Share

Bab 68

Author: Finella Zakaria
Malam ini, Nayla sedang dalam suasana hati yang baik. Jadi, dia minum dua gelas anggur merah.

Sayangnya dia tidak jago minum, baru sebentar saja sudah mulai mabuk.

Dia bangkit, hampir tidak bisa berdiri. Sambil berpegangan pada kursi, wajahnya yang memerah menatap Simon. Dengan samar-samar, dia melihat ada beberapa bayangan Simon.

"Wah, kepalamu banyak banget..." Nayla bahkan dengan serius mulai menghitung. Matanya terlihat bingung sambil terkekeh dua kali.

"Manusia cuma punya satu kepala," jawab Simon yang hanya mengenakan kemeja putih, membuat auranya terlihat dingin dan berwibawa, "Kamu mabuk."

Nayla mengayunkan tangannya, suaranya lembut dan tidak jelas, "Aku nggak mabuk, kok. Aku hebat banget…"

Saat mengayunkan tangan, tubuhnya yang sudah susah payah berdiri kehilangan keseimbangan, dia pun berteriak "ah" dan jatuh ke samping.

Simon dengan sigap dan cepat datang ke depannya. Tangan besarnya memegangi pinggangnya, menarik Nayla ke dalam pelukannya.

Pada saat yang sama, dahi Nayla m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 311

    "Kami berdua laki-laki normal yang suka perempuan. Tolong jangan salah paham."Nayla tertawa kecil. "Nggak kok."Setelah menutup telepon, dia hendak beranjak pergi.Saat mengangkat kepalanya, dia melihat seseorang berdiri di dekat pintu.Orang itu menatapnya, tampak kebingungan harus apa.Orang itu Cia.Meski mengenakan kostum syuting dengan dandanan indah memesona, tatapannya jelas diliputi rasa bersalah ketika bertemu dengan Nayla.Nayla memalingkan muka dengan acuh tak acuh.Dia keluar tanpa melirik lagi.Cia menyaksikan lewat, membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi melihat betapa tidak pedulinya Nayla, dia menahan diri.Sebelum meninggalkan lokasi syuting, Nayla membicarakan jadwal dua hari mendatang dengan sutradara.Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, tapi Nayla menganggapnya sebagai masalah kecil dan langsung menyetujuinya, lalu segera pergi.Saat keluar dari pintu masuk, dia langsung melihat Hans bersandar pada tiang beton sambil merokok.Nayla mengerutkan ken

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 310

    Dua hari kemudian, setelah menyelesaikan naskah di lokasi syuting, Nayla membeli kopi hitam dan kembali ke lokasi. Dia menerima panggilan dari Amanda yang selama dua hari tidak menghubunginya.Amanda terdengar sangat bersalah. "Aku hampir serangan jantung waktu itu! Mana kutahu dia yang angkat telepon? Kamu nggak kenapa-kenapa habis itu, 'kan?"Nayla tertawa pelan mendengar kekhawatiran dalam suaranya. "Nggak."Amanda masih khawatir. "Apa dia suruh kamu ... berhenti berteman denganku? Dia pikir aku meracunimu dan merusak hubungan kalian?"Ini pertama kalinya Nayla melihatnya begitu gugup, dan hal ini membuktikan betapa Amanda sangat peduli padanya. Dia tertawa dan berkata, "Takut sekali? Kamu biasanya nggak begini, Amanda."Amanda tidak peduli dengan semua itu."Cepat jawab aku! Iya nggak?""Nggak."Amanda akhirnya menghela napas lega.Nayla melirik ke arah lokasi syuting. Semuanya tampak normal. Dia berbalik menuju ke area istirahat dan duduk di kursi.Sambil teringat akan baju perang

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 309

    "Benar begitu?"Simon menggigit bibir wanita itu dengan lembut, matanya memancarkan godaan.Detak jantung Nayla semakin cepat merasakan panas yang terpancar dari tubuh yang mendekapnya. Dia baru saja bergumam lembut saat bibirnya ditangkap, dicium hingga dia menghindar berulang kali.Dia sedang tidak mood hari ini. Dia harus berusaha keras untuk mendorongnya dengan napas sedikit terengah-engah. "Lain kali."Simon menatap matanya, tanpa menunjukkan rasa kesal, dan mencubit ujung hidungnya dengan penuh kasih sayang. "Aku memaafkanmu kali ini."Lalu, dia duduk tegak dan menarik Nayla ke dalam pelukannya.Mereka jarang duduk bersama seperti ini.Nayla merasa ada kelegaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Lembut dan patuh, Nayla bersandar padanya, berpelukan dengan tenang.Ponselnya yang ditinggalkan di kamar bergetar tanpa henti dengan pesan masuk.Dia mendengarnya, tapi tidak tertarik untuk melihatnya.Selain Hans, tidak ada orang lain yang mungkin mengirim pesan padanya....Hans

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 308

    Dia harus meluapkan perasaannya."Simon, kenapa tadi kamu mengakui identitasku, lalu membuatku jadi bahan tertawaan?""Kamu selalu bilang Shania bukan orang yang kamu suka. Kalau begitu jelaskan, kenapa kamu tadi turuti permintaannya semudah itu?"Bahkan membiarkan Shania melunjak dan menginjak-injak harga dirinya.Padahal dia sudah pasti akan menjadi pilihan.Tapi di detik terakhir, semuanya berubah jadi lelucon.Itu sangat tidak adil.Simon sendiri yang mengajarkannya agar bicara saat tidak suka pada sesuatu, agar mencintai diri sendiri, agar percaya pada diri sendiri.Dalam segala hal dan setiap saat, harus memprioritaskan perasaan sendiri.Simon berjanji akan selalu melindunginya.Lalu, kenapa dia berubah saat berhadapan dengan Shania?"Maaf ...."Simon melihat wajah Nayla yang lesu, tampak sedih tapi masih menurut, tidak menangis atau merengek. Hatinya terasa sesak. Dia mengulurkan tangan dan meraihnya, menariknya dalam pelukan erat."Maaf, Nayla.""Maaf."Dia meminta maaf berulan

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 307

    "Nayla!"Suara Hans pecah saat dia mengangkat tangannya untuk menggedor pintu sekali lagi.Tiba-tiba, pintu itu terbuka.Tapi, saat Hans melihat siapa yang keluar, wajahnya berubah menjadi warna merah bercampur biru dan ungu, berbagai macam emosi berdesakan."Kak Simon!"Suara Hans akhirnya kembali setelah beberapa saat tertegun. "Kenapa kamu di sini? Di mana Nayla?"Matanya melirik ke dalam kamar.Ruang tamu tampak sepi dan kosong.Sepasang sepatu hak tinggi tergeletak di lantai, berserakan.Pemandangan itu menyampaikan banyak pesan tak terucap.Simon merapikan kerutan di jasnya, wajahnya yang tampan tanpa ekspresi. Dia mengangkat alisnya dengan acuh tak acuh. "Mau ketemu dia?"Suaranya dalam, tatapannya tajam.Terutama kalimat terakhir, diucapkan seolah menegaskan statusnya sebagai pria yang memiliki Nayla.Siapa kamu?Ada urusan apa dengannya?Hans mengingat adegan di luar rumah Keluarga Cahyo beberapa saat sebelumnya, dan alarm bahaya dalam dirinya langsung berbunyi. "Kak, kenapa k

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 306

    "Apa kamu pergi ke pesta Keluarga Cahyo malam ini? Siapa yang ada di kamarmu? Nayla, keluar sekarang juga dan jelaskan!"Suara Hans terdengar penuh amarah, tapi juga dengan nada memohon.Menatap pintu yang tertutup rapat, rasa panik melanda dirinya. Tubuhnya gemetar tak terkendali.Seolah-olah orang di dalam sedang melakukan sesuatu yang tak sanggup dia saksikan.Mengingat saat dia melihat Simon membungkuk di atas seorang wanita di luar gerbang Keluarga Cahyo membuatnya cemas, panik, dan bahkan marah.Beraninya Nayla?Beraninya dia?Namun Nayla sama marahnya dengan dia. Menatap Simon yang memerangkapnya, sementara ketukan dan tuntutan Hans bergema di telinganya."Kalian kakak-beradik, sama-sama keterlaluan."Nayla menatapnya dengan tajam, bibirnya bengkak karena ciuman, rambutnya sedikit acak-acakan, dan helaian rambut jatuh di dahinya.Cahaya lembut menyinari wajahnya, membuat wajahnya yang bersinar tampak semakin memikat.Terutama rona merah di pipi dan sudut matanya, serta bibirnya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status