Mag-log inLizheng dengan cepat memutar posisi mereka berdua.
Serangan yang harusnya dibendung Yingge, kini telah dihadang Lizheng.
“Dasar bodoh! Kau pikir dengan bertindak seperti ini aku akan memaafkan perbuatanmu?”
Meski di mulut Yingge ia sangat membenci Lizheng, tapi ada perasaan aneh yang muncul di dalam hati. Persis saat ia merasa kehilangan Linlin.
“Maaf, sudah membuatmu menderita, Nona Linlin.”
“Kau tak perlu memaafkanku. Ini memang salahku, Nona Linlin.”
Lizheng tersenyum di balik bibirnya yang kini mengeluarkan darah segar. Perlahan jemari tangannya yang bergetar mengulurkan sesuatu ke depan.
Sebutir obat diletakkan ke telapak tangan Yingge.
“Hiduplah dengan baik, dan jauhi kejahatan.”
Jemari tangan Yingge digenggaman.
Telapak tangan itu membalut kepalan tangan dan memberikan kehangatan.
DEG!
“Sudah terlambat, Lizheng bodoh! Kenapa tidak kau berikan dari awal?!”
Lelaki itu tersenyum sambil menggelengkan kepala, “be-belum terlambat. Asalkan kau masih hidup, itu sudah cukup bagiku.”
“Berjanjilah padaku, setelah ini… jauhi semua makhluk dari alam langit.”
Yingge terdiam. Ia tak dapat berkata apa-apa lagi mendengar semua ucapan Lizheng.
Telapak tangan hangat yang masih membalut kepalan tangan Yingge tak bertahan lama.
Bayangan wajah Lizheng menghilang.
Bruuukh!
Tubuh lelaki itu terjatuh ke tanah.
“Putri iblis, kau mau pergi secara sukarela atau paksaan?”
Yingge masih terdiam. Wajahnya menunduk perlahan melihat tubuh Lizheng yang terbaring kaku.
Deg!
Tarikan napasnya tiba-tiba terasa semakin berat. Seolah oksigen di udara telah menipis untuk dihirupnya.
“Eeii! Bangunlah!” ucapnya sembari menyenggol tubuh Lizheng dengan kakinya.
“Bangun! Bukankah kau sudah berjanji akan menemaniku seumur hidupmu?” suaranya semakin berat.
“Mengapa kau berani berjanji sedangkan hidupmu hanya sependek ini?!”
Ia kembali terdiam. Bayangan kenangan saat bersama Lizheng muncul dalam ingatannya.
“Lizheng bodoh! Aku sangat membencimu!”
Usai berucap Yingge melangkah ke depan, melewati tubuh kaku itu dengan wajah dingin.
Para utusan langit membawanya memasuki alam langit.
Di sana ia dimasukkan dalam kurungan empat pilar yang menjulang tinggi.
Selama berhari-hari menunggu keputusan kaisar langit, Yingge terdiam menatap sebutir pil obat di telapak tangannya.
“Kenapa?” gumamnya dengan tatapan kosong.
“Jelas-jelas aku sangat membencimu! Tapi kenapa kebencian ini terasa sangat menyakitkan?”
“Yooow! Setelah menerima cambukkanku, kupikir kau sudah mati,” ucap dewi merak mendekati kurungan pilar.
Sepasang mata Yingge perlahan menoleh ke arah suara.
“Bagaimana mungkin putri iblis sepertiku bisa dibunuh oleh seekor burung sepertimu?” balas Yingge datar.
“Sudah seperti ini, kau masih saja angkuh!”
Merasa terprovokasi oleh perkataan Yingge, Dewi merak menerobos masuk ke dalam wilayah empat pilar.
PLAK!
Pipi Yingge terenyak ke samping.
PLAK!
Sekali lagi ia ditampar.
“Ha ha ha!”
Yingge tertawa remeh menatap dewi merak.
“Apa kemampuanmu hanya seperti ini di alammu sendiri?”
“Di mana cambukmu? Kenapa tidak menggunakannya sekali lagi padaku?” tantang Yingge tersenyum lebar.
“Kau!” gadis merak geram. Ia mengeluarkan cambuk di tangannya.
Krrsssh!
Keempat pilar tiba-tiba bereaksi saat dewi merak hendak mengayunkan tangannya. Ia terpaksa meredam emosi dan menyimpan kembali cambuknya.
“Sudah kubilang, seekor burung sepertimu tak akan bisa membunuhku!”
Yingge menarik napas dalam, duduk dengan posisi tubuh tegak.
“Bagaimanapun status kita jauh berbeda! Aku adalah putri dari raja iblis, jika aku mati di alam langit, maka ayahku akan memimpin pasukannya menyerang alam langit!”
“Jika kau tak percaya, silakan mencobanya!” tantang Yingge memasang ekspresi angkuh.
“Hanya ayahmu saja, tidak akan mampu menandingi alam langit!” kegeraman di wajah dewi merak meledak.
Ia mendekati Yingge dan menendang Yingge.
Buukh!
Tubuh Yingge tersungkur.
Gliing!
Tanpa sengaja pil yang digenggamnya terlepas dan menggelinding sedikit jauh.
Yingge kehilangan kendali, ia merangkak dengan cepat lalu mengulurkan tangannya—meraih pil.
Krrrk!
Baru saja menggenggam pil, punggung tangan Yingge diinjak oleh sebuah kaki.
“Lihatlah, ternyata putri raja iblis sangat pandai merangkak! Bahkan merendahkan dirinya hanya demi sebuah pil busuk!”
“Ha ha ha!”
Krrk!
Dewi merak yang tak puas melihat Yingge tidak merespon hinaannya semakin geram. Ia menguatkan tekanan kakinya di tangan Yingge.
“Kau berani mempermainkanku?!” ucap Yingge menoleh ke atas dengan wajah geram.
Clap!
Tangan satu Yingge mencengkeram pergelangan kaki dewi merak dan menarik kuat salah satu kakinya.
Bruukhh!
Dengan merak yang kehilangan keseimbangan terjatuh bebas ke lantai.
Tak mau melepaskan peluang, Yingge bertindak cepat menduduki tubuh gadis itu.
Plak!
Plaak!
Dua tamparan kuat berturut-turut mendarat di wajah dewi merak.
“Tamparan ini adalah balasan tamparanmu padaku!”
“Akh!”
Buukh!
Buukh!
“Pukulan ini adalah balasan kau menginjak tanganku!”
Yingge menjeda tindakannya. Ia tersenyum puas menatap dewi merak yang terbaring di bawahnya.
Ia mencabut tusuk kundai di rambut dewi merak.
“Apa yang ingin kau lakukan?!” mata dewi merak melotot.
Yingge tersenyum menakutkan, “tentu saja membalas perbuatanmu padaku sebelumnya! Kau masih mengingatnya, ‘kan?”
Ia menarik tangannya ke atas bersiap menyerang wajah dewi perak.
Syuuut….
Tliing!
Tusuk kundai di tangan Yingge terlempar.
Serangan yang datang dari luar kurungan pilar tepat mengenai tangannya.
“Lancang! Beraninya putri iblis sepertimu berulah di alam langit!” seru seorang lelaki berpakaian mewah dengan pola naga emas di jubahnya.
Yingge menoleh ke asal suara.
Bukh!
Kesempatan ini digunakan dewi merak untuk mendorong kuat tubuh Yingge dan menjatuhkannya.
“Kaisar….”
“Dewi Qianzhi, ada apa ini? Siapa yang mengijinkanmu masuk kemari?”
Yingge mengabaikan perbincangan kedua orang di depannya.
“Kaisar, kau harus menghukum putri iblis yang liar ini!”
“Cih!” Yingge menyambung perkataan dewi merak dengan wajah meremehkan, “kau sendiri yang tak punya kemampuan, kenapa harus melibatkan orang lain?"
"Bahkan kaisar pun harus berpikir dua kali untuk menghukumku!”
Tak menyangka perkataan Yingge telah memprovokasi kaisar.
Krrk!
Cetar!
Keempat pilar aktif. Mengeluarkan sambaran petir ke arah Yingge.
“Uhuk!”
Yingge terbatuk, serangan itu melukai tubuhnya.
“Putri iblis, Yingge, jika aku harus menghukummu tidak perlu berpikir dua kali. Seditikpun aku bisa melenyapkanmu!”
“Sedetikpun?!”
“Ternyata pemikiran kaisar langit sangat dangkal!”
Yingge menyinggung identitasnya dan alasan kenapa raja iblis sengaja menyembunyikan keberadaannya.
“Ha ha ha! Kau takut, Kaisar langit yang terhormat! Kau tidak punya keberanian.”
“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” sambung kaisar langit kesal.
Di detik berikutnya ia terdiam sejenak setelah jimat pesan diterima.
“Ternyata raja iblis juga memiliki perasaan seperti ini, bahkan tak membiarkan putrinya berada lama-lama di alam langit.”
Mendengar kalimat itu Yingge tersenyum, ia dengan cepat menelan pil yang diberikan Lizheng.
Langit di atas sana menjadi gelap. Energi iblis yang sangat besar berkeliaran. Bahkan suara raja iblis sampai terdengar--bergema di langit.
"Qianzhi, awasi dia baik-baik! Jika dia berulah beri dia pelajaran!"
Usai berucap kaisar langit pergi dari sana.
Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia
“Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p
Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru
Begitu tersadar kembali, Yingge telah terbaring di tempat tidur.Sepasang matanya memperhatikan sekeliling ruangan ia berada.Ruang yang dibangun dengan kayu dan berhiasan begitu banyak macam bunga mekar, menenangkan perasaan Yingge.Ia bangun dari tempat tidur dan berjalan sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya.Bayangan seorang wanita memantul di cermin.Terkejut dengan penampilannya, ia segera mendekatkan diri ke depan cermin.Bukan hanya pakaiannya yang berubah menjadi lebih anggun layaknya dewi dari alam langit, melainkan rambut yang dihias dengan ornamen bunga, serta riasan wajahnya benar-benar telah membuatnya memuji kecantikan diri sendiri.“Dewi, akhirnya kau sadar!” seru seorang gadis dari belakang.Yingge sontak terkejut dan membalikkan badannya.Sosok gadis berwajah setengah hewan dengan tanduk rusa di kepala tersenyum menatapnya.“Kau memanggilku apa tadi?” tanya Yingge dengan senyum aneh sambil mengarahkan telunjuknya sendiri ke depan wajah.“Benar! Kau adalah De
Rooaarrr!Auman keras harimau putih tidak membuat Yingge berhenti melangkah.Ia berjongkok, memandang sepasang mata harimau itu.“Jangan takut,” ucap Yingge mendalamkan tatapan.“Aku tahu, tadi kau tidak berniat menyerang kami. Jika kau percaya padaku, aku akan membantumu,” lanjut Yingge memperhatikan tubuh harimau putih.Ia mengulurkan tangannya, mencoba memeriksa seluruh tubuh harimau, hingga akhirnya menemukan sesuatu.Ada pergerakkan di dalam perut tubuh harimau putih yang besar.“Kau akan melahirkan?!”Sepasang mata harimau berkedip seolah meminta bantuan Yingge.“Jangan khawatir, aku akan menyelamatkanmu dan anakmu,” lanjut Yingge mengelus pelan perut harimau.Gerakan dari dalam perut harimau putih terasa di telapak tangannya hingga membuat senyuman kecil terukir di bibir Yingge. Sayang sekali senyuman itu menghilang begitu saja.“Hei, dewa bodoh! Kemarilah!” kesal Yingge usai tindakannya terhenti oleh benang halus yang melingkar di pergelangan tangannya.“Ka-kau menyuruhku memb
Sayang sekali dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, ia masih harus menelan semua kegeraman itu, karena terakhir kali ia bertindak mengikuti emosinya tanpa memikirkan kemampuan diri justru membuatnya sekarat dan ayahnya terluka.“Ckckck!”Yingge berdecak menggelengkan kepala berkali-kali.Ia memandang jijik ke arah Long Zhen setelah mengetahui identitas asli lelaki yang berdiri di depannya.“Ternyata seorang putra kaisar langit yang menjadi panutan di alam langit, diam-diam menyembunyikan sifat aslinya.”“Apa lagi maksudmu?” Long Zhen memasang wajah bingung.Yingge kembali menatap kesal.“Kau bahkan tak mau mengakui apa yang kau lakukan terhadapku?!”Mendengar perkataan Yingge, wajah Long Zhen berubah menjadi kaku, gerakan tubuhnya menunjukkan kecanggungan.“Dengarkan!” seru Yingge sekeras mungkin, “anak dari kaisar langit, Long Zhen telah berbuat mesum terhadapku! Dia bahkan tak mau mengakui perbuatannya setelah merugikanku!”“Diam!” bentak Long Zhen memasang wajah serius.“Jika aku







