Home / Fantasi / Kebangkitan Dewi Bunga / Ramuan Penyegel Kekuatan

Share

Ramuan Penyegel Kekuatan

Author: Cristi Rottie
last update publish date: 2026-01-13 23:31:07

Yingge membuang pandangan. Ia mengacuhkan Lizheng, berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.

“Lizheng bodoh! Kalau kau mau kembali, silahkan. Lagipula kau sudah terlibat denganku, jadi mereka tak akan melepaskanmu juga.”

Kiik! Braakh!

Beriring dengan bunyi pintu kamar tertutup, bayangan Lizheng menghilang dari dalam ruang kamar.

Pikir Yingge, Lizheng terlalu kesal dan meninggalkannya, tapi tak lama kemudian lelaki itu kembali masuk ke dalam kamar.

Dengan wajah kesal ia meletakkan semangkuk ramuan di atas meja yang berada di dekat tempat tidur.

“Ulurkan tanganmu!” ucap Lizheng bernada kesal.

Yingge mematuhi perintahnya sambil tersenyum kecil.

Ia duduk dan mengulurkan tangan ke arah Lizheng.

Meski masih terlihat kesal, tapi lelaki itu tetap saja memperhatikan kesehatannya.

“Cepat minum obatnya sebelum dingin!”

Perintah itu dituruti Yingge. Ia meneguk habis ramuan yang diberikan Lizheng.

Setelah melihat Yingge menghabiskan ramuan, Lizheng berdiri sedikit menjauhinya.

Tatapan aneh dari lelaki itu menimbulkan keraguan di hati Yingge.

“Maafkan aku, Nona Linlin. Aku terpaksa harus melakukannya demi kebaikanmu!”

Tatapan Yingge menjadi tajam setelah menyadari keanehan di tubuhnya.

“Apa yang kau berikan padaku?!”

Lelaki itu dengan santainya memberitahukan ramuan apa yang baru saja diminum Yingge.

Mendengar hal itu amarah Yingge memuncak.

Ia telah salah memberikan kepercayaan terhadap seorang manusia.

“Lizheng! Kubunuh kau!”

Yingge berdiri dari tempat tidur. Ia berkali-kali mencoba menggunakan tenaga dalamnya, namun efek dari ramuan yang diminumnya telah bereaksi.

Meski ramuan penekan energi iblis telah menghilangkan kemampuannya, tapi untuk melawan Lizheng baginya teramat mudah.

Praaang!

“Nona Linlin, tenanglah!”

Yingge memukul, melayangkan tangan dan kakinya untuk menyerang Lizheng. Namun lelaki itu ternyata sangat lihai menghindari setiap serangan Yingge.

Hingga akhirnya Yingge merasa kewalahan.

Clap!

Kedua tangannya ditangkap dengan mudah oleh Lizheng.

“Lepaskan!” ucap Yingge merontah.

Lizheng mengacuhkan tindakan Yingge. Ia mengeluarkan sebuah tali dan melingkarkan ke kedua pergelangan tangan Yingge.

“Nona Yingge, tenanglah. Dengarkan penjelasanku dulu.”

Tatapan Lizheng kali ini berbeda.

Yingge terdiam menatap sepasang mata itu.

“Karena aku telah berjanji akan menenami dan menjagamu seumur hidupku, maka sudah tugasku untuk memberimu hukuman atas kesalahan yang kau perbuat!”

“Jika kau tidak berubah, maka aku tidak akan pernah memberikan penawarnya.”

“Dasar licik! Tunggu saja kau jika aku—”

“Eee, tidak boleh merencanakan kejahatan,” sela Lizheng memotong perkataan Yingge.

Yingge semakin kesal. Baru kali ini ia merasa tidak bisa melawan orang yang mempermainkannya.

Namun ketidakberdayaan ini merupakan keberuntungan tersembunyi di tengah musibah.

Sudah dua hari ia menjalani hari seperti manusia lemah yang tak bisa berbuat apa-apa, hingga akhirnya keributan di luar menarik perhatiannya.

Para utusan langit menerobos masuk ke dalam penginapan.

Mereka menemukan Yingge sendirian di dalam kamar dengan tangan terikat.

Awalnya para utusan itu hanya menganggap Yingge sebagai manusia biasa yang teraniaya, namun ketika beberapa utusan yang pernah bertarung dengannya tak sengaja berpapasan, akhirnya identitas Yingge terungkap.

“Tidak salah lagi, dia putri iblis!”

“Benar! Kami sangat mengenali wajahnya!”

“Jika sudah tahu, kenapa diam saja? Bukankah kalian mencariku selama ini?”

“Tangkap aku jika bisa!” tantang Yingge.

Semua utusan langit serentak menyerang Yingge.

Dengan kondisi tubuhnya yang tidak memiliki kemampuan, Yingge terpaksa harus melarikan diri.

Di kedalaman hutan mereka tak berhenti mengejar Yingge, hingga pada akhirnya ia tetap tertangkap juga.

“Putri iblis, kau sudah tidak bisa lari lagi!”

“Cepat bawa dia ke alam langit!”

Kali ini Yingge tidak melawan lagi, ia membiarkan para utusan menyegel kedua pergelangan tangannya.

“Tunggu!” sela suara seorang gadis yang terdengar dari udara.

Gadis merak muncul di depan Yingge.

Ia menatap geram lalu mengeluarkan sebuah cambuk di tangannya.

“Jika kalian membawanya dalam keadaan seperti ini sangat tidak adil dengan apa yang telah ia perbuat!”

“Biarkan iblis ini merasakan sedikit penderitaan yang telah ia perbuat di alam manusia!” lanjut gadis merak.

Ceter!

Trassh!

Layangan cambukan mengenai tubuh Yingge.

Merasa tak puas dengan satu cambukkan, gadis merak mengayunkan cambuknya berkali-kali hingga tubuh Yingge terluka dan pakaiannya hampir dipenuhi darah.

Bruukh!

Yingge tertekuk lutut, menatap geram ke arah gadis merak.

Ceter!

Cambukkan terakhir mengenai wajah Yingge.

Melihat hal itu, gadis merak tersenyum puas.

“Putri, sepertinya ini sudah cukup,” sela seorang peri.

“Diam! Bukan saatnya kau mengajariku! Aku tahu apa yang kulakukan!” sosor gadis merak dengan nada kesal.

Melihat para peri menatap keheranan, ekspresi gadis itu segera berubah. Ia tersenyum kecil, “kalian benar, ini sudah cukup untuk membalaskan penderitaan para manusia fana yang dibunuhnya.”

Yingge diam menahan geram melihat gadis merak berjalan mendekatinya.

Senyuman puas terukir jelas di wajah gadis itu saat menatap wajah Yingge, “wajahmu yang sekarang baru cocok dengan identitasmu sebagai putri iblis!”

Usai berucap dan merasa cukup puas gadis merak pergi meninggalkan mereka.

Para utusan peri yang melihat keadaan Yingge masih terdiam.

Di situasi hening itu, Yingge justru terdiam dalam pemikirannya sendiri.

“Hentikan!”

Suara seorang lelaki yang tak asing memecah keheningan.

Yingge menoleh ke samping.

Sosok Lizheng berlari cepat mendekatinya.

“Kalian tidak boleh membawanya! Sekarang ia hanyalah manusia biasa, ia tidak punya kemampuan untuk berbuat jahat lagi.”

Lizheng berdiri membelakangi Yingge sambil merentangkan tangannya seolah menghalangi.

“Nona Linlin? Bagaimana keadaanmu?” Lizheng berbalik dengan wajah cemas.

Bruukh!

Yingge sekarang begitu lemah, ia terjatuh ke dalam rangkulan Lizheng.

“Harus berterima kasih karena kebodohanmu barulah aku mengalami hal terburuk seperti ini selama hidupku!” ucapnya dengan suara lemah.

“Maaf, Nona Linlin,” sanggah Lizheng dengan mata berkaca-kaca.

“Tidak seharusnya kau kemari, Lizheng bodoh! Aku membencimu!”

Yingge mendorong tubuh Lizheng. Ia berupaya mengumpulkan kekuatan dan berdiri kembali.

“Bukankah kalian ingin membawaku? Kenapa diam saja, cepat bawa aku!” desak Yingge dengan suara lantang.

Para utusan serentak mendekati Yingge.

Namun hal yang tak terduga terjadi.

Yizheng mengeluarkan sebuah belati dan menghunuskannya ke depan.

“Tidak boleh! Aku tidak mengijinkannya!”

Clap!

Yingge menahan tangan Lizheng, “minggirlah, Lizheng bodoh! Kau bukan tandingan mereka,”

“Aku sudah berjanji! Dan janjiku terhadapmu harus kutepati!”

Melihat tindakan Lizheng, para abadi menyerangnya.

Meski mendapatkan serangan, tapi Lizheng bersikukuh tak mau menyerahkan Yingge.

Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Lizheng, rasa kesal bercampur perasaan yang pernah ia dapatkan dari sahabatnya Linlin bercampur.

Melihat upaya pemuda itu yang mencoba menghadang setiap abadi, Yingge memaksa menggunakan kembali kekuatannya. Namun ia malah mendapatkan serangan balik yang menyebabkan darah segar keluar dari mulutnya.

 “Lizheng bodoh! Berhentilah! Aku tidak membutuhkan perlindunganmu!”

Wuush!

Serangan berikutnya dilihat Yingge menuju ke arah Lizheng. Ia dengan cepat menghalang di depan Lizheng.

Sreekh!

Tubuh Yingge berputar, matanya membulat besar!

Dua pasang mata terdiam memandang dalam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lelaki Misterius

    Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Hancurnya Pohon Roh

    “Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pohon Roh

    Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Dewi Penjaga

    Begitu tersadar kembali, Yingge telah terbaring di tempat tidur.Sepasang matanya memperhatikan sekeliling ruangan ia berada.Ruang yang dibangun dengan kayu dan berhiasan begitu banyak macam bunga mekar, menenangkan perasaan Yingge.Ia bangun dari tempat tidur dan berjalan sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya.Bayangan seorang wanita memantul di cermin.Terkejut dengan penampilannya, ia segera mendekatkan diri ke depan cermin.Bukan hanya pakaiannya yang berubah menjadi lebih anggun layaknya dewi dari alam langit, melainkan rambut yang dihias dengan ornamen bunga, serta riasan wajahnya benar-benar telah membuatnya memuji kecantikan diri sendiri.“Dewi, akhirnya kau sadar!” seru seorang gadis dari belakang.Yingge sontak terkejut dan membalikkan badannya.Sosok gadis berwajah setengah hewan dengan tanduk rusa di kepala tersenyum menatapnya.“Kau memanggilku apa tadi?” tanya Yingge dengan senyum aneh sambil mengarahkan telunjuknya sendiri ke depan wajah.“Benar! Kau adalah De

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Wilayah Tersembunyi

    Rooaarrr!Auman keras harimau putih tidak membuat Yingge berhenti melangkah.Ia berjongkok, memandang sepasang mata harimau itu.“Jangan takut,” ucap Yingge mendalamkan tatapan.“Aku tahu, tadi kau tidak berniat menyerang kami. Jika kau percaya padaku, aku akan membantumu,” lanjut Yingge memperhatikan tubuh harimau putih.Ia mengulurkan tangannya, mencoba memeriksa seluruh tubuh harimau, hingga akhirnya menemukan sesuatu.Ada pergerakkan di dalam perut tubuh harimau putih yang besar.“Kau akan melahirkan?!”Sepasang mata harimau berkedip seolah meminta bantuan Yingge.“Jangan khawatir, aku akan menyelamatkanmu dan anakmu,” lanjut Yingge mengelus pelan perut harimau.Gerakan dari dalam perut harimau putih terasa di telapak tangannya hingga membuat senyuman kecil terukir di bibir Yingge. Sayang sekali senyuman itu menghilang begitu saja.“Hei, dewa bodoh! Kemarilah!” kesal Yingge usai tindakannya terhenti oleh benang halus yang melingkar di pergelangan tangannya.“Ka-kau menyuruhku memb

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Harimau Putih Bertanduk

    Sayang sekali dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, ia masih harus menelan semua kegeraman itu, karena terakhir kali ia bertindak mengikuti emosinya tanpa memikirkan kemampuan diri justru membuatnya sekarat dan ayahnya terluka.“Ckckck!”Yingge berdecak menggelengkan kepala berkali-kali.Ia memandang jijik ke arah Long Zhen setelah mengetahui identitas asli lelaki yang berdiri di depannya.“Ternyata seorang putra kaisar langit yang menjadi panutan di alam langit, diam-diam menyembunyikan sifat aslinya.”“Apa lagi maksudmu?” Long Zhen memasang wajah bingung.Yingge kembali menatap kesal.“Kau bahkan tak mau mengakui apa yang kau lakukan terhadapku?!”Mendengar perkataan Yingge, wajah Long Zhen berubah menjadi kaku, gerakan tubuhnya menunjukkan kecanggungan.“Dengarkan!” seru Yingge sekeras mungkin, “anak dari kaisar langit, Long Zhen telah berbuat mesum terhadapku! Dia bahkan tak mau mengakui perbuatannya setelah merugikanku!”“Diam!” bentak Long Zhen memasang wajah serius.“Jika aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status