Home / Fantasi / Kebangkitan Dewi Bunga / Hancurnya Pohon Roh

Share

Hancurnya Pohon Roh

Author: Cristi Rottie
last update publish date: 2026-03-11 23:46:30

“Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.

“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.

Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.

Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.

Ia kembali terbayang bagaimana ga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pecahan Roh

    “Yingge! Sadarlah!”Yufan menggoyang kuat tubuh Yingge untuk menyadarkannya. Usaha yang sia-sia itu membuatnya menggunakan energi untuk mneyadarkan Yingge.“A-apa yang terjadi?”Kesadaran Yingge kembali.“Kita terkena sihir ilusi. Bagaimana keadaanmu? Apa kau terluka?”Yingge menggeleng.Saat itu muncul ratusan kupu-kupu berterbangan hingga membentuk sesosok wanita cantik berpakaian serba ungu.“Menarik! Bisa keluar dari ilusiku secepat itu dan bahkan tak terluka.” Wanita cantik berpakaian ungu tersenyum licik memperhatikan kedua orang di depannya.Yingge dan Yufan berwaspada, keduanya bersiap menyerang.“Ternyata siluman rubah dan siluman bunga. Sungguh makanan siang yang sangat spesial!Usai berucap wanita itu menyerang Yingge dan Yufan.Terjadi perkelahian yang sangat hebat. Bahkan menghancurkan pepohonan yang ada di sekitar mereka.Meski wanita iblis itu sangat kuat, tapi dengan kerjasama Yingge dan Yufan akhirnya mereka berdua berhasil melukai wanita itu.Merasa dalam bahaya, wan

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Memasuki Wilayah Hutan Timur

    Sepasang mata Yingge menatap dalam ke lelaki yang berdiri di sampingnya—yang ia kenal sebagai jenderal agung yang selama ini menemaninya.Ia tetap tidak percaya dengan apa yang didengar telinganya, hingga satu kalimat keluar dari bibir sang lelagi mematahkan semangat dan meremukkan hati.“Maaf, Yingge.”Di tengah kekacauan, tubuh Yingge tetap terdiam menatap lelaki yang dianggapnya sebagai jenderal agung bertarung melawan orang-orang yang mencoba menyerang.“Hentikan!”Buum!Yingge menyela ketika menyadari nyawa seseorang berada di ujung tanduk.Lelaki itu menarik kembali cakar tajam yang hampir menembus dada seseorang.“Jangan membunuh mereka. Lebih baik kita pergi.”Permintaan Yingge disetujui. Mereka berdua menghindar dari kekacauan.Dalam pelarian itu, merasa sudah aman dari bahaya, Yingge melerai kasar tangannya yang saat itu dipegangi lelaki yang ternyata bukan jenderal agung.“Siapa kamu?”“Kenapa membohongiku selama ini?”Tatapan datar Yingge membuat sang lelaki canggung dan m

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Awal Baru Dan Kebenaran Pahit

    Cahaya matahari menyadarkan Yingge yang entah sudah berapa lama ia tak sadarkan diri.Begitu membuka mata jemari halusnya tepat di depan mata—menghalau cahaya matahari menyilaukan mata.“Ma-mataku?” ia sontak berdiri dari pembaringan.Menyadari bahwa penglihatannya telah kembali, iapun menoleh ke sekitar. Pemandangan indah menyambut—seolah memberikan rasa aman dan nyaman. Namun perasaan itu segera pudar saat mengingat sesuatu.“Jenderal Agung?” imbuhnya sembari berjalan mencari ke beberapa tempat.Sayang sekali tempat yang luas itu hanya dipenuhi sungai bunga teratai yang mekar. Bahkan pintu untuk keluar dari sana tak terlihat sedikitpun.Krrssk!Mendengar suara ranting terinjak, Yingge perlahan menyusuri ke arah suara itu terdengar.Seekor rubah yang terluka meringis kesakitan di antara bebatuan.“Energi ini…”Yingge dengan cemas segera menghampiri rubah yang terluka itu.“Akhirnya aku menemukanmu.”“Jangan tinggalkan aku lagi.” Dengan kekuatannya ia memulihkan luka di tubuh rubah it

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Rahasia Batu Takdir

    Ngiing!Batu takdir memancarkan cahaya merah beriring mengudara agak jauh di atas kepala mereka berdua.Dalam sekejap cahaya batu takdir menyinari mereka dan menarik masuk ke dalamnya.Begitu membuka mata kegelapan menyelimuti pandangannya, namun suara teriakkan orang-orang begitu jelas terdengar.Bingung dengan situasi apa yang ia hadapi, keping-keping bayangan muncul dalam ingatan hingga membuat ia paham apa yang dihadapinya sekarang.Gemerincing rantai terdengar, ketika ia mencoba menggerakkan tangan dan kaki.CEPAT BUNUH SILUMAN ITU!BUNUH!... BUNUH!...Seorang pria berjubah emas mendekati altar yang di tiap sudutnya berdiri kokoh pilar. Lelaki itu menggerakkan tangannya hingga memicu semua pilar memunculkan cahaya petir.Krrk!Akh!Yingge menggertakkan gigi—menahan serangan petir yang amat dahsyat. Tubuhnya tak mampu, tapi sedikitkun jeritan tak keluar dari mulutnya.Berkali-kali serangan itu ia terima, hingga tubuhnya tak mampu untuk berdiri lagi. Ia terbaring di lantai yang sang

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ritual Pernikahan Dan Gerbang Suci Siluman

    “Apa yang kau lakukan!?”“Turunkan aku!” bentak Yingge ketika tubuhnya perlahan mengudara.Ngiiiing!“Ayah! Tolong aku!” teriak Yingge mencoba menoleh ke belakang.Sayang sekali ayahnya tidak melakukan tindakan apapun.Sosok misterius mengulurkan tangannya, energi iblis dengan cepat menuju ke arah Yingge—perlahan memasuki tubuh.Krrk!DEG!Jantung Yingge seolah meledak usai diterobos oleh energi yang sangat kuat.“Arrrkkkh!”Anehnya meski terasa sangat menyakitkan, tapi energi yang baru masuk itu justru diterima oleh tubuh Yingge.Buuum!Ledakkan energi menghentikan ritual sosok misterius.Tubuh Yingge memancarkan energi iblis berlipat ganda dari sebelumnya.Bayangan besar bunga kematian berwarna merah muncul di belakang tubuhnya.Tatapan Yingge menjadi dingin dan tajam.Tap!Ia mendaratkan kakinya ke tanah.Entah apa maksud dari sosok misterius, tapi kenyataannya Yingge merasa seperti ada terobosan baru di dalam tubuhnya.Hatinya dipenuhi dengan keinginan untuk membunuh.Wuuush!Ia m

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Sosok Bayangan Hitam

    Para penjaga menyerbu masuk ke dalam ruangan.Kali ini Yingge tak bisa berbuat apa-apa selain bertarung melawan mereka.Namun di saat Yingge hendak memaksa menggunakan kekuatan, lelaki yang berdiri di depannya mengibaskan lengan dan bergerak cepat berdiri membelakanginya.“Siapa yang memberikan kalian keberanian masuk kemari!?” seru sang lelaki.“Ma-maaf, Tuan. Kami sedang mengejar seorang penyusup yang berlari ke arah sini. Apa Tuan melihatnya?”Lelaki itu tersenyum kecil melirik ke arah Yingge.Bingung dengan situasi apa yang kini ia hadapi, Yingge diam dalam kewaspadaan.“Penyusup? … apa kalian pikir tempat ini mudah untuk diterobos?”“Pergi!” lanjutnya dengan tatapan dingin.Usai para penjaga itu pergi, Yingge baru bisa menurunkan kewaspadaannya, tapi tidak dengan lelaki yang membantu menyembunyikan keberadaannya.“Kenapa?” tanya Yingge.“Nona, bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?”“Tidak sebelum kau mengatakan apa alasanmu membantuku!”Lelaki itu tertawa kecil, “alasann

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Dibawa Ke Alam Langit

    Lizheng dengan cepat memutar posisi mereka berdua.Serangan yang harusnya dibendung Yingge, kini telah dihadang Lizheng.“Dasar bodoh! Kau pikir dengan bertindak seperti ini aku akan memaafkan perbuatanmu?”Meski di mulut Yingge ia sangat membenci Lizheng, tapi ada perasaan aneh yang muncul di dala

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ramuan Penyegel Kekuatan

    Yingge membuang pandangan. Ia mengacuhkan Lizheng, berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.“Lizheng bodoh! Kalau kau mau kembali, silahkan. Lagipula kau sudah terlibat denganku, jadi mereka tak akan melepaskanmu juga.”Kiik! Braakh!Beriring dengan bunyi pintu kamar tertutup, bayang

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lizheng

    Kuku tajam Yingge menusuk kuat, membuat tubuh sang pemuda terluka dan mengeluarkan sedikit darah segar.Sedikitpun tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu, melainkan hanya kernyitan di kedua alisnya.“Apa sakit?” tanya Yingge tersenyum kejam.“Tidak sakit!”“Nona, lakukan saja. Jangan pedul

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

    Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status