INICIAR SESIÓN"Kaulah yang saat ini bersikap seperti perempuan rendahan Selir Utama!!! Sikapmu ini tidak mencerminkan wanita kerajaan!"
Liu Ri terhenyak. Ia menatap Feng Wu Lan dengan kecewa. Kenapa suaminya ini tidak percaya padanya, bahkan mengatakan bahwa dia adalah perempuan rendahan?
"Yang Mulia...." ujarnya lirih.
"Cukup Selir Utama,
"Tentu, Ibu Suri. Awalnya saya bingung di mana Putri Lu Si berada karena saya sudah memeriksa hampir seluruh bagian Istana Kekaisaran, tapi tidak menemukan Putri Lu Si. Kemudian saya teringat akan ada salah satu tempat yang belum diperiksa dan mungkin tidak terpikirkan oleh kita semua, yaitu gerbang belakang istana. Saya menemukan Putri Lu Si di sana sedang duduk dan ada orang yang berpakaian serba hitam menghunuskan pedang pada Putri Lu Si. Saya menyerangnya dan kami bertarung sebentar di sana." Zhao Ling berusaha menjelaskan secara ringkas."Itu pasti salah satu penyerang yang menculik Selir Tang, Yang Mulia," ujar Zian Lin mengeluarkan pemikirannya."Kau benar, Zian Lin. Aku juga berpikir seperti itu." Huang Ji sependapat dengan pengawal pribadi kakaknya itu."Apa kau melihat Selir Tang di sana atau mungkin kau m
_o0o_Malam semakin larut: suara binatang bersahut-sahutan mengisi keheningan malam. Di malam itu juga terlihat dua orang berlari cukup cepat, dengan salah satu di antara mereka menggendong seseorang yang tidak sadarkan diri.Keduanya terus berlari dan berhenti di depan pintu belakang sebuah kediaman. Di sana ada seorang pelayan yang sudah berdiri menunggu keduanya datang."Menteri Xi sudah menunggu di dalam," ujar orang itu."Berikan dia upahnya," ucap pria yang sudah menjadi rekan Xia Yu malam ini, la
_o0o_Saat ini, Istana Kekaisaran Feng berada dalam kondisi ricuh. Penyerangan tiba-tiba yang terjadi di kediaman Selir Tang dan dilakukan oleh sekelompok orang membuat para penghuni Istana kalang kabut.Terlebih, penyerangan itu membuat Selir Tang yang merupakan Putri Pertama Menteri Tang menghilang karena diculik oleh penyerang. Tak hanya itu saja, prajurit penjaga serta pelayan yang ada banyak tak sadarkan diri, bahkan sampai ada yang meregang nyawa dengan keadaan yang mengenaskan."Para prajurit sudah berjaga di semua pintu keluar.
_o0o_Di kediaman Ibu Suri Kekaisaran Feng, kedua prajurit penjaga pintu kamar menghentikan seorang pelayan yang berlari tergesa menuju kamar Ibu Suri."Kau tidak boleh masuk ke kamar Ibu Suri sembarangan," ujar salah satu prajurit penjaga itu."Saya harus masuk. Terjadi serangan di kediaman Selir Tang, Selir Tang diculik. Prajurit mengatakan bahwa penyerang itu masih berada di istana dan saat ini Putri Lu Si tidak ada di kediamannya, Putri Lu Si menghilang.""Apa?!" seru Ibu Suri Kekaisaran Feng. "Apa maksudmu tadi ha
"Kalian tidak mengajakku?" Feng Wu Lan berdiri menatap ketiga orang yang sedang asyik menikmati manisan buah di kamarnya."Kakak sudah datang.""Kakak Feng lama sekali."Baru datang dan ia sudah mendapat teguran dari adik-adiknya."Aku hanya memanggil Permaisuri. Kenapa kalian juga datang?" Feng Wu Lan mengambil manisan buah di tangan Lu Si dan langsung memakannya."Kakak!" seru Lu Si, tak terima manisannya diambil."Kakak ipar memanggil kami," ujar Huang Ji."Kakak ipar hanya memanggilku jika kau lupa," ucap Lu Si, mengambil manisan, lalu melotot saat melihat tangan kakak Feng-nya ingin mengambil m
_o0o_"Pijat lebih kuat! Kau ini lemas sekali," gerutu Fei Ning pada pelayan yang memijat kakinya.Saat ini, Putri dari Menteri Tang itu tengah menikmati pijatan kaki dari dua pelayannya, ditemani teh hijau serta beberapa camilan yang dikirimkan sang ayah. Fei Ning sangat menikmati malamnya."Aku harus mengunjungi Yang Mulia besok pagi agar Yang Mulia bisa melihat bekas tamparan ini. Saat melihatnya, Yang Mulia pasti langsung iba padaku," gumam Fei Ning sembari melihat wajahnya di kaca kecil yang ia genggam.







