Share

Bab 500

Penulis: Finella Zakaria
Kebenciannya terhadap Karin semakin membesar, hingga dia berharap Karin menghilang dari dunia ini selamanya.

Dia jadi semakin sedih atas keadaan Hans dan langsung menuju ke rumah sakit setelah pergi dari rumah keluarga besar.

Di dalam bangsal, kepala Hans masih dibalut perban, dan wajah tampannya tampak kurus dan pucat, membuat hatinya sebagai ibu seperti teriris.

"Lihat dirimu, kamu sudah menderita berkali-kali demi Nayla, menghancurkan dirimu sendiri seperti ini, tapi apa yang kamu dapatkan?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ely Tarigan
Lanjut kak..lanjut lanjut....
goodnovel comment avatar
Uut Chintyana
lanjut dobel up yg banyak kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1503

    Para perawat itu perlahan menjauh, tetapi Amanda masih menatap punggung mereka, tidak kunjung mengalihkan pandangan.Sampai akhirnya, suara lembut terdengar dari sampingnya."Kenapa diam saja di sini, menunggu dibangunkan suamimu? Nggak jadi masuk?"Amanda menoleh ke sumber suara.Mario berdiri di sebelah kanannya, sepertinya baru kembali dari tempat lain. Dia masih mengenakan jas putih, selain tampan juga terlihat sangat profesional."Kamu tadi ke mana?"Amanda bertanya sambil melangkah masuk, melupakan bisik-bisik para perawat tadi.Mario mengikutinya dari belakang. "Baru pemeriksaan pasien di bangsal.""Kamu sudah lihat berita trending?""Sudah."Mario tampak tenang, meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mengangkat pandangannya kepada Amanda."Ada yang ingin kamu tanyakan padaku?"Amanda mengangkat tangan yang mengenakan cincin pertunangan berlian itu, seberat lima karat, berkilau dan memukau."Kamu melamarku karena membuat kesepakatan dengan nenekmu, dengan syarat aku berhenti me

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1502

    Apa yang dipikirkan Mario?!"Amanda, semuanya tergantung pilihanmu. Apa pun pilihanmu, aku akan mendukungmu, dan aku akan selalu ada di sisimu."Nayla tidak yakin apa sebenarnya rencana Mario, sehingga sulit baginya untuk mengambil kesimpulan."Sayang, terima kasih."Amanda menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.Nayla menepuk pundaknya, lalu mengerutkan kening sambil tenggelam dalam lamunan.Berdasarkan bukti yang mereka miliki, Viola tidak bisa lolos, pasti akan dihukum, setidaknya harus mendekam di penjara selama dua hingga tiga tahun.Namun, dia lebih berharap Amanda bisa mendapatkan kebahagiaannya. Jika Mario benar-benar memanfaatkan masalah ini untuk membuat kesepakatan dengan Nenek Ratna, bagi Amanda, tidak ada keuntungan lain yang bisa didapatkan Amanda selain bisa menikah dengan Mario.Sebaliknya, hal itu justru akan membuat keadaan Amanda semakin sulit setelah menikah dan menjadi menantu Keluarga Senja.Setelah bertemu dengan Amanda, Nayla mampir ke Grup Jatmiko unt

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1501

    "Pak Calvin ...."Julian tercengang, sungguh tidak menyangka Calvin akan muncul di sini.Sebelum dia sempat bereaksi, Calvin mengangkat Sandra yang terbaring di tempat tidur, sekalian selimutnya, lalu melangkah keluar dari kamar."Calvin, dia milikku ...."Julian menahan rasa sakit yang hebat, lalu berteriak kepada Calvin tanpa peduli konsekuensi.Calvin sudah sampai di pintu dengan Sandra, tiba-tiba langkahnya terhenti.Bahkan tidak repot-repot menoleh ke belakang."Kamu? Kamu nggak pantas mengatakan itu."Calvin melirik asistennya dari sudut matanya, lalu melangkah pergi menggendong Sandra yang terbungkus selimut.Asistennya mengerti isyarat itu dan memerintahkan kepada pengawal yang menunggu di luar pintu, "Beri dia pelajaran."Julian bangkit dengan susah payah dari lantai, ingin beranjak pergi. Namun, dia dipaksa mundur berulang kali oleh pengawal yang menyerang dengan ganas. Wajahnya menjadi pucat pasi.Gawat!Calvin menggendong Sandra, berjalan di lorong hotel.Lampu-lampu yang b

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1500

    "Sandra, apa bagusnya dia? Cuma wajah tampan saja. Dia sangat jahat kepadamu.""Nggak seperti aku, bertahun-tahun selalu diam-diam menemanimu."Wajah Julian menyentuh lengan halus Sandra, menghirup aroma manis yang memancar dari tubuhnya, wajahnya tampak mabuk karenanya."Sandra, malam ini kita bersama, ya? Aku janji akan mencintaimu sepenuh hatiku."Julian tiba-tiba berdiri, dengan cepat melepaskan dasi dan membuka kancing kerah kemejanya, lalu naik ke atas tubuhnya dengan tidak sabar.Sandra merasakan serangga merayap di tubuhnya dan mengerutkan kening karena terganggu."Aku mau tidur, jangan ganggu ...."Namun, semakin dia melawan, rasa terganggu itu justru semakin menyiksa. Dia berusaha keras membuka mata dan melihat wajah yang tampak membesar di depannya, yang membuatnya menjerit ketakutan."Julian, mau apa kamu?"Julian, dengan pakaian yang acak-acakan, menindih tubuhnya dengan mata penuh niat jahat."Sandra, kamu sedang sedih, 'kan? Aku ingin menghiburmu.""Sandra, mari kita ber

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1499

    "Kamu gila!"Julian buru-buru mencengkeram pergelangan tangannya, merebut sisa leher botol itu dan membuangnya ke tempat sampah.Namun, pecahan kaca yang beterbangan akibat botol pecah itu tetap menggores lengan Sandra hingga menimbulkan luka kecil yang berdarah.Darah mengalir, dan bau darah seketika memenuhi udara.Julian cepat-cepat mengambil tisu untuk menekan luka itu. "Berhenti minum, ayo ke rumah sakit."Sandra menolak, tetap duduk tanpa bergerak.Dengan tatapan kosong, dia menatap luka yang berdarah. Kepalanya terasa pusing, dan Julian jadi berbayang hingga puluhan hingga ratusan sosok di hadapannya."Kalau sudah kehilangan segalanya, apa gunanya hidup? Jangan pedulikan aku."Sandra mendorongnya dengan keras, tetapi Julian tidak bergeming. Sebaliknya, dia menggendong Sandra dan membawanya keluar tanpa memberi kesempatan untuk perlawanan."Pergi ke rumah sakit, obati lukamu. Kalau nggak bisa infeksi.""Turunkan aku, aku nggak mau pergi."Sandra menangis dan meronta, tetapi tenag

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1498

    Amanda menjawab lagi dengan tegas, "Aku percaya.""Kalau begitu, teruslah percaya padaku. Yang perlu kamu lakukan cuma mengatakan satu hal, maukah kamu menikah denganku?"Tatapan Mario begitu tajam hingga membuat Amanda merasa gelisah.Dia termenung. Dia dengan kepribadiannya ini sangat tegas dalam hal cinta dan benci, dan tidak pernah mempertimbangkan faktor lain."Kalau kamu berani menikah denganku, aku pun berani menikah denganmu."Wajah Mario yang biasanya tenang tiba-tiba memancarkan kehangatan, lalu dia mencubit pipi Amanda dengan keras."Jangan berubah pikiran."Amanda meringis kesakitan, mendesis, dan menatapnya dengan garang."Kamu harus bisa mengatasi masalahnya dulu."Mario menepuk kepalanya dan tertawa kecil. "Asal kamu jangan kabur saja."Amanda menatapnya dengan curiga, dan saat itu juga seluruh amarahnya lenyap.Sepertinya, Mario sudah lama menyimpulkan bahwa dia tidak akan mendapat dukungan dari Nenek Ratna, jadi dia tidak terlalu memikirkannya.Bukan berarti tidak pedu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status