ホーム / Fantasi / Kebangkitan Dewi Bunga / Dibawa Ke Alam Langit

共有

Dibawa Ke Alam Langit

作者: Cristi Rottie
last update 公開日: 2026-02-15 02:40:47

Lizheng dengan cepat memutar posisi mereka berdua.

Serangan yang harusnya dibendung Yingge, kini telah dihadang Lizheng.

“Dasar bodoh! Kau pikir dengan bertindak seperti ini aku akan memaafkan perbuatanmu?”

Meski di mulut Yingge ia sangat membenci Lizheng, tapi ada perasaan aneh yang muncul di dalam hati. Persis saat ia merasa kehilangan Linlin.

“Maaf, sudah membuatmu menderita, Nona Linlin.”

“Kau tak perlu memaafkanku. Ini memang salahku, Nona Linlin.”

Lizheng tersenyum di balik bibirnya yang kini mengeluarkan darah segar. Perlahan jemari tangannya yang bergetar mengulurkan sesuatu ke depan.

Sebutir obat diletakkan ke telapak tangan Yingge.

“Hiduplah dengan baik, dan jauhi kejahatan.”

Jemari tangan Yingge digenggaman.

Telapak tangan itu membalut kepalan tangan dan memberikan kehangatan.

DEG!

“Sudah terlambat, Lizheng bodoh! Kenapa tidak kau berikan dari awal?!”

Lelaki itu tersenyum sambil menggelengkan kepala, “be-belum terlambat. Asalkan kau masih hidup, itu sudah cukup bagiku.”

“Berjanjilah padaku, setelah ini… jauhi semua makhluk dari alam langit.”

Yingge terdiam. Ia tak dapat berkata apa-apa lagi mendengar semua ucapan Lizheng.

Telapak tangan hangat yang masih membalut kepalan tangan Yingge tak bertahan lama.

Bayangan wajah Lizheng menghilang.

Bruuukh!

Tubuh lelaki itu terjatuh ke tanah.

“Putri iblis, kau mau pergi secara sukarela atau paksaan?”

Yingge masih terdiam. Wajahnya menunduk perlahan melihat tubuh Lizheng yang terbaring kaku.

Deg!

Tarikan napasnya tiba-tiba terasa semakin berat. Seolah oksigen di udara telah menipis untuk dihirupnya.

“Eeii! Bangunlah!” ucapnya sembari menyenggol tubuh Lizheng dengan kakinya.

“Bangun! Bukankah kau sudah berjanji akan menemaniku seumur hidupmu?” suaranya semakin berat.

“Mengapa kau berani berjanji sedangkan hidupmu hanya sependek ini?!”

Ia kembali terdiam. Bayangan kenangan saat bersama Lizheng muncul dalam ingatannya.

“Lizheng bodoh! Aku sangat membencimu!”

Usai berucap Yingge melangkah ke depan, melewati tubuh kaku itu dengan wajah dingin.

Para utusan langit membawanya memasuki alam langit.

Di sana ia dimasukkan dalam kurungan empat pilar yang menjulang tinggi.

Selama berhari-hari menunggu keputusan kaisar langit, Yingge terdiam menatap sebutir pil obat di telapak tangannya.

“Kenapa?” gumamnya dengan tatapan kosong.

“Jelas-jelas aku sangat membencimu! Tapi kenapa kebencian ini terasa sangat menyakitkan?”

“Yooow! Setelah menerima cambukkanku, kupikir kau sudah mati,” ucap dewi merak mendekati kurungan pilar.

Sepasang mata Yingge perlahan menoleh ke arah suara.

“Bagaimana mungkin putri iblis sepertiku bisa dibunuh oleh seekor burung sepertimu?” balas Yingge datar.

“Sudah seperti ini, kau masih saja angkuh!”

Merasa terprovokasi oleh perkataan Yingge, Dewi merak menerobos masuk ke dalam wilayah empat pilar.

PLAK!

Pipi Yingge terenyak ke samping.

PLAK!

Sekali lagi ia ditampar.

“Ha ha ha!”

Yingge tertawa remeh menatap dewi merak.

“Apa kemampuanmu hanya seperti ini di alammu sendiri?”

“Di mana cambukmu? Kenapa tidak menggunakannya sekali lagi padaku?” tantang Yingge tersenyum lebar.

“Kau!” gadis merak geram. Ia mengeluarkan cambuk di tangannya.

Krrsssh!

Keempat pilar tiba-tiba bereaksi saat dewi merak hendak mengayunkan tangannya. Ia terpaksa meredam emosi dan menyimpan kembali cambuknya.

“Sudah kubilang, seekor burung sepertimu tak akan bisa membunuhku!”

Yingge menarik napas dalam, duduk dengan posisi tubuh tegak.

“Bagaimanapun status kita jauh berbeda! Aku adalah putri dari raja iblis, jika aku mati di alam langit, maka ayahku akan memimpin pasukannya menyerang alam langit!”

“Jika kau tak percaya, silakan mencobanya!” tantang Yingge memasang ekspresi angkuh.

“Hanya ayahmu saja, tidak akan mampu menandingi alam langit!” kegeraman di wajah dewi merak meledak.

Ia mendekati Yingge dan menendang Yingge.

Buukh!

Tubuh Yingge tersungkur.

Gliing!

Tanpa sengaja pil yang digenggamnya terlepas dan menggelinding sedikit jauh.

Yingge kehilangan kendali, ia merangkak dengan cepat lalu mengulurkan tangannya—meraih pil.

Krrrk!

Baru saja menggenggam pil, punggung tangan Yingge diinjak oleh sebuah kaki.

“Lihatlah, ternyata putri raja iblis sangat pandai merangkak! Bahkan merendahkan dirinya hanya demi sebuah pil busuk!”

“Ha ha ha!”

Krrk!

Dewi merak yang tak puas melihat Yingge tidak merespon hinaannya semakin geram. Ia menguatkan tekanan kakinya di tangan Yingge.

“Kau berani mempermainkanku?!” ucap Yingge menoleh ke atas dengan wajah geram.

Clap!

Tangan satu Yingge mencengkeram pergelangan kaki dewi merak dan menarik kuat salah satu kakinya.

Bruukhh!

Dengan merak yang kehilangan keseimbangan terjatuh bebas ke lantai.

Tak mau melepaskan peluang, Yingge bertindak cepat menduduki tubuh gadis itu.

Plak!

Plaak!

Dua tamparan kuat berturut-turut mendarat di wajah dewi merak.

“Tamparan ini adalah balasan tamparanmu padaku!”

“Akh!”

Buukh!

Buukh!

“Pukulan ini adalah balasan kau menginjak tanganku!”

Yingge menjeda tindakannya. Ia tersenyum puas menatap dewi merak yang terbaring di bawahnya.

Ia mencabut tusuk kundai di rambut dewi merak.

“Apa yang ingin kau lakukan?!” mata dewi merak melotot.

Yingge tersenyum menakutkan, “tentu saja membalas perbuatanmu padaku sebelumnya! Kau masih mengingatnya, ‘kan?”

Ia menarik tangannya ke atas bersiap menyerang wajah dewi perak.

Syuuut….

Tliing!

Tusuk kundai di tangan Yingge terlempar.

Serangan yang datang dari luar kurungan pilar tepat mengenai tangannya.

“Lancang! Beraninya putri iblis sepertimu berulah di alam langit!” seru seorang lelaki berpakaian mewah dengan pola naga emas di jubahnya.

Yingge menoleh ke asal suara.

Bukh!

Kesempatan ini digunakan dewi merak untuk mendorong kuat tubuh Yingge dan menjatuhkannya.

“Kaisar….”

“Dewi Qianzhi, ada apa ini? Siapa yang mengijinkanmu masuk kemari?”

Yingge mengabaikan perbincangan kedua orang di depannya.

“Kaisar, kau harus menghukum putri iblis yang liar ini!”

“Cih!” Yingge menyambung perkataan dewi merak dengan wajah meremehkan, “kau sendiri yang tak punya kemampuan, kenapa harus melibatkan orang lain?"

"Bahkan kaisar pun harus berpikir dua kali untuk menghukumku!”

Tak menyangka perkataan Yingge telah memprovokasi kaisar.

Krrk!

Cetar!

Keempat pilar aktif. Mengeluarkan sambaran petir ke arah Yingge.

“Uhuk!”

Yingge terbatuk, serangan itu melukai tubuhnya.

“Putri iblis, Yingge, jika aku harus menghukummu tidak perlu berpikir dua kali. Seditikpun aku bisa melenyapkanmu!”

“Sedetikpun?!”

“Ternyata pemikiran kaisar langit sangat dangkal!”

Yingge menyinggung identitasnya dan alasan kenapa raja iblis sengaja menyembunyikan keberadaannya.

“Ha ha ha! Kau takut, Kaisar langit yang terhormat! Kau tidak punya keberanian.”

“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” sambung kaisar langit kesal.

Di detik berikutnya ia terdiam sejenak setelah jimat pesan diterima.

“Ternyata raja iblis juga memiliki perasaan seperti ini, bahkan tak membiarkan putrinya berada lama-lama di alam langit.”

Mendengar kalimat itu Yingge tersenyum, ia dengan cepat menelan pil yang diberikan Lizheng.

Langit di atas sana menjadi gelap. Energi iblis yang sangat besar berkeliaran. Bahkan suara raja iblis sampai terdengar--bergema di langit.

"Qianzhi, awasi dia baik-baik! Jika dia berulah beri dia pelajaran!"

Usai berucap kaisar langit pergi dari sana.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ritual Pernikahan Dan Gerbang Suci Siluman

    “Apa yang kau lakukan!?”“Turunkan aku!” bentak Yingge ketika tubuhnya perlahan mengudara.Ngiiiing!“Ayah! Tolong aku!” teriak Yingge mencoba menoleh ke belakang.Sayang sekali ayahnya tidak melakukan tindakan apapun.Sosok misterius mengulurkan tangannya, energi iblis dengan cepat menuju ke arah Yingge—perlahan memasuki tubuh.Krrk!DEG!Jantung Yingge seolah meledak usai diterobos oleh energi yang sangat kuat.“Arrrkkkh!”Anehnya meski terasa sangat menyakitkan, tapi energi yang baru masuk itu justru diterima oleh tubuh Yingge.Buuum!Ledakkan energi menghentikan ritual sosok misterius.Tubuh Yingge memancarkan energi iblis berlipat ganda dari sebelumnya.Bayangan besar bunga kematian berwarna merah muncul di belakang tubuhnya.Tatapan Yingge menjadi dingin dan tajam.Tap!Ia mendaratkan kakinya ke tanah.Entah apa maksud dari sosok misterius, tapi kenyataannya Yingge merasa seperti ada terobosan baru di dalam tubuhnya.Hatinya dipenuhi dengan keinginan untuk membunuh.Wuuush!Ia m

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Sosok Bayangan Hitam

    Para penjaga menyerbu masuk ke dalam ruangan.Kali ini Yingge tak bisa berbuat apa-apa selain bertarung melawan mereka.Namun di saat Yingge hendak memaksa menggunakan kekuatan, lelaki yang berdiri di depannya mengibaskan lengan dan bergerak cepat berdiri membelakanginya.“Siapa yang memberikan kalian keberanian masuk kemari!?” seru sang lelaki.“Ma-maaf, Tuan. Kami sedang mengejar seorang penyusup yang berlari ke arah sini. Apa Tuan melihatnya?”Lelaki itu tersenyum kecil melirik ke arah Yingge.Bingung dengan situasi apa yang kini ia hadapi, Yingge diam dalam kewaspadaan.“Penyusup? … apa kalian pikir tempat ini mudah untuk diterobos?”“Pergi!” lanjutnya dengan tatapan dingin.Usai para penjaga itu pergi, Yingge baru bisa menurunkan kewaspadaannya, tapi tidak dengan lelaki yang membantu menyembunyikan keberadaannya.“Kenapa?” tanya Yingge.“Nona, bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?”“Tidak sebelum kau mengatakan apa alasanmu membantuku!”Lelaki itu tertawa kecil, “alasann

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Alam Roh Dan Gadis Misterius Di Dalam Peti Es

    Tubuh Yingge terenyak kuat ke sisi lainnya, jatuh ke dalam rangkulan sosok misterius.Ia terpaku melihat wajah asli sosok misterius.“Kau baik-baik saja… Yingge?”Lamunannya terbuyar usai mendengar lelaki itu memanggil namanya.“Kau mengenalku? Siapa kau?”Pertanyaan Yingge diabaikan dengan sunggingan senyum hangat.Sreet!Traang!Yingge terdiam heran menoleh ke arah lelaki itu. Hanya dalam sekali serangan benang emas yang menghubungkannya dengan Long Zhen dengan mudahnya diputuskan begitu saja dalam sekali serangan.Meski telah diputuskan, tapi benang emas yang melilit justru kembali melingkari pergelangan layaknya sebuah gelang.“Yingge, ayo kita pergi!”Lagi Yingge menatap lelaki misterius sambil mengangguk.Sebelum menghilang, sekilas ia melihat bayangan Long Zhen terdiam memperhatikannya dan tak melakukan tindakan apapun.Tak lama berteleportasi akhirnya Yingge dan lelaki misterius itu muncul di suatu tempat.Lautan rumput hijau tempatnya berpijak.Semilir angin menyapu lembut di

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lelaki Misterius

    Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Hancurnya Pohon Roh

    “Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pohon Roh

    Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status