Mag-log inXia Bai, gadis cantik dan berbakat. Harus tewas ditangan kakaknya yang memiliki hati busuk, akan rasa irinya. "Aku bersumpah, kak. Bila ada kehidupan selanjutnya, aku akan membalaskan dendamku padamu." --- Sementara disisi yang berbeda. Seorang Selir bernama Xia Mo, harus tewas ditangan istri Kaisar Ming yang lainnya. Ia meminum racun yang mengatasnamakan Kaisar Ming, hingga membuatnya tewas dalam mengenaskan. Padahal ini pertama kalinya, Kaisar berkunjung kepadanya. Tetapi, ia malah dibunuh oleh seseorang yang begitu iri dan membencinya, menganggapnya saingin yang harus disingkirkan. "Ya Dewa, kalau boleh aku meminta. tolong balaskan rasa sakit dan dendamku pada mereka semua."
view moreKaisar Ming menatap Xia Mo dengan sorot mata yang sulit ditebak. Selama bertahun-tahun menjadi seorang kaisar, dia telah terbiasa melihat orang-orang menundukkan kepala di hadapannya. Tidak peduli seberapa tinggi kedudukan mereka atau seberapa besar kekuasaan yang dimiliki, pada akhirnya mereka tetap harus tunduk pada titahnya. Namun, wanita di hadapannya ini justru berani menolak perintahnya secara terang-terangan. Bukan hanya sekali. Melainkan berkali-kali. “Kau sepertinya sudah lupa siapa dirimu sekarang,” ujar Kaisar Ming dingin. Xia Mo mengangkat wajahnya. “Saya masih ingat. Saya adalah selir Yang Mulia.” “Kalau kau masih ingat, seharusnya kau tahu apa akibatnya menentang perintah seorang kaisar.” “Saya tahu.” “Lalu kau masih berani menolak?” Xia Mo menarik napas pelan sebelum menjawab, “Karena saya juga tahu bahwa tidak semua hal bisa dijawab hanya dengan sebuah perintah.” Kaisar Ming terdiam sesaat. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan wanita ini.
Malam semakin larut ketika Xia Mo akhirnya meninggalkan hutan terlarang. Setelah memastikan pria bercadar itu pergi lebih dahulu, Xia Mo memilih jalur berbeda untuk kembali ke istana. Dia berjalan dengan tenang. Tidak ada sedikit pun tanda bahwa dirinya baru saja melakukan sesuatu yang mencurigakan. Namun begitu sampai di paviliunnya, langkah Xia Mo mendadak terhenti. Pintu kamarnya terbuka. Xia Mo mengernyit. Seingatnya, sebelum pergi tadi dia sudah menutup pintu itu. Dia melangkah perlahan. Tangannya bahkan sempat menyentuh gagang pedang kecil yang terselip di balik jubahnya. Kemudian dia masuk. Dan dalam sekejap— Xia Mo membeku. Di dalam kamar, seseorang sedang duduk di tempat tidurnya. Kaisar Ming. Mata Xia Mo langsung melebar. Dia mundur satu langkah. Kemudian menatap ke sekeliling. Kiri. Kanan. Bahkan sampai melihat papan nama kecil di dekat pintu. Paviliun Selir Xia. Xia Mo berkedip. Dia benar-benar tidak salah masuk kamar. “...Kenapa Yang Mulia ada di s
Sejak beberapa waktu terakhir, Kaisar Ming mulai memperhatikan satu hal.Xia Mo semakin sering menghilang pada malam hari.Awalnya, dia tidak terlalu memikirkannya.Baginya, seorang selir yang pergi dari paviliun pada malam hari bukanlah sesuatu yang terlalu penting.Namun semakin lama, kebiasaan itu mulai terasa aneh.Hampir setiap malam.Pada waktu yang hampir sama.Xia Mo selalu keluar dari paviliunnya.Dan setiap kali keluar, dia tidak pernah membawa pelayan.Kaisar Ming berdiri di balik jendela ruang kerjanya, memandang halaman istana yang mulai sepi.“Yang Mulia.”Pengawal kepercayaannya berdiri di belakang.“Selir Xia keluar lagi.”Kaisar Ming tidak menjawab.Tatapannya tetap mengikuti sosok Xia Mo yang berjalan cepat melewati lorong belakang.“Sudah berapa kali?”“Enam malam berturut-turut.”Kaisar Ming mengernyit.“Dan dia pergi ke mana?”Pengawal itu ragu sejenak.“Kami belum tahu.”Kaisar Ming akhirnya berbalik.“Jangan sampai dia menyadari kalau sedang diikuti.”“Baik.”Ma
Sejak beberapa waktu terakhir, Kaisar Ming mulai memperhatikan satu hal.Xia Mo semakin sering menghilang pada malam hari.Awalnya, dia tidak terlalu memikirkannya.Baginya, seorang selir yang pergi dari paviliun pada malam hari bukanlah sesuatu yang terlalu penting.Namun semakin lama, kebiasaan itu mulai terasa aneh.Hampir setiap malam.Pada waktu yang hampir sama.Xia Mo selalu keluar dari paviliunnya.Dan setiap kali keluar, dia tidak pernah membawa pelayan.Kaisar Ming berdiri di balik jendela ruang kerjanya, memandang halaman istana yang mulai sepi.“Yang Mulia.”Pengawal kepercayaannya berdiri di belakang.“Selir Xia keluar lagi.”Kaisar Ming tidak menjawab.Tatapannya tetap mengikuti sosok Xia Mo yang berjalan cepat melewati lorong belakang.“Sudah berapa kali?”“Enam malam berturut-turut.”Kaisar Ming mengernyit.“Dan dia pergi ke mana?”Pengawal itu ragu sejenak.“Kami belum tahu.”Kaisar Ming akhirnya berbalik.“Jangan sampai dia menyadari kalau sedang diikuti.”“Baik.”Ma
Brak! Seketika seluruh orang di dalam ruangan menoleh ke arah sumber suara. Mata mereka membelalak ketika mendapati seorang gadis melangkah masuk dengan sorot mata mematikan, amarah jelas terpancar dari wajahnya. Srek! Suara gesekan logam membuat semua orang menahan napas. Ujung pedang itu ki
“Sialan… bukan hanya dijuluki selir buangan, kau bahkan jauh lebih miskin dari yang kuduga, Xia Mo,” umpatnya lirih. Xia Mo hanya bisa menatap lesu deretan pedagang kue bulan di hadapannya. Tangannya sudah merogoh setiap saku yang ia miliki, dari lengan hingga lipatan jubah, tetapi tak satu kepin
“Aaarrrgggghhh!” Suara jeritan Selir Fai menggema di seluruh aula, menembus keheningan dan membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya berdiri. Di tengah aula, tubuhnya terhuyung-huyung menerima cambukan demi cambukan. Suara tamparan cambuk bersahutan, menyayat udara. Mata Selir Fai menata
“Dobrak pintunya! Bawa keduanya keluar dari dalam kamar!” titah Kaisar Ming dengan suara menggema, tegas dan dingin. Wajahnya mengeras menahan amarah yang membara begitu mendengar laporan kasim tentang salah satu selirnya. Tanpa berpikir panjang, Kaisar segera melangkah cepat menuju paviliun mili












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore