Share

Bab 342

Author: Darrel Gilvano
Di dalam bar.

Adrian yang membuat masalah bersama teman-teman tak bergunanya, dipanggil oleh manajer bar Maruli dan "diundang" masuk ke sebuah ruangan di dalam.

Terlihat ada beberapa preman yang berjaga di pintu. Mereka sama sekali tidak memberi kesempatan bagi Adrian dan yang lainnya untuk kabur.

"Adrian, kapan bibi kamu datang?"

"Kenapa buru-buru? Aku sudah telepon bibiku, dia pasti segera datang! Nanti kita lihat gimana mereka mati!"

"Pemilik bar kecil ini pasti belum tahu identitas Adrian! T
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 350

    Berhubung saat ini masih musim panas, kondisi Edgar tidak terlalu bermasalah.Setelah beristirahat sejenak, mereka bertiga mengangkat gelas ke arah laut untuk bersulang beberapa kali bagi kakeknya, lalu baru pergi.Saat mereka kembali ke Bataram, langit sudah mulai gelap.Baru saja memasuki wilayah Bataram, Edgar langsung memberi instruksi pada cucunya, "Telepon kakakmu, suruh dia datang untuk makan malam bersama."Belum sempat Edward menjawab, Jimmy sudah tersenyum sambil menggeleng, "Sekarang dia kemungkinan masih sibuk sama Yunan, sepertinya nggak punya waktu.""Eh, kok kamu tahu Yunan?" Edward terkejut.Senyum nakal muncul di wajah Jimmy seraya berkata, "Aku yang suruh kakakmu cari masalah sama Yunan, kenapa aku nggak tahu?"Mendengar ucapannya, Edward langsung terpana, lalu berkata dengan penuh semangat, "Gimana caranya? Ajari aku sedikit!"'Ajari? Seberapa inginnya orang ini menjebak kakaknya?'Jimmy menatap Edward dengan geli. "Aku malas menjelaskan, nanti tanya saja langsung ke

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 349

    Edgar terus batuk, lalu melambaikan tangan dengan lemah.Siku dan lututnya lecet. Namun, melihat dia masih bisa bergerak dengan normal, seharusnya tidak ada masalah besar yang terjadi."Kamu jaga Kakek, aku ambil kotak P3K di mobil!" kata Edward kepada Jimmy, lalu buru-buru berlari ke tempat parkir. Jimmy membantu Edgar duduk di samping, lalu menanyakan apakah ada bagian lain yang terluka."Nggak apa-apa."Setelah merasa baikan, Edgar lalu tersenyum, "Aku ini pernah turun ke medan perang, luka sekecil ini nggak berarti apa-apa."Jimmy menatap Edgar dengan curiga, lalu mengernyit, "Jangan-jangan Bapak sengaja mau nguji aku?""Kamu mikir apaan, sih!" Edgar tersenyum sambil melotot pada Jimmy, "Kalau aku mau mengujimu, nggak perlu mempertaruhkan nyawaku sendiri! Aku bahkan belum sempat melihat cicit, nggak mau mati secepat itu.""Baiklah."Jimmy tersenyum tak berdaya.'Kakek tua ini benar-benar nekat! Dengan tubuh setua ini, malah pergi ke karang. Apa dia mau berdiri di sana sambil berpui

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 348

    Pagi-pagi keesokan harinya, Jimmy menerima telepon dari Edgar. Dia mengatakan ingin pergi ke pantai untuk berziarah kepada kakek Jimmy. Sekalian minum beberapa gelas di sana.Meskipun Jimmy tahu Edgar hanya ingin mencari kesempatan untuk membujuknya, dia memang tidak bisa menolak dengan alasan seperti ini.Namun yang membuat Jimmy heran, sepanjang perjalanan Edgar malah mengobrol tentang hal-hal seperti budaya dan kebiasaan di Bataram. Edgar sama sekali tidak menyinggung soal pernikahannya dengan Yasmin.Hal ini membuat Jimmy agak bingung dan menebak-nebak apa yang sedang direncanakan orang tua itu. Setelah berkendara beberapa jam sampai di pantai, Edgar meminta Jimmy membawa Edward berjalan-jalan ke tepi pantai, sementara dia ingin berbicara sendiri dengan kakek Jimmy dari hati ke hati.Jimmy menyetujuinya dan membawa Edward ke samping. Mereka juga khawatir dengan keselamatan Edgar, jadi tidak pergi terlalu jauh."Aku dengar, kamu menggoda kakakku?" Baru sampai di samping, Edward lang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 347

    Setelah semuanya beres, Edward mengirim nomor kamar hotel kepada kakaknya. Sekitar pukul dua dini hari, Edward yang setengah tertidur samar-samar mendengar suara ketukan pintu. Setelah membuka pintu, barulah dia tahu bahwa Yasmin datang mencarinya."Kak, kamu ini ngapain sih!"Edward menggosok matanya yang masih mengantuk, lalu berkata dengan tak berdaya, "Sudah jam berapa ini? Kamu datang jam segini, memang sengaja nggak mau biarin aku tidur ya?""Kamu kira aku mau datang selarut ini?"Yasmin melotot kesal pada adiknya, lalu masuk ke dalam dengan lemas, "Aku baru bisa keluar setelah orang itu tidur!""Or ... orang itu?"Wajah Edward tampak canggung dan menatap kakaknya dengan bingung. Yasmin langsung menceritakan tentang Yunan dengan terus terang."Apa?"Begitu mendengar ceritanya, rasa kantuk Edward langsung hilang. "Ini jelas-jelas menindas orang! Kak, kamu hajar saja dia! Masa kamu takut sama dia?"Plak!Yasmin memang menghajar orang ... tapi yang dihajar adalah kepala Edward.Edwa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 346

    "Kakek, lihat si Jimmy itu, keterlaluan sekali!""Nggak sopan dan nggak beretika. Sudah datang terlambat, malah ninggalin Kakek begitu saja. Kenapa sih kakek harus nikahin kakakku sama dia? Dari segi mana dia pantas dijodohin sama Kakak?"Di perjalanan, Edward terus mengomel tanpa henti tentang ketidakpuasannya terhadap Jimmy. Edgar hanya mendengarkan tanpa berkata apa-apa. Sampai Edward kehabisan kata dan berhenti sendiri, barulah Edgar berkata dengan tenang, "Sudah selesai?""Aku ...." Edward sedikit terdiam, lalu menjawab kaku, "Sudah.""Kalau sudah, sekarang dengarkan aku!" Edgar melirik cucunya dengan kesal, lalu bertanya, "Otakmu itu dipakai untuk apa? Apa kamu nggak melihat ada yang aneh?""Aneh? Aneh apa?" Edward bingung.Edgar menggeleng sambil tersenyum, lalu bertanya, "Menurutmu ... Jimmy takut sama aku nggak?"Takut?Sudut bibir Edward berkedut, wajahnya tampak muram saat berkata, "Kalau dia takut sama Kakek, mana mungkin dia berani nggak sopan begitu?""Nah, itu jawabannya

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 345

    'Motong jari?' Jimmy bergumam dalam hati, 'Kenapa mirip sekali sama hobiku dulu?'Setelah Jimmy menanyakan lebih lanjut, situasinya pun langsung menjadi jelas. Mengetahui isi taruhan mereka, sudut bibir Jimmy berkedut sejenak."Wah, kamu lumayan cepat belajar ya!"Bukankah ini sama saja dengan taruhannya dengan Yonah, hanya diubah sedikit caranya?"Pak ... Pak Jimmy, aku ...."Maruli memaksakan senyum yang bahkan lebih buruk dari menangis, wajahnya penuh kepanikan saat menjelaskan, "Pak Jimmy, kali ini benar-benar bukan kami yang cari masalah. Dia yang datang membuat keributan dengan menghancurkan barang dan memukul anggota kamu, sikapnya bahkan sangat arogan."Sambil berbicara, Maruli menunjuk Adrian yang bersembunyi di samping."Kamu lagi rupanya!"Jimmy langsung mengenali Adrian, lalu menggeleng sambil tersenyum, "Kamu benar-benar nggak pernah bisa diam sehari pun. Hati-hati tubuhmu habis terkuras sama minuman dan wanita."Kemarin dia membuat masalah di tempat Sabrina, Sabrina sudah

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 30

    Kejadian mendadak ini sontak membuat semua orang terkejut hingga tidak berani bernapas. Mereka semua terpaku menatap Broto.Kejam sekali! Bukan hanya kejam pada orang lain, tetapi juga pada dirinya! Padahal itu jarinya sendiri, malah langsung dipotong tanpa ragu sedikit pun.Rasa sakit yang luar bia

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 46

    Apa Sabrina benar-benar orangnya Argani? Ternyata Argani yang menyuruh Sabrina untuk mencari Jimmy?Jimmy memandang Sabrina dengan ekspresi terkejut dan bertanya, "Untuk apa dia menyuruhmu mencariku?""Tunggu sebentar, aku telepon dulu," ucap Sabrina. Kemudian, dia mengeluarkan ponsel dan menelepon

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 21

    Siapa takut! Tanpa keberanian, tidak akan mendapatkan hasil!Dengan tekad seperti itu, Jimmy menyerang lebih dulu.Dia langsung menerjang salah satu preman yang memegang pipa besi. Ketika jaraknya sudah dekat, Jimmy meninju leher lawan, merebut pipa besinya, lalu menghantam anak buah lain."Ah!" peki

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 23

    Jimmy menarik napas, lalu memandang Ervina dan menenangkan, "Keluarga Bahrani juga nggak sehebat itu. Tenang saja, aku akan bereskan masalah ini.""Situasinya sudah begini! Kamu masih saja pura-pura?" sergah Laura dengan panik."Siapa yang pura-pura? Aku juga punya senjata pemungkas," timpal Jimmy m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status