Share

Bab 247

Auteur: Darrel Gilvano
Bahkan kalau dia berhasil mengetahui identitasnya, kalau orang itu memang tidak mau menemuinya, pasti tetap tidak akan menemuinya.

Kalau sampai dia tahu dirinya diselidiki ke mana-mana, bisa-bisa dia malah makin marah!

Sudahlah! Kalau begitu, untuk sementara jangan diselidiki dulu!

Toh sudah tahu dia tinggal di mana. Nanti datang dengan tulus untuk meminta maaf, selama bisa mendapatkan pengampunannya, semua masalah pasti akan terselesaikan dengan sendirinya.

"Terima kasih atas pengingatnya, Pak
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 248

    Setelah kembali ke vila, Jimmy langsung pergi mandi. Saat mandi, samar-samar terdengar suara bel dari luar.Jimmy mematikan keran, hendak bertanya siapa yang datang. Namun, dari luar sudah terdengar suara perempuan yang jernih."Aku Yasmin. Aku datang untuk berterima kasih kepada penyelamatku!""Sebelumnya Rubah Perak salah mengira Tuan sebagai orang yang berniat buruk kepadaku, jadi sikapnya kurang baik dan menyinggung Tuan. Mohon kemurahan hati Tuan. Aku mewakili Rubah Perak meminta maaf ...."Yasmin terus berbicara di luar dengan sikap yang sangat tulus."Pergi sana! Jangan ganggu aku!" Jimmy berteriak dengan kesal, lalu membuka kembali keran dan melanjutkan mandi.Dia bahkan sengaja membuka air sebesar-besarnya. Dengan suara aliran air, dia tidak perlu lagi mendengar ocehan Yasmin.Yasmin yang berada di luar pintu pun benar-benar terdiam. Teriakan marah Jimmy tadi langsung memotong ucapannya.Mendengar suara penuh amarah itu, hatinya terasa pahit dan tak berdaya. Dengan kekuatan se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 247

    Bahkan kalau dia berhasil mengetahui identitasnya, kalau orang itu memang tidak mau menemuinya, pasti tetap tidak akan menemuinya.Kalau sampai dia tahu dirinya diselidiki ke mana-mana, bisa-bisa dia malah makin marah!Sudahlah! Kalau begitu, untuk sementara jangan diselidiki dulu!Toh sudah tahu dia tinggal di mana. Nanti datang dengan tulus untuk meminta maaf, selama bisa mendapatkan pengampunannya, semua masalah pasti akan terselesaikan dengan sendirinya."Terima kasih atas pengingatnya, Pak Endaru. Aku sudah mengerti." Yasmin menghela napas pelan, lalu segera membawa Rubah Perak dan yang lainnya pergi.Sesampainya di tempat parkir, Yasmin kembali memberi perintah kepada Rubah Perak, "Segera antar orang ini ke tempat Raja Perang Burung Vermilion. Kekuatannya lumayan. Meskipun dia terluka, kemungkinan besar kamu tetap bukan tandingannya.""Baik, aku tahu harus bagaimana," sahut Rubah Perak sambil langsung menangkap kedua lengan prajurit itu dan memelintirnya dengan keras.Krek! Kedua

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 246

    "Kimberly, siapa sebenarnya yang tadi menyelamatkan kakekmu?" Di sisi pesta dansa, Ernest bertanya kepada putrinya dengan penuh rasa penasaran, "Sejak kapan kamu kenal teman sehebat itu?""Aku mana tahu!" Kimberly menggaruk kepalanya. "Dia pakai topeng, aku juga nggak tahu dia siapa!""Masa sih?" Ernest tampak agak tidak percaya, "Kamu nggak bisa mengenali suaranya?"Kimberly menggeleng. Dia benar-benar tidak bisa mengenali suara orang itu.Semua orang memakai topeng, saat berbicara suara mereka terdengar teredam. Kecuali orang yang sangat akrab, hampir mustahil mengenali dari suara saja.Saat Ernest dan istrinya hanya bisa tersenyum kecut, Endaru malah mengangkat tangan menghentikan mereka berdua."Sudahlah, jangan ditanya lagi! Kalau orang itu nggak mau menunjukkan wajah aslinya, pasti ada alasannya. Untuk apa kalian tanya sebanyak itu?"Dia sebenarnya sudah bisa menebak siapa orang itu. Selain Jimmy yang mampu sendirian menghajar lebih dari 100 orang anak buah Izzul, memangnya ada s

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 245

    Bahkan kalau dirinya terbunuh, setidaknya misinya sudah dianggap selesai."Kamu sebenarnya siapa?" Prajurit itu menatap Jimmy dengan wajah penuh kebengisan. Sepasang matanya yang suram seperti ular berbisa."Aku ayahmu!" Jimmy tersenyum santai, lalu berkata dengan tidak sabar, "Sudahlah, jangan buang waktu. Cepat mulai bertarung. Aku masih mau nonton. Hadeh, aku ini capek sekali!"Begitu kata-kata Jimmy selesai, wajah Yasmin dan prajurit itu sama-sama berkedut. Mereka bertarung mati-matian di sini, tetapi justru dia yang merasa paling capek? Entah dari mana dia punya muka untuk mengatakan hal seperti itu.Yasmin mengomel dalam hati beberapa kali, lalu akhirnya kembali melancarkan serangan sengit ke arah prajurit itu. Benar! Karena memang harus bertarung habis-habisan, untuk apa banyak bicara?Menghadapi serangan ganas Yasmin kali ini, prajurit itu akhirnya tidak lagi menahan diri. Keduanya kembali terlibat pertarungan sengit. Serangan Yasmin pun tidak lagi semudah sebelumnya.Jimmy dud

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 244

    Lawanmu adalah dia! Mendengar kata-kata Jimmy, Yasmin sedikit tertegun.Apa orang ini ingin melihat sejauh mana kemampuannya? Atau ingin memberinya sedikit jasa? Atau ... dia masih marah padanya?Setelah tersadar, Yasmin segera melangkah maju, menatap prajurit itu dengan tatapan tajam."Benar! Lawanmu adalah aku! Kamu belum pantas bertarung dengannya!"Saat itu, Rubah Perak dan yang lainnya juga sudah selesai mengevakuasi kerumunan dan segera mendekat. Dalam sekejap, prajurit itu terkepung.Namun, mereka tidak ingin melukai orang tak bersalah, jadi sengaja menyisakan satu celah di arah tenggara yang menuju ke perairan dangkal di kejauhan.Kalau prajurit itu ingin kabur, hanya bisa lari ke arah itu. Dengan begitu, mereka tak perlu khawatir melibatkan orang-orang di lokasi.Sementara itu, Jimmy membawa Endaru yang masih syok ke pinggir dengan tenang, lalu berdiri diam menonton pertunjukan.Melihat Endaru selamat, Kimberly dan orang tuanya segera berlari menghampiri. Mereka penuh kekhawat

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 243

    Melihat sikap mereka, sepertinya sedang menjalankan suatu misi? Orang yang ingin mereka tangkap ada di lokasi pesta ini? Atau ....Semakin dipikirkan, Jimmy tiba-tiba tersentak. Semalam dia baru saja menggoda Yasmin. Dengan sifat wanita itu, pasti dia sangat marah.Jangan-jangan saat dirinya berselisih dengan Yonah tadi, orang-orang Yasmin melihatnya? Apa mungkin wanita itu datang untuk membalas dendam? Kalau dipikir-pikir, dengan temperamen Yasmin, kemungkinan itu memang ada!"Ah ...!""Kamu siapa?""Kakek!"Saat Jimmy masih berpikir, tiba-tiba terdengar keributan di lokasi pesta disertai teriakan marah.Jimmy menoleh dan melihat Endaru, yang mengenakan pakaian aneh, sudah ditangkap seseorang. Topeng di wajahnya juga sudah terlepas.Orang yang menangkapnya pun membuka topengnya sendiri. Seorang pria berusia sekitar 30-an, dengan wajah suram.Melihat Endaru ditangkap, Jimmy sedikit terkejut. Kimberly memang hanya mengundang anak-anak muda. Setahunya, Kimberly pernah bilang keluarganya

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status