Home / Romansa / Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu / Bab 88 Sosok Mas Raka Yang Sebenarnya

Share

Bab 88 Sosok Mas Raka Yang Sebenarnya

Author: Rose_roshella
last update Petsa ng paglalathala: 2024-07-02 21:27:48
Aku Kalea, saat itu sedang menanyakan sesuatu kepada Mas Raka.

"Kenapa kau masih mempertahankan diriku jika kau menganggap aku tak berguna? Bukankah lebih baik jika Mas Raka benar-benar menceraikan diriku saja?" Tanyaku yang ingin berontak.

Mas Raka terdiam dan kulihat wajahnya sudah terlihat pucat pasi. Mungkinkah dia tidak mau melepaskan diriku karena dia takut dengan ancamanku saat itu? Membuat laporan kepada polisi atas tindakan apa yang dia lakukan kepadaku.

Aku merasa perasaanku campur
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 134 TAMAT

    Setelah pemakaman ibuku, aku hanya duduk di dekat pusaranya, memandangi gundukan tanah yang masih basah. Airmataku tak tertahankan jatuh mengalir deras dari pelupuk mataku. "Mama... kenapa harus sekarang mama meninggalkan Raka sendirian? Raka masih butuh mama," bisik hatiku, tenggelam dalam kepedihan. Aku meratapi semua kenangan yang kulewati bersama ibuku, mengingat betapa besar pengorbanannya untukku.Meskipun ibuku memiliki sifat jahat. Namun, kasih sayang dan perhatian yang dia berikan kepadaku tidak lekang oleh waktu."Kenapa mama meninggalkan aku saat aku seperti ini?" tanyaku pada pusara mamaku yang masih basah, mencari jawaban yang tidak akan pernah kudapat. Seiring berjalannya waktu, aku tetap enggan beranjak dari sisi pusara ibuku. Hingga akhirnya, Attala datang menghampiriku, menepuk pundakku pelan. "Bersedih boleh, Raka, tapi jangan kamu sampai meratapi kematian ibumu di tanah yang masih basah," ucapnya, mencoba membawaku kembali ke kenyataan. Merasa sakit yang tidak

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 133 Bu Mirna Meninggal

    Suasana menjadi semakin haru saat aku melihat ibuku meneteskan air mata, tanda penyesalan yang begitu dalam. Saat aku mendengar ucapan ibuku yang seolah sedang memberikan sebuah pesan terakhir untuk semua orang, seketika membuat tubuhku merinding.Entah mengapa aku merasa sesuatu yang tak enak di sana.Tak lama kemudian, ibuku kembali berkata pada Kalea, "Ibu minta maaf atas apa yang sudah ibu lakukan kepadamu, Kalea. Ibu telah menyakiti dirimu dan membuatmu menerima fitnah yang sengaja ibu buat bersama Andini demi memisahkan kalian berdua." Isak tangis ibuku semakin keras, seiring dengan penyesalan yang saat ini dia rasakan.Hatiku terenyuh, teriris oleh kesedihan yang kini harus ibu rasakan. Tapi apa boleh buat, semua ini akibat perbuatan ibuku sendiri di masa lalu.Namun, aku mencoba memahami apa yang sebenarnya ibu rasakan saat ini. Ibuku melanjutkan, "Ibu tahu bahwa kesalahan yang sudah ibu lakukan tidak pantas untuk mendapatkan maaf. Namun, saat ini ibu sudah menerima hukuman a

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 132 Permainan Maaf Bu Mirna

    Aku terkejut saat mendengar apa yang diucapkan oleh mamaku, seolah apa yang dikatakannya itu adalah sebuah pesan terakhir untuk diriku. "Mama, jangan bicara aneh-aneh. Mama pasti akan sembuh setelah ini," ucapku, mencoba menguatkan mamaku yang tampak lemah.Mama menatapku dengan sorot mata yang berkaca-kaca, dan tangisan tak mampu lagi ditahannya. Ia bahkan meminta maaf kepadaku, membuat hatiku sangat terharu dan sedih. Aku pun larut dalam suasana kesedihan ketika mamaku mengatakan itu dengan penuh penyesalan."Maafkan Mama, Raka. Mama sudah membuat keluargamu hancur, dan kini kamu telah kehilangan semuanya. Mungkin ini balasan yang seharusnya Mama terima," ujar mamaku dengan isak tangis yang membuatku seketika larut dalam tangisan."Tidak, Ma. Jangan bicara begitu lagi. Raka juga bersalah dalam hal ini, semuanya karena Raka yang terlalu egois dan terlalu mengejar dunia hingga Raka menjadi orang tampak," ungkapku, tak mampu menahan air mata. Aku mencium punggung ibuku, mencoba untu

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 131 Penyesalan Bu Mirna

    Aku terdiam sejenak, mencerna apa yang Arif katakan kepadaku. Saat ini, ekonomi benar-benar menurun drastis dan tawaran Arif terasa sangat aku butuhkan saat-saat seperti ini."Apakah dia mau membantuku? Tapi, bagaimana kalau Rania menolak membantu?" gumamku penuh kekhawatiran.Arif tampak tahu apa yang ada di benakku, dia tahu jika saat ini aku ragu akan Rania dan Attala mau membantuku.Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi antara diriku, Kalea dan Rania di masa lalu."Aku sedikit ragu jika dia akan membantuku setelah apa yang aku lakukan di masa lalu. Kesalahan yang aku lakukan benar-benar sangat fatal, hingga aku membuat dirinya benar-benar kubuat sangat menderita. Entah mengapa aku tidak yakin jika dia mau membantu diriku saat ini," ungkapku penuh penyesalan.Arif menatap simpati kepadaku, dia berusaha untuk meyakinkan diriku saat ini, meskipun aku masih ragu jika Rania dan Attala mau memberikan bantuannya kepadaku."Jangan berpikiran buruk soal Rania dan Pak Attala. Mereka orang

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 130 Penyesalan Mas Raka

    Aku merasa terkejut sekaligus bingung saat mendengar tawaran yang diberikan Arif. Sebenarnya, dalam diriku ingin menolak tawaran tersebut. Namun, situasi yang sedang aku alami saat ini membuatku merasa tidak punya pilihan lain. "Benarkah ini satu-satunya jalan untuk keluar dari kondisi ini? Aku harus menerima tawaran Arif untuk bekerja menjadi sopir kantor Attala, suami Rania? Apa yang mereka pikirkan setelah tahu aku mau melamar bekerja di sana? Apakah mereka akan mentertawakan nasibku?" batinku sedih sekaligus bingung menentukan pilihanku. Tapi aku berpikir kembali, sudah seminggu ini aku lelah menjadi tukang parkir yang harus selalu bersaing dengan preman-preman untuk mendapatkan lahan. "Jika aku tidak menerima tawaran ini, aku akan menjadi tukang parkir dengan penghasilan tak menentu dan aku akan mengecewakan ibuku," pikirku lagi penuh kebimbangan.Akhirnya, dengan perasaan berat, aku menerima tawaran Arif. "Baiklah, aku mau, kapan aku bisa bekerja?" tanyaku dengan tatapan ma

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 129 Perubahan Nasib Raka

    Aku merasa bingung saat melihat ibuku yang tampak sangat gugup ketika aku memintanya untuk meminta maaf kepada Kalea. "Mama belum siap, Raka. Mama takut jika dia tidak akan memaafkan Mama," ujar mamaku sambil menatap wajahku bingung.Aku pun berusaha untuk mengerti perasaan ibuku, tapi aku tak bisa menahan rasa ingin tahu, apa yang sebenarnya membuatnya begitu takut. "Apa yang membuat Mama takut? Apakah ini karena dia merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan?" gumamku dalam hati. Mungkin aku memang harus memberikan waktu untuk ibuku meminta maaf kepada Kalea. Akhirnya, setelah kami berbicara cukup lama, aku putuskan untuk mencari kos yang murah di dekat sini. Namun, sayangnya kos yang ada di depan rumahku harganya cukup mahal. Seolah tak ada pilihan lain, aku terpaksa mencari kos di dekat rumah yang sekarang sudah kujual kepada Arif. Saat kami tiba di depan tempat kos tersebut, beberapa tetangga yang mengenal kami tampak terkejut melihat kami di sana.Mereka sepertinya sedang

  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 121 Pengusiran Raka dan Bu Mirna

    Aku merasa sangat terkejut mendengar ucapan Andien. Benarkah ini? Sungguh tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa Andien akan melakukan hal ini padaku dan ibuku. Tatapan penuh kebencian itu menusuk hatiku. Aku tidak menyangka dibalik wajah lembutnya, ternyata Andien memiliki tabiat buruk dalam me

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 114 Penyesalan Kalea

    Aku terkejut saat mendengar obrolan Kalea dengan suaminya, Arif. Tidak pernah terpikir olehku jika Arif ternyata berkolusi dengan madu Kalea demi menyingkirkan istri yang dinikahinya saat ini.Ironis, apa yang diakui Arif kepada Kalea justru menjadi bumerang baginya sendiri. Aku bisa merasakan begitu

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 116 Kelicikan Andien

    Aku, Raka, saat ini berusaha membuat Andien percaya pada kata-kataku dan tak ada pilihan lain kecuali menyudutkannya. "Apa maksudmu, Mas? Kamu menuduhku memiliki hubungan dengan Arif?" tanya Andien, matanya menatap tajam ke arahku."Jika kamu memang tak punya hubungan dengannya, kenapa kamu seolah ta

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu    Bab 105 Raka marah

    Saat ini, aku, Raka, sedang mengurus surat perceraianku dengan Kalea. Sudah lama sekali aku tidak menemui dirinya di rumah lama kami, karena ibuku yang selalu melarangku ke sana dan aku tidak tau alasannya apa.Setelah proses perceraianku dengan Kalea selesai, aku ingin memberikan kejutan ini untuk K

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status