FAZER LOGINSiang itu, suasana di ruang rawat Tara tidak jauh berbeda dibanding beberapa jam sebelumnya. Laptop masih menyala di atas meja kecil dekat ranjang. Beberapa dokumen audit tersusun rapi di sisi kanan, sementara layar tablet menampilkan laporan keuangan yang sejak pagi belum selesai ia periksa. Susan baru saja berhasil membujuk Tara untuk beristirahat selama beberapa menit setelah hampir dua jam penuh menatap angka dan laporan tanpa jeda.
“Terima kasih buah potongnya, Susan,”
Victor memeluknya semakin erat. Dua tahun pernikahan tidak pernah mengurangi sedikit pun rasa cintanya kepada Tara. Justru semakin lama, semakin banyak alasan yang membuat Victor bersyukur karena wanita itu akhirnya memilihnya. Kini, ketika Tara kembali memberinya kabar tentang kehadiran seorang anak, perasaan itu seolah tumbuh semakin besar.Victor melepaskan pelukannya sedikit, lalu menatap wajah Tara. Matanya masih menyimpan rasa haru yang begitu jelas.“Aku akan menjadi ayah lagi.”Tara tersenyum. “Ya.”Victor tertawa kecil. Ada kebahagiaan yang begitu sederhana di wajahnya, tetapi justru itu yang membuat Tara ikut terharu. “Aku mencintaimu,” bisiknya.Tara menatapnya beberapa saat. Kalimat itu mungkin sederhana, tetapi ia tahu betapa dalam maknanya bagi Victor. Pria itu tidak pernah menjadi seseorang yang terlalu banyak berbicara tentang perasaannya. Namun, setiap kali Victor mengucapkan cinta kepadanya, Tar
Dua tahun berlalu sejak pernikahan besar itu. Nama Tara semakin bersinar sebagai salah satu perempuan yang patut diperhitungkan dalam dunia bisnis. Berbagai proyek besar berhasil ditanganinya, dan kemampuannya dalam melihat peluang membuat banyak orang mulai menghormatinya.Victor tidak pernah menghalangi apa pun yang ingin dilakukan Tara. Sebaliknya, pria itu selalu menjadi orang pertama yang memberikan dukungan. Ia tahu Tara tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan dan tidak pernah mengambil keputusan tanpa pertimbangan.Dan karena kesibukan itu juga, hampir selama empat bulan terakhir, mereka bahkan tidak memiliki waktu untuk menikmati kehidupan keluarga karena kesibukan mengurus proyek baru. Karena itu, ketika semuanya akhirnya selesai, Victor memutuskan membawa Tara, Liora, dan Lawrence berlibur ke sebuah pulau privat.Hanya mereka berempat yang berada di sana bersama beberapa pelayan yang menemani kebutuhan mereka.Tara benar-benar merasa ini waktu li
Berita pernikahan Victor dan Tara tidak berhenti sampai di tempat Adrian menjalani hukumannya. Kabar tersebut juga tersebar ke tempat Leonard, Kara, dan Helena menjalani hukuman mereka. Foto Tara dalam balutan gaun pengantin bersama Victor muncul di berbagai pemberitaan yang bisa mereka lihat. Bagi sebagian orang, berita itu mungkin hanya kabar mengenai sebuah pernikahan besar. Namun, bagi mereka yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Tara, berita tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.Leonard membaca berita tersebut dalam diam. Tatapannya berhenti cukup lama pada foto Tara bersama Victor. Ia berada di salah satu sudut lapangan rumah tahanan tempatnya menghabiskan sebagian besar waktunya.Ada rasa sesak yang perlahan memenuhi dadanya, bukan karena ia masih berharap sesuatu dari wanita itu, tetapi karena akhirnya ia benar-benar menyadari bahwa kehidupan Tara sudah berjalan jauh tanpa mereka.Ia tidak pernah membayangkan semuanya akan berakhir seperti in
Enam bulan berlalu sejak Tara menerima lamaran Victor. Dalam waktu tersebut, banyak hal berubah. Kondisi Tara semakin membaik, bayinya tumbuh sehat, dan kehidupan di mansion terasa semakin ramai dengan kehadiran bayi kecil mereka.Setelah melewati masa pemulihan dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, akhirnya hari yang mereka nantikan tiba.Pernikahan Victor dan Tara digelar dengan begitu mewah. Para tamu yang hadir berasal dari berbagai kalangan. Keluarga, sahabat, rekan bisnis, hingga orang-orang penting yang selama ini mengenal Victor dan Tara memenuhi tempat acara. Dekorasi dibuat mewah, tetapi tetap elegan.Semuanya dipersiapkan dengan sangat matang, seolah Victor ingin memastikan tidak ada satu pun hal yang membuat hari penting itu terasa kurang sempurna bagi Tara. Namun, bagi Tara, kemewahan itu bukan bagian terpenting dari hari tersebut.Yang membuatnya bahagia adalah kenyataan bahwa untuk pertama kalinya, ia berdiri di sebuah pernikahan ta
Tidak lama setelah Victor selesai menggendong bayi kecil itu, pintu ruang perawatan kembali terbuka. Liora muncul bersama Vivian dan Gilbert. Gadis kecil itu langsung menghentikan langkahnya ketika melihat Victor berdiri di sisi ranjang dengan bayi kecil di dalam dekapannya.Matanya langsung berbinar. “Apa itu ... adikku?”Victor tersenyum. “Ya. Ini adikmu.”Liora berjalan mendekat dengan langkah hati-hati. Ia berdiri di samping Victor dan memperhatikan bayi yang masih tertidur dengan wajah penuh rasa ingin tahu. “Dia kecil sekali.”Tara tertawa pelan. “Kau juga dulu sekecil itu.”“Benarkah?”“Tentu saja.”Liora menatap adiknya lagi. Kemudian ia mengulurkan satu jari dan menyentuh tangan kecil bayi itu dengan sangat hati-hati. “Dia lucu sekali. Dia mirip sekali denganmu, Mommy Tara.”Victor mengangguk. “Menurutmu begitu?”&ldq
Victor tiba di rumah sakit dengan langkah terburu-buru. Begitu mendapatkan kabar dari Vivian bahwa Tara sudah dibawa ke ruang persalinan, ia langsung meninggalkan semua urusan yang masih harus diselesaikannya. Perjalanan yang biasanya terasa panjang kini seolah tidak cukup cepat baginya.Saat Victor akhirnya sampai di depan ruang persalinan, pintu baru saja terbuka. Seorang perawat keluar, dan beberapa saat kemudian Victor melihat Tara yang sudah dipindahkan ke ruang perawatan.Ia berhenti di ambang pintu.Tara tampak lelah. Wajahnya masih pucat setelah melewati proses persalinan, tetapi ada senyum tipis di wajahnya. Di dalam dekapannya, seorang bayi kecil tertidur dengan tenang.Victor tidak langsung bergerak.Matanya perlahan memerah ketika melihat pemandangan itu. Selama beberapa detik, ia hanya berdiri di sana, seolah sedang memastikan bahwa semua yang ada di hadapannya benar-benar nyata.Tara menoleh. “Victor?”Pria itu akhirnya mendekat. Tatapannya tidak pernah lepas dari bayi y







