공유

Bab 68

작가: Finella Zakaria
Malam ini, Nayla sedang dalam suasana hati yang baik. Jadi, dia minum dua gelas anggur merah.

Sayangnya dia tidak jago minum, baru sebentar saja sudah mulai mabuk.

Dia bangkit, hampir tidak bisa berdiri. Sambil berpegangan pada kursi, wajahnya yang memerah menatap Simon. Dengan samar-samar, dia melihat ada beberapa bayangan Simon.

"Wah, kepalamu banyak banget..." Nayla bahkan dengan serius mulai menghitung. Matanya terlihat bingung sambil terkekeh dua kali.

"Manusia cuma punya satu kepala," jawa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Suryat
semoga gak bertele tele
goodnovel comment avatar
Nooraidah Majanun
sya suka sngt jln cerita ini, mantap.
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1459

    Kartika menutupi wajahnya sambil menjerit, hingga membuat semua orang panik. Nenek Ratna memandangnya dengan wajah ketakutan, dan Andini juga tampak terkejut.Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi."Sakit, Bu, sakit. Aku nggak bisa lihat apa-apa."Mata Kartika terasa perih sehingga tidak bisa dibuka. Dia merasa dunia menjadi gelap, dan area di sekitar matanya terasa seperti terbakar.Dia merasa seolah-olah akan buta, hatinya dipenuhi rasa benci sekaligus takut."Amanda, apa yang kamu lakukan!"Mata Nenek Ratna memerah karena cemas, menatap benda yang dipegang Amanda."Cepat, tahan dia. Berikan benda itu padaku, biar kulihat apa itu."Dengan perintah Nenek Ratna, pengawal langsung mendekat untuk merebutnya.Amanda menggenggam erat semprotan merica di tangannya dan menyemprotkan secara membabi-buta kepada para pengawal.Udara dipenuhi bau menyengat yang sangat perih di mata.Para pengawal bereaksi cepat dan mengangkat tangan untuk menangkis, tetapi salah satu di antaranya terke

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1458

    "Kalau berani menyentuhku, aku akan membuatmu masuk penjara seperti Viola!"Tatapan Amanda dingin, sosoknya yang berdiri kukuh tampak seperti sekuntum bunga yang tidak kenal menyerah, terlihat rapuh tapi tangguh.Nenek Ratna belum pernah melihat orang yang begitu pembangkang. Matanya menyipit, dan kerutan di sekitar matanya kini tampak sangat kejam."Pengawal, tangkap dia!"Nenek Ratna berkata dengan tidak senang, "Nggak ada seorang pun yang berhak menggurui Keluarga Senja!""Siap!"Para pengawal bergegas maju.Amanda membeku, tetapi sudah terlambat untuk mundur kembali ke dalam rumah. Tangannya segera dikekang oleh para pengawal.Kartika mengayunkan tangannya dan menampar Amanda dengan keras, membuat wajahnya terhempas ke samping. Tamparan itu sangat kuat, hingga sudut bibir Amanda pecah dan berdarah.Tawa Kartika yang angkuh dan dingin menggema di telinganya."Ke mana perginya kesombonganmu tadi? Aku menamparmu, lalu apa?"Dagu Amanda dicengkeram dengan keras dan diangkat, memaksanya

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1457

    Amanda mendengar bel pintu berbunyi. Dia khawatir Nayla akan cemas jika mendengarnya, jadi dia mengarang alasan untuk menutup telepon, lalu membuka pintu.Begitu pintu terbuka, tampak beberapa orang berdiri di luar.Yang memimpin adalah Nenek Ratna, bersama Andini dan seorang wanita asing di kedua sisinya. Wanita asing itu memiliki raut muka yang tajam, mirip dengan Nenek Ratna.Dapat ditebak, dia pasti Kartika Senja, putri Nenek Ratna.Kartika tampak angkuh dan langsung memandangi Amanda dari atas ke bawah."Kamu Amanda?"Dia mencibir, "Sudah kuduga, penampilannya genit."Alis Amanda seketika berkerut, menatap dingin pada Kartika di depannya. Tatapan itu bahkan tampak agak menakutkan di mata Nenek Ratna.Setelah telepon terputus, Nayla khawatir terjadi sesuatu pada Amanda. Karena dia datang sendirian, dia segera menelepon Simon tanpa tunggu lama."Nenek Mario datang ke rumah Amanda dengan banyak orang. Aku takut terjadi sesuatu, tolong panggil beberapa pengawal ke sini."Dia juga bisa

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1456

    Ibu Viola, Kartika Senja, menatapnya dengan tatapan penuh jijik dan benci."Apa lagi yang kamu lakukan? Polisi sebanyak ini datang mencarimu!""Setiap saat, selain membuatku repot, apa lagi yang bisa kamu lakukan!"Viola menatap dengan mata terbelalak, matanya bingung dan panik.Mendengar keributan di sana, Melanie buru-buru menutup telepon dan menenangkan diri sejenak, lalu kilatan kejam melintas di matanya.Kesempatan telah tiba!Kali ini, dia akan menghancurkan harapan Amanda sepenuhnya!Tiga hari berikutnya, tiba-tiba tidak ada kabar sama sekali mengenai kasus Farrel yang dilukai oleh Amanda.Internet tiba-tiba menjadi tenang, tidak lagi menghujat Amanda. Bahkan orang-orang bayaran yang biasanya menjelek-jelekkannya pun serempak menghapus postingan mereka dalam semalam.Semua orang tampak menunggu pernyataan resmi terakhir dari kepolisian. Meskipun hasil akhirnya belum keluar, orang-orang yang memiliki sedikit akal sehat memilih untuk percaya kepada Amanda.Hanya dalam tiga hari, j

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1455

    "Ayu ... beneran dibawa pergi polisi?" Viola akhirnya bisa bersuara setelah sekian lama berlalu.Yang menelepon adalah manajer Viola, Mikha.Setelah insiden yang menimpa Farrel hari itu, Mikha secara halus menggali informasi dari Viola hingga akhirnya mengungkap kebenarannya.Ayu adalah staf kosmetik merek Pallama yang pemotretan iklan kemarin, sekaligus teman dari asisten Viola.Mikha berkata dengan nada tegas, "Sudah kubilang sejak dulu, kamu nggak boleh gegabah dengan orang. Kenapa harus menyinggung Amanda?"Viola membalas dengan tidak terima, "Memangnya dia siapa? Apa mungkin Keluarga Sasmitha takut dengan model kelas teri seperti dia? Dianya saja yang terlalu sombong, aku cuma memberinya pelajaran!"Mikha benar-benar tertawa kesal mendengarnya. "Memang dia bukan siapa-siapa, tapi jangan lupa, pacarnya itu Mario, dan sahabatnya itu Nayla, putri Keluarga Tanu! Pemimpin Grup Tanu!""Jangan lupa, Melanie bahkan harus tunduk minta maaf kepadanya!"Meskipun masalah Melanie yang diculik

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1454

    Dia tidak percaya jawaban omong kosongnya tadi. Waktunya tidak sesuai sama sekali.Dari rumah sakit ke rumahnya membutuhkan waktu paling cepat 40 menit.Amanda menyimpulkan, jika Mario bisa datang secepat itu, jelas dia sudah meninggalkan rumah sakit sebelum siaran langsung dimulai.Mario tersenyum, tasa kagum terpancar di matanya. "Wanita cerdas.""Jangan memujiku."Dia tidak terpengaruh oleh omongan manis itu.Mario meneguk kopinya, meletakkannya di atas meja, lalu menatapnya dengan ekspresi serius."Kapten Fadli tadi telepon, dia menemukan saksi yang bisa membuktikan kalau kamu diberi obat, dan itu cukup untuk membuktikan niat Farrel untuk menyerangmu."Amanda terdiam, matanya tiba-tiba melebar, buru-buru menatapnya."Benarkah?"Mario sudah menduga dia akan bereaksi seperti itu. Bibirnya tersenyum kecil, lalu dia mengangkat dagunya menunjuk ponsel yang diletakkan Amanda di atas meja."Kapten Fadli pasti sudah memberitahumu, coba dilihat."Amanda belum sempat membuka ponselnya. Begit

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status