LOGINRhanora Lysa Valor tidak pernah meminta takdirnya diubah —apalagi demi memenuhi perjanjian lama yang seharusnya menjadi beban putri Kaisar. Namun satu keputusan pamannya mengirimnya jauh dari rumah ke Istana Kekaisaran Thagon, negeri para naga, untuk menjadi permaisuri bagi penguasa barunya. Shang Liwei, Kaisar termuda dalam sejarah negerinya, naik takhta di tengah gejolak. Ia adalah naga yang bersayap api, terlahir untuk memimpin, tapi juga memikul luka dari intrik dan pengkhianatan. Kehadiran Rhanora adalah kewajiban yang tak pernah ia minta — namun entah mengapa, ombak di mata wanita itu memanggilnya. Di antara benturan budaya dan ambisi yang mengintai di setiap sudut istana, keduanya harus memilih, menjadi bidak di papan permainan kekuasaan atau membakar papan itu habis-habisan.
View More“Yang Mulia sudah jelas bahwa anda sangat dihargai Yang Mulia Kaisar, lihat, anda bahkan dihadiahi burung pipit!”Yiyi dengan semangat berceloteh di belakang Rhanora.Kini Rhanora dan rombongan sudah berada di kediaman tempat Rhanora tinggal.Rhanora hanya mengangguk acuh tak acuh pada ucapan Yiyi, tidak terlalu memperhatikan apa yang baru saja diucapkan oleh dayang kecil itu, pikirannya melayang entah kemana. Dayang Chu yang menyadari bahwa Rhanora sedang tidak berminat pun menyuruh Yiyi untuk diam. “Hush, Yiyi, lebih baik gunakan energimu untuk merapikan tempat tidur Yang Mulia.”Yiyi memajukan bibirnya sebal namun ia tetap mengangguk dan pergi untuk merapikan tempat tidur Rhanora. Lalu Dayang Chu juga pamit untuk pergi memberitahu dapur untuk memasak makan malam.Kini di dalam ruang untuk menyambut tamu hanya Linlin dan Rhanora.“Apa yang sedang anda bingungkan Yang Mulia?” tanya Linlin dengan suara pelan. Ia dengan telaten menuangkan teh hangat ke cangkir.Rhanora menghela napas.
“Tentu, Selir Agung Wen.”Pada akhirnya Rhanora hanya membalas seperti itu dan meski begitu, sang Selir Agung nampak puas dengan jawaban Rhanora.Selir Agung Wen tersenyum lebih lembut namun kata-kata selanjutnya membuat Rhanora termenung.“Yang Mulia, anda tentu tahu kalau Kaisar Naga tidak bisa hanya ditemani oleh satu orang wanita saja.” Ah akhirnya menuju ke pokok pembahasan utama, pikir Rhanora dalam hati, meski begitu perempuan pemilik surai rambut emas ini masih menyunggingkan senyum tipis tanpa ada perubahan ekspresi yang berarti.“Tentu saja, Permaisuri adalah kekasih jiwa Kaisar Naga sementara wanita lain adalah.. permata yang menghias jiwa Kaisar.” Lanjut sang Selir Agung dengan nada yang terbilang tenang. Sang Selir Agung menelisik ekspresi Rhanora.Tanpa permata pun seorang Kaisar bisa hidup, lagi Rhanora hanya bisa membalas dalam hati sambil berpura-pura mendengarkan dengan saksama. Melihat bahwa Rhanora tidak mengubah ekspresinya namun juga tidak mengiyakan atau memba
Dayang Chu mempersilakan Rhanora maju terlebih dulu, sementara Linlin dan Yiyi mengikuti di belakang dengan membawa kotak hadiah —sebuah tradisi kecil sebagai ramah tamah ketika mengunjungi seseorang yang lebih tua.Lorong menuju paviliun Selir Agung Wen tenang namun atmosfernya berbeda jauh dari area kediaman Rhanora. Semakin jauh mereka melangkah, semakin banyak pelayan yang berhenti, membungkuk dalam-dalam, lalu menyingkir ke samping. Status calon Permaisuri benar-benar terasa di sini.Namun, Rhanora tidak membiarkan hal itu memengaruhi langkahnya.Begitu mereka berhenti di depan pintu besar berlapis kayu gelap, Dayang Mi membungkuk dalam sebelum berbicara.“Yang Mulia, Selir Agung Wen telah menanti kehadiran anda.”Rhanora mengangguk, tangan halusnya mengepal kecil di balik lengan hanfu untuk meredakan gugup yang tak ingin ia tunjukkan.Dayang Mi mengetuk dua kali lalu mendorong pintu perlahan.Aroma bunga osmanthus lembut keluar dari dalam ruangan.Rhanora melangkah masuk dengan
“Yang Mulia, hamba Dayang Chu mulai sekarang akan menjadi kepala dayang yang akan melayani anda. Saya juga membawa beberapa dayang dan kasim atas perintah Yang Mulia Kaisar.”Keesokan paginya ketika Rhanora sedang sarapan pagi, Dayang Chu datang membawa beberapa dayang dan kasim yang berjajar rapi di belakang Dayang Chu.Sesaat setelah Dayang Chu berkata, para dayang dan kasim yang dikirim melayani Rhanora pun berlutut dan berkowtow memberi salam kepada calon Permaisuri Kekaisaran Thagon.“Salam kepada kekasih jiwa Kaisar Naga, panjang umur ratusan tahun!”Mau sampai kapanpun Rhanora tidak akan terbiasa dengan cara penghormatan seperti ini.Seperti yang diajarkan oleh Dayang Chu, Rhanora menunggu sebentar sebelum membiarkan para pelayan untuk berdiri. Rhanora lalu menatap Dayang Chu, “kau bisa mengatur mereka sesuai keahlian mereka masing-masing.”“Hamba mengerti Yang Mulia.”****“Yang Mulia bagaimana dengan warna kain ini?”“Yang Mulia bunga-bunga yang dikirim Perbendaharaan sudah d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews