Share

Bab 250

Author: Darrel Gilvano
Jimmy berbicara dengan sangat langsung. Dalam situasi seperti ini, memang tak perlu lagi berputar-putar.

Laura punya ayah yang baik, jadi setidaknya dia tidak akan menjadi orang jahat. Namun sayangnya, dia juga punya ibu yang materialistis, bermulut pedas, dan hanya berani pada yang lemah. Dalam dirinya, sedikit banyak tetap ada sifat-sifat buruk ibunya itu.

Mendengar penilaian Jimmy tentang dirinya, raut wajah Laura pun menjadi suram. Terlalu percaya diri? Mungkin ... dia memang terlalu percaya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 446

    Zisel tidak memahami maksud Jimmy, tetapi Yahya memahaminya dengan jelas.Dalam hati, Yahya terus merasa kagum pada kelapangan hati Jimmy. Laura dan ibunya sudah melakukan begitu banyak hal yang tidak tahu balas budi, tetapi Jimmy sama sekali tidak mempermasalahkannya.Kalau itu dirinya, jelas tidak akan bisa melupakan begitu saja. Mungkin, ini yang disebut perbedaan tingkatan. Atau mungkin juga, mereka memang belum pantas membuat Jimmy repot-repot memikirkan mereka.Meskipun begitu, Yahya tetap menyetujuinya.Jimmy sudah begitu memikirkan dirinya dan menghargainya. Kalau dia masih tidak menerima, itu benar-benar tidak pantas.Setelah Yahya setuju, Zisel pun kembali untuk menjemputnya. Sementara itu, Jimmy langsung membawa mereka berdua ke Resor Scene.Begitu Jimmy tiba, para karyawan langsung berlari menghampiri, memastikan dia baik-baik saja. Setelah itu, barulah mereka kembali bekerja.Lumayan. Masih punya hati nurani. Masih peduli pada bos mereka. Berarti uang yang dikeluarkan tida

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 445

    Jimmy menoleh, ternyata itu Yaniel dan Cheryl. Begitu melihat Jimmy, mereka berdua langsung berlari kecil mendekat."Kak Jimmy, ternyata benar-benar kamu!" Yaniel berkata dengan gembira, "Tadi Cheryl bilang punggung ini mirip kamu, aku masih ragu, ternyata memang benar kamu!"Jimmy tersenyum dan mengangguk, lalu bertanya, "Kalian ini ... jangan-jangan setelah dapat uang, langsung datang ke sini buat upgrade perlengkapan?""Bukan, bukan!" Yaniel buru-buru menggeleng. "Kami datang beli beberapa komponen, buat robot.""Robot?" Jimmy terkejut. "Kamu bisa bikin robot juga?"Datang ke sini buat beli komponen robot?Yaniel langsung menyadari bahwa Jimmy salah paham, lalu buru-buru menjelaskan. Robot yang dia maksud bukan seperti yang dibayangkan Jimmy, seperti Transformer. Yang dia buat itu robot kecil, bahkan tidak berbentuk manusia.Lebih ke mesin kecil yang cerdas. Digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia. Hanya saja, di kalangan mereka, semua hal seperti itu memang disebut robot.Se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 444

    Saat melihat Jimmy, Zisel tanpa sadar langsung memeluknya. Namun setelah itu, Zisel sengaja mulai menjaga jarak dengan Jimmy. Karena sudah memutuskan untuk mencoba melepaskan perasaan ini, dia tidak boleh lagi seperti sebelumnya, tanpa batasan sama sekali dengan Jimmy.Kalau terus begitu, dia takut tidak akan pernah bisa benar-benar melepaskan.Ponsel Jimmy rusak karena kemasukan air, jadi Zisel mengajaknya ke pusat penjualan komputer dan ponsel untuk membeli yang baru. Untungnya semua nomor tersimpan di kartu, jadi tidak terlalu bermasalah.Saat Jimmy sedang memeriksa daftar nomor di ponselnya, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung bertanya, "Mobilku kalian bawa pergi nggak?""Yang itu ...." Zisel sedikit tertegun, lalu tersenyum pahit. "Waktu itu semua orang sibuk evakuasi dan kamu juga nggak suruh siapa pun untuk membawanya, jadi kami semua lupa ....""Aku ...." Jimmy terdiam sejenak, lalu tertawa pahit. "Jadi maksudnya aku harus ganti mobil?"Karena tidak ada yang memindahkan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 443

    Mendengar itu, Yasmin diam-diam mendecak dalam hati. Terlepas itu omongan menjilat dari para karyawan atau bukan, sekalipun itu benar, lalu kenapa?Hanya karena Jimmy cukup terkenal di Bataram, lalu dia harus menikah dengan Jimmy?Yasmin memijat dahinya, lalu berkata kesal, "Kakek, sejak kapan Kakek jadi orang yang memandang status seperti ini?""Apa maksudmu memandang status?" Edgar berkata dengan kesal, "Aku cuma ingin kasih tahu kamu, Jimmy nggak selemah yang kamu kira! Dia punya kemampuan, hanya saja dia rendah hati dan nggak menunjukkannya padamu!"'Masih mau bilang aku yang terlalu terobsesi? Justru kamu yang keras kepala!' batin Edgar.Hanya karena tidak mau menikah dengan Jimmy, ditambah dulu punya prasangka terhadapnya, jadi apa pun yang dilakukan Jimmy selalu terlihat salah di mata Yasmin.Kelebihannya pun dianggap kekurangan."Betul betul!" Edward yang sedang menyetir ikut mengangguk.Yasmin langsung melotot ke arah adiknya. "Diam! Ini bukan urusanmu!"Kali ini Edward tidak

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 442

    Setelah berbasa-basi sebentar dengan Edgar dan yang lain, Jimmy dan Zisel pun meninggalkan hotel.Edgar dan yang lain juga telah melewati satu hari penuh kegelisahan. Melihat Yasmin kembali dengan selamat, mereka akhirnya bisa bernapas lega."Kak, aku ingat tadi kamu nggak pakai baju ini, 'kan?" Di perjalanan pulang, Edward tiba-tiba bertanya pada kakaknya."Pertanyaan bodoh!" Yasmin melotot kesal. "Bajuku basah dan kotor, memangnya nggak boleh ganti?""Aku ...." Edward terdiam, dalam hati merasa kesal. Dia cuma tanya santai, kenapa malah dimarahi? Jangan-jangan lagi datang bulan?Edward berpikir macam-macam dalam hati. Tentu saja, dia tidak berani mengatakannya.Edgar tersenyum melihat mereka berdua, lalu bertanya kepada cucunya, "Kamu seharian ini sama Jimmy?""Iya." Yasmin mengangguk pelan."Kalian sempat bicara baik-baik?" Edgar kembali bertanya."Kakek!" Yasmin memijat pelipisnya dengan pusing. "Aku baru saja pulang, jangan-jangan Kakek mau bahas soal perjodohan lagi?"Kakek tua i

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 441

    "Aku ...." Urat di dahi Yasmin berdenyut.Sempat terlintas di pikirannya untuk meminta Rubah Perak bertukar pakaian dengannya, tapi setelah dipikir-pikir, dia mengurungkannya. Bagaimanapun juga sudah seperti ini, mau ganti juga tidak ada gunanya.Dengan pikiran itu, Yasmin langsung menyuruh Rubah Perak agar helikopter menurunkan tangga tali. Dia hanya ingin segera meninggalkan tempat ini. Tempat sialan ini sudah membuatnya dipermalukan!Tak lama kemudian, mereka bertiga naik ke helikopter.Namun, mereka tidak langsung pergi menemui Edgar dan Zisel, melainkan mencari tempat untuk membeli pakaian terlebih dahulu.Yasmin bukan orang bodoh. Kalau dia pulang memakai pakaian Jimmy dan terlihat oleh kakeknya serta Edward, mereka pasti akan berpikir macam-macam seperti Rubah Perak.Setelah berganti pakaian, Yasmin menyuruh Rubah Perak pergi lebih dulu. Dia dan Jimmy akan naik taksi ke hotel untuk menemui kakeknya.Sebelum berpisah, Yasmin berulang kali mengingatkan Rubah Perak bahwa soal dia m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 30

    Kejadian mendadak ini sontak membuat semua orang terkejut hingga tidak berani bernapas. Mereka semua terpaku menatap Broto.Kejam sekali! Bukan hanya kejam pada orang lain, tetapi juga pada dirinya! Padahal itu jarinya sendiri, malah langsung dipotong tanpa ragu sedikit pun.Rasa sakit yang luar bia

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 23

    Jimmy menarik napas, lalu memandang Ervina dan menenangkan, "Keluarga Bahrani juga nggak sehebat itu. Tenang saja, aku akan bereskan masalah ini.""Situasinya sudah begini! Kamu masih saja pura-pura?" sergah Laura dengan panik."Siapa yang pura-pura? Aku juga punya senjata pemungkas," timpal Jimmy m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 27

    Melihat Broto berlutut seperti kehilangan akal, semua orang kembali terperangah.Berlutut? Tidak disangka, Broto berlutut. Dia langsung berlutut hanya karena melihat Jimmy? Bahkan, orang lain pun belum sempat berbicara."Apa mungkin kaki Pak Broto keram?""Dasar bodoh. Kalau kakinya keram, mulutnya

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 25

    "Minggir! Aku nggak ada waktu untuk dengar ocehanmu! Nanti saja baru katakan setelah Pak Broto dan Pak Felix tiba!" sergah Atta.Andra terkejut. Dia masih ingin berbicara, tetapi Atta menatapnya dengan sorot mata penuh niat membunuh.Dahi Andra berkeringat dingin. Dia beringsut mundur dengan gusar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status