaatkan kejadian ini untuk meraup uang."Pergi dari sini!"Amarah yang membara di dada Amanda tiba-tiba meledak.Seharusnya, dia tidak menaruh harapan sedikit pun kepada mereka!Winda baru selesai me

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1474

    Namun sebenarnya, Winda dua tahun lebih tua darinya.Saat mereka berbincang, beberapa orang tiba-tiba masuk dari pintu."Amanda."Amanda mengernyit mendengar suara yang tidak asing itu, menoleh ke arah pintu.Ryan dan orang tuanya berdiri di depan pintu.Begitu melihat mereka, Amanda tiba-tiba merasa sakit kepala tanpa alasan."Kenapa kalian di sini?""Kalian silakan ngobrol, aku cuci piring dulu. Panggil aku kalau ada apa-apa," kata Winda mengambil panci sup dan meninggalkan kamar rawat.Maya bergegas ke tepi tempat tidur. "Anakku, kamu pasti menderita.""Iya, kamu terluka parah, kenapa nggak mengabari kami? Kalau nggak dengar dari berita, kami nggak akan tahu apa-apa." Rendra ikut mendekat, dengan raut wajah yang penuh perhatian.Ryan menimpali, "Kak, Ayah dan Ibu sangat khawatir setelah tahu kamu terluka.""Mereka memang pernah salah, tapi mereka nggak berpendidikan, nggak tahu cara komunikasi dengan anak muda. Jangan salahkan mereka."Amanda merasa kepahitan dalam hati. Dulu, dia m

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1473

    Liliana memalingkan muka."Mana aku tahu?"Dia meletakkan jas di lengannya. "Aku taruh jasnya ke atas dulu. Tenangkan dirimu, makan malam sebentar lagi siap."Liliana pun pergi.Wajah Hanung tampak curiga, matanya mengikuti langkah Liliana."Ayah, kamu lihat-lihat apa?"Melanie kembali dari luar, menghampiri Hanung dan mengikuti arah pandangannya.Yang terlihat hanya sekelebat baju ibunya."Baru sebentar berpisah dengan Ibu sudah kangen? Ayah itu memang dimabuk cinta."Melanie memeluk lengannya, menariknya ke sofa. Mereka memang sangat akrab dan erat.Sejak kecil, ayah dan ibunya sangat memanjakan dirinya.Meskipun Viola juga satu-satunya anak perempuan di keluarganya, perlakuan yang dia terima tidak bisa dibandingkan dengan yang diterima Melanie.Ibunya lembut dan baik hati, tidak pernah bisa berkata kasar padanya. Hubungan ayah dan ibunya juga sangat erat dan penuh kasih sayang.Ibunya melahirkan dirinya di usia yang sudah menginjak 30-an. Ayahnya sangat mengkhawatirkan ibunya, takut

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1472

    Boby memandang wanita tua di seberang layar, yang usianya hampir 60 tahun. Meskipun penampilannya masih terawat dengan baik, kerutan di lehernya mengungkap usianya yang sebenarnya.Wanita itu adalah istri paman dari pihak ibunya. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, seluruh keluarga dari pihak ibunya pindah dan menetap di luar negeri.Karena benci kepada ayahnya, kakek dan neneknya tidak pernah menjalin hubungan dengannya selama bertahun-tahun.Selama 25 tahun, dia hanya bertemu mereka beberapa kali saja.Bibinya ini merasa kasihan padanya, sehingga diam-diam menghubunginya melalui telepon."Boby, setelah ibumu hilang, kakek dan nenekmu menyembunyikan foto-fotonya karena takut teringat kalau lihat. Aku cuma bisa mendapatkan sedikit saja, semuanya sudah kukirim lewat email."Wanita itu berkata dengan penuh keprihatinan, "Sudah 25 tahun berlalu, Boby. Kamu masih muda, kamu harus belajar melepaskannya."Boby mengangguk pelan. "Terima kasih, Tante."Sejak ayahnya meninggal, dia tidak memili

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status